Penerbangan Rute Tasikmalaya-Surabaya, Sudahkah Beroperasi?

TASIKMALAYA/SURABAYA – Pada Februari 2019 lalu, Bandara Wiriadinata di Tasikmalaya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Kemudian, pada pertengahan tahun, ada kabar yang menyebutkan bahwa bandara ini akan membuka penerbangan ke Surabaya (Bandara Internasional Juanda) lewat maskapai Citilink. Namun, apakah rute tersebut sudah beroperasi atau belum?

Berdasarkan penelusuran redaksi di situs resmi Citilink Indonesia, ternyata anak usaha Garuda Indonesia tersebut belum mengoperasikan penerbangan Tasikmalaya-Surabaya PP. Demikian juga saat dicek di beberapa situs pemesanan tiket online. Bahkan, salah satu online agent travel mengarahkan penerbangan lanjutan dengan transit di Bandara Halim Perdanakusuma atau Bandara Internasional Adi Sutjipto.

Sebelumnya, pada Juni 2019 kemarin, Komandan Lapangan Udara Wiriadinata, Letnan Kolonel (Letkol) Pnb M. Pandu, sempat mengatakan bahwa Bandara Wiriadinata akan membuka rute penerbangan baru. Bandara yang kini hanya melayani rute penerbangan Jakarta-Tasikmalaya-Jakarta itu juga akan melayani penerbangan dengan rute Surabaya-Tasikmalaya-Surabaya.

“Tanggal 8 (Juni) akan ada satu maskapai masuk, yakni Citilink jenis ATR dengan rute Surabaya-Tasikmalaya-Surabaya,” ujarnya kala itu, seperti dilansir dari Republika. “Penambahan penerbangan di Bandara Wiriadinata akan menambah geliat masyarakat Tasikmalaya menggunakan transportasi udara. Saat ini, memang baru ada satu jadwal penerbangan di Bandara Wiriadinata.”

Ditambahkan Pandu, animo masyarakat Tasikmalaya yang ingin menggunakan pesawat terbang cukup tinggi. Ia mengklaim, rata-rata jumlah penumpang di Bandara Wiriadinata memenuhi lebih dari 60 persen kursi pesawat Wings Air, yang merupakan satu-satunya maskapai yang beroperasi di bandara tersebut saat ini. 

Sebenarnya, pada tanggal 2 Maret 2019 lalu, maskapai Garuda Indonesia sempat beroperasi dengan rute Jakarta-Tasikmalaya-Jakarta, dengan menggunakan pesawat jenis ATR. Namun, maskapai pelat merah itu hanya bertahan dua pekan melayani rute tersebut. “Garuda yang kemarin masuk ke Tasikmalaya sampai saat ini tidak beroperasi. Hal itu dikarenakan permasalahan di bidang administrasi, belum ada kecocokan jadwal di Halim Perdanakusuma,” jelas Pandu.

Wings Air Tambah Frekuensi Rute dari Bandung ke Surabaya & Semarang

BANDUNG – Anak usaha Lion Air Group, Wings Air, resmi menambah penerbangan mereka dari Bandung untuk tujuan ke Surabaya (Bandara Internasional Juanda) dan Semarang (Bandara Internasional Ahmad Yani). Masih beroperasi di Bandara Internasional Husein Sastranegara, layanan ini masing-masing ditambah satu kali setiap hari atau dua kali terbang pergi pulang (PP).

Berdasarkan rilis resmi Wings Air, penambahan frekuensi rute Bandung-Surabaya berangkat tiap hari pukul 15.40 WIB dan tiba pada pukul 17.15 WIB, sedangkan rute sebaliknya bertolak pukul 17.40 WIB dan mendarat pukul 19.25 WIB. Sementara, untuk rute Bandung-Semarang, terbang pukul 12.10 WIB dan mendarat pukul 13.10 WIB, sedangkan rute sebaliknya berangkat pukul 13.30 WIB dan tiba pukul 14.20 WIB.

Dengan penambahan frekuensi penerbangan tersebut, makin memperkuat jaringan Wings Air yang sebelumnya sudah dilayani dari dan menuju Bandung, yakni Semarang empat frekuensi PP dan Surabaya ada 10 frekuensi PP. Sehingga, secara keseluruhan, total operasional Wings Air di Bandara Husein Sastranegara menjadi 44 frekuensi PP.

“Tersedianya jadwal penerbangan yang tepat akan memberikan nilai tambah bagi pebisnis, wisatawan, dan masyarakat di Bandung. Sehingga, mereka mempunyai kesempatan untuk melanjutkan perjalanan dari Bandara Juanda atau Bandara Ahmad Yani bersama Lion Air Group (Lion Air, Wings Air dan Batik Air),” ujar Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro. “Wings Air akan memberikan nilai lebih kepada traveler, karena waktu tempuh antar-destinasi relatif singkat, efektif, dan efisien.”

Penambahan layanan ke Semarang dan Surabaya memiliki pertimbangan potensi pasar serta diikuti tingginya permintaan traveler yang mengharapkan tersedia alternatif penerbangan langsung, sehingga tercipta interkonektivitas terbaik. Rute tersebut juga menjadi bagian upaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan pengembangan pariwisata nasional, termasuk kunjungan wisatawan serta pemerataan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Untuk menggugah minat traveling, Wings Air akan menambah pengalaman terbang setiap wisatawan dengan sensasi tersendiri menggunakan pesawat turboprop tipe ATR 72-500 atau ATR 72-600,” sambung Danang. “Armada ini berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi, paling nyaman dan canggih di kelasnya yang mampu menerbangi rute jarak pendek.”

Belum Dirilis Resmi, Bea Cukai Juanda Imbau Masyarakat Tak Tergiur Jastip iPhone 11

Sidoarjo – Petugas Bea dan Cukai Juanda Surabaya di Sidoarjo Jawa Timur telah menyita 76 unit telepon genggam jenis iPhone 11 dari para penumpang pesawat di Bandara Internasional Juanda selama 2 minggu terakhir. Adapun barang-barang yang disita tersebut dibawa oleh para penumpang dari luar negeri.

“Para penumpang itu mengaku kalau barang yang dibawanya itu merupakan barang jasa titipan dari orang lain, sehingga tidak melalui aturan yang resmi,” jelas Kakanwil Bea Cukai Jatim I, Muhamad Purwantoro, Jumat (11/10), seperti dilansir Liputan6.

“Dengan dirilisnya seri iPhone terbaru dari Apple ternyata berdampak pada kenaikan upaya untuk memasukkan handphone tersebut lewat barang penumpang kedatangan internasional mengingat di Indonesia produk tersebut belum dirilis. Kondisi ini membuka peluang para pelaku jastip untuk meraup keuntungan dengan modus barang bawaan penumpang,” sambung Purwantoro.

Lebih lanjut Purwantoro menerangkan, sesuai dengan aturan setiap penumpang sebenarnya hanya diizinkan membawa barang dari luar negeri maksimal sebanyak 2 unit, dengan syarat harus melengkapi pajak yang berlaku. “Nah ini, kasusnya para penumpang itu membawa barang melebihi aturan yang berlaku, sehingga barang yang lebih itu dikuasai oleh negara,” ungkapnya.

iPhone 11 keluaran terbaru ini memang masih belum dirilis secara resmi di Indonesia, tetapi saat ini sudah banyak beredar di pasaran. “Harga persatuan telepon genggam ini jika dirupiahkan harganya sekitar Rp25 juta,” jelasnya.

Modus yang dilakukan oleh jastip tersebut pun bermacam-macam. “Ada yang dibawa langsung ke dalam saku pakaian atau ditaruh begitu saja di dalam koper. Namun tak sedikit, jastip ini memisahkan antara barang hp-nya dengan kemasannya sehingga antara hp dan kemasan dibawa oleh orang yang berbeda,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Juanda, Budi Harjanto mengimbau pada masyarakat supaya jangan terlalu percaya untuk memesan barang pada jasa titipan (jastip). “Apa yang kita lakukan ini telah sesuai dengan peraturan Permendag No. 38/M-DAG/PER/8/2013 dan Permenkominfo No. 18 Tahun 2014 di mana penumpang diperbolehkan hanya membawa barang smartphone atau handphone maksimal 2 unit per orang. Dan aturan di Bea Cukai yaitu PMK No. 203/PMK.04/2017 juga telah mengaturnya secara jelas. Sehingga bila ada penumpang yang membawa melebihi batas ketentuan maka akan dilakukan pencegahan oleh petugas Bea Cukai,” pungkasnya.

Merapi Sempat Meletus, Kemenhub Imbau Penerbangan ke Yogyakarta Lebih Waspada

Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan mengimbau berbagai pihak untuk lebih waspada terhadap penerbangan dari dan ke Yogyakarta, sehubungan dengan adanya erupsi Gunung Merapi. Di samping itu, seluruh jajaran dan stakeholder penerbangan pun diminta memantau penerbangan yang kemungkinan terdampak oleh meletusnya Gunung Merapi.

Imbauan tersebut disampaikan setelah erupsi Gunung Merapi di Yogyakarta dan juga bencana gempa bumi di Bantul pada Senin (14/10) lalu. Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana B Pramesti menjelaskan bahwa pemantauan intensif dilakukan guna mengutamakan keselamatan, keamanan, dan juga kenyamanan calon penumpang. “Pemantauan dilakukan untuk mendeteksi dini letusan dan antisipasi perkembangan pengaruh sebaran abu vulkanik dari gunung api yang mengalami erupsi,” jelas Polana di Jakarta, Selasa (15/10), seperti dilansir Suara.

Sementara itu, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya, Nafhan Syahroni menuturkan bahwa erupsi Gunung Merapi dan gempa bumi di Bantul tak mempengaruhi penerbangan di Bandara Internasional Adisutjipto dan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

Gunung Merapi mengalami letusan dengan kolom sekitar 3.000 meter dari puncak atau sekitar 5.976 mdpl pada Senin (14/10) sekitar pukul 16.31 WIB. Menurut Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani, letusan tersebut juga masih belum berdampak pada penerbangan pesawat, karena tinggi kolomnya tak mencapai 6.000 meter.

“Penerbangan masih aman. Kemarin kita sempat zona warna orange untuk kesiapsiagaan karena tingginya sudah mendekati 6.000-an meter, dan kebetulan ini arahnya ke barat daya di daerah Magelang, Jadi di bandara tidak berpengaruh,” ujarnya.

Kasbani menuturkan bahwa saat ini kondisi Gunung Merapi masih terjadi erupsi efusif, tetapi abu yang dikeluarkan tak terlalu banyak. “Saat ini sudah tidak banyak abu ya, karena erupsi yang membentuk awan panas itu hanya sekali kemarin,” bebernya.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida menambahkan, letusan Gunung Merapi pada Senin lalu dipicu oleh akumulasi gas vulkanik yang terlepas secara tiba-tiba. “Letusan kemarin itu tergolong kecil, dan tidak ada peningkatan aktivitas yang signifikan, sehingga statusnya tetap sama yaitu Waspada (level II),” jelasnya.

Masuk Low Season, Harga Tiket Pesawat Lion Air Batam-Surabaya Kini Sedang Turun

Batam – Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam saat ini kabarnya memasuki low season atau musim sepi penumpang. Oleh sebab itu sebagian besar maskapai penerbangan berupaya untuk menurunkan harga tiket pesawatnya. Jika dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya, penurunan harga tiket pesawat tersebut bisa dibilang cukup signifikan.

Menurut Distrik Manager Lion Air Batam, M Zaini Bire, pihaknya menurunkan harga tiket pesawat ke ambang batas bawah. “Iya, (harga, red) tiket kami turunkan,” jelas Bire, Selasa (15/10), seperti dilansir Batampos.

Lebih lanjut Bire menuturkan jika harga tiket pesawat akan berada di ambang batas bawah hingga bulan November 2019 depan. Akan tetapi ketika di penghujung November mulai memasuki masa peak season, harga tiket pesawat Lion Air akan kembali dinaikkan dan terus naik sampai level batas atas menjelang maupun sesudah Natal dan Tahun Baru. “Perkiraannya begitu,” sambungnya.

Ia menjelaskan, jika pemesanan tiket pesawat dilakukan sejak jauh-jauh hari, maka harganya pun akan lebih murah bila dibandingkan memesan tiket mendekati Natal dan Tahun Baru (Nataru). Bire mencontohkan, harga tiket pesawat sekarang ini untuk rute Batam ke Medan dibanderol sekitar Rp800 ribuan. Namun pada Desember sudah mulai naik pada kisaran Rp900 ribu sampai Rp1,1 juta.

Demikian pula dengan rute Batam ke Jakarta, harganya Rp800 ribuan dan bulan Desember akan dinaikkan jadi Rp900 ribu sampai Rp1,1 juta. Sementara itu, tiket pesawat dari Batam ke Bandara Juanda Surabaya pada Oktober dan November 2019 sekitar Rp1,1 juta dan mulai naik pada Desember atau mendekati Natal di angka Rp1,4 juta.

Di sisi lain, efek dari kenaikan harga tiket pesawat di daerah lain seperti Belitung ternyata dianggap sangat memengaruhi sektor pariwisata. Menurut data, Belitung baru berhasil merealisasikan 160.000 kunjungan wisatawan atau sekitar 64% dari target semester I 2019. Padahal Belitung mengincar target untuk mendatangkan 250.000 wisatawan.

“Menurut saya sudah tidak mungkin kita mencapai target di 2019 ini. Kita akan tutup lebih rendah dibanding 2018,” ungkap Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, Senin (7/10). Lebih lanjut Isyak menilai bahwa harga tiket pesawat yang mahal menjadi faktor utama turunnya jumlah kunjungan wisatawan, serta faktor cuaca yang kurang bersahabat.

Angkasa Pura Hotel Resmikan Concordia Lounge di Terminal 1 Bandara Juanda

Surabaya – PT Angkasa Pura Hotel meresmikan keberadaan fasilitas Concordia Lounge di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur pada Rabu (16/10) kemarin. Concordia Lounge sendiri adalah lounge ke-14 yang dikelola oleh PT Angkasa Pura Hotel dan memadukan budaya Jawa Timur dengan kecanggihan teknologi kebandarudaraan.

Dengan adanya Concordia Lounge ini diharapkan bisa memanjakan penumpang yang berangkat dari T1 Bandara Juanda. “Bisa dikatakan, ini adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan, selain menjawab kebutuhan pengguna jasa bandara, kami berharap kehadiran Concordia Lounge mampu menumbuhkan trust dari para penumpang, sehingga dapat memberikan citra positif terhadap perusahaan,” kata Bendady Pramono selaku Direktur Utama PT Angkasa Pura Hotel, seperti dilansir Suarasurabaya.

Bendady mengungkapkan jika ke depannya layanan Concordia Lounge sangat mungkin untuk dikembangkan di sejumlah bandar udara lainnya. Terlebih karena adanya integrasi koneksi keselarasan yang harmoni antara airport services dan lounge services. Keduanya berorientasi kepada kepuasan pelanggan.

Pada kesempatan yang sama, General Manager Bandar Udara Internasional Juanda Heru Prasetyo juga menyambut positif dioperasikannya Concordia Lounge di Terminal 1 Bandara Juanda. “Kehadirannya melengkapi pelayanan lounge yg sudah terbukti dijalankan dengan baik oleh Angkasa Pura Hotel melalui Concordia Lounge di Terminal 2. Kami merasa bangga dan bersyukur karena pada hari ini kita semua dapat menyaksikan pembukaan Concordia Lounge ini. Kami berharap keberadaan lounge ini akan menambah level of service Bandara Juanda, serta mampu menjawab kebutuhan lounge bagi para penumpang,” tutur Heru.

Concordia Lounge di Terminal 1 Bandara Juanda mempunyai kapasitas 175 tempat duduk yang dilengkapi dengan sejumlah fasilitas penunjang seperti VIP room, smoking room, Prayer Room (musala), Rest Room, Co-Working Space, reflexy, food and beverage corner, coffee corner, Flight Information Display 7 System (FIDS), serta koneksi Wi-fi.

Pihak PT Angkasa Pura Hotel pun ke depannya berencana untuk terus mengembangkan berbagai jenis properti di kawasan Indonesia timur. Seiring dengan prospek dan perkembangan bisnis kebandarudaraan, PT Angkasa Pura Hotel pun membangun fasilitas lounge. Terlebih saat ini banyak potensi bisnis yang bisa dikembangkan selain hotel, seperti lounge food and beverage, inflight catering, hospitality service, atau travel management.

Retak, Pesawat Boeing Milik Garuda & Sriwijaya Dilarang Beroperasi

Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan merespons laporan crack atau retak di tubuh pesawat Boeing 737 New Generation (B737NG). Keretakan tersebut rupanya bisa berakibat fatal karena dapat menyebabkan pesawat hilang kendali.

Karena adanya laporan tersebut pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pun melarang terbang atau grounding 3 pesawat jenis Boeing 737 NG yang dioperasikan oleh beberapa maskapai di Indonesia. Adapun 3 pesawat tersebut antara lain 1 unit milik Garuda Indonesia dan 2 unit milik Sriwijaya Air.

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), Avirianto menjelaskan, keretakan itu ada pada salah satu dari 3 pesawat B737NG milik Garuda Indonesia yang usianya lebih dari 30.000 FCN dan ada crack pada 2 pesawat B737NG milik Sriwijaya Air dari 5 pesawat yang berumur lebih dari 30.000 FCN.

Laporan keretakan ditemukan pada frame fitting outboard chords and failsafe straps adjacent to the stringer S-18A straps. Keretakan itu bisa mengakibatkan kegagalan Principal Structural Element (PSE) untuk mempertahankan batas beban. Alhasil, ketiga pesawat Boeing B737NG akan diberhentikan hingga mendapat rekomendasi lebih lanjut dari pihak Boeing.

“Selanjutnya DKPPU meminta kepada operator yang mengoperasikan B737NG yaitu Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air dan Sriwijaya Air, untuk memasukan pemeriksaan atau inspeksi sesuai DGCA AD 19-10-003 ke dalam Maintenance Program dengan interval rutin setiap 3500 Flight Cycle (FC),” kata Avirianto, Selasa (15/10), seperti dilansir Kontan.

Lebih lanjut Avirianto menuturkan jika pihaknya sudah memerintahkan operator penerbangan yang mengoperasikan B737NG untuk melakukan instruksi sesuai Airworthiness Directive. “Saat ini maskapai yang mengoperasikan pesawat B737NG adalah Garuda Indonesia sebanyak 73 pesawat, Lion Air sebanyak 102 pesawat, Batik Air sebanyak 14 pesawat, dan Sriwijaya Air sebanyak 24 pesawat,” bebernya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti menegaskan bahwa Kemenhub akan senantiasa mengutamakan keselamatan para penumpang. “Kemenhub sangat mengutamakan keselamatan, oleh karena itu, Ditjen Hubud akan dan terus berupaya penuh untuk memastikan keselamatan dari setiap pesawat yang beroperasi di Indonesia. Kami akan melakukan inspeksi lebih lanjut untuk memastikan tingkat kerusakan dari pesawat produksi Boeing, khususnya B737NG,” tegasnya.

Rute Jakarta-Surabaya, Pramugari Garuda Gunakan Seragam Tematik Baru

JAKARTA – Maskapai Garuda Indonesia kembali melengkapi pramugari mereka dengan seragam bernuansa Nusantara. Perusahaan ini baru saja meluncurkan seragam tematik untuk awak kabin bertajuk ‘Puspa Nusantara’. Sejumlah rute yang akan dilayani oleh awak kabin berseragam tematik ini adalah Jakarta-Surabaya PP, Jakarta-Yogyakarta PP, Jakarta-Denpasar PP, dan Jakarta-Makassar PP.

“Kostum baru yang dirancang Didiet Maulana mengangkat tenun Nusantara. Dia adalah desainer yang memperhatikan pengusaha UMKM. Karena itu, kami tertarik untuk kerja sama,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Akshara, dalam konferensi pers, Senin (14/10) kemarin. “Seragam tematik ini memperkenalkan pesona keragaman budaya Indonesia. Desain tersebut bakal dipromosikan Garuda Indonesia untuk penerbangan-penerbangan khusus.”

Dilansir Tempo, kostum pramugari rancangan Didiet mengangkat desain potongan kebaya Kartini. Beberapa bagian dalam kebaya itu memiliki kelir tenun berwarna ungu berpadu dengan cokelat. Didiet juga tampak mengaplikasikan kain tenun untuk sabuk. Keberadaan sabuk ini terinspirasi senteng yang umumnya digunakan para perempuan Bali. Senteng sendiri merupakan bagian penting dalam pernik pakaian tradisional masyarakat Pulau Dewata.

“Seragam desain tematik ini akan dipakai awak kabin selama bulan Oktober dengan rute tertentu,” sambung Ari. “Program ini digelar setiap 3-4 bulan sekali. Sebelumnya, Garuda Indonesia telah meluncurkan seragam dengan desain vintage. Pada April-Mei lalu, Garuda merilis seragam awak kabin rancangan desainer Anne Avantie.”

Jika Anda ingin melihat pramugari Garuda Indonesia tampil cantik dengan gaun kebaya rancangan Didiet, bisa melakukan penerbangan pada tanggal 18 Oktober 2019 untuk rute Jakarta-Yogyakarta PP dan Jakarta-Surabaya PP. Penerbangan lainnya adalah Jakarta-Denpasar PP dan Jakarta-Makassar PP yang beroperasi tanggal 20 Oktober 2019.

“Sekilas, kelihatannya memang kain yang dipakai susah buat jalan, tetapi sebenarnya itu bisa buat lari karena ada sistem karet di dalam kain,” papar Didiet. “Semula, saya diminta untuk mengerjakan khusus pramugari. Namun, saya tertantang untuk membuat seragam pramugara yang bisa menjadi bagian dari sepaket awak kabin.”

Pembangunan NYIA Kelar, Bandara Adisutjipto Tetap Layani Rute Surabaya

YOGYAKARTA/SURABAYA – Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (New Yogyakarta International Airport) diharapkan dapat rampung pada akhir tahun 2019. Kemudian, penerbangan rute domestik di Bandara Adisutjipto akan dipindahkan ke pelabuhan udara tersebut pada Januari 2020. Namun, untuk rute-rute jarak pendek, seperti ke Surabaya dan Bandung, masih akan dioperasikan di Bandara Adisutjipto.

“Jadi, bulan Januari itu untuk rute domestik, sedangkan pada April itu untuk internasional kami pindahkan keseluruhannya. Sehingga, bulan April, Bandara Adisutjipto hanya menyisakan propeller saja,” ujar General Manager Bandara Internasional Adisutjipto, Agus Pandu Purnama. “Saat ini, baru ada 10 flight propeller berbagai tujuan dan bulan April nanti ada penambahan propeller di Bandara Adisutjipto dengan tujuan yang berbeda.”

Saat ini, menurut keterangan Pandu, di Bandara Adisutjipto total ada 168 penerbangan dan di Bandara Internasional Yogyakarta baru terdapat 30 penerbangan, dengan rute paling banyak menuju Jakarta, seperti Citilink, Batik Air, dan Garuda Indonesia. Nantinya, setelah seluruh penerbangan domestik jarak jauh dipindahkan ke NYIA Kulonprogo, maka Bandara Adisutjipto hanya menyisakan penerbangan domestik jarak pendek, seperti rute Surabaya, Bandung, dan nanti akan ditambah Malang, Banyuwangi, dan Karimunjawa.

PT Angkasa Pura I sendiri memastikan bahwa Bandara YIA Kulonprogo siap melayani penerbangan domestik pada musim libur Natal dan Tahun Baru pada akhir 2019 mendatang. Pasalnya, perkembangan pembangunan bandara tersebut hingga detik ini sudah mencapai sekitar 88 persen. “Pembangunan terus dikebut untuk mengejar target rampung di Desember 2019 untuk menghadapi momen Nataru,” sambung Pandu.

Sementara, untuk rute internasional, Pandu menuturkan, saat ini sudah ada peminat, yakni maskapai penerbangan Emirates. Maskapai asal Timur Tengah itu berniat membawa pesawat 380 wide body, untuk mendukung tourism dan umrah dari Yogyakarta. Selain itu, penerbangan internasional lainnya yang dipastikan dibuka adalah tujuan Malaysia dan Singapura.

Tak Pengaruhi Penerbangan, Ini Jadwal Hari Tanpa Bayangan di Jatim

Surabaya – Fenomena Hari Tanpa Bayangan ternyata juga terjadi di 6 daerah yang berada di kawasan Jawa Timur. Hari Tanpa Bayangan ini kabarnya berlangsung selama 5 hari, yakni mulai Jumat (11/10) hingga Selasa (15/10).

Menurut Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda, Teguh Tri Susanto, wilayah di Jatim yang pertama kali mengalami fenomena alam ini adalah Kabupaten Sumenep. “Setelah itu bergeser ke Bangkalan dan Tuban. Baru keesokan harinya ke wilayah Pamekasan, Surabaya dan Sidoarjo,” papar Teguh, Jumat (11/10), seperti dilansir Tribunnews.

Lebih lanjut Teguh mengungkapkan, di wilayah Surabaya dan Sidoarjo sendiri fenomena Hari Tanpa Bayangan tersebut diperkirakan terjadi pada jam 11.15 WIB. “Nantinya untuk wilayah yang terakhir kali mengalami hari tanpa bayangan adalah Kabupaten Banyuwangi. Fenomena rutin tahunan tersebut dapat dirasakan masyarakat Banyuwangi pada pukul 11.08 WIB,” jelas Teguh.

Oleh sebab itu, Teguh mengimbau masyarakat Jatim yang memang penasaran terhadap fenomena itu supaya memperhatikan jadwal atau waktu berlangsungnya Hari Tanpa Bayangan. Pasalnya, fenomena itu kabarnya berlangsung sangat singkat, hanya sekitar 2-3 menit saja.

“Cara untuk mengetahuinya sangat mudah yaitu cukup berdiri di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung. Namun tetap harus berhati-hati karena cuacanya cukup panas sehingga perlu menyiapkan air minum yang banyak agar tidak dehidrasi,” papar Teguh.

Teguh juga menuturkan jika fenomena Hari Tanpa Bayangan ini tak akan membawa dampak untuk penerbangan yang berlangsung di Bandara Internasional Juanda atau pelayaran. “Mungkin dampak yang dirasakan cuma lebih panas saja dari hari biasa. Kemungkinan mengalami kenaikan suhu hanya setengah derajat celcius saja dari yang biasanya sekitar 35 derajat celcius,” ujar Teguh.

“Akan tetapi sedikit imbauan yang bisa kami sampaikan, karena posisi matahari paling tinggi di atas langit akan tepat beras di atas kepala pengamat, perlu diwaspadai potensi peningkatan suhu sekitar 0,5-1 derajat celsius dari normalnya yang berpotensi menyebabkan dehidrasi. Tetap menjaga kondisi dengan asupan air yang cukup bagi tubuh,” tandas Teguh.