PT Angkasa Pura I Kembali Raih Peringkat Triple A dari Pefindo

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I berhasil mempertahankan peringkat idAAA (Triple A) dari lembaga rating PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan outlook stabil untuk periode 12 Agustus 2019 hingga 1 Agustus 2020. Peringkat itu juga menunjukkan dukungan pemerintah yang kuat terhadap BUMN ini karena peran penting bandara keunggulan kompetitif yang kuat dari ekonomi wilayah yang dilayani, dan marjin profitabilitas yang stabil.

“Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh leverage keuangan perseroan yang tinggi dalam jangka pendek hingga menengah,” demikian bunyi pernyataan Pefindo di Jakarta, Kamis (15/8), seperti dilansir Investor. Pefindo pun memberi peringkat idAAA untuk Obligasi I Tahun 2016 dan peringkat idAAA(sy) terhadap Sukuk Ijarah I tahun 2016.

Obligasi I tahun 2016 yang diberikan adalah Seri A, Seri B, dan Seri C dengan nilai Rp2,5 triliun untuk periode 12 Agustus 2019 sampai 1 Agustus 2020. Peringkat tersebut diberikan berdasarkan data dan informasi serta laporan keuangan perseroan tidak diaudit per 30 Juni 2019. Peringkat idAAA sendiri adalah peringkat tertinggi yang diberikan oleh Pefindo. Peringkat tersebut dapat diturunkan apabila Pefindo menilai adanya penurunan dukungan pemerintah, seperti divestasi material kepemilikan pemerintah.

Sementara itu, Direktur Keuangan AP I, Novrihandri menuturkan jika peringkat tertinggi obligasi AP I yang diberikan dalam rangka pemantauan tahunan tersebut menunjukkan menariknya obligasi perusahaan untuk para investor. “Peringkat ini juga menunjukkan bahwa risiko gagal bayar perusahaan yang sangat rendah sehingga dapat memberikan gambaran kepada calon investor bahwa obligasi yang dikeluarkan Angkasa Pura I ini memiliki prospek yang baik sebagai instrumen investasi,” tutur Novrihandri.

Adapun dana ang diperoleh dari obligasi dan sukuk ijarah ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi sejak awal perolehannya, sekitar 75%-nya digunakan AP I untuk mengembangkan lima bandar udara, yaitu Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Sedangkan sisanya dipakai untuk investasi rutin.

JAS Kenalkan Aplikasi Mobile ASA, Berfungsi Layaknya Asisten Pribadi

Jakarta – Guna menawarkan layanan lebih pada para pengguna jasa, JAS Airport Services meluncurkan aplikasi seluler Airport Special Assistance (ASA) pada Kamis (15/8) kemarin. Aplikasi ASA sengaja dirilis guna menawarkan layanan layaknya asisten pribadi ketika penumpang berada di bandara. Aplikasi satu ini sekaligus menjadi aplikasi pertama di Indonesia yang menawarkan layanan Personal Assistant di bandara.

Menurut Direktur Utama JAS Airport Services Adji Gunawan, aplikasi seluler ASA adalah bagian dari inovasi digital yang dilakukan oleh JAS untuk memantapkan posisinya sebagai perusahaan ground handling yang terus berkembang. Adji menambahkan, diluncurkannya ASA bertujuan untuk menjawab serta menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar di era digitalisasi dan teknologi dewasa ini, termasuk untuk mendukung sektor pariwisata digital. 

“Kami bukan hanya mahir sebagai penyedia jasa ground handling bagi maskapai, melainkan juga dalam meningkatkan pengalaman digital para penumpang atau wisatawan selama mereka berada di bandara,” beber Adji. JAS sendiri adalah salah satu perusahaan ground handling terbesar di Indonesia yang telah menangani lebih dari 35 maskapai penerbangan.

ASA mempunyai 4 layanan utama, yakni Premium, Premium Plus, Supreme, and Supreme Plus. Konsep layanan ini pada dasarnya menyediakan Personal Assistant (Asisten Pribadi) untuk mendampingi para penumpang ketika mereka berada di konter check-in, imigrasi, bagasi, hingga penyediaan lounge serta transportasi eksklusif dari/ke bandara.

Dengan demikian, apabila penumpang waktunya terbatas, bepergian dengan anak kecil atau lansia, dan ingin pelayanan istimewa saat ada di bandara, maka pendampingan dari Personal Assistant ASA diklaim dapat memberi kenyamanan ekstra untuk penumpang. Yang lebih menarik lagi, dalam aplikasi tersebut juga ada tambahan layanan baru seperti asuransi perjalanan yang didukung oleh WE+, layanan transportasi ekonomis yang didukung oleh Grab (ekonomis) & Trac (eksklusif), serta Airport Delight yaitu voucher kuliner hasil kerja sama ASA dengan 22 tenant di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Di samping itu, untuk kemudahan transaksi pembayaran, ASA juga menggaet Midtrans sebagai payment gateway. ASA adalah salah satu unit bisnis di JAS yang fokus pada pelayanan retail penumpang pesawat. ASA sudah memulai layanannya dari tahun 2011 di 3 lokasi, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Ngurah Rai, dan Bandara Juanda. Kini layanannya pun diperluas hingga ke Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Kualanamu, Bandara Adi Sucipto, dan Bandara Changi Singapura.

Diperluas, Terminal 1 Bandara Juanda Siap Tampung Lebih Banyak Penumpang

Sidoarjo – Terminal 1 Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur diperluas dari yang sebelumnya 62.700 meter persegi menjadi 91.700 meter persegi. Dengan demikian, kapasitas Bandara Juanda yang sebelumnya 6 juta penumpang per tahun menjadi lebih banyak lagi, yakni mencapai 13,6 juta penumpang per tahun.

General Manager Bandara Internasional Juanda Surabaya Heru Prasetyo mengungkapkan bahwa perluasan Bandara Juanda tahap pertama ini dilakukan di sisi timur bangunan yang ada sekarang ini. “Waktu pengerjaan sejak saat ini sampai dengan 14 bulan mendatang. Namun, kami akan terus berupaya supaya bisa diselesaikan sebelum libur Lebaran tahun depan,” ungkap Heru di Sidoarjo, Rabu (14/8), seperti dilansir Antara.

Lebih lanjut Heru menuturkan jika investasi untuk memperluas Terminal 1 Bandara Juanda ini membutuhkan dana sekitar Rp685 miliar. Perluasan T1 di sebelah timur terminal eksisting tersebut difungsikan sebagai terminal pemberangkatan umrah. Pasalnya, sekitar 13% dari jumlah keseluruhan penumpang di Bandara Juanda pada 2018 berasal dari jemaah umroh. “Setelah perluasan tahap I ini selesai, T1 Bandara Juanda nantinya akan kembali diperluas di tahap II menjadi 137.200 meter persegi, sehingga akan mampu melayani 15,2 juta penumpang per tahun,” ungkap Heru.

Jika perluasan tahap I sudah selesai, maka Terminal 1 Bandara Juanda nantinya akan diperluas pada tahap II menjadi 137.200 m2, sehingga dapat melayani 15,2 juta penumpang per tahun. “Selama tahun 2018, bandara terbesar di Jawa Timur ini melayani 20,6 juta penumpang, naik 4,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bandara Juanda sebenarnya telah mengalami lack of capacity mengingat kapasitas yang dimilikinya sebenarnya hanya untuk melayani 14,5 juta penumpang per tahun,” tuturnya.

Tak hanya diperluas, interior T1 Bandara Juanda juga akan dipercantik menggunakan konsep perpaduan antara ornamen tradisional khas Jawa dengan modern. Selain itu, ada pula fasilitas penunjang lainnya seperti elevator, travelator, eskalator, serta baggage handling system. “Dengan demikian kehadiran terminal baru beserta fasilitasnya ini diharapkan dapat meningkatkan level of service serta kenyamanan bagi para pengguna jasa  bandara tanpa mengesampingkan aspek keselamatan dan keamanan,” katanya.

PT Angkasa Pura I Salurkan Beasiswa Program D3 Kebandarudaraan di UNRAM

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I menyalurkan bantuan beasiswa Diploma 3 (D3) Program Studi Pariwisata konsentrasi Kebandarudaraan untuk 30 lulusan terbaik dari SMA/SMK/sederajat di sekitar wilayah operasional bandara yang berada di bawah pengelolaannya.

Program beasiswa yang merupakan hasil kerja sama dengan Universitas Mataram (Unram) Nusa Tenggara Barat (NTB) ini adalah wujud kontribusi perusahaan pada masyarakat, terutama di bidang pendidikan, selain sebagai upaya untuk menjaga keberlanjutan sumber daya manusia di bidang kebandarudaraan yang andal.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Rektor (Unram) Prof. Dr. Lalu Husni SH., M.Hum dan Direktur PT. Angkasa Pura I (Persero) yang diwakili oleh General Manager Bandara Internasional Lombok, Nugroho Jati, di Ruang Sidang Rektor sejak Juni 2019 lalu. “Saya berharap kerja sama ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan, karena tersedianya SDM yang mumpuni di bidang kebandarudaraan sangat diperlukan untuk menunjang operasional bandara, khususnya Indonesia Tengah dan Timur,” kata Prof Husni, seperti dilansir Kompas.

Terkait sumber daya dan kurikulumnya, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unram dan PT Angkasa Pura I (Persero) akan menetapkannya bersama-sama. Lewat pendidikan tersebut, penerima beasiswa diharapkan dapat memiliki kompetensi yang memadai, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam bidang pelayanan, komunikasi, Bahasa Inggris, dan dalam bidang kebandarudaraan, sehingga siap bekerja sebagai personel operasional bandara.

“Seluruh kompetensi tersebut akan dikemas dalam mata kuliah yang diberikan pada Program Diploma III Pariwisata dengan konsentrasi kebandarudaraan yang pelaksanaannya bekerjasama dengan Unram,” jelas Nugroho Jati.

Adapun sebanyak 30 penerima beasiswa berasal dari Balikpapan sebanyak 7 orang, Manado sebanyak 5 orang, Surabaya sebanyak 4 orang, Makassar sebanyak 4 orang, Semarang sebanyak 2 orang, Lombok sebanyak 2 orang, Yogyakarta sebanyak 2 orang, Denpasar sebanyak 1 orang, Banjarmasin sebanyak 1 orang, Ambon sebanyak 1 orang, dan Biak sebanyak 1 orang.

Setelah lulus, para penerima beasiswa D3 tersebut berkesempatan diangkat menjadi karyawan PT AP I apabila dinyatakan lulus tes kesehatan yang menjadi standar perusahaan. Mereka akan diposisikan sebagai petugas aviation security (Avsec), Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK), serta staf operasi bandar udara (airport operation officer) lainnya.

“Sebagai perusahaan pengelola bandar udara yang  mengutamakan aspek pelayanan dan memiliki peran sosial, Angkasa Pura I berupaya memberikan kontribusi kepada peningkatan kualitas dan potensi sumber daya manusia di daerah tempat Angkasa Pura I beroperasi. Kami menyadari sumber daya manusia merupakan aset utama bagi perusahaan yang mengutamakan pelayanan. Oleh karena itu Angkasa Pura I menyelenggarakan program beasiswa ini,” papar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

HUT ke-55, Pesawat TNI AL Tabur Bunga di Bandara Juanda

SIDOARJO – Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Juanda merayakan ulang tahunnya yang ke-55 pada Senin(12/8) kemarin. Untuk memperingati momen bersejarah ini, 8 pesawat jenis berbeda dari armada Puspenerbal melakukan penaburan bunga di sepanjang runway (landasan pacu) 10-28 Bandara Internasional Juanda.

Satu pesawat TB9 Tampico tampil sebagai pemimpin formasi, disusul satu pesawat Baron G 58, empat pesawat Bonanza G 36, satu pesawat Cassa NC 212, dan satu pesawat CN 235 sebagai penutup formasi.  Tabur bunga dilakukan dari dalam pesawat yang sedang konvoi memutari landasan pacu. Penerbangan komersial yang biasanya sibuk pun sepi, ikut menghormati ritual tersebut.

“Momen ini dirayakan berbeda dengan tahun sebelumnya karena untuk mengenang perjuangan para pendahulu membangun landasan dan pangkalan ini,” ujar Komandan Lanudal Juanda, Kolonel Laut (P) Bayu Alisyahbana. “Lanudal Juanda sendiri merupakan enclave civil, yakni pangkalan militer yang juga digunakan kepentingan sipil, dalam hal ini Bandara Internasional Juanda.”

Ia melanjutkan, tepat 12 Agustus 55 tahun yang lalu, Lanudal Juanda, termasuk landasan pacu, diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1944 untuk kepentingan pesawat-pesawat TNI AL dalam operasi militer perebutan kembali Irian Barat. Jadi, pada saat itu, hanya ada Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut Juanda.

Setelah acara tabur bunga, ibu-ibu Jalasenastri Cabang 3 Puspenerbal membagikan brosur tentang sejarah Lanudal Juanda di Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Juanda kepada para penumpang yang akan berangkat ataupun yang baru datang. Tujuannya untuk menyosialisasikan dan memberikan informasi kepada masyarakat bahwa Lanudal Juanda merupakan ‘enclave civil’ atau pangkalan militer yang juga di pergunakan untuk kepentingan sipil, yakni Bandara Internasional Juanda.

Sebelum acara tabur bunga, pada Sabtu (10/8) kemarin, unit K-9 juga menunjukkan kebolehan mereka di hadapan penonton dalam menemukan sabu-sabu menggunakan bantuan anjing pelacak. Para penonton juga dihibur penampilan freestyle sepeda motor dari dua petugas Detasemen Pomal Lanudal Juanda.

NAM Air Terbang Banjarmasin-Surabaya PP, Tiket Rp800 Ribuan

BANJARBARU/SURABAYA –Tanpa gembar-gembor, ternyata maskapai NAM Air baru saja meluncurkan rute domestik terbaru. Anak perusahaan Sriwijaya Air tersebut resmi membuka penerbangan rute Banjarmasin-Surabaya PP menggunakan pesawat jenis Boeing 737-500 berkapasitas 120 kursi pada Jumat (9/8) kemarin. 

“Penerbangan rute Banjarmasin ke Surabaya dan sebaliknya, NAM Air sudah menggunakan pesawat jenis Boeing dengan kapasitas 120 kursi,” papar Branch Manager NAM Air (Sriwijaya Air Group Member of Garuda Indonesia) area Kalimantan Selatan, Jonnie Ramlis. “Untuk penerbangan perdana memang masih 50 persen. Namun, kami optimistis jumlah penumpang akan terus meningkat.”

Jonnie melanjutkan, untuk rute Banjarmasin ke Surabaya, pesawat terbang setiap hari pada pukul 06.50 WITA dengan durasi waktu sekitar satu jam 20 menit. Sementara, untuk rute sebaliknya, pesawat bertolak dari Bandara Internasional Juanda pada pukul 18.30 WIB, dengan durasi waktu perjalanan yang hampir sama.

“Penerbangan pesawat NAM Air Boeing 737-500 ini lebih menyasar kepada kalangan pebisnis pengusaha dan travelling hingga keluarga yang ingin singkat berkunjung ke Surabaya,” sambung Jonnie. “Rute baru ini juga terhubung ke Denpasar. Jadi, bisa transit ke Denpasar pada pukul 10.00 WIB. Padatnya jadwal penerbangan ini, menuntut pesawat tidak boleh terlambat. Karena jika sekali terlambat, otomatis mengacaukan jadwal penerbangan selanjutnya.”

Jika masyarakat ingin menggunakan penerbangan ini, pihak NAM Air menawarkan harga tiket pesawat berkisar Rp800 ribu hingga Rp1 juta untuk sekali perjalanan. Dengan membayar tiket tersebut, penumpang akan mendapatkan fasilitas seperti snack, air mineral, serta bagasi gratis hingga 15 kilogram. “Pada hari-hari tertentu, kami juga ada promo harga tiket yang lebih murah,” tambah Jonnie.

Percepat Proses Keimigrasian, Imigrasi Tambah Personel di 13 Embarkasi Haji

Sidoarjo – Seiring dengan bertambahnya jumlah jemaah calon haji Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci tahun 2019, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pun berupaya untuk mempermudah proses pengurusan keimigrasian pada para jemaah haji dengan menambah kru di 13 embarkasi Indonesia.

Pihak imigrasi menambah personel di asrama haji dan bandara tempat keberangkatan haji. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Lalu Lintas Keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham, Cucu Koswala ketika meninjau langsung pemberangkatan haji kloter 81 Embarkasi Surabaya di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Minggu (4/8).

“Kami secara nasional menambah 13 tim untuk 13 Embarkasi. Tujuannya untuk mempercepat pengurusan keimigrasian calon haji,” ujar Cucu, seperti dilansir BeritaJatim. Adapun penambahan personel imigrasi ini dilakukan di seluruh embarkasi dengan sistem penambahan grup tugas, yang masing-masing grup beranggotakan 14-15 orang yang diambilkan dari Kantor Layanan Imigrasi Setempat.

Lebih lanjut Cucu mengungkapkan bahwa dari 13 tim setiap tim terdiri dari 15 petugas. Para petugas tersebut akan memberikan layanan ekstra, di antaranya untuk jemaah kategori risiko tinggi (risti). Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya, Barlian, menambahkan bahwa jemaah haji kategori risti nantinya akan dilayani oleh tim khusus.

“Tim khusus ini akan mendatangi calon haji atau haji yang sudah tiba di Indonesia,” ungkap Barlian. Dengan demikian, para jemaah haji kategori risti nantinya tak perlu mendatangi para petugas keimigrasian. “Nanti petugas datang ke jemaah di kursi roda baik saat mau berangkat haji atau tiba di Indonesia,” ungkapnya.

Sedangkan terkait evaluasi layanan haji yang dilakukan di 13 embarkasi di Indonesia, Cucu Koswala menilai bahwa layanan imigrasi untuk jamaah calon haji tahun ini jauh lebih baik serta secara nasional tidak ada masalah atau ungkap kasus pelanggaran di masing-masing embarkasi di seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah, untuk tahun ini layanan jamaah calon haji di seluruh embarkasi berjalan normal dan lebih baik dibanding tahun sebelumnya,” beber Cucu. Tak ketinggalan, Cucu  bersama sejumlah pejabat kantor Imigrasi kelas 1 Surabaya pun membagikan ratusan souvenir pada jemaah calon haji kloter 81 asal Lamongan, Jawa Timur.

Naik Pesawat Citilink Kini Bisa Nikmati Menu Makanan Istimewa Sesuai Selera

Jakarta – Maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC) Citilink Indonesia baru saja meluncurkan layanan terbaru bertajuk Dining Experiences pada Rabu (7/8) malam. Melalui layanan baru ini para penumpang pesawat Citilink dapat mengatur sendiri menu makanan yang diinginkan. Pilihan menu terdiri dari hidangan pembuka, hidangan utama, hidangan penutup, minuman pelengkap seperti jus, dan kopi atau teh.

Tak ketinggalan, Citilink juga menyertakan sajian coklat praline sebagai pemanis hidangan berikut kartu ucapan langsung dari manajemen. “Citilink berkomitmen memberikan layanan prima kepada penumpang. Salah satunya dengan meluncurkan ‘Dining Experiences’, yaitu layanan khusus dimana penumpang dapat memilih dan mengkreasikan set hidangan favorit yang akan dinikmati di atas ketinggian 35.000 kaki,” kata Direktur Keuangan Citilink, Esther Siahaan, seperti dilansir Detik.

“Dengan adanya layanan yang merupakan salah satu program ancillary revenue Citilink Indonesia ini, penumpang Citilink Indonesia akan mendapatkan pengalaman terbang mengesankan dengan layanan khusus di seluruh fase mulai dari pre-, in-, hingga post- flight,” imbuh Direktur Niaga Citilink Indonesia Benny Rustanto.

Adapun layanan Dining Experiences ini mulai dapat dipesan sejak tanggal 8 Agustus 2019 lewat website Citilink. Untuk menikmati layanan ini, calon penumpang dikenai biaya Rp550.000 di luar harga tiket pesawat. Akan tetapi, layanan Dining Experiences terbatas untuk 5 penumpang saja di setiap penerbangan dan hanya dapat dinikmati pada penerbangan dengan durasi lebih dari 100 menit. Pemesanan Dining Experiences dapat dilakukan paling lambat 48 jam sebelum jadwal keberangkatan.

“Layanan Dining Experiences yang mulai bisa dipesan per 8 Agustus 2019 melalui website Citilink ini, saat ini disediakan terbatas untuk 5 (lima) penumpang di setiap penerbangan. Yaitu yang berasal dari Jakarta (Cengkareng), Surabaya dan Denpasar, serta khusus untuk penerbangan dengan durasi di atas 100 menit. Selain itu layanan ini dapat dipesan paling lambat 48 jam sebelum jadwal keberangkatan melalui website dan mobile web,” ungkap Easter.

Sementara itu, Harismawan Wahyuadi, VP Cargo & Ancillary memaparkan, ada 10 menu yang dapat dipilih, mulai dari steak, ayam, dan sebagainya. Selain menu Nusantara, ada pula menu khas Jepang, Korea, dan lain-lain. Para pengguna layanan Dining Experiences pun berkesempatan menikmati sejumlah fasilitas tambahan lain seperti lounge gratis, prioritas saat boarding, memperoleh mileage, memilih tempat duduk favorit, hingga mendapat asuransi Super Shield dan Flight Plus. “Penumpang juga akan mendapatkan fasilitas airport assistance di mana penumpang akan didampingi secara personal oleh petugas dari mulai tiba di bandara asal hingga tiba di bandara tujuan,” tandasnya.

Sempat Terganggu Proyek, Saat Ini Pemakaian Air di Bandara Juanda Sudah Normal

Jakarta – Manajemen PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Juanda mengumumkan bahwa saat ini penggunaan air di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur telah kembali normal. Sebagai informasi, sebelumnya sempat terdapat pekerjaan proyek pengembangan Terminal I yang mengenai instalasi air, sehingga mengganggu pasokan air di bandar udara tersebut.

“Info dari tim Surabaya bahwa ada pekerjaan proyek pengembangan terminal yang mengenai instalasi pipa air. Namun, teman-teman proyek dan cabang Surabaya langsung menindaklanjuti dengan perbaikan. Untuk penggunaan air saat perbaikan dibantu dengan ember berisi air bersih,” kata Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I, Handy Heryudhitiawan pada Liputan6, Selasa (6/8) malam.

Lebih lanjut Handy menjelaskan bahwa saat ini pemakaian air di Bandara Juanda sudah kembali normal. Selain itu, AP I juga memastikan jika pekerjaan pengembangan Terminal 1 ke depannya tak akan lagi mengganggu fasilitas umum di Bandara Juanda. Selain itu, pihak AP I juga menyampaikan permohonan maafnya atas gangguan yang sempat terjadi terhadap sambungan air di Bandara Juanda. “Tim ke depan pastikan bahwa pekerjaan tidak ganggu layanan penumpang. Sejak 20.30 valve air sudah dibuka kembali,” papar Handy.

Tak hanya pasokan air, pasokan listrik di sejumlah bandara pengelolaan AP I yang tersebar di Pulau Jawa dan Bali pun dipastikan normal meski sempat ada gangguan listrik PLN pada Minggu (4/8) lalu yang mengakibatkan listrik daerah Jabodetabek sampai Jawa Tengah padam. “Manajemen telah mengantisipasi potensi dampak gangguan listrik di sebagian besar wilayah di Pulau Jawa ini, dengan berkoordinasi secara intens dengan stakeholder, dan menyiagakan genset sebagai pasokan cadangan listrik di terminal bandara-bandara,” ungkapnya.

Bandara-bandara AP I yang ada di Pulau Jawa dan Bali antara lain Bandara Jenderal Achmad Yani Semarang, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Bandara Juanda Raih Akreditasi Pelayanan Tingkat Dunia dari ACI

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I kembali mencatatkan prestasi yang membanggakan di kancah internasional. Setidaknya 10 bandar udara yang berada di bawah pengelolaan AP I belum lama ini berhasil menyabet akreditasi Airport Customer Experience Accreditation Program dari Airports Council International (ACI).

Penghargaan tersebut sekaligus mencatatkan AP I sebagai operator bandara pertama di kawasan Asia Pasifik yang mayoritas bandaranya memperoleh pengakuan atas komitmen peningkatan pengalaman pelanggan dari lembaga kebandarudaraan prestisius dunia yang berbasis di Montreal, Kanada tersebut.

“Kami bangga bahwa komitmen kami dalam meningkatkan level of service serta customer experience di bandara-bandara yang kami kelola berhasil mendapat akreditasi internasional melalui Airport Customer Experience Accreditation Program yang dilakukan oleh ACI. Akreditasi ini semakin mengukuhkan kinerja pelayanan seluruh bandara Angkasa Pura I setara dengan bandara-bandara kelas dunia lainnya,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi, Senin (5/8), seperti dilansir Bisnis.

Sepuluh bandara kelolaan AP I yang mendapat akreditasi tersebut antara lain Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara El Tari – Kupang, Bandara Pattimura Ambon, Bandara Adi Soemarmo Solo, dan Bandara Internasional Lombok Praya.

Faik juga menuturkan, dalam program strategisnya AP I merencanakan peningkatan kapasitas total di seluruh bandara yang dikelolanya sampai 2 kali lipat dalam 5 tahun mendatang. AP I menekankan aspek kualitas pelayanan terhadap pelanggan adalah prioritas yang terus ditingkatkan guna mencapai target menjadi salah satu bandara terbaik di tingkat global.

Adapun akreditasi Airport Customer Experience Accreditation Program dilakukan berdasar praktik bandara dalam memberi pengalaman pelanggan terbaik yang terdiri dari customer understanding, strategy measurement, operational improvement, governance, airport culture, service design/innovation, dan airport community collaboration.

“Dengan akreditasi dari ACI ini artinya pengelola bandara telah menunjukkan komitmen secara terus-menerus untuk mengulas dan meningkatkan pengalaman pelanggan mereka yang terus berubah, unggul, dan belajar bagaimana mereka dapat terus meningkat,” ungkap ACI World Director Angela Gittens.

Nantinya perwakilan dari 10 bandara AP I tersebut akan diundang untuk menerima langsung sertifikat akreditasi dalam ACI Customer Experience Global Summit yang diselenggarakan di Bali tanggal 2-5 September 2019 mendatang. Kesepuluh bandara AP I akan menerima akreditasi bersama airport internasional lain seperti Bandara John F. Kennedy New York (AS),  Chattrapati Shivaji Mumbai (India), Incheon (Korea Selatan), dan Internasional Halifax Stanfield (Kanada).