Lion Air Rilis Wifi Entertainment Gratis untuk Rute Surabaya dan Lainnya

JAKARTA – Bertepatan dengan Hari Penerbangan Sipil Internasional, maskapai Lion Air resmi meluncurkan fasilitas terbaru bernama Lion Entertainment sebagai hiburan dalam perjalanan udara. Berkonsep Wi-Fi entertainment, inflight entertainment tersebut memungkinkan penumpang untuk menonton beragam video maupun bermain game secara gratis.

“Peluncuran dilakukan bertepatan dengan Hari Penerbangan Sipil Internasional karena menginspirasi Lion Air untuk menyediakan jasa penerbangan terbaik kepada setiap wisatawan dan pebisnis,” papar Corporate Communications Strategic Lion Air Grup, Danang Mandala Prihantoro, dalam siaran pers resminya. “Di sisi lain, Lion Air tetap mengedepankan keselamatan dan keamanan (safety first).”

Lion Entertainment terkoneksi melalui wireless inflight entertainment (W-IFE) dari AirFi Indonesia. Fasilitas ini dapat dinikmati dari semua ponsel pintar (smartphone), tablet, laptop dengan operating system (OS), perangkat lunak sistem yang mengatur sumber daya seperti iOS, Android, Windows, BBM, Linux, dan lainnya.

Untuk mengakses Lion Entertainment, setiap penumpang harus mengikuti beberapa langkah. Pertama, mengubah aturan (setting) ponsel ke mode pesawat atau airplane mode. Kedua, ubah dalam Wi-Fi connection pada ponsel dan pilih ‘lionair’. Setelah berhasil, dapat menikmati Wi-Fi entertainment Lion Air secara gratis.

“Fitur Lion Entertainment menjamin privasi dan keamanan. Jaringan W-IFE dari AirFi Indonesia tidak mengizinkan penumpang atau pihak lain mengakses data pribadi,” sambung Danang. “Konten yang disediakan dalam W-IFE dari AirFi Indonesia sangat beragam dan menarik, antara lain film-film (Hollywood, Bollywood, Korea, Mandarin, Indonesia), video untuk anak-anak, majalah, permainan, percakapan pesan singkat dalam kabin (chat onboard), serta fitur unggulan yang lain.”

Fasilitas Lion Entertainment ini sudah tersedia di sejumlah rute, baik untuk domestik maupun internasional. Khusus untuk penerbangan dari dan ke Surabaya, fasilitas tersebut dapat dinikmati untuk rute Balikpapan-Surabaya, Surabaya-Lombok, Lombok-Surabaya, Surabaya-Denpasar, Denpasar-Surabaya, Makassar-Surabaya, dan Surabaya-Jakarta (Bandara Soekarno-Hatta).

“Lion Air mengatur pergerakan pesawat (rotasi) agar para wisatawan dan pebisnis serta penumpang lainnya bisa memanjakan diri dengan akses mudah Lion Entertainment secara cuma-cuma,” tambah Danang. “Fasilitas ini dapat dinikmati pada ketinggian jelajah hingga 35.000 kaki dari permukaan air laut untuk penerbangan dalam dan luar negeri.”

Terminal 2 Bandara Juanda Dimeriahkan Pertunjukan Musik Daul Khas Sumenep

Sidoarjo – Terminal 2 (T2) Bandara Internasional Juanda Surabaya pada Sabtu (7/12) kemarin dihibur dengan alunan musik daul yang disuguhkan oleh Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora).

Musik perkusi khas Madura tersebut dibawakan oleh 10 orang lebih dengan penuh semangat, diiringi dengan 7 orang penari yang berlenggak-lenggok mengikuti alunan musik agar pertunjukan semakin meriah dan juga atraktif.

Menurut Kabid Disparbudpora Kabupaten Sumenep, Roby Firmansyah, pihaknya memperoleh kesempatan dari Bandara Juanda untuk menampilkan kesenian khas daerah Sumenep di dalam area bandar udara. “Oleh karena itu kita tampilkan kesenian terbaik kita yaitu musik Daul. Kita bawa grup musik Daul yang telah bermain di beberapa negara seperti Australia dan Inggris yaitu Lendhu Sagara,” ungkap Roby, Sabtu (2/12), seperti dilansir Tribunnews.

Tak hanya mempertunjukkan kebolehan dalam bermusik saja, pihaknya pun membagikan leaflet dan buklet panduan wisata sekaligus tempat pariwisata yang ada di Kabupaten Sumenep untuk para pengguna jasa Bandara Juanda. “Tentunya hal itu dilakukan agar masyarakat makin mengenal bahwa kesenian dan tempat pariwisata di Kabupaten Sumenep sangat banyak dan tentunya sangat menarik untuk dikunjungi,” ungkapnya.

Roby pun mengakui jika pihaknya tak melakukan persiapan khusus untuk menggelar pertunjukan musik daul di dalam area Bandara Juanda. “Kita berlatih seperti biasanya. Mungkin yang agak lama dan cukup sulit itu memadukan antara alunan musik dengan koreografi tarian namun itu berlangsung cukup cepat hanya tiga hari saja,” papar Roby.

Pada kesempatan yang sama, Communication & Legal Section Head PT Angkasa Pura I Juanda, Yuristo Ardhi Hanggoro menuturkan jika sebagai pengelola Bandara Juanda, pihaknya selalu berusaha untuk menjadi mitra strategis pemerintah. “Termasuk di dalam sektor promosi seni, budaya dan pariwisata yang ada di daerah Jawa Timur. Dan bandara dapat menjadi sebagai ruang untuk daerah di Jatim memperkenalkan beragam seni dan budayanya,” pungkas Yuristo.

Tiket Pesawat Domestik Rute Bakal Diskon 30% Tiap Senin-Kamis

Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa beberapa maskapai berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) akan menurunkan harga tiket pesawat untuk rute domestik pada hari-hari tertentu sampai bulan Februari 2020 mendatang. Nantinya harga tiket pesawat LCC untuk rute domestik angkutan niaga berjadwal akan turun 30% pada hari Senin sampai Kamis tiap minggu.

“Kebijakan ini adalah komitmen dari maskapai. Awalnya Garuda Indonesia dulu yang mulai. Nanti Lion Air biasanya mengikuti,” kata Budi di Jakarta, Kamis (5/12), seperti dilansir Tempo. Kebijakan harga tiket pesawat murah tersebut akan diterapkan oleh Garuda Indonesia mulai bulan Desember 2019 ini.

Lebih lanjut Budi mengungkapkan jika kebijakan tersebut diambil usai ia melakukan koordinasi dengan Kementerian BUMN dan Kementerian ESDM. Koordinasi tersebut dilakukan untuk rebalancing harga avtur di Indonesia. “Kami mengoordinasikannya dan Garuda sudah melakukan dan insya Allah Lion (Air) mengikuti,” imbuhnya.

Dengan adanya program tersebut, Budi memperkirakan bahwa seluruh rute penerbangan domestik pun akan terdampak penurunan tarif. Pemerintah sengaja melakukan langkah ini untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat dari awal tahun lalu terkait mahalnya harga tiket pesawat. Pada awal 2019, seluruh maskapai penerbangan menaikkan tarif tiket secara signifikan.

Pihak manajemen sejumlah maskapai menerangkan bahwa tarif pesawat terpaksa dinaikkan untuk menyeimbangkan harga pokok produksi (HPP), terutama untuk menyesuaikan harga bahan bakar pesawat atau avtur yang sedang melambung.

Beberapa kementerian seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Kementerian BUMN sebelumnya telah menempuh kebijakan pemberian insentif fiskal pada maskapai supaya manajemen dapat menurunkan harga tiketnya.

Akan tetapi, Kemenhub kemudian kembali menimbang bahwa harus ada kebijakan lain dari pemerintah dan stakeholder supaya bisnis maskapai tetap sehat walaupun menyediakan tarif penerbangan murah, misalnya dengan relaksasi harga bahan bakar, yakni menghitung kembali tarif avtur di Indonesia.

“Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) sudah atur dan akan bikin harga avtur baru lebih murah,” ujar Budi. Ia pun menjanjikan jika harga avtur akan diseragamkan, baik untuk wilayah barat dan timur Indonesia.

Dirut Angkasa Pura I Raih Penghargaan The Best Industry Marketing Champion 2019

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Kini giliran Direktur Utama AP I Faik Fahmi yang berhasil menyabet penghargaan The Best Industry Marketing Champion 2019 for the Infrastructure and Utilities Sector dalam ajang Industry Marketing Champion and Marketeer of The Year (MOTY) Award yang diadakan oleh Majalah MarkPlus, bekerja sama dengan Indonesia Marketing Association (IMA).

“Penghargaan ini saya persembahkan kepada seluruh insan Angkasa Pura I yang telah mendukung program manajemen dalam membangun dan memasarkan, bukan hanya bandara, tapi juga destinasi wilayah sekitar bandara-bandara Angkasa Pura I berada,” kata Faik di Jakarta, Rabu (4/12), seperti dilansir Rmco.

MOTY 2019 sendiri adalah ajang penghargaan untuk tokoh-tokoh di industri yang telah memberikan teladan dan spirit pemasar. Penghargaan diberikan pada tokoh yang di saat bersamaan juga memberi dampak bagi pertumbuhan bisnis dan sosial.

Faik sendiri menerangkan jika AP I saat ini sedang melakukan pembangunan dan pengembangan sejumlah bandara, baik di bandar udara baru seperti Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo serta bandara yang sudah ada seperti Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, dan bandara-bandara lain.

“Pengembangan bandara ini perlu didukung upaya-upaya pemasaran bagi bandara, baik untuk pasar maskapai maupun bagi pemegang merek ritel yang berpotensi menjadi mitra usaha bandara sebagai tenant,” sambung Faik.

Pihak AP I pun terus aktif memasarkan bandara-bandara yang tengah dikembangkan seperti YIA yang kini ditawarkan ke mitra potensial, contohnya maskapai-maskapai di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Eropa. Pemasaran bandara pun dilakukan dengan melakukan kunjungan dan sosialisasi langsung ke pengambil keputusan maskapai di kantor pusat maskapai.

AP I pun aktif mempresentasikan YIA di forum-forum maskapai internasional untuk menarik minat mereka dalam membuka rute-rute penerbangan baru atau menambah jumlah frekuensi rute penerbangan eksisting. “Selain mitra maskapai, saat ini Angkasa Pura I juga tengah melakukan seleksi mitra usaha tenant bagi Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin,” pungkas Faik Fahmi.

Sejumlah Bandara Angkasa Pura I Dipastikan Dapat Layani Pesawat Wide Body

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I mengungkapkan bahwa kapasitas bandara dapat terisi maksimal seiring dengan pemakaian armada pesawat berbadan lebar (wide body) oleh maskapai nasional. Pihak AP I sendiri mendukung langkah maskapai yang berupaya untuk memaksimalkan pemakaian pesawat wide body untuk sejumlah rute. Apalagi karena sejumlah bandara yang dikelola AP I pun telah mampu mengakomodir gerak pesawat berlorong ganda (twin aisle).

“Kami sudah siap dengan rencana maskapai yang ingin menggunakan pesawat wide body. Kapasitas bandara kami jadi lebih terpakai secara optimal,” kata Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura (AP) I Handy Heryudhitiawan, Rabu (4/12), seperti dilansir Bisnis.

Lebih lanjut Handy mengungkapkan jika pihaknya telah memetakan sejumlah bandara yang mempunyai tingkat permintaan pasar tinggi, misalnya saja Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Dimensi dari ketiga bandar udara tersebut sudah dapat didarati oleh pesawat jenis Airbus 330 atau Boeing 777.

Kemudian minimal dimensi landasan pacu (runway) yang dibutuhkan adalah sepanjang 3.000 meter. Ada juga bandara lain yang telah beberapa kali melayani pesawat wide body seperti Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

Handy pun mengklaim bahwa dimensi runway bandara yang dikelola AP I sudah dapat melayani pesawat wide body lantaran rata-rata berukuran lebih dari 2500 meter x 45 meter. Bandara terakhir yang telah dirampungkan pengerjaannya adalah Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta Internasional Airport/YIA) yang dimensi runwaynya 3.200 x 45 meter.

Handy pun berpendapat, operasional penerbangan dengan pesawat wide body dapat membuat operasional maskapai dan pengelola bandara menjadi lebih efisien. Pasalnya, pergerakan penumpang di bandara dapat meningkat dengan sisi udara (airside) yang digunakan saat ini. “Apalagi saat ini kami juga terus meningkatkan kapasitas pergerakan penumpang dengan mengembangkan sisi darat beberapa bandara. Nantinya, tidak ada alasan terkait kapasitas yang terbatas,” sambungnya.

Meski sejumlah bandara AP I sedang berbenah, operasional penerbangan saat libur Natal dan Tahun Baru kelak dipastikan tidak akan terkendala. Di Bandara Juanda yang sedang melakukan proyek perluasan Terminal 1 sendiri telah memastikan kegiatan penerbangan di sana tak akan terganggu.

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Selama Oktober 2019 Turun 3,28%

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa jumlah wisatawan mancanegara (wisman) selama bulan Oktober 2019 lalu mencapai 1,35 juta jiwa atau mengalami penurunan 3,28% dari bulan sebelumnya. Meski demikian, sepanjang tahun jumlah wisatawan asing justru meningkat 4,86%.

Jumlah kunjungan wisman ke Tanah Air sepanjang Oktober 2019 terdiri dari wisman yang datang lewat pintu masuk udara sebesar 856,35 ribu kunjungan, pintu masuk laut sebanyak 335,04 ribu kunjungan, dan pintu masuk darat sebanyak 162,01 ribu kunjungan.

“Secara yoy [year on year atau perbandingan per tahun] terbesar berasal dari Lombok, ini bisa dipahami 2019 meningkat karena tahun sebelumnya ada gempa bumi sehingga secara yoy tahun ini naik,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto, Senin (2/12), seperti dilansir Harianjogja.

“Trennya sama dengan bulan-bulan sebelumnya. Pada Oktober 2019 sama dengan pattern bulan Oktober tahun sebelumnya di mana selalu mengalami penurunan di Oktober dan mengalami kenaikan pada Desember karena Desember itu musim liburan,” sambung Suhariyanto.

Lebih lanjut Suhariyanto menjelaskan, jumlah kunjungan turis asing ke Indonesia lewat pintu masuk udara selama Oktober 2019 naik 0,13% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Kenaikan tertinggi terjadi di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat yang mencapai 62,48 %, diikuti oleh Bandara Kualanamu, Sumatera Utara naik 37,42%, dan Bandara Minangkabau, Sumatera Barat naik 30,11%. Sementara itu, kenaikan terendah ada di Bandara Sultan Syarif Kasim ll, Riau sebesar 0,87%.

Sedangkan untuk penurunan jumlah kunjungan wisman terjadi di Bandara Soekarno-Hatta sebesar 22,70%, dan persentase penurunan paling rendah di Bandara Husein Sastranegara Bandung sebesar 2,97%. Jika ditinjau secara kumulatif, selama Januari-Oktober 2019, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 13,62 juta kunjungan atau naik 2,85% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 13,25 juta kunjungan.

“Jumlah kunjungan wisman ini terdiri atas wisman yang berkunjung melalui pintu masuk udara sebanyak 8,25 juta, pintu masuk laut sebanyak 3,47 juta dan pintu masuk darat sebanyak 1,90 juta kunjungan,” pungkas Suhariyanto.

Oktober 2019, Penumpang Domestik di Bandara Juanda Naik 5,35 Persen

JAKARTA/SURABAYA – Jika kunjungan penumpang dari wisatawan internasional ke Indonesia mengalami penurunan sepanjang Oktober 2019, tidak demikian dengan penumpang domestik dan rute ke luar negeri. Jumlah penumpang angkutan udara domestik dan internasional mengalami kenaikan lebih dari lima persen sepanjang bulan kesepuluh kemarin. Peningkatan terjadi di sejumlah bandara utama, termasuk Bandara Internasional Juanda.

Menurut laporan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari Senin (2/12) kemarin, seperti dilansir Kumparan, sepanjang Oktober 2019, jumlah penumpang domestik sebanyak 6,5 juta orang atau naik 5,16 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan jumlah penumpang ini terjadi di seluruh bandara utama, yaitu Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebesar 6,64 persen, Bandara Juanda sebesar 5,35 persen, Bandara Kualanamu sebesar 5,13 persen, Bandara I Gusti Ngurah Rai sebesar 2,61 persen, dan Bandara Internasional Hasanuddin sebesar 1,97 persen.

Bandara Soekarno-Hatta masih menyumbang penumpang domestik tertinggi, yang mencapai angka 1,7 juta orang atau 26,83 persen dari total penumpang domestik. Di tempat kedua, ada Bandara Juanda yang mencapai angka 543,9 ribu orang atau sekitar 8,39 persen dari total penumpang domestik. Meski demikian, jumlah penumpang domestik sepanjang Januari hingga Oktober 2019, mengalami penurunan sebesar 19,92 persen atau mencapai 63 juta orang.

Sementara itu, jumlah penumpang tujuan luar negeri juga mengalami kenaikan sepanjang Oktober 2019, yakni mencapai angka 8,27 persen dibandingkan September 2019. Peningkatan jumlah penumpang ini terjadi di seluruh bandara utama, seperti Bandara Hasanuddin (111,63 persen), Bandara Kualanamu (9,37 persen), Bandara Juanda (8,63 persen), Bandara Soekarno-Hatta (7,80 persen), dan Bandara I Gusti Ngurah Rai (1,02 persen).

Sayangnya, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia harus mengalami penurunan yang signifikan. Sepanjang Oktober 2019, jumlah kunjungan turis luar negeri mencapai angka 1,35 juta kunjungan. Jumlah ini memang lebih baik dari periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 1,29 juta kunjungan, namun turun 3,28 persen dari September 2019.

“Trennya sama dengan bulan-bulan sebelumnya,” papar Kepala BPS, Suhariyanto, dilansir CNBC Indonesia. “Pada Oktober 2019 sama dengan pattern bulan Oktober tahun sebelumnya, ketika selalu mengalami penurunan (kunjungan) di Oktober dan mengalami kenaikan pada Desember karena Desember itu musim liburan.”

Garuda Pastikan Harga Tiket Pesawat Tetap Selama Nataru 2019/2020

JAKARTA/SURABAYA – Maskapai Garuda Indonesia memastikan tidak ada kenaikan harga tiket pesawat pada masa libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Walau ada peningkatan, masih akan sesuai dengan Tarif Batas Atas (TBA) yang diatur oleh Kementerian Perhubungan. Dengan demikian, harga tiket Jakarta-Surabaya masih akan berada di kisaran Rp1,17 jutaan.

“Pergerakan harga tiket tidak akan melampaui TBA yang diatur dalam PM 20/2019 dan Keputusan Menteri Perhubungan 106/2019,” jelas Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah, seperti dilansir Kontan. “Semua maskapai, menurut kami, juga akan menjalankan penyesuaian tarif sesuai dengan ketentuan tersebut.”

Dirinya menambahkan, kalau ada travel agent yang menjual di atas ketentuan, perusahaan tidak segan-segan untuk melakukan blacklist. Pasalnya, kalau ambil keuntungan di atas TBA, pasti akan heboh, sehingga tidak ada kenaikan selama Nataru. “Namun, kami juga meminta masyarakat untuk memahami bahwa dalam tiket pesawat ada tiga komponen lain, yakni passenger traffic charge atau airport tax, PPn 10%, dan asuransi sehingga terkadang total yang dibayar seakan-akan melebihi TBA,” sambung Pikri.

Selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2019/2020 ini, Garuda Indonesia akan mengoperasikan 139 unit pesawat, dengan 25 persen di antaranya adalah kategori lorong ganda atau twin aisle. Selain pesawat lorong ganda, maskapai juga akan mengoperasikan sebanyak 104 unit pesawat berlorong tunggal atau single aisle.

“Kami lebih memilih menggunakan bigger aircraft daripada menambah penerbangan (extra flight). Dari sisi biaya operasional, akan lebih hemat,” kata Pikri. “Jenis pesawat wide body yang digunakan antara lain Boeing 777-300, Airbus 330-300, dan Airbus 330-200, sedangkan untuk pesawat narrow body, yakni Boeing 737-800, CRJ1000 NexGen, dan ATR 72-600.”

Beberapa rute domestik yang dinilai akan menjadi favorit penumpang selama Nataru antara lain Denpasar, Surabaya, Labuan Bajo, Semarang, Yogyakarta, Mataram, dan Kupang. Sementara, untuk rute internasional, diperkirakan akan disesaki dengan rute menuju Singapura, Jepang, Korea Selatan, serta kawasan Eropa.

Biaya Operasional Mahal, Garuda Indonesia Tutup Sejumlah Rute Penerbangan

Jakarta – Maskapai nasional Garuda Indonesia mengurangi dan menutup sejumlah rute penerbangan yang sepi penumpang seperti rute Jambi, Batam, Sulawesi Utara, dan wilayah timur lainnya. Pihak manajemen Manajemen PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai upaya untuk bertahan di tengah tekanan yang dialami di sektor penerbangan domestik.

“Kita mengalami [beban] berat, BUMN Garuda untuk bisa survive sedemikian dan kebutuhan ke daerah remote [terpencil] penting juga. Karena Garuda enggak hanya menjadi untung, di Halmahera, dan daerah-daerah lainnya, untuk bangun sinergi,” ujar Direktur Operasi Garuda, Bambang Adisurya Angkasa, Senin (25/11), seperti dilansir CNBC Indonesia.

“Contoh model Jakarta-Nias. Bupati Nias kasih jaminan untuk mendukung pariwisata di Sulawesi dan sedang menata untuk optimumkan pesawat-pesawat besar kita di bandara utama, Denpasar, Surabaya, Balikpapan, [pesawat] berbadan besar [wide-body], agar kapasitas meningkat dan enggak nambah slot,” sambungnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pesawat berbadan besar tersebut lain dengan tipe ATR yang biasa dipakai untuk bandara di wilayah terpencil atau remote. “Sekarang sedang konsolidasi dengan bupati untuk dapat kesepakatan, dan stakeholder untuk membantu,” ungkapnya. Nantinya pesawat-pesawat berbadan besar yang melayani rute ke Bali, Medan, Surabaya, Balikpapan, dan Ujung Pandang akan dihubungkan dengan pesawat kecil seperti pesawat ATR untuk terbang di daerah-daerah terpencil.

Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Ashkara mengungkapkan bahwa biaya penerbangan saat ini sudah semakin mahal. Apalagi kebijakan pemerintah yang meminta maskapai menurunkan tarif batas atas (TBA) harga tiket pesawat 15% juga dinilai cukup memberatkan. Oleh sebab itu, Garuda menutup berbagai rute ke daerah terpencil dan penerbangan ke beberapa negara.

Garuda diketahui telah menutup penerbangan ke Belitung, mengurangi penerbangan ke Pulau Morotai, Maumere dan Bima. Selain itu, Garuda pun menutup penerbangan rute Mumbai-Denpasar dan Belitung-Singapura. Penerbangan ke London pun juga terpaksa ditutup usai Lebaran. “Untuk London pasti kita akan tutup karena kita tidak bisa subsidi lagi. Sebelumnya, memang kita buka karena kita masih bisa mensubsidi. Sekarang kita menutup setelah Lebaran,” tandasnya.

AirAsia Prediksi Sejumlah Rute Ini Bakal Padat Selama Libur Natal & Tahun Baru

Jakarta – Selama musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019/2020, maskapai AirAsia akan menyediakan penerbangan tambahan atau extra flight. Pasalnya, Air Asia memperkirakan adanya kenaikan jumlah penumpang yang cukup signifikan pada pertengahan Desember 2019 sampai awal 2020 mendatang.

Menurut Head of Communications AirAsia Indonesia Baskoro Adiwiyono, ada sejumlah destinasi liburan favorit yang diperkirakan bakal dipadati penumpang. “Ini seperti Singapura, Lombok, Bali, dan Surabaya,” ujar Baskoro, Kamis (28/11), seperti dilansir Republika.

Lebih lanjut Baskoro juga mengimbau calon penumpang untuk segera membeli tiket pesawat sejak jauh-jauh hari supaya bisa memperoleh harga terbaik. Selain itu, calon penumpang juga bisa mengantisipasi apabila kehabisan tiket pesawat lantaran tingginya permintaan penumpang selama masa libur Natal dan Tahun Baru. “Kami juga mengimbau pelanggan untuk terus memantau akun sosial media Air Asia untuk mendapatkan promo-promo menarik selama musim liburan ini,” ungkap Baskoro.

Adapun masa libur Natal dan Tahun Baru 2019/2020 AirAsia ditetapkan mulai tanggal 1 Desember 2019 sampai 5 Januari 2020. AirAsia pun berencana untuk menambah frekuensi penerbangan rute Jakarta-Denpasar. Rute khusus tersebut akan ditambah frekuensinya menjadi 13 kali per hari untuk periode keberangkatan sejak tanggal 15 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020. “Secara keseluruhan kami berencana menyediakan sekitar 65 ribu kursi tambahan selama musim liburan akhir tahun Nataru 2019/2020,” jelas Baskoro.

Hingga kini AirAsia mengoperasikan 27 pesawat Airbus A320-200 dengan kapasitas 180 kursi penumpang. Seluruh pesawat tersebut dioperasikan untuk melayani 17 rute domestik dan 24 rute internasional ke sejumlah destinasi liburan menarik, baik di dalam maupun luar negeri. Misalnya saja ke rute seperti Bali, Lombok, Belitung, Sorong, Labuan Bajo, Semarang, Surabaya, Jakarta, Bandung, Solo, dan Yogyakarta. Kemudian untuk penerbangan internasional ke rute Singapura, Kuala Lumpur, Penang, Johor Bahru, dan Bangkok.