Fokus Sasar Wisata Raja Ampat, Kompas Travel Fair 2019 Digelar di 4 Kota Besar

Jakarta – Acara bertajuk Kompas Travel Fair (KTF) 2019 akhirnya resmi dibuka pada hari Jumat (20/9) lalu di Jakarta Convention Center, Hall B. Pameran wisata yang telah digelar 8 kali berturut-turut tersebut merupakan hasil kerja sama antara Harian Kompas dengan Bank CIMB Niaga. Selain di Jakarta, KTF 2019 juga digelar serentak di 3 kota besar lainnya, yakni Surabaya, Medan, dan Makassar, serta berakhir pada Minggu (22/9) besok.

Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Ninuk Mardiana Pambudy menjelaskan bahwa acara KTF diharapkan dapat meningkatkan perekonomian daerah dan tiap masyarakat pun bisa ikut berpartisipasi di dalamnya. “Kekayaan destinasi wisata kita sangat luar biasa, maka dari itu salah satu cara untuk mendukung peningkatan industri pariwisata adalah dengan acara seperti KTF ini yang sudah kita lakukan selama delapan kali berturut-turut,” tutur Ninuk di JCC, Jumat (20/9), seperti dilansir Kompas.

Lebih lanjut Ninuk menjelaskan, terdapat perbedaan antara KTF tahun ini dengan tahun lalu, yaitu destinasi wisata Indonesia yang difokuskan kali ini adalah Indonesia Timur, yakni wilayah Raja Ampat. “Ada hal baru di KTF 2019 ini, yaitu kita promosikan wisata halal dan selain itu tetap ada wisata domestik, yaitu di Papua Barat (Raja Ampat),” ungkap Ninuk.

Adapun KTF 2019 untuk region Jakarta diadakan di Jakarta Convention Center, KTF Regional Surabaya di Pakuwon Mall, KTF Region Medan di Centre Point Mall, dan KTF Region Makassar di Phinisi Point. Di Surabaya misalnya, pihak BNI juga gencar melakukan promosi seperti cicilan 0 persen hingga 24 Bulan dengan Kartu Kredit BNI, Cashback hingga Rp 3,5 juta dengan Kartu BNI yang akan ditransfer ke rekening tabungan BNI, serta extra cashback Rp 1,5 juta lagi untuk pemegang Kartu Kredit BNI dengan menukarkan BNI Rewards Point.

Selain itu, ada pula Surprise Deal Cashback Destination Singapura, Jepang, Malaysia hingga Rp 800.000 yang berlaku di Medan, Surabaya, dan juga Kota Makassar. “Bagi pemilik Kartu Kredit BNI yang ingin mengetahui berapa BNI Rewards Point-nya bisa langsung download aplikasi MyCard yang bisa diunduh di Google play atau Playstore. Pada aplikasi MyCard ini, nasabah juga bisa melihat tagihan serta berapa plafon yang bisa digunakan,” ungkap Anggoro Eko Cahyo, Direktur Bisnis Konsumer BNI.

Dengan partisipasi BNI dalam KTF 2019 ini diharapkan bisa memberi dampak positif terhadap volume transaksi Kartu BNI dan juga bentuk dukungan BNI terhadap program pemerintah yang sedang giat menggenjot kunjungan wisatawan ke Indonesia.

Tahun Depan Babel Bakal Buka Rute Penerbangan Baru ke Surabaya

Pangkalpinang – Tahun 2020 mendatang Bangka Belitung akan membuka rute penerbangan baru ke berbagai kota besar yang ada di Indonesia. Hal ini rupanya merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberi pelayanan transportasi udara yang aman, nyaman, dan juga terjangkau.

“Pada tahun depan akan dibuka penerbangan ke Denpasar, Surabaya, dan kota besar lainnya,” kata Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan saat kegiatan peringatan Hari Perhubungan Nasional 2019 di Pangkalpinang, Selasa (17/9), seperti dilansir Antara.

Lebih lanjut Erzaldi menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo mengimbau supaya pelayanan di bidang transportasi laut, udara, dan darat terus ditingkatkan supaya bisa terwujud transportasi yang mengutamakan kenyamanan dan keselamatan untuk seluruh masyarakat pengguna jasa transportasi di Indonesia. “Pada momentum Hari Perhubungan Nasional tahun ini, kami juga mendorong Damri untuk melayani transportasi dari Bangka Belitung ke Jakarta,” beber Erzaldi.

Menurutnya, sektor perhubungan mempunyai peran yang sangat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keberhasilan pembangunan juga dipengaruhi oleh sektor transportasi sebagai urat nadi dalam kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan. “Dengan penerbangan baru ini tentu akan memudahkan masyarakat ke kota-kota besar di Indonesia. Mereka tidak lagi harus transit yang membutuhkan biaya cukup besar,” ungkapnya.

Penambahan rute penerbangan dari Babel ini juga diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan maupun investor ke Bangka Belitung. Oleh sebab itu, ia berharap supaya sumber daya manusia (SDM) perhubungan bisa berkomitmen untuk bekerja keras di sektor transportasi dan memberi pelayanan terbaik.

“Kami berharap peringatan Harhubnas ini dapat menjadi wahana untuk meningkatkan prestasi, memperkokoh rasa persatuan, persaudaraan, dan kekeluargaan segenap insan perhubungan di manapun berada. Semoga semangat Harhubnas ini dapat meningkatkan semangat kerja bagi pembangunan transportasi di seluruh pelosok Tanah Air,” tandasnya.

Sebelumnya, maskapai berbiaya murah seperti AirAsia juga mendukung konektivitas di Babel dengan membuka rute baru Jakarta-Belitung dengan frekuensi 7 kali seminggu. Penerbangan tersebut akan beroperasi mulai 1 Oktober 2019 depan. Selama masa promo, Air Asia menawarkan harga tiket murah untuk rute Jakarta-Belitung mulai Rp294 ribu. Promo tersebut hanya berlaku untuk pembelian lewat situs airasia.com atau mobile app AirAsia mulai 19-25 Agustus 2019.

Penumpang Cuma 5 Orang, Pesawat Wings Air Rute Sumenep-Surabaya Batal Terbang

Sumenep – Maskapai Wings Air lagi-lagi membatalkan penerbangan rute Surabaya-Sumenep dan sebaliknya pada Selasa (17/9) lantaran minimnya jumlah penumpang yang diangkut. Menurut laporan pihak pengelola Bandara Trunojoyo Sumenep, hanya 5 orang yang hari itu akan berangkat dengan pesawat Wings Air.

“Penerbangan hari ini terpaksa ‘cancel’ karena penumpangnya cuma 5 orang,” ujar Kepala Unit Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Indra Triyanto, Selasa (17/9), seperti dilansir Beritajatim.

Wings Air diketahui melayani penerbangan rute Surabaya-Sumenep pergi pulang (PP) dengan pesawat jenis ATR 72. Penerbangan Surabaya-Sumenep ini dilayani oleh Wings Air dengan jadwal 1 kali penerbangan setiap hari. “Tetapi pada kenyataannya, seringkali terjadi penerbangan di-cancel karena jumlah penumpang di bawah 10 orang. Ya wajar lah. Pihak maskapai tentu saja harus berhitung biaya operasional. Mana ada perusahaan yang mau merugi?” ungkap Indra.

Lebih lanjut Indra mengakui bahwa jumlah penumpang pesawat Wings Air rute Surabaya-Sumenep PP memang tergolong minim. Dalam sekali penerbangan, tingkat load factor atau keterisian kursi hanya mencapai 40% dari kapasitas keseluruhan yang mencapai 72 orang. “Bahkan beberapa kali di bawah itu, sehingga penerbangan harus di-cancel. Kami tentu saja berharap agar penumpang bisa terus bertambah. Kalau dua bulan ini trennya positif. Mulai ada kenaikan jumlah penumpang,” ucap Indra.

Harga tiket penerbangan rute Sumenep-Surabaya dan sebaliknya sendiri sebenarnya masih relatif terjangkau dan bersaing dengan moda-moda transportasi lainnya. “Harga termurah rute Sumenep – Surabaya itu hanya Rp180 ribu, sementara dari Surabaya – Sumenep cuma Rp249 ribu,” ungkap Airport Manager Bandara Trunojoyo, Bayu Kristanto saat promo bulan Maret 2019 lalu.

Menurut Bayu, harga tiket pesawat Wings Air itu hanya selisih biaya pajak saja antara Surabaya-Sumenep. Untuk harga normal, tiket rute Sumenep-Surabaya dibanderol Rp260 ribu per orang, sedangkan dari Surabaya ke Sumenep, lebih mahal, yakni Rp340 ribu per orang.

Guna meningkatkan jumlah penumpang yang menggunakan jasa angkutan udara, pihak Bandara Trunojoyo pun berupaya untuk terus meningkatkan fasilitas pendukung, misalnya saja berkaitan dengan terminal penumpang. “Sekarang terminalnya sudah tidak seperti dulu. Belum lagi nanti kalau terminal baru yang masih dibangun ini selesai. Makin bagus bandara kita ini. Tinggal bagaimana supaya penumpangnya makin banyak,” tutur Indra.

Masih Kabut, 7 Penerbangan dari Bandara Juanda ke Kalimantan Batal

Sidoarjo – Hingga saat ini operasional penerbangan di Bandara Internasional Juanda Surabaya menuju sejumlah daerah di Pulau Kalimantan masih terganggu oleh kabut asap. Bahkan terdapat 7 penerbangan dari Bandara Juanda yang terpaksa dibatalkan. Lalu ada pula 2 penerbangan yang return to base (RTB) atau kembali ke Juanda, 4 penerbangan lainnya mengalami keterlambatan kedatangan di Juanda, dan 7 penerbangan delay keberangkatan.

“Ada 22 penerbangan di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, yang terdampak kabut asap di Kalimantan. Sedangkan pesawat yang RTB itu kemarin. Sekarang langsung cancel,” ujar Yuristo Ardhi Hanggoro, Communication & Legal Section Head PT Angkasa Pura I Juanda, Selasa (17/9), seperti dilansir Detik.

Pada Selasa kemarin saja ternyata ada 5 penerbangan yang dibatalkan, yaitu berjumlah 2 untuk kedatangan dan 3 untuk keberangkatan. “Di antaranya untuk maskapai Wings Air, Nam Air dan juga Lion Air, dengan tujuan ke Sampit, Palangkaraya. Selain itu, ada dua penerbangan yang sudah berangkat. Terpaksa harus return to base atau terbang kembali ke Bandara Juanda. Masing-masing pesawat Wings Air nomor penerbangan IW1804 tujuan Surabaya ke Sampit serta Nam Air nomor penerbangan IN 246 dari Surabaya ke Samarinda,” jelas Yuristo.

Kemudian penerbangan tujuan Surabaya yang terlambat karena kabut asap pekat adalah pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 681 dari Palangkaraya, lalu Nam Air bernomor penerbangan IN 247 dari Samarinda, Nam Air IN 243 dari Sampit, dan Lion Air JT 683 dari Palangkaraya. Rata-rata lama keterlambatan penerbangan tersebut mencapai 1 jam dan para calon penumpang akhirnya menunggu keberangkatan di ruang check in Terminal 1 Bandara Juanda.

Pihak AP I Cabang Juanda pun mempersiapkan ruang tunggu penumpang dan plotting parkir pesawat untuk penerbangan yang dialihkan. Selain itu, AP I Juanda pun melakukan koordinasi sekaligus pengaturan di terminal dengan pihak maskapai untuk memudahkan proses refund dan juga berkoordinasi dengan Airnav untuk monitor notam. “Yang jelas Bandara Juanda siap menampung penerbangan yang dialihkan akibat kabut asap. Juga telah menyiapkan tempat parkir pesawat,” tutup Yuristo.

43 Penerbangan Terdampak Kabut Asap Kalimantan, Penumpang Telantar di Bandara Juanda

SURABAYA – Kabut asap di Kalimantan dalam beberapa hari terakhir membuat penerbangan sejumlah maskapai terganggu. Di Bandara Internasional Juanda, hingga Senin (16/9) kemarin, menurut keterangan PT Angkasa Pura I, setidaknya ada 43 penerbangan dari Surabaya tujuan Kalimantan yang terdampak bencana kabut asap. Akibatnya, ratusan calon penumpang harus telantar di Bandara Juanda.

“Laporan lalu lintas udara yang terdampak kabut asap mulai pukul 05.50 hingga 09.50 WIB, ada delapan penerbangan yang terganggu,” jelas Communication & Legal Head PT Angkasa Pura I Juanda, Yuristo Ardhi Hanggoro. “Kedatangan pesawat Lion Air JT 3269 tujuan Balikpapan-Surabaya dan Lion Air JT 683 Palangkaraya-Surabaya mengalami delay. Sementara, untuk keberangkatan, yang mengalami delay yaitu NAM Air IN 246 Surabaya-Samarinda, Wings Air IW 1804 Surabaya-Sampit, Lion Air JT 262 Surabaya-Balikpapan, dan Lion Air JT 314 Surabaya-Samarinda.”

Di samping delay, sejumlah maskapai terpaksa membatalkan penerbangan mereka. Di antaranya Lion Air JT 246 Surabaya-Samarinda dan NAM Air IN 244 Surabaya-Sampit. Bahkan, satu penerbangan terpaksa kembali RTB, yakni NAM Air IN 246 Surabaya-Samarinda dan diperkarakan sudah kembali mendarat di Bandara Juanda pada pukul 11.40 WIB.

“Kami melakukan penyiapan ruang tunggu penumpang, plotting parkir pesawat untuk penerbangan dialihkan (divert) yang harus mendarat di Bandara Juanda, koordinasi dan pengaturan di terminal dengan pihak maskapai utk proses refund bagi penumpang, serta koordinasi dengan pihak AIRNAV untuk monitor NOTAM,” sambung Yuristo. “Kami siap kapan pun menerima penerbangan divert karena kabut asap.”

Karena adanya sejumlah penundaan, bahkan pembatalan, ratusan calon penumpang pesawat tujuan kota-kota di Kalimantan harus telantar di Bandara Juanda. Mereka menunggu tanpa kepastian kapan pesawat yang mereka tumpangi diberangkatkan ke kota tujuan. Suasana Terminal 1 sejak Senin siang hingga sore dijejali ratusan penumpang tujuan Balikpapan, Banjarmasin, Samarinda, Pontianak, Palangkaraya, Sampit, dan Tarakan.

Singapore Airlines Juga Larang MacBook Pro 15 Inch Masuk Pesawat

SURABAYA – Satu per satu maskapai resmi melarang penumpang untuk membawa laptop MacBook Pro 15 inch ke dalam kabin pesawat. Setelah Garuda Indonesia dan Lion Air, maskapai asing yang melayani rute Indonesia, termasuk ke Bandara Internasional Juanda, Singapore Airlines juga tidak memperbolehkan penumpang membawa notebook buatan Apple tersebut ke kabin pesawat.

Seperti diberitakan Channel News Asia, MacBook Pro 15 inch yang dipasarkan dalam periode September 2015 hingga Februari 2017 dilarang masuk ke pesawat-pesawat Singapore Airlines. Larangan ini baik dibawa ke kabin maupun disimpan di bagasi, sampai pihak Apple menyatakan bahwa perangkat tersebut aman atau baterainya sudah diganti.

“Penumpang tidak diizinkan membawa perangkat tersebut, baik sebagai bawaan maupun dalam bagasi terdaftar, sampai baterai telah diverifikasi dalam kondisi aman atau telah diganti oleh produsen,” kata pihak maskapai dalam keterangan resmi mereka. “Silakan mengunjungi situs Apple tentang program recall baterai MacBook Pro untuk mengecek apakah laptop Anda termasuk (dalam produk yang di-recall).”

Seperti diketahui, Apple pada bulan Juni kemarin mengumumkan akan menarik atau me-recall sejumlah MacBook Pro 15 inch yang sudah beredar di pasaran karena adanya cacat pada baterai laptop tersebut. Sebelum Singapore Airlines, pertengahan bulan Agustus 2019, otoritas penerbangan sipil Amerika Serikat (FAA) sudah melarang MacBook Pro 15 inch dibawa ke dalam pesawat karena ada masalah pada baterai.

Untuk maskapai dalam negeri, setelah maskapai nasional Garuda Indonesia, kini giliran Lion Air yang juga melarang penumpang membawa produk MacBook Pro (Retina 15-Inchi) produksi 2015 yang dipasarkan periode September 2015 sampai Februari 2017. Tak hanya di penerbangan Lion Air, larangan tersebut juga berlaku di Batik Air dan Wings Air.

“Melarang pengangkutan laptop produk Apple jenis MacBook Pro 15 inch produksi 2015 yang dipasarkan periode September 2015 sampai Februari 2017 sebagai bagasi tercatat/terdaftar (checked baggage) dan kargo,” jelas Corporate Communication Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro. “Kebijakan tersebut berdasarkan aturan yang dirilis oleh Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, FAA, EASA, dan IATA.”

Kabut Asap, Penerbangan dari Bandara Juanda ke Kalimantan Banyak yang Delay

Sidoarjo – Kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan rupanya turut mengganggu jadwal penerbangan dari Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur. Sejumlah maskapai dilaporkan ada yang menunda penerbangan (delay) dan ada juga yang sampai membatalkan penerbangan ke Kalimantan.

“Ada dua pesawat yang meng-cancel penerbangannya akibat kabut asap yaitu Wings Air IW 1804 dan Nam Air IN 242. Kedua pesawat tersebut tujuannya adalah Sampit, Kalimantan Tengah dan berangkat seharusnya pukul 06.00 WIB,” kata Communication & Legal Section Head PT Angkasa Pura I Juanda, Yuristo Ardhi Hanggoro, Sabtu (14/9), seperti dilansir Tribunnews.

Yuristo menambahkan, terdapat 1 penerbangan terpaksa RTB (return to base) atau kembali lagi ke Bandara Juanda. “Satu penerbangan Lion Air dengan kode JT 310 tujuan Surabaya ke Banjarmasin dengan waktu berangkat 05.45 WIB terpaksa kembali ke bandar udara asal (return to base). Namun kabar terakhir, pesawat tersebut jam 09.51 sudah terbang kembali menuju Banjarmasin,” beber Yuristo.

Ditemui secara terpisah, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengungkapkan bahwa dampak dari kabut asap tersebut telah mengakibatkan penerbangan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 666 rute Surabaya-Samarinda dengan jadwal keberangkatan pukul 07.50 WIB juga turut mengalami delay alias keterlambatan.

“Status delay sampai pemberitahuan lebih lanjut menunggu kondisi membaik di bandar udara tujuan. Karena kabut asap yang menyebabkan jarak pandang pendek sehingga tidak memenuhi kualifikasi standar keselamatan penerbangan,” tandas Danang.

Sejumlah penumpang yang terdampak oleh kabut asap tersebut pun terpaksa harus menunggu selama 2 jam di Bandara Juanda. Para penumpang Lion Air dengan kode penerbangan JT 376 Surabaya-Samarinda yang tadinya dijadwalkan terbang jam 11.30 WIB terpaksa delay sampai pukul 13.30 WIB.

“Tadi saya masuk ke ruang tunggu sekitar pukul 10.30. Sesaat sebelum jam penerbangan ternyata ada pemberitahuan delay,” kata salah satu penumpang bernama Raihan. Dia sendiri mengaku kurang tahu apa penyebab delay tersebut, hingga menanyakannya pada teman yang telah menunggu di Kalimantan. “Dari informasi teman disana, delay dikarenakan kabut asap. Sehingga jadwal penerbangan jadi agak sedikit terganggu,” bebernya.

Giliran Lion Air Group Larang Penumpang Bawa MacBook Pro 15” Dalam Pesawat

Jakarta – Menindaklanjuti imbauan Kementerian Perhubungan sejak beberapa waktu lalu, rupanya sejumlah maskapai penerbangan mulai memberlakukan larangan membawa produk Apple MacBook Pro dalam Pesawat. Setelah maskapai nasional Garuda Indonesia, kini giliran Lion Air yang juga melarang penumpang membawa produk MacBook Pro (Retina 15-Inchi) produksi 2015 yang dipasarkan periode September 2015 sampai Februari 2017. Tak hanya di penerbangan Lion Air, larangan tersebut juga berlaku di Batik Air dan Wings Air.

“Melarang pengangkutan laptop produk Apple jenis MacBook Pro 15 inchi produksi 2015 yang dipasarkan periode September 2015 sampai Februari 2017 sebagai bagasi tercatat/terdaftar (checked baggage) dan kargo,” jelas Corporate Communication Strategic, Danang Mandala Prihantoro, di Jakarta, Kamis (12/9), seperti dilansir Dream.

“Kebijakan tersebut berdasarkan aturan yang dirilis oleh Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DGCA),  Federal Aviation Administration (FAA) atau Federasi Penerbangan Federal AS, European Union Aviation Safety Agency (EASA) serta regulasi dari IATA Dangerous Goods Regulations (Special Provisions A154) mengenai larangan membawa MacBook Pro (Retina 15-Inch), bahwa ditemukan permasalahan pada baterai laptop di produk Apple tersebut yang berpotensi menimbulkan gangguan (hazard)  terhadap faktor keselamatan perjalanan udara,” sambung Danang.

Bagi para pengguna bisa mengetahui informasi lengkap mengenai spesifikasi produk MacBook Pro 15 inch yang di-recall atau ditarik kembali melalui lama support.apple.com/en-sg/15-inch-macbook-pro-battery-recall. Lion Air Group mengimbau setiap penumpang untuk wajib dan selalu menaati segala peraturan yang berlaku demi mengedepankan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Lebih lanjut Danang menjelaskan, apabila ingin tetap membawa perangkat tersebut, maka para penumpang diminta untuk mematikan laptop selama penerbangan dan tak diperbolehkan membawa gadget tersebut dalam keadaan sleep mode. Penumpang pun tak diperkenankan mengisi ulang baterai selama penerbangan.

Danang menuturkan, Lion Air Group akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. “Lion Air Group patuh menjalankan ketentuan, aturan atau kebijakan yang berlaku serta menerapkan budaya keselamatan pada setiap lini operasional dalam rangka safety first,” tandas Danang.

Dampak Kabut Asap, Sejumlah Penerbangan ke Kalimantan Banyak yang Batal

Kotawaringin Barat – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berupa kabut asap tebal hingga saat ini masih mengganggu kelancaran penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Kota Banjarbaru dan di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. 

Menurut juru bicara Angkasa Pura I Cabang Syamsudin Noor, Aditya Putra Patria, hingga Kamis (12/9) pagi terdapat 7 penerbangan yang tertunda karena jarak pandang hanya sejauh 100 meter saja. Tak hanya pesawat yang hendak lepas landas, pendaratan pesawat di Bandara Syamsudin Noor pun juga terhambat. “Visibility pukul 06.00 WITA sejauh 300 meter, sementara jarak pandang pukul 06.30, 07.00, dan 07.30 WITA hanya 100 meter,” jelas Aditya, seperti dilansir Kumparan.

Adapun 7 penerbangan yang tertunda lepas landas meliputi pesawat bernomor penerbangan JT321 Banjarmasin-Jakarta, JT311 Banjarmasin-Surabaya, IW1394 Banjarmasin-Balikpapan, JT521 Banjarmasin-Surabaya, IN361 Banjarmasin-Surabaya, IW1382 Banjarmasin-Batulicin, dan GA533 Banjarmasin-Jakarta. “JT321 (Banjarmasin–Jakarta) actual time departure (atd) jam 08.39 WITA. JT311 atd jam 08.40 WITA,” ungkap Aditya, Kamis (12/9). Penerbangan tersebut rata-rata mengalami delay hingga 2 jam.

Tak jauh berbeda, di Bandara H. Asan Sampit juga dilanda kabut asap tebal yang mengakibatkan pesawat Wings Air yang berangkat dari Bandara Iskandar Pangkalan Bun batal mendarat. “Namun, saat itu visibility (jarak pandang) di Bandara Sampit tiba-tiba menurun jadi satu kilometer, dari semula tujuh kilometer,” kata Operation Wings Air Pangkalan Bun, Hendi.

Supervisor Trigana Air Pangkalan Bun, Nasrum menambahkan, pesawat Trigana Air dari Bandara Juanda Surabaya yang hendak terbang ke Pangkalan Bun pukul 06.10 WIB pun lagi-lagi delay akibat kabut asap pekat di Bandara Iskandar Pangkalan Bun. “Dari pukul 05.00 WIB tadi jarak pandang hanya 500 meter, sangat pekat. Tidak ada angin, namun mulai berangsur naik menjadi dua kilometer pada pukul 08.12 WIB. Sekarang di Surabaya sudah mulai boarding,” bebernya.

Alasan Komersial, Citilink Batalkan Penerbangan Surabaya-Palangkaraya

SURABAYA – Terhitung sejak Selasa (10/9) kemarin, maskapai Citilink Indonesia terpaksa membatalkan penerbangan rute Surabaya-Palangkaraya-Surabaya yang menghubungkan Bandara Internasional Juanda dengan Bandara Tjilik Riwut. Pembatalan ini dilakukan selama tiga hari, hingga Kamis (12/9) ini karena alasan komersial.

Dilansir dari Infopublik.id, pembatalan penerbangan dengan nomor QG-450/451 ini berlaku pada 10, 11, dan 12 September 2019. Kabar pembatalan juga telah disampaikan ke pihak PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Tjilik Riwut di Palangka Raya. “Benar, operasional mereka dibatalkan, tetapi hanya pada tanggal tersebut,” ujar Kepala PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Tjilik Riwut.

Berdasarkan surat pemberitaan yang dilayangkan pihak Citilink ke PT Angkasa Pura II, diketahui jika alasan pembatalan penerbangan tersebut karena alasan komersial. Siswanto sendiri menegaskan setelah tanggal tersebut, pihak Citilink akan melakukan penerbangan secara normal. “Biasanya terbang lagi,” tulisnya singkat dalam pesan WhatsApp.

Di sisi lain, kabut asap yang menyelimuti Kota Palangkaraya dan sekitarnya membuat PT Angkasa Pura II untuk tetap waspada dan mengutamakan keselamatan penerbangan. Siswanto sendiri mengatakan bahwa pihaknya akan memantau kondisi setiap saat dan mengambil langkah dan pertimbangan jika kabut asap terjadi kian tebal, dengan mengalihkan penerbangan seperti yang dilakukan kepada pesawat Garuda Indonesia dan TransNusa beberapa hari belakang.

“Jarak pandang yang normal untuk melakukan pendaratan pesawat adalah di atas 800 meter. Sehingga, jika kurang dari itu, maka perlu mengambil langkah untuk pertimbangan keselamatan,” tutur Siswanto. “Karena kondisi alam dengan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kota Palangkaraya dan sebagian besar wilayah di Kalteng, maka kami lebih prioritaskan keselamatan penerbangan.”

Bukan hanya itu saja, pihak Angkasa Pura II juga terus melakukan komunikasi intens dengan pemerintah daerah setempat untuk ikut berpartisipasi dalam melakukan pemadaman di lokasi kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, juga kesiapan petugas teknis dalam memberikan dukungan penyediaan air atau water tank dan koordinasi operasional penerbangan pesawat.