AP I Raih Penghargaan Top GRC #3 Stars di Bidang Tata Kelola Perusahaan

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I sebagai BUMN yang mengelola 14 bandar udara di Indonesia belum lama ini kembali mencetak prestasi yang membanggakan. PT AP I berhasil meraih penghargaan Top GRC #3 Stars dalam ajang Top GRC 2019 yang diadakan oleh majalah Top Business, bekerja sama dengan Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA), Institute Compliance Professional Indonesia (ICoPI), dan Asia Business Research Center.

Penghargaan diterima langsung oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi dari Founder & President of Open Compliance and Ethics Group (OCEG) yang juga merupakan tokoh GRC Global Carole Switzer dalam acara Top GRC 2019 & GRC Summit 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta (22/8). Tak cukup sampai di situ, Faik sendiri juga memperoleh penghargaan sebagai The Most Committed GRC Leader 2019.

Adapun Top GRC adalah ajang pembelajaran terkait governance-risk-compliance (GRC) sekaligus pemberian apresiasi terhadap perusahaan yang dianggap sudah menerapkan GRC secara baik dalam pengelolaan bisnisnya. Dengan diraihnya penghargaan Top GRC #3 Stars sekaligus menandakan bahwa AP I berada pada kategori yang baik untuk sejumlah aspek seperti sistem, infrastruktur, dan implementasi tata kelola perusahaan (GCG), manajemen risiko, dan manajemen kepatuhan, sehingga bisa mendukung peningkatan kinerja bisnis perusahaan yang berkelanjutan.

“Penghargaan ini merupakan salah satu alat ukur keberhasilan  Angkasa Pura Airports dalam membangun dan menerapkan sistem infrastruktur GRC yang baik. Ke depannya Angkasa Pura I berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan implementasi good corporate governance (GCG), risk management, dan compliance management untuk dapat mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan serta berkontribusi dalam pembangunan perekonomian nasional,” kata Faik Fahmi.

Adapun penilaian dalam ajang penghargaan Top GRC 2019 ini dilakukan pada lebih dari 500 perusahaan di Indonesia. Proses penilaian dimulai dengan penilaian GCG melalui tahapan penilaian dan wawancara langsung yang diselenggarakan bersama seluruh dewan juri, diketuai oleh Ketua KNKG Mas Achmad Daniri.

“Para penerima penghargaan ini merupakan perusahaan-perusahaan dengan sistem, infrastruktur, dan implementasi tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan manajemen kepatuhan yang baik sehingga dapat mendukung peningkatan kinerja bisnis perusahaan yang berkelanjutan,” tandas Mas Achmad Daniri.

Kemenhub: Seluruh Pesawat untuk Kepulangan Jemaah Haji Dinyatakan Laik Terbang

Surabaya – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan bahwa seluruh pesawat yang mengangkut kepulangan para jemaah haji ke Indonesia laik terbang. Selain itu, proses kedatangan jemaah haji ke Tanah Air pun disebut berlangsung dengan lancar. Rombongan jemaah haji yang pertama mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya berasal dari Kota Magetan berjumlah 449 orang menggunakan pesawat jenis Boeing 747-400.

Jemaah haji kloter pertama Surabaya ini tiba di Bandara Juanda pada pukul 03.48 WIB dengan menaiki pesawat Saudi Arabia Airlines bernomor penerbangan SV5618. Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti, pihak Kemenhub telah mempersiapkan kedatangan haji tahun 2019 ini dengan sebaik mungkin. “Kegiatan ramp check pesawat dan barang bawaan para jemaah haji kami lakukan untuk memastikan keamanan penerbangan jemaah haji saat berangkat maupun pulang dari Tanah Suci,” kata Polana, Minggu (18/8), seperti dilansir Bisnis.

Guna memastikan operasional pelayanan angkutan haji dapat berjalan dengan aman dan nyaman, pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pun telah melakukan berbagai persiapan, salah satunya dengan melaksanakan ramp check. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan tidak akan ada kendala pada pesawat, serta memastikan segala dokumen, lisensi para pilot, dan cabin crew juga sesuai dengan aturan.

“Kami harus memastikan bahwa pesawat yang membawa jemaah laik terbang, agar pesawat yang kembali ke Jeddah untuk membawa kembali jemaah haji ke Tanah Air dalam kondisi laik, dan kedatangan kloter pertama haji on schedule,” kata Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah III Nafhan Syahroni.

Adapun kelompok terbang (kloter) pertama yang pulang ke Indonesia dari debarkasi Surabaya mencapai 449 orang haji, yang terdiri dari 444 jemaah haji dan 5 petugas haji. Salah satu jemaah haji masih berada di Arab Saudi lantaran sakit dan membutuhkan perawatan medis terlebih dahulu sebelum kembali ke Indonesia.

Sementara itu, jumlah keseluruhan jemaah haji dari embarkasi Surabaya tahun 2019 ini terdiri dari 35.706 jemaah yang berasal dari Jawa Timur, 1.034 orang dari Bali, dan 937 jamaah dari NTT. Total kloter debarkasi Surabaya sebanyak 85 kloter dan kedatangan terakhir dijadwalkan pada 15 September 2019.

Angkasa Pura I Raih Laba Rp870 Miliar Selama Semester I 2019

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I berhasil meraih laba sebesar Rp870 miliar pada semester I 2019. Angka tersebut rupanya turun apabila dibandingkan dengan perolehan laba yang sama pada tahun lalu yang mencapai Rp1,04 triliun. Laba senilai Rp870 miliar ini diraih AP I walaupun jumlah penumpang turun 19% selama periode tersebut.

“Laba Rp 870 miliar sampai dengan bulan Juli (2019). (Jika) dibanding tahun lalu, masih tinggi tahun lalu,” kata Direktur Utama AP I Faik Fahmi di Jakarta, Selasa (20/8), seperti dilansir Kompas. Faik menerangkan, penurunan laba ini adalah akibat dari anjloknya jumlah penumpang di 14 bandara yang berada di bawah pengelolaan AP I.

Adapun pada semester I 2018 jumlah penumpang di 14 bandara yang dikelola AP I mencapai 46.560.775 orang. Meski demikian, Faik mengaku bahwa pendapatan PT AP I selama semester I tahun ini mengalami peningkatan sebesar 2,7 persen dibandingkan tahun lalu. Sayangnya Faik masih belum bersedia merinci berapa besar pendapatan yang diraih oleh AP I.

Lebih lanjut Faik menjelaskan, pendapatan yang berkaitan dengan sektor penerbangan atau aero memang mengalami penurunan, akan tetapi pendapatan dari sektor non-aero justru meningkat. Adapun pendapatan non-aero naik secara signifikan dengan porsi non-aero dan aero yakni 45 : 55 apabila dibandingkan dari sebelumnya, yaitu 40 : 60 dan 70 : 30. “Non-aero tidak terpengaruh signifikan. Kita memperbanyak area komersial di bandara dan membuat program cukup menarik, seperti program eat, shop, and fly,” ujar Faik.

Atas dasar peningkatan pendapatan bisnis sektor non aeronautika yang naik 9% dari tahun lalu, Faik pun optimis bahwa target perolehan laba perusahaan tahun ini dapat tercapai. “Kita tahun lalu Rp 2 triliun, berharap akan setidaknya sama atau melebihi angka itu,” ungkap Faik.

Guna meraih target pendapatan tersebut, AP I tak hanya melakukan pengembangan di dalam negeri, tetapi juga mulai merambah pengoperasian luar negeri sekaligus menangkap peluang kerja sama lainnya. Misalnya saja kerja sama dengan Incheon International Airport Corporation (IIAC), Korea Selatan serta menjajaki pengelolaan bandara di Jeddah, Arab Saudi, dan Kuwait.

AP I Didaulat Jadi Tuan Rumah Customer Experience Global Summit 2019

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I siap menjadi tuan rumah untuk acara pertemuan internasional antar operator bandara Airport Council International (ACI) yang bertajuk Customer Experience Global Summit 2019. Acara tersebut akan diselenggarakan di Nusa Dua, Bali tanggal 2-5 September 2019 mendatang.

Direktur Utama AP I Faik Fahmi mengungkapkan bahwa Customer Experience Global Summit 2019 ini adalah kali kedua setelah tahun lalu diadakan di Halifax, Kanada. “Ini satu event internasional yang prestisius. Seluruh komunitas bandara dunia akan berkumpul untuk saling tukar pengalaman,” kata Faik di Jakarta, Selasa (20/8), seperti dilansir Beritasatu.

Selain itu, pelaksanaan Customer Experience Global Summit 2019 akan dimanfaatkan oleh AP I untuk membangun relasi dengan operator kelas dunia lainnya. “Jadi memang acara ini bisa dimanfaatkan sebagai ajang membangun networking. Kita bisa ketemu hampir seluruh pengelola bandara di dunia. Ini akan kita manfaatkan untuk interaksi dengan mereka dan membuka kemungkinan kerja sama,” jelas Faik.

Acara itu sendiri dihadiri sekitar 400 pengelola bandara di seluruh dunia serta dihadiri pembicara berskala internasional. “Ini menandakan AP I sebagai BUMN yang mendapat kesempatan untuk mengelola event kelas dunia. Ini kita manfaatkan sebaik mungkin dan sebagai pengelola yang tidak kalah dengan pengelola kelas dunia lainnya,” papar Faik.

Dalam Customer Experience Global Summit 2019, 10 bandar udara yang dikelola oleh AP I juga akan memperoleh akreditasi dari ACI untuk program Airport Service Quality (ASQ) Customer Experience level 1. “10 bandara akan dapatkan akreditasi atas komitmen manajemen dan perbaikan layanan. Akreditasi ini penting bagi AP I untuk komitmen tingkatkan layanan berstandar global,” kata Faik.

Adapun sepuluh bandara tersebut adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai – Bali, Bandara Juanda – Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin – Makassar, Bandara SAMS Sepinggan – Balikpapan, Bandara Jenderal Ahmad Yani – Semarang, Bandara Sam Ratulangi – Manado, Bandara El Tari – Kupang, Bandara Pattimura – Ambon, Bandara Adi Soemarmo – Solo dan Bandara Internasional Lombok – Praya.

Ruang Tunggu AirAsia Rute Domestik di T2 Bandara Juanda Pindah

SURABAYA – Bagi calon penumpang yang akan bepergian dari Surabaya dengan menggunakan pesawat AirAsia, ternyata ada informasi yang penting. Mulai tanggal 14 Agustus 2019, ruang tunggu penerbangan rute domestik AirAsia Indonesia di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda telah pindah ke lantai 2 gate 3-2. Hal tersebut diinformasikan langsung oleh PT Angkasa Pura I Bandara Juanda melalui akun Twitter resminya.

“Ada info terbaru nih untuk #SahabatJuanda yang hendak bepergian dengan @AirAsia_indo di T2 Juanda,” tulis Angkasa Pura I Bandara Juanda. “Mulai Rabu tanggal 14 Agustus 2019, ruang tunggu penerbangan domestik Air Asia di Terminal 2 Bandara Juanda pindah ke lantai 2 gate 2-3 ya, #SahabatJuanda.”

Terminal 2 Bandara Juanda sendiri melayani penerbangan rute domestik dan internasional. Untuk penerbangan domestik, selain AirAsia Indonesia, maskapai yang beroperasi di terminal ini adalah Garuda Indonesia. Sementara, untuk rute internasional, maskapai yang beroperasi antara lain Garuda Indonesia, AirAsia, Indonesia AirAsia, Cathay Pacific, China Airlines, Tiger Air, EVA Air, Royal Brunei, Silk Air, Singapore Airlines, Jetstar, dan Saudi Arabia Airlines.

AirAsia Indonesia sendiri dikabarkan berencana untuk membuka rute baru dari Surabaya. Rute yang akan mereka layani adalah Surabaya-Belitung PP, dengan pesawat tipe Airbus A320 berkapasitas 180 penumpang. Selain Surabaya, rute baru menuju Belitung yang juga akan dibuka AirAsia Indonesia adalah dari Jakarta dan Kuala Lumpur.

Sayangnya, menurut kabar terkini, rute Surabaya-Belitung PP masih belum ada kepastian. Berbeda dengan dua rute lainnya, yakni Jakarta-Belitung dan Kuala Lumpur-Belitung yang menurut rencana akan dioperasikan maskapai pada awal Oktober 2019. Bahkan, tiket penerbangan tersebut sudah dijual di situs resmi mereka.

“Ekspansi terbaru AirAsia ini merupakan wujud langkah strategis AirAsia dalam mendukung Belitung sebagai destinasi pariwisata unggulan Tanah Air,” ujar Direktur Utama AirAsia Indonesia, Dendy Kurniawan. “Luasnya jaringan rute AirAsia secara grup memungkinkan pelanggan kami dari berbagai destinasi untuk melanjutkan penerbangan ke Negeri Laskar Pelangi yang potensi wisatanya sungguh luar biasa.”

Jamaah Haji Kloter Pertama Surabaya Tiba di Bandara Juanda

SURABAYA – Setelah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci, rombongan jamaah haji asal Indonesia secara bertahap mulai kembali ke Tanah Air. Minggu (18/8) kemarin, kloter (kelompok terbang) pertama debarkasi Surabaya sudah tiba di Bandara Internasional Juanda menggunakan pesawat Boeing 747 dari maskapai Saudi Airlines.

Dilansir dari Bisnis, sejumlah 449 orang jamaah haji kloter pertama mendarat di Bandara Juanda pada Minggu kemarin sekitar pukul 03.48 WIB menggunakan pesawat Saudi Airlines dengan nomor penerbangan SV5618. Rombongan dengan rincian 444 orang jamaah haji dan 5 orang pendamping tersebut berasal dari Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

“Setiap pesawat yang membawa jamaah haji akan dilakukan ramp chek. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada kendala pada pesawat dan segala dokumen hingga lisensi para pilot dan kru kabin sesuai dengan aturan,” papar Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah III, Nafhan Syahroni. “Ini agar pesawat yang kembali ke Jeddah untuk membawa kembali jamaah haji ke Tanah Air dalam kondisi laik dan kedatangan kloter pertama haji tepat waktu.”

Sementara itu, Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Kabupaten Magetan, Hari Indahwati Irsam, menuturkan, selama beribadah di Mekah, kloter yang ia dampingi tidak mengalami permasalahan kesehatan yang berat. Memang, ada beberapa yang sempat lemas dan membutuhkan infus karena faktor usia dan aktivitas ibadah fisik haji yang cukup berat. “Tidak ada yang meninggal. Alhamdulillah sehat semua,” ujarnya.

Total calon jamaah haji dari embarkasi Surabaya tahun 2019 ini berjumlah 35.706 orang dari Jawa Timur, 1.034 orang dari Bali, dan 937 orang dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara, total kloter debarkasi Surabaya sebanyak 85 kloter, dengan fase pemulangan dilakukan secara bergelombang mulai tanggal 17 Agustus dan kedatangan terakhir menurut rencana dilakukan pada 15 September 2019.

PT Angkasa Pura I Kembali Raih Peringkat Triple A dari Pefindo

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I berhasil mempertahankan peringkat idAAA (Triple A) dari lembaga rating PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan outlook stabil untuk periode 12 Agustus 2019 hingga 1 Agustus 2020. Peringkat itu juga menunjukkan dukungan pemerintah yang kuat terhadap BUMN ini karena peran penting bandara keunggulan kompetitif yang kuat dari ekonomi wilayah yang dilayani, dan marjin profitabilitas yang stabil.

“Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh leverage keuangan perseroan yang tinggi dalam jangka pendek hingga menengah,” demikian bunyi pernyataan Pefindo di Jakarta, Kamis (15/8), seperti dilansir Investor. Pefindo pun memberi peringkat idAAA untuk Obligasi I Tahun 2016 dan peringkat idAAA(sy) terhadap Sukuk Ijarah I tahun 2016.

Obligasi I tahun 2016 yang diberikan adalah Seri A, Seri B, dan Seri C dengan nilai Rp2,5 triliun untuk periode 12 Agustus 2019 sampai 1 Agustus 2020. Peringkat tersebut diberikan berdasarkan data dan informasi serta laporan keuangan perseroan tidak diaudit per 30 Juni 2019. Peringkat idAAA sendiri adalah peringkat tertinggi yang diberikan oleh Pefindo. Peringkat tersebut dapat diturunkan apabila Pefindo menilai adanya penurunan dukungan pemerintah, seperti divestasi material kepemilikan pemerintah.

Sementara itu, Direktur Keuangan AP I, Novrihandri menuturkan jika peringkat tertinggi obligasi AP I yang diberikan dalam rangka pemantauan tahunan tersebut menunjukkan menariknya obligasi perusahaan untuk para investor. “Peringkat ini juga menunjukkan bahwa risiko gagal bayar perusahaan yang sangat rendah sehingga dapat memberikan gambaran kepada calon investor bahwa obligasi yang dikeluarkan Angkasa Pura I ini memiliki prospek yang baik sebagai instrumen investasi,” tutur Novrihandri.

Adapun dana ang diperoleh dari obligasi dan sukuk ijarah ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi sejak awal perolehannya, sekitar 75%-nya digunakan AP I untuk mengembangkan lima bandar udara, yaitu Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Sedangkan sisanya dipakai untuk investasi rutin.

JAS Kenalkan Aplikasi Mobile ASA, Berfungsi Layaknya Asisten Pribadi

Jakarta – Guna menawarkan layanan lebih pada para pengguna jasa, JAS Airport Services meluncurkan aplikasi seluler Airport Special Assistance (ASA) pada Kamis (15/8) kemarin. Aplikasi ASA sengaja dirilis guna menawarkan layanan layaknya asisten pribadi ketika penumpang berada di bandara. Aplikasi satu ini sekaligus menjadi aplikasi pertama di Indonesia yang menawarkan layanan Personal Assistant di bandara.

Menurut Direktur Utama JAS Airport Services Adji Gunawan, aplikasi seluler ASA adalah bagian dari inovasi digital yang dilakukan oleh JAS untuk memantapkan posisinya sebagai perusahaan ground handling yang terus berkembang. Adji menambahkan, diluncurkannya ASA bertujuan untuk menjawab serta menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar di era digitalisasi dan teknologi dewasa ini, termasuk untuk mendukung sektor pariwisata digital. 

“Kami bukan hanya mahir sebagai penyedia jasa ground handling bagi maskapai, melainkan juga dalam meningkatkan pengalaman digital para penumpang atau wisatawan selama mereka berada di bandara,” beber Adji. JAS sendiri adalah salah satu perusahaan ground handling terbesar di Indonesia yang telah menangani lebih dari 35 maskapai penerbangan.

ASA mempunyai 4 layanan utama, yakni Premium, Premium Plus, Supreme, and Supreme Plus. Konsep layanan ini pada dasarnya menyediakan Personal Assistant (Asisten Pribadi) untuk mendampingi para penumpang ketika mereka berada di konter check-in, imigrasi, bagasi, hingga penyediaan lounge serta transportasi eksklusif dari/ke bandara.

Dengan demikian, apabila penumpang waktunya terbatas, bepergian dengan anak kecil atau lansia, dan ingin pelayanan istimewa saat ada di bandara, maka pendampingan dari Personal Assistant ASA diklaim dapat memberi kenyamanan ekstra untuk penumpang. Yang lebih menarik lagi, dalam aplikasi tersebut juga ada tambahan layanan baru seperti asuransi perjalanan yang didukung oleh WE+, layanan transportasi ekonomis yang didukung oleh Grab (ekonomis) & Trac (eksklusif), serta Airport Delight yaitu voucher kuliner hasil kerja sama ASA dengan 22 tenant di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Di samping itu, untuk kemudahan transaksi pembayaran, ASA juga menggaet Midtrans sebagai payment gateway. ASA adalah salah satu unit bisnis di JAS yang fokus pada pelayanan retail penumpang pesawat. ASA sudah memulai layanannya dari tahun 2011 di 3 lokasi, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Ngurah Rai, dan Bandara Juanda. Kini layanannya pun diperluas hingga ke Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Kualanamu, Bandara Adi Sucipto, dan Bandara Changi Singapura.

Diperluas, Terminal 1 Bandara Juanda Siap Tampung Lebih Banyak Penumpang

Sidoarjo – Terminal 1 Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur diperluas dari yang sebelumnya 62.700 meter persegi menjadi 91.700 meter persegi. Dengan demikian, kapasitas Bandara Juanda yang sebelumnya 6 juta penumpang per tahun menjadi lebih banyak lagi, yakni mencapai 13,6 juta penumpang per tahun.

General Manager Bandara Internasional Juanda Surabaya Heru Prasetyo mengungkapkan bahwa perluasan Bandara Juanda tahap pertama ini dilakukan di sisi timur bangunan yang ada sekarang ini. “Waktu pengerjaan sejak saat ini sampai dengan 14 bulan mendatang. Namun, kami akan terus berupaya supaya bisa diselesaikan sebelum libur Lebaran tahun depan,” ungkap Heru di Sidoarjo, Rabu (14/8), seperti dilansir Antara.

Lebih lanjut Heru menuturkan jika investasi untuk memperluas Terminal 1 Bandara Juanda ini membutuhkan dana sekitar Rp685 miliar. Perluasan T1 di sebelah timur terminal eksisting tersebut difungsikan sebagai terminal pemberangkatan umrah. Pasalnya, sekitar 13% dari jumlah keseluruhan penumpang di Bandara Juanda pada 2018 berasal dari jemaah umroh. “Setelah perluasan tahap I ini selesai, T1 Bandara Juanda nantinya akan kembali diperluas di tahap II menjadi 137.200 meter persegi, sehingga akan mampu melayani 15,2 juta penumpang per tahun,” ungkap Heru.

Jika perluasan tahap I sudah selesai, maka Terminal 1 Bandara Juanda nantinya akan diperluas pada tahap II menjadi 137.200 m2, sehingga dapat melayani 15,2 juta penumpang per tahun. “Selama tahun 2018, bandara terbesar di Jawa Timur ini melayani 20,6 juta penumpang, naik 4,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bandara Juanda sebenarnya telah mengalami lack of capacity mengingat kapasitas yang dimilikinya sebenarnya hanya untuk melayani 14,5 juta penumpang per tahun,” tuturnya.

Tak hanya diperluas, interior T1 Bandara Juanda juga akan dipercantik menggunakan konsep perpaduan antara ornamen tradisional khas Jawa dengan modern. Selain itu, ada pula fasilitas penunjang lainnya seperti elevator, travelator, eskalator, serta baggage handling system. “Dengan demikian kehadiran terminal baru beserta fasilitasnya ini diharapkan dapat meningkatkan level of service serta kenyamanan bagi para pengguna jasa  bandara tanpa mengesampingkan aspek keselamatan dan keamanan,” katanya.

PT Angkasa Pura I Salurkan Beasiswa Program D3 Kebandarudaraan di UNRAM

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I menyalurkan bantuan beasiswa Diploma 3 (D3) Program Studi Pariwisata konsentrasi Kebandarudaraan untuk 30 lulusan terbaik dari SMA/SMK/sederajat di sekitar wilayah operasional bandara yang berada di bawah pengelolaannya.

Program beasiswa yang merupakan hasil kerja sama dengan Universitas Mataram (Unram) Nusa Tenggara Barat (NTB) ini adalah wujud kontribusi perusahaan pada masyarakat, terutama di bidang pendidikan, selain sebagai upaya untuk menjaga keberlanjutan sumber daya manusia di bidang kebandarudaraan yang andal.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Rektor (Unram) Prof. Dr. Lalu Husni SH., M.Hum dan Direktur PT. Angkasa Pura I (Persero) yang diwakili oleh General Manager Bandara Internasional Lombok, Nugroho Jati, di Ruang Sidang Rektor sejak Juni 2019 lalu. “Saya berharap kerja sama ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan, karena tersedianya SDM yang mumpuni di bidang kebandarudaraan sangat diperlukan untuk menunjang operasional bandara, khususnya Indonesia Tengah dan Timur,” kata Prof Husni, seperti dilansir Kompas.

Terkait sumber daya dan kurikulumnya, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unram dan PT Angkasa Pura I (Persero) akan menetapkannya bersama-sama. Lewat pendidikan tersebut, penerima beasiswa diharapkan dapat memiliki kompetensi yang memadai, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam bidang pelayanan, komunikasi, Bahasa Inggris, dan dalam bidang kebandarudaraan, sehingga siap bekerja sebagai personel operasional bandara.

“Seluruh kompetensi tersebut akan dikemas dalam mata kuliah yang diberikan pada Program Diploma III Pariwisata dengan konsentrasi kebandarudaraan yang pelaksanaannya bekerjasama dengan Unram,” jelas Nugroho Jati.

Adapun sebanyak 30 penerima beasiswa berasal dari Balikpapan sebanyak 7 orang, Manado sebanyak 5 orang, Surabaya sebanyak 4 orang, Makassar sebanyak 4 orang, Semarang sebanyak 2 orang, Lombok sebanyak 2 orang, Yogyakarta sebanyak 2 orang, Denpasar sebanyak 1 orang, Banjarmasin sebanyak 1 orang, Ambon sebanyak 1 orang, dan Biak sebanyak 1 orang.

Setelah lulus, para penerima beasiswa D3 tersebut berkesempatan diangkat menjadi karyawan PT AP I apabila dinyatakan lulus tes kesehatan yang menjadi standar perusahaan. Mereka akan diposisikan sebagai petugas aviation security (Avsec), Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK), serta staf operasi bandar udara (airport operation officer) lainnya.

“Sebagai perusahaan pengelola bandar udara yang  mengutamakan aspek pelayanan dan memiliki peran sosial, Angkasa Pura I berupaya memberikan kontribusi kepada peningkatan kualitas dan potensi sumber daya manusia di daerah tempat Angkasa Pura I beroperasi. Kami menyadari sumber daya manusia merupakan aset utama bagi perusahaan yang mengutamakan pelayanan. Oleh karena itu Angkasa Pura I menyelenggarakan program beasiswa ini,” papar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.