Bandara Kediri Segera Dibangun, Rute Internasional Tetap di Juanda

SURABAYA/KEDIRI – Peletakan batu pertama atau groundbreaking Bandara Kediri diharapkan bisa dimulai pada bulan April 2020 mendatang. Nantinya, bandara ini akan difungsikan sebagai bandara pengumpan di jalur selatan Jawa dan melayani rute domestik. Sementara, bandara hub di Jawa Timur dan melayani penerbangan internasional masih berada di Bandara Juanda.

Dilansir CNBC Indonesia, Bandara Kediri nantinya diproyeksikan melayani masyarakat di enam kabupaten di Jawa Timur, yakni Madiun, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, dan Kediri, dengan penduduk sekitar 10 juta jiwa. Diharapkan, bandara ini dapat mendorong peningkatan perekonomian, meningkatkan jumlah wisatawan, mempermudah masyarakat sekitar untuk bepergian, hingga memberikan lapangan pekerjaan masyarakat di Kediri dan sekitarnya.

“Dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Kabinet, kami sudah sepakat bahwa bulan April 2020 akan dilakukan groundbreaking,” tutur Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, kepada wartawan. “Pembangunan tahap pertama ditargetkan selesai dalam kurun waktu dua tahun atau April 2020. Dua tahun ini waktu yang cukup untuk menyelesaikan pembangunan tahap pertama, mengingat Bandara Internasional Yogyakarta selesai dibangun dalam waktu 1,5 tahun.”

Budi tidak lupa mengapresiasi kerja sama yang baik antara pemerintah daerah di Jatim dan pihak swasta, dalam hal ini PT Gudang Garam, dalam rencana pembangunan Bandara Kediri. Menurutnya, ini merupakan pertama kali pihak swasta sepenuhnya menginvestasikan pembangunan bandara dalam skema KPBU (kerja sama pemerintah badan usaha). Artinya, PT Gudang Garam akan mendapatkan konsesi, bisa 30 atau 50 tahun.

Progres pembebasan lahan untuk pembangunan Bandara Kediri sendiri diperkirakan kurang lebih 90 persen. Dari laporan yang diterima Budi, lahan relatif telah dibebaskan semuanya. Area yang sudah dibebaskan mencapai 390 hektare, dan sisa kebutuhan masih 10 hektare. “Tinggal 3 sampai 5 hektare, dan itu pun bukan di runway,” sambung Budi.

Sementara itu, Sukadi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kediri menuturkan, masih ada 20 bidang lahan atau 2.200 meter lahan yang belum dibebaskan. Warga Desa Grogol, Kediri, disebut menolak pembebasan lahan. Per 31 Januari kemarin, warga yang menolak pembebasan lahan akan dikenakan konsinyasi.

Angkasa Pura I Beri Berbagai Kejutan Menarik untuk Penumpang di Hari Valentine

Jakarta – Dalam rangka meramaikan Hari Valentine, PT Angkasa Pura (AP) I berupaya untuk memberikan berbagai pengalaman berkesan terhadap para penumpang di 12 bandara yang dikelola melalui kampanye #KisahKasihdiBandaraAP1.

“Berbagai kegiatan dan kejutan yang kami berikan kepada penumpang pada hari kasih sayang ini bertujuan untuk menciptakan customer experience hingga berdampak positif pada customer engagement,” kata Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, Jumat (14/2), seperti dilansir Tribunnews.

Selain membagikan cokelat secara gratis, AP I juga mengadakan sejumlah kegiatan yang menyenangkan untuk menghibur para penumpang. Misalnya di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, para penumpang dihibur alunan lagu-lagu cinta dari panggung live music yang disediakan di terminal domestik dan terminal internasional.

Para penumpang pun bisa mengikuti acara fun games sekaligus berfoto selfie di area photobooth bertema Valentine. Kemudian di Bandara Juanda Surabaya penumpang diajak menikmati sajian Coffee For Love, di mana penumpang bisa menikmati secangkir kopi spesial yang disediakan, lalu Mini Workshop Latte Art, Wish Board for Surprise Flower, serta souvenir menarik bagi para penumpang yang beruntung.

“Di Bandara Adisutjipto Yogyakarta dan Bandara Internasional Yogyakarta Kulon Progo, penumpang diajak untuk menghias cupcakes yang telah disediakan sambil menikmati live music. Selain itu ada juga banyak cokelat yang dibagikan kepada penumpang,” tutur Faik.

Tak ketinggalan, di Bandara Sam Ratulangi Manado, penumpang diajak merangkai bunga dan menikmati pertunjukan live music, serta tarian balet yang dibawakan oleh anak-anak. Di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, penumpang dihibur pertunjukan fashion show dengan tema Love Story. “Untuk di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, penumpang dihibur dengan pertunjukan live music,” sambungnya.

Kejutan serupa seperti coklat, cookies, cupcakes, dan bunga diberikan pada penumpang yang beruntung di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Internasional Lombok, Bandara El Tari Kupang, Bandara Pattimura Ambon, Bandara Frans Kaisiepo Biak, dan Bandara Sentani Jayapura. “Berbagai upaya yang kami lakukan sebagai komitmen kami untuk terus mewujudkan pelayanan prima di semua bandara yang kami kelola khususnya di hari spesial seperti Hari Kasih Sayang atau Valentine ini,” tandas Faik.

Low Season, Lion Air & Citilink Diskon Tiket Pesawat Domestik Hingga 50%

Jakarta – Maskapai berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) Citilink Indonesia menawarkan promo diskon harga tiket pesawat hingga 50% untuk semua rute penerbangan domestik. Hal ini sengaja dilakukan Citilink guna mendongkrak lesunya bisnis penerbangan, terutama untuk destinasi wisata lantaran terkena dampak wabah virus Corona dari Wuhan, China yang menyebar ke sejumlah negara.

VP Corporate Secretary & CSR Citilink Indonesia, Resty Kusandarina mengungkapkan bahwa diskon harga tiket pesawat ini berlaku untuk seluruh rute domestik. “Tentunya dengan alokasi kuota yang terbatas, sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku,” kata Resty, Jumat (14/2), seperti dilansir Kontan.

Resty berharap dengan adanya promo diskon tiket penerbangan domestik 50% ini bisa menggenjot jumlah penumpang yang bepergian. “Serta dengan mengedepankan pelayanan terbaik, maka diharapkan pendapatan akan tetap seimbang,” ujar Resty.

Tak hanya Citilink, maskapai nasional lain seperti Lion Air juga mengklaim sudah menjual tiket penerbangan dengan tarif terendah di 3 destinasi arahan pemerintah, yaitu Manado, Batam, dan Denpasar. Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala menjelaskan, untuk pesawat dengan rute perjalanan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado sudah diberi diskon atau potongan harga hingga 50%.

Kemudian, Lion Air juga memberi diskon tiket pesawat hingga 60% untuk keberangkatan dari Bandara Soetta ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Diskon serupa juga diberikan pada Lion Air untuk rute dari Bandara Soetta ke Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam. Bahkan Lion Air pun mengaku sudah memberi promosi diskon tiket untuk destinasi lain di luar 3 destinasi arahan pemerintah.

Hal itu memang dirasa perlu dilakukan lantaran bulan ini sudah memasuk musim sepi penumpang alias low season. Dengan ditawarkan tiket penerbangan murah ini diharapkan bisa menarik para penumpang untuk melakukan perjalanan dengan pesawat terbang. Di samping itu, ada permintaan tinggi untuk menurunkan tarif penerbangan domestik, terlebih karena kondisi saat ini yang kurang kondusif untuk melakukan perjalanan ke luar negeri terkait dengan merebaknya virus corona.

Cegah Corona, 5 WNA yang Pernah ke China Ditolak Masuk Bandara Juanda

Sidoarjo – Bandara Internasional Juanda Surabaya terus berupaya memperketat pencegahan masuknya virus corona. Bahkan pihak Imigrasi Kelas 1 Surabaya dalam sepekan ini sudah menolak dan mengembalikan 5 warga negara asing (WNA) asal China, Inggris, dan Singapura lantaran mempunyai riwayat perjalanan ke China dalam kurun waktu 14 hari sebelum tiba di Bandara Juanda.

Riwayat perjalanan kelima WNA tersebut diketahui lewat stempel Imigrasi Negara China yang terdapat dalam buku paspor mereka. “Lima WNA ini kita tolak sesuai dengan aturan Permenkumham No. 3/2020, karena mereka diketahui pernah berkunjung ke negara China, dalam kurun waktu 14 hari sebelum tiba di Bandara Juanda,” kata Nanang Mustofa, Kabid TIKIM Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Surabaya, seperti dilansir Sindonews.

Tak perlu waktu lama, setelah tiba di Bandara Juanda dan melakukan proses pelaporan paspor di loket paspor Imigrasi di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Juanda Surabaya, mereka langsung dipulangkan ke negara asalnya. Nanang menjelaskan, aturan ini berlaku untuk kedatangan WNA yang pernah tinggal di China dalam kurun waktu 14 hari, baik yang pernah tinggal maupun transit saat penerbangan di China.

Nanang memberikan contoh dari kasus WNA yang hendak masuk ke Indonesia melalui Bandara Juanda kemarin. Berdasarkan data keimigrasian, WNA tersebut pernah tinggal di China pada 1 Februari 2020, oleh sebab itu ia ditolak masuk. “Hitungannya adalah 14 hari sebelum masuk wilayah Indonesia,” ujarnya. Namun bila pernah transit atau tinggal di China pada 1 Januari, maka WNA tetap diizinkan masuk. Aturan hitungan 14 hari tersebut hanya berlaku untuk WNA.

Sedangkan WNA China yang izin visa kunjungan bebasnya habis dan ingin kembali ke China akan diberi izin tinggal keadaan terpaksa. Mereka akan diberi izin tambahan tinggal dalam jangka waktu 30 hari dengan tarif pengurusan 0 rupiah atau gratis.

Sampai 7 Februari 2020 lalu kabarnya masih belum ada WNA China yang mengajukan izin tinggal dalam keadaan terpaksa di Imigrasi Juanda. Sedangkan berdasar data masuk WNA China bebas visa kunjungan dari Bandara Juanda selama Januari 2020 mencapai 1.396 orang. Ketentuan penolakan WNA yang pernah berkunjung ke China ini akan dievaluasi pada akhir Februari 2020 ini. “Kita akan evaluasi sambil menunggu instruksi dari Menteri Hukum dan Ham di Jakarta,” ucapnya.

Kunjungan Turis China Menurun, Jatim Andalkan Wisatawan Domestik

Jakarta – Penyebaran virus corona (corvid-19) dari China ke sejumlah negara ternyata juga turut memengaruhi kunjungan wisatawan China ke Indonesia. Bahkan sumber devisa negara yang berasal dari jutaan penumpang rute China-Indonesia diperkirakan hilang.

Hal itu terjadi usai pemerintah resmi menutup rute penerbangan Indonesia-China mulai 5 Februari 2020 lalu guna mencegah penyebaran virus korona di Tanah Air. “Biasanya mendatangkan devisa, akhirnya menjadi potential loss,” ujar Staf Khusus Kementerian Perhubungan, Adita Irawati di Jakarta, Rabu (12/2), seperti dilansir Bisnis.

Adapun jumlah turis asing asal China ke Indonesia jumlah mencapai 1,35 juta. Kondisi ini pun diperkirakan bakal berlangsung sampai Maret 2020 yang merupakan periode liburan dari musim dingin ke musim panas. Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), setidaknya terdapat 26 penerbangan yang melayani rute Indonesia-China, mulai dari Garuda Indonesia Group, Lion Air Group, Sriwijaya Air, sampai maskapai asing seperti China Southern Airlines dan China Eastern Airlines.

Industri pariwisata di Jawa Timur pun turut merasakan dampak dari kebijakan penghentian sementara penerbangan dari dan ke China. Menurut Ketua Kadin Surabaya, Ali Effendi, hal ini akan berdampak pada sektor pariwisata. Pasalnya turis asal China termasuk salah satu yang mendominasi kunjungan ke Jatim. “Mungkin hanya pariwisata yang berdampak langsung. Penurunan jumlah turis dari China bisa jadi,” ujar Ali, Jumat (7/2).

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Rahma Gafmi juga berpendapat serupa. Virus corona berdampak pada kunjungan turis asing dan juga pariwisata di Surabaya maupun kawasan Jawa Timur secara keseluruhan. Sektor usaha seperti hotel, restoran, akomodasi termasuk sektor perdagangan akan terdampak.

Walau demikian, Rahma memandang kebijakan itu dampaknya tidak terlalu signifikan untuk Jatim, sebab banyak juga wisatawan domestik yang berkunjung ke Jawa Timur. “Wisatawan domestik membantu. Penurunan turis asal China sedikit ada dampaknya. Banyak wisatawan domestik ingin kunjungi Banyuwangi, ingin tahu Pegunungan Ijen. Apalagi pariwisata juga sudah menjadi pilihan selain sandang, pangan dan papan,” papar Rahma.

Rahma pun mendukung upaya pemerintah untuk memberi insentif seperti menurunkan harga tiket domestik untuk mendongkrak jumlah turis domestik. “Wilayah wisata di Indonesia yang masuk jangkauan turis asing termasuk jauh-jauh. Secepatnya turunkan harga tiket untuk tarik wisatawan domestik sehingga pulihkan kondisi,” ungkapnya.

Nam Air Berencana Perluas Rute Penerbangan ke Jawa Tengah & Jawa Timur

Bandar Lampung – Usai melakukan penambahan rute baru tujuan Lampung-Bandung dan Lampung-Palembang bulan lalu, PT Nam Air yang tergabung dalam Sriwijaya Air Group kabarnya mempertimbangkan untuk menambah rute lain dan jumlah penerbangan untuk tujuan tertentu.

“Kami pasti akan menambah, terutama pada rute-rute yang waktu kerjasama sebelumnya hilang, pelan-pelan kita akan coba kembalikan lagi, yang pasti di 2020 ini kita sudah punya rencana strategis untuk melakukan pengembangan usaha,” ujar President Director PT Nam Air, Capt. Daniel Adhitya, seperti dilansir Radarlampung.

Daniel menjelaskan, sampai sekarang Nam Air masih mempunyai 4 pesawat yang belum melakukan aktivasi. Selain itu, Nam Air juga berencana menambah jumlah penerbangan rute Jakarta-Lampung dengan jadwal penerbangan pagi hari.

“Saya sudah minta dengan BM saya untuk cek dan evaluasi market yang pagi. Karena kalau untuk sekarang kan kita penerbangannya sore dan malam. Jadi kita akan punya rencana untuk melaksanakan dua flight, tujuan Lampung-Jakarta sekitar jam 08.00 – 09.00 WIB, kemudian satu lagi yang sore,” imbuhnya.

Lebih lanjut Daniel menuturkan, rute-rute penerbangan Nam Air yang sekarang sudah ada mempunyai potensi yang cukup baik. Bahkan ke depannya, Nam Air pun berencana untuk mengembangkan jangkauan penerbangannya sampai Jawa Tengah atau Jawa Timur.

Ada juga usulan jalur penerbangan lainnya seperti Denpasar, Bali yang masih akan terus dievaluasi oleh Nam Air. Sementara ini, Nam Air telah mempunyai penerbangan rute Yogyakarta-Denpasar dan Surabaya-Denpasar yang masing-masing ada di jadwal penerbangan pukul 08.30 WIB dan 06.00 WIB.

“Karena kalau untuk saat ini yang direct ke Bali kita masih belum lihat ada potensi market yang cukup besar. Kecuali mungkin akan kita transitkan, jadi misalnya transit di Jawa itu tadi kemudian lanjut ke Bali. Untuk total rute kita saat ini ada sekitar 60 rute, dengan rata-rata 70-80 penerbangan setiap harinya,” ujar Daniel.

Sementara itu, Director of Commercial and Service Nam Air, Sri Budianto mengungkapkan, dengan diadakannya kegiatan Agent Gathering di Bandarlampung beberapa waktu lalu juga diharap bisa mengenalkan kembali Nam Air dengan manajemen yang baru. “Kemudian kita juga memperkenalkan Nam Air dengan harapan supaya agen-agen kita mengetahui promosi-promosi yang kita berikan, dengan harapan penjualan kita juga akan meningkat ke depannya,” katanya.

Sekali Seminggu, Citilink Resmi Terbang Langsung Surabaya-Jeddah PP

SURABAYA – Setelah sempat tertunda, akhirnya maskapai Citilink Indonesia resmi mengoperasikan rute penerbangan langsung Surabaya-Jeddah mulai tanggal 9 Februari 2020 kemarin. Rute yang menghubungkan Bandara Internasional Juanda dengan Bandara Internasional King Abdul Aziz tersebut ditujukan sebagai alternatif untuk masyarakat yang ingin melakukan ibadah umrah di Tanah Suci.

“Pembukaan rute baru Surabaya-Jeddah PP (pergi pulang) ini merupakan upaya perusahaan untuk meningkatkan eksistensi di ranah internasional,” tutur Direktur Utama Citilink Indonesia, Juliandra Nurtjahjo, dalam keterangan resminya pada Senin (10/2) kemarin. “Penerbangan ini diharapkan dapat menjadi alternatif pilihan transportasi untuk masyarakat yang ingin menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci.”

Juliandra menambahkan, penerbangan rute Surabaya-Jeddah pergi pulang (PP) ini merupakan rute internasional ke-11 yang dimiliki perusahaan. Sebelumnya, anak usaha Garuda Indonesia Group tersebut meluncurkan penerbangan internasional rute Denpasar-Melbourne (Avalon) PP dan Bandung-Kuala Lumpur PP pada tahun ini.

“Untuk tahap awal, penerbangan ini beroperasi satu kali dalam sepekan, setiap hari Minggu, dengan menggunakan pesawat Airbus A330-900 NEO berkapasitas 365 penumpang, dan akan ditingkatkan menjadi tiga kali seminggu pada Maret mendatang,” sambung Juliandra. “Rute baru tersebut tidak hanya menjadi pilihan transportasi untuk masyarakat yang ingin menjalankan ibadah umrah juga dapat meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia.”

Untuk rute Surabaya-Jeddah, pesawat dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Juanda pukul 16.00 WIB dan tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz pukul 22.40 waktu setempat dengan nomor penerbangan QG 526. Sementara, penerbangan sebaliknya, dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional King Abdul Aziz pukul 00.20 waktu setempat dan tiba di Bandara Internasional Juanda pukul 15.50 WIB dengan nomor penerbangan QG 527.

Sebelumnya, pada awal Januari 2020 lalu, Citilink Indonesia juga telah membuka penerbangan langsung rute Kertajati-Jeddah via Bandara Internasional Jawa Barat. Penerbangan umrah tersebut merupakan hasil kerja sama maskapai dengan BNI Syariah, BIJB Kertajati, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, PT Angkasa Pura II, dan Kanomas Tour & Travel.

Turis China di Bandara Juanda Naik, Virus Corona Diharapkan Segera Teratasi

SURABAYA/JAKARTA – Keputusan pemerintah untuk menghentikan sementara rute penerbangan dari dan menuju China terkait virus corona, diprediksi akan memukul industri pariwisata dalam negeri, tidak terkecuali di Jawa Timur. Pasalnya, kunjungan wisatawan asal Negeri Tirai Bambu melalui pintu masuk Bandara Internasional Juanda termasuk salah satu yang terbesar.

“Wisatawan asal China memang terbesar, yang jelas ya turun drastis, tetapi demi melindungi masyarakat, itu harus dilakukan,” ujar Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, Adik Dwi Putranto, seperti dikutip dari Antara. “Ini (penutupan penerbangan ke China) memang harus dilakukan, meskipun keputusan ini berat, sebab memberikan dampak buruk bagi dunia industri dalam negeri, utamanya dari sektor pariwisata.”

Seperti diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, jumlah kunjungan wisatawan asal China yang melalui pintu masuk Bandara Juanda sepanjang tahun 2019 kemarin adalah yang terbesar ketiga setelah Malaysia dan Singapura. Di akhir tahun kemarin, tercatat ada 23.930 kunjungan turis asal Negeri Panda, atau naik 88,63 persen dibandingkan tahun sebelumnya di angka 12.686 kunjungan.

“Khusus pada Desember 2019, dari total jumlah wisatawan yang masuk Jatim yang mencapai 20.546 orang, wisatawan yang berkebangsaan Tiongkok mencapai sebanyak 1.911 kunjungan atau turun sebesar 3,58 persen dibandingkan November 2019,” sambung Adik. “Namun, dugaan saya krisis virus corona ini tidak akan lama. Harapan kami, Tiongkok secepatnya bisa mengatasi masalah itu.”

Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, seluruh petugas di Bandara Juanda diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD), terutama ketika melayani penumpang dari luar negeri. Petugas yang menggunakan APD tersebut adalah mereka yang berhubungan langsung dengan penumpang. Mereka dibekali perlindungan diri seperti masker dan sarung tangan.

“Mereka dibekali perlindungan diri seperti masker dan juga sarung tangan. Itu dilakukan sesuai dengan instruksi Menteri Perhubungan,” terang Legal and Communication Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Juanda, Yuristo. “Untuk sementara itu, petugas yang memakai APD adalah mereka yang bertugas di Terminal 2 Bandara Juanda.”

Angkasa Pura I Perbarui Kendaraan Pemadam Kebakaran di Bandara Kelolaannya

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I memperbarui 8 unit kendaraan pertolongan kecelakaan penerbangan dan pemadam kebakaran (PKP-PK) di 7 bandara yang berada di bawah pengelolaannya pada tahun 2020 ini. Setidaknya, sudah ada 5 unit kendaraan PKP-PK yang dikirimkan ke 5 bandar udara AP I pada bulan Januari 2020 lalu.

Menurut Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi, peremajaan ini dilakukan sebagai bentuk kepatuhan dan komitmen terhadap syarat keselamatan penerbangan yang telah diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP 14 Tahun 2015 tentang Standar Teknis dan Operasi Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 139 Volume IV.

Faik menjelaskan, dalam peraturan tersebut, terutama pada bab XI tertulis bahwa kendaraan PKP-PK yang keandalannya sudah tidak memenuhi syarat atau sudah berumur lebih dari 20 tahun, maka harus dilakukan penggantian atau peremajaan. “Pembaruan kendaraan operasional PKP-PK ini merupakan komitmen perusahaan untuk patuh pada syarat keselamatan dan keamanan penerbangan di mana dua hal ini merupakan syarat mutlak di dunia penerbangan bersama pelayanan dan kepatuhan,” ujar Faik, Sabtu (8/2), seperti dilansir Bisnis.

Pengiriman kendaraan PKP-PK sendiri dilakukan dalam 2 tahap, yakni tahap pertama sejumlah 5 kendaraan dikirimkan pada Januari 2020 dan tahap kedua sebanyak 3 kendaraan akan dikirimkan pada bulan Juni 2020 mendatang.

Adapun pada tahap I, sebanyak 5 kendaraan sudah dikirimkan ke sejumlah bandara seperti Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Bandara Lombok Praya, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin. Sementara itu, pada pengiriman tahap II, 2 unit kendaraan PKP-PK akan dikirim ke Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan 1 unit dikirim ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Lebih lanjut Faik menambahkan, kendaraan PKP-PK yang diperbarui adalah kendaraan tipe I yang dapat beroperasi pada kondisi on-road, off-road, dan lulus sejumlah kriteria, yakni mesin diesel dilengkapi dilengkapi turbo charger minimal Euro II, transmisi full automatic, warna badan kendaraan yellow wish sesuai dengan sistem warna internasional CIELAB, kapasitas air 12.500 liter, kapasitas foam 1.500 liter, engine/euro Scania P310 III, performance pump (6.500 liter/menit), dan jangkauan pancaran powder discharge range minimal 8 meter.

Barantan Surabaya Uji Sampel Hewan yang Masuk Bandara Juanda untuk Cegah Corona

Sidoarjo – Balai Besar Karantina Pertanian (Barantan) Surabaya melaksanakan uji coba laboratorium sampel hewan dari luar negeri yang masuk ke Indonesia lewat Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur. Langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona.

“Uji laboratorium ini sengaja dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona yang bisa masuk melalui populasi hewan,” ujar Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Musyaffak Fauzi, Jumat (7/2), seperti dilansir Sindonews.

Pihak Kementerian Pertanian melalui Balai Karantina Pertanian (Barantan) sampai saat ini terus berusaha untuk meningkatkan upaya antisipasi terhadap penyebaran corona virus ke Indonesia, khususnya di wilayah Jatim lewat populasi hewan. “Ini merupakan salah satu upaya pengawasan dalam pencegahan penyebaran virus corona ke Indonesia melalui bandara dengan melakukan memonitoring lalu lintas media pembawa yang berisiko tinggi penular virus corona seperti hewan anjing, kucing, rodensia, kelelawar dan unggas,” paparnya.

Lebih lanjut Musyaffak mengungkapkan, seluruh hewan yang datang dari luar negeri dan masuk ke Jatim lewat Bandara Juanda akan melalui uji sampel darah di Laboratorium BBKP Juanda oleh Tim Medis Patologi Klink untuk memastikan bahwa kondisi hewan tersebut bebas dari virus corona.

“Terhadap penyebaran virus corona saat ini pemerintah telah menghentikan pengiriman hewan hidup yang masuk ke Indonesia. Hal itu dilakukan karena penularan virus corona selain ditularkan dari manusia ke manusia juga ada dugaan yang mengarah bahwa virus tersebut juga dapat ditularkan dari hewan hidup ke manusia,” ujar Musyaffak.

Sebelumnya, di Bandara Juanda juga telah dipasang dengan alat pendeteksi suhu tubuh Body Thermal Scanner (BTS) di terminal kedatangan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pun beberapa waktu lalu telah meninjau langsung alat tersebut di Bandara Juanda.

Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan, Khofifah pun meminta seluruh penerbangan internasional dari China untuk mengisi kartu kewaspadaan kesehatan. Dengan demikian, masing-masing penumpang yang mengisi kartu kewaspadaan kesehatan dapat terdeteksi lebih awal apabila mempunyai gejala yang dicurigai terjangkit virus corona.

“Alat ini mampu mendeteksi setiap penumpang dalam radius sampai 10 meter. Alat ini disetting jika suhu tubuh berada di atas 38 derajat celcius alarm akan berbunyi sebagai pertanda bahwa penumpang tersebut perlu diidentifikasi di ruang isolasi bandara untuk selanjutnya dirujuk ke tiga rumah sakit Pemprov Jatim yang telah ditunjuk,” papar Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Surabaya dr. M. Budi Hidayat.