Penumpang Makin Sepi, Sejumlah Tenant di Bandara Juanda Merugi & Tutup

Sidoarjo – Di tengah pandemi virus corona yang memukul berbagai sektor industri di Indonesia, para tenant (penyewa) toko di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur pun terkena dampaknya. Banyak di antara mereka yang merugi dan terpaksa tutup karena dari hari ke hari penumpang di Bandara Juanda semakin sepi.

Menurut salah satu penjaga tenant bernama Ani Rihana mengaku dampak sepinya bandar udara ini telah dirasakan sejak sebulan usai masuknya virus corona (Covid-19) di Indonesia. Terlebih karena pemerintah menerapkan kebijakan untuk tidak keluar rumah sementara waktu.

“Kurang lebih sejak Corona mencuat apalagi di Surabaya kan sudah zona merah. Sejak itu kan pemerintah sudah melakukan beberapa hal proteksi seperti social distancing dan semuanya. Nah itu orang-orang sudah mulai takut keluar rumah. Apalagi bepergian pun sudah dibatasi kan sekarang sudah juga sudah ada pembatasan wilayah,” ujar Ani di Terminal 2 Bandara Juanda, Rabu (8/4), seperti dilansir Detik.

Apabila dalam kondisi normal, tiap kedatangan penumpang selalu penuh 100 persen. Tetapi saat ini penumpang hanya berkisar 25 persen saja. “Penumpang terasa sangat ada penurunan. Kalau dulu 100 persen penumpang selalu penuh. Ini kalau ada kedatangan pesawat cuma sekitar 25 persen saja. Atau seperempatnya saja. Kadang malah ndak sampai seperempatnya,” jelas Ani.

Karena penurunan jumlah penumpang tersebut, omzet tokonya pun ikut anjlok sampai 50% dan terus merugi. Apabila masih buka, itu pun karena mereka memiliki modal yang besar. “Penurunan ke omzet sampai 50 persen. Teman-teman ini sekarang yang tenant-tenant sudah banyak yang tutup. Karena terus merugi. Mayoritas penjual makanan siap saji yang expired hari itu merugi dan tutup. Yang masih buka ya yang punya modal besar,” terangnya.

Sebelumnya, Communications & Legal Section Head PT Angkasa Pura I Juanda Yuristo Ardhi Hanggoro mengakui bahwa trafik penerbangan domestik dan internasional mengalami penurunan. “Di 2019 juga mengalami penurunan dibanding 2018. Total di tahun 2019 lalu Bandara Juanda melayani 16,6 juta penumpang atau turun 10% dibanding tahun 2018 yang melayani 20,9 juta penumpang,” ujar Yuristo, (18/3) lalu.

Imbas Covid-19, Penumpang Pesawat Garuda Indonesia Anjlok 40%

Jakarta – Sejak merebaknya virus corona (Covid-19), maskapai Garuda Indonesia memutuskan untuk memangkas rute penerbangan domestik dan internasional. Saat ini Garuda menyatakan terdapat penyesuaian rute dan jadwal penerbangan.

“Ini karena melihat kondisi bisnis dan masyarakat yang dalam kondisi ini, sangat tak menentu untuk bepergian,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, Senin (6/4), seperti dilansir Tribunnews.

Sejak adanya penyesuaian jadwal dan rute penerbangan akibat virus corona (Covid-19) ini, Garuda Indonesia mengalami penurunan penumpang yang cukup drastis. Menurut Irfan, penurunan tersebut sudah sangat kasat mata. Hal ini terlihat dari sepinya pergerakan penumpang di sejumlah bandara yang ada di Tanah Air.

“Ini karena melihat kondisi bisnis dan masyarakat yang dalam kondisi ini, sangat tak menentu untuk berpergian. Jadi memang penurunan ini sangat tajam dan kita tidak dapat menghindari itu. Yang kita perlu memastikan, siapapun yang memutuskan airline-nya terbang, itu terbang dengan aman. Itu yang paling penting,” jelas Irfan.

Ia mengungkapkan, sampai saat ini Garuda Indonesia mengalami penurunan penumpang hingga 40% karena kondisi wabah virus corona. “Kita resminya sekitar 40% tapi di waktu tertentu penurunannya cukup dalam sampai mencapai 60%. Jadi kita tidak mau menutupi kondisi ini,” katanya.

Garuda Indonesia pun berupaya untuk terus memonitor pergerakan penumpang hingga menjelang Lebaran. Pasalnya, pada momen Lebaran biasanya adalah masa padat penumpang. Sayangnya, di tengah pandemi seperti saat ini hal itu kemungkinan akan sulit untuk terealisasi.

“Kami terlibat cukup dalam pada aktivitas pemerintah di rencana tolak mudik. Tentu saja biasanya mudik lebaran adalah salah satu peak time buat airline. Seperti Garuda biasanya sangat sibuk jelang lebaran. Tapi kali ini kita bersama menganjurkan orang untuk menghindari mudik, namun kalau dipaksakan kita tetap support mereka yang mudik,” ungkap Irfan.

Irfan menegaskan, Garuda tak akan menutup rute penerbangan secara keseluruhan. Garuda saat ini hanya menutup rute penerbangan yang memang dilarang seperti ke China dan Arab Saudi. Di luar rute tersebut, Garuda memastikan pesawatnya tetap beroperasi walaupun mengalami beberapa evaluasi frekuensi terbang.

“Seperti ke Amsterdam kita masih terbang. Karena penting, kita terbang ke sana bagi warga negara asing yang mau pulang ke kampung halamannya maupun juga WNI, pelajar-pelajar Indonesia yang ingin pulang ke Indonesia,” katanya.

Sambut TKI di Bandara Juanda, Pemprov Jatim Siapkan Rapid Test

SURABAYA – Sebanyak 156 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dijadwalkan tiba hari ini (7/4) di Bandara Internasional Juanda dari Malaysia, akan langsung dilakukan pengecekan suhu tubuh, termasuk rapid test, oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona.

“Kami tetap akan melakukan protokol kesehatan menghadapi COVID-19, yakni cek suhu tubuh dan rapid test. Kalau ada terindikasi positif dari rapid test, langsung dilakukan perawatan dan tes swab,” papar Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di hadapan pers pada Senin (6/4) kemarin. “Kalau hasilnya negatif, tetapi mereka ada tanda-tanda klinis seperti batuk dan demam, akan dibawa untuk dirawat.”

Khofifah melanjutkan, pihaknya telah menyiapkan pos kedatangan bagi para pekerja migran tersebut di Bandara Juanda, dengan kapasitas 150 tempat tidur. Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan armada untuk mengantar para pekerja migran ini menuju daerah asalnya masing-masing. “Akan kami antar sampai pada titik penyambutan di daerah tujuannya masing-masing,” sambungnya.

“Saya akan sampaikan kepada tim yang akan menyambut kedatangan mereka. Kalau ada rapid test yang negatif, akan diantar pada titik kepala desa supaya mereka melakukan observasi di rumah masing-masing selama 14 hari,” tambah orang nomor satu di Jawa Timur tersebut. “Kami juga akan mendata alamat guna keperluan tracing.”

Per tanggal 6 April 2020, jumlah pasien terkonfirmasi virus corona di Jawa Timur bertambah dua orang, sehingga total pasien di kawasan ini berjumlah 189 orang. Dua orang pasien tambahan tersebut, satu di antaranya di Kota Malang, sedangkan yang lainnya berada di Tulungagung, namun berdomisili di Kabupaten Trenggalek.

Dari jumlah pasien positif itu, pasien yang tengah dirawat di rumah sakit hanya tersisa 135 pasien. Hal itu lantaran 40 pasien positif telah dinyatakan terkonversi negatif atau sembuh. Dengan dua orang tambahan baru pada hari ini, yakni dari Kota Surabaya. Secara total, tingkat kesembuhan pasien dari COVID-19 di Jawa Timur sebesar 21,16 persen.

AP I Perpanjang Pendaftaran Seleksi Pengelola Reklame di T1 Bandara Juanda

SURABAYA – Setelah bulan Februari kemarin, PT Angkasa Pura I kembali membuka kesempatan bagi perusahaan nasional dan internasional untuk mengikuti Seleksi Mitra Usaha Pengelola Reklame di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda. Awalnya dilakukan mulai tanggal 10 hingga 26 Maret 2020, pendaftaran akhirnya diperpanjang hingga tanggal 9 April 2020.

“Pelaksanaan seleksi komersial terbagi atas 5 (lima) paket seleksi pada area indoor dan outdoor,” tulis PT Angkasa Pura I dalam rilis resminya. “Jangka waktu pendaftaran seleksi dan pemasukan dokumen kualifikasi diperpanjang sampai dengan 9 April 2020. Informasi dokumen Request For Qualification (RFQ), Paket Seleksi, dan persyaratan lebih lanjut dapat diakses melalui website ap1.link/seleksisub.”

Ada tiga paket outdoor dan dua paket indoor yang ditawarkan PT Angkasa Pura I kepada calon mitra yang berminat. Nantinya, untuk bisa terpilih, pendaftar diharuskan melalui beberapa tahapan seleksi, yakni evaluasi dokumen kualifikasi, pembayaran biaya dan penerbitan RFP, site visit & penjelasan berusaha, tanya jawab RFP, batas penyampaian dokumen penawaran, presentasi konsep bisnis, klarifikasi dan negosiasi, serta penetapan pemenang. 

“Pendaftaran langsung oleh Direktur atau Pimpinan Perusahaan harus menunjukkan dan menyampaikan identitas (photocopy KTP),” lanjut PT Angkasa Pura I. “Sementara, pendaftar yang mewakili Direktur atau Pimpinan Perusahaan harus menyampaikan surat kuasa dari Direktur atau Pimpinan Perusahaan, bermaterai cukup Rp6.000, serta melampirkan photocopy KTP Penerima Kuasa.”

Sebelumnya, perusahaan sudah melakukan seleksi komersial Ruang Komersial di Bandara Internasional Juanda Surabaya pada tanggal 21 Januari hingga 3 Februari 2020 kemarin. Kala itu, pelaksanaan seleksi komersial terbagi atas 3 (tiga) jenis kategori usaha, yaitu F&B, Retail, dan Services. Calon mitra usaha yang berminat, harus melengkapi sejumlah persyaratan seperti mengirimkan Akta Pendirian Perusahaan, tanda Daftar Perusahaan (TDP) dari Kantor Dinas Perindustrian & Perdagangan yang masih berlaku, hingga Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) sesuai dengan bidang usahanya.

Dinilai Tidak Efektif, Bandara Juanda Akhirnya Bongkar Bilik Disinfektan di Terminal 1

Sidoarjo – PT Angkasa Pura (AP) I akhirnya membongkar bilik disinfektan yang sebelumnya terpasang di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur. Hal ini dilakukan karena bilik disinfektan dinilai tidak efektif untuk mencegah virus corona (Covid-19) dan menyusul adanya surat edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang melarang pemakaian bilik disinfektan

“Dengan adanya pernyataan resmi ini, maka implementasi chamber disinfektan di Bandara AP 1 dihentikan,” ujar General Manager AP 1 Bandara Juanda Surabaya, Sabtu (4/4), seperti dilansir Kumparan.

Pihak AP I juga menegaskan bahwa penyemprotan disinfektan akan lebih dilakukan di area-area yang jadi perlintasan penumpang. “Diganti dengan penyemprotan area operasional yang banyak dilalui penumpang,” bebernya.

Penggunaan bilik disinfektan di Bandara Juanda ini sebelumnya dikritik oleh Komisioner Ombudsman RI, Alvin Lie. “Saya lihat sendiri ada ibu menggendong bayi juga diharuskan disemprot disinfektan dalam bilik steril di T1 SUB (Terminal 1) beberapa menit yang lalu,” ungkap Alvin Lie, Sabtu (4/4).

Kementerian Kesehatan sendiri telah mengeluarkan pendapatnya terkait disinfektan. Kemenkes mengacu pada protokol kesehatan WHO yang menyebutkan bahwa disinfektan yang banyak digunakan saat ini mengandung zat klorida. Bahan tersebut dinilai berbahaya untuk tubuh manusia dan berpotensi menyebabkan iritasi. Disinfektan hanya diperbolehkan disemprot ke permukaan benda mati dan berguna untuk membunuh patogen seperti virus corona (Covid-19).

Alvin Lie sendiri sebelumnya mengaku maklum dengan situasi yang terjadi di lapangan lantaran surat edaran Kemenkes belum sepenuhnya diterapkan. “Saya paham bahwa pemerintah (pusat) dan pemerintah daerah sama-sama ingin memastikan keamanan, kesehatan warganya. Tapi alangkah baiknya jika Pemda ini dengan Pemerintah Pusat juga saling menghormati,” tutur Alvin.

Alvin pun mengingatkan pihak Pemda untuk menghormati kebijakan pemerintah pusat khususnya terkait penggunaan bilik disinfektan tersebut, sehingga nantinya tidak ada masyarakat yang dirugikan. “Nah, kalau ada pemerintah daerah yang tetap memaksakan itu, kasihan rakyatnya. Rakyatnya ini juga takut karena itu sudah resmi dilarang pemerintah. Tapi kalau tidak mengikuti itu salah juga. Petugas di lapangan juga serba salah,” kata Alvin.

Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Jatim Anjlok 31,37% pada Februari 2020

Sidoarjo – Pandemi virus corona yang melanda Indonesia rupanya sangat berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur (Jatim) melaporkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jatim sepanjang bulan Februari 2020 turun 31,37 persen dari sebelumnya 17.047 kunjungan menjadi hanya 11.700 kunjungan.

Apabila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2019 lalu, jumlah turis asing yang mengunjungi Jatim turun 32,72 persen dari 17.389 kunjungan. Tahun 2020 jumlah kunjungan wisman lebih rendah dari tahun 2019, yakni dari 31.181 kunjungan jadi 28.747. Hal ini dipantau dari pintu masuk Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan periode Januari-Februari 2019 dengan jumlah 41.153 kunjungan turis asing, jumlah kunjungan wisman selama Januari-Februari 2020 pun terpantau lebih rendah. “Hal ini perlu menjadi perhatian pihak terkait, agar jumlah wisman di periode berikutnya kembali meningkat,” ucap Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jatim, Satriyo Wibowo, Kamis (2/4), seperti dikutip dari Sindonews.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Dadang Hardiwan menambahkan, penurunan kunjungan wisatawan mancanegara tertinggi adalah turis asal China dari sebelumnya sebanyak 1.784 kunjungan pada Januari 2020 menjadi hanya 382 kunjungan atau anjlok drastis hingga 78,59 persen pada Februari 2020.

Berdasarkan data BPS Jatim, 10 negara asal wisatawan mancanegara yang paling banyak mendominasi kunjungan ke Jawa Timur selama Februari 2020 adalah wisman asal Malaysia, Singapura, Tiongkok, Jepang, Thailand, Taiwan, Amerika Serikat, India, Korea Selatan, dan Jerman. Wisman dari 10 negara itu berkontribusi sebesar 6379 persen dari keseluruhan jumlah kunjungan wisman ke Jawa Timur pada Februari 2020.

Dari 10 negara itu, turis asal Malaysia berada di posisi paling tinggi, yakni sebesar 30,98 persen. Disusul dengan wisman asal Singapura sebesar 11,62 persen, dan di peringkat ketiga ada wisman asal China sebesar 3,26 persen. Dibandingkan bulan Januari 2020, kunjungan wisman dari 10 negara utama selama Februari 2020 mengalami penurunan 33,98 persen dari 11.304 kunjungan jadi 7.463 kunjungan.

Pemerintah Larang WNA Masuk dan Transit di Bandara Juanda

Sidoarjo – Mulai tanggal 2 April 2020 kemarin, seluruh warga negara asing (WNA) dilarang masuk atau transit ke Surabaya. Larangan ini tercantum dalam Permenkum HAM Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara WNA masuk ke wilayah Indonesia. Larangan tersebut diberlakukan hingga masa pandemi virus corona (Covid-19) berakhir.

Menurut Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya Nanang Mustofa mengungkapkan peraturan ini berlaku untuk WNA dari seluruh negara di luar Indonesia. WNA pemegang visa kunjungan, bebas visa, visa kedutaan, dan visa kedatangan (on arrival) dinyatakan tak boleh masuk wilayah Indonesia. “Di luar ini, ada enam kategori WNA yang tetap diperbolehkan masuk ke Indonesia,” ungkap Nanang, seperti dilansir Jawapos.

Adapun WNA yang tetap dibolehkan masuk adalah pemegang kitas, pemegang kitab, pemegang izin diplomatik, tenaga bantuan medis, awak angkutan, dan WNA yang bekerja di proyek strategis nasional. Akan tetapi, mereka tetap harus melampirkan bukti-bukti pendukung seperti surat-surat keterangan sehat dan bersedia dikarantina sesuai aturan pemerintah. “Kebijakan menolak WNA masuk daerah ini juga sudah diberlakukan di beberapa negara ASEAN seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand,” tuturnya.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi Surabaya (Imigrasi Juanda) mencatat, setidaknya terdapat 86.278 WNA yang melintas selama 3 bulan pertama tahun 2020. Data tersebut berdasar WNA yang berangkat atau datang dari penerbangan Bandara Juanda.

Pada Januari, ada 23.714 WNA dari terminal kedatangan dan 19.615 WNA berangkat dari Juanda. Bulan berikutnya anjlok jadi 16.690 WNA berangkat dan 14.103 datang. “Untuk Maret tercatat hanya 5.285 WNA berangkat dan 6.871 WNA datang,” jelasnya.

Dengan adanya kebijakan penolakan WNA ini diakui akan berdampak pada jumlah kunjungan WNA ke Surabaya melalui Bandara Juanda. “Kami perkirakan akan ada penurunan hingga 75 persen,” kata Nanang.

Pemberlakuan pembatasan WNA ini juga diimbangi informasi pemerintah terkait tidak diberlakukannya izin tinggal dalam keadaan terpaksa. Para WNA yang terlanjur tinggal di Indonesia tak perlu mengurus perpanjangan surat tinggal keadaan terpaksa. “Kami juga sudah sosialisasi ke beberapa titik terkait ketentuan ini. Imigrasi juga sudah berkirim surat ke kedutaan masing-masing negara,” bebernya.

Jumlah Penumpang Domestik & Internasional di Bandara Juanda Selama Februari 2020 Anjlok

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa jumlah penumpang pesawat domestik selama bulan Februari 2020 lalu anjlok 8,08 persen dibanding bulan Januari 2020. Penurunan jumlah penumpang ini berlangsung di seluruh bandar udara utama.

“Penumpang angkutan udara domestik yang diberangkatkan pada Februari 2020 sebanyak 5,8 juta orang atau turun 8,08 persen dibanding Januari 2020,” ucap Kepala BPS, Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Rabu (1/4), seperti dilansir Liputan6.

Penurunan paling besar dialami Bandara Ngurah Rai Denpasar sebesar 23,39 persen, lalu Bandara Kualanamu-Medan 21,19 persen, Bandara Juanda-Surabaya 13,36 persen, Bandara Hasanuddin-Makassar sebanyak 11,22 persen, dan Bandara Soekarno Hatta-Tangerang sebanyak 3,04 persen.

Sedangkan jumlah penumpang domestik terbesar melalui Bandara Soetta Banten sebanyak 1,6 juta orang atau 26,83 persen dari total penumpang domestik, disusul dengan Bandara Juanda Surabaya sebanyak 479,7 ribu orang atau 8,29 persen.

Kemudian jumlah penumpang pesawat domestik Januari-Februari 2020 sebanyak 12,1 juta orang atau turun 3,38 persen dari periode yang sama tahun 2019 lalu sebanyak 12,5 juta orang. Jumlah penumpang terbesar ada di Bandara Soetta sebanyak 3,2 juta orang atau 26,10 persen dari keseluruhan.

Tak cukup sampai di situ, jumlah penumpang rute internasional pun anjlok cukup signifikan. Pada Februari 2020 jumlah penumpang pesawat dari dan ke luar negeri hanya 1,1 juta orang. “Jumlah penumpang itu turun sebanyak 33,04 persen dibandingkan dengan Januari 2020,” beber Suhariyanto.

Penurunan paling dalam dialami oleh Bandara Internasional Kualanamu, Medan, yang mencapai 34,09 persen. Lalu penumpang di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, mencapai 33,04 persen; Bandara Internasional Soekarno Hatta-Banten 29,00 persen; dan Bandara Internasional Juanda, Surabaya, sebanyak 27,21 persen. “Sedangkan peningkatan jumlah penumpang terjadi di Bandara Hasanuddin-Makassar sebesar 5,92 persen,” sambungnya.

Sementara itu, jumlah penumpang internasional terbanyak melalui Bandara Soekarno-Hatta sebesar 444,4 ribu orang atau 39,42% dari jumlah penumpang yang ke luar negeri, disusul Bandara Ngurah Rai-Denpasar sebanyak 425,5 ribu orang atau 37,74 persen.

Jumlah penumpang ke luar negeri paling banyak melalui Bandara Soekarno Hatta-Banten mencapai 1,1 juta orang atau 38,07 persen dari jumlah seluruh penumpang ke luar negeri, diikuti Bandara Ngurah Rai-Denpasar 1,1 juta orang atau 37,74 persen.

Angkasa Pura I Sediakan Layanan Customer Service Virtual di 12 Bandara

Jakarta – Seiring dengan adanya penerapan kebijakan social distancing oleh pemerintah Indonesia, PT Angkasa Pura (AP) I menerapkan layanan customer service virtual di 12 bandar udara yang dikelolanya. Layanan CS virtual ini diberlakukan sejak tanggal 20 Maret 2020 lalu dan merupakan salah satu langkah perseroan dalam mengurangi penyebaran virus corona (Covid-19) di bandara, sekaligus memberi layanan optimal di tengah masa pandemi virus corona.

Lewat layanan customer service virtual ini, maka petugas customer service tidak berhadapan langsung secara fisik dengan pengguna jasa bandara, melainkan lewat bantuan perangkat layar monitor. Petugas customer service yang tadinya bertugas memberi layanan informasi pada pengguna jasa bandara lewat gerai customer service, kini ditempatkan secara terpusat di Airport Operation Control Center (AOCC) dengan fasilitas layanan menggunakan teknologi tele-conference.

“Layanan customer service virtual ini merupakan salah satu wujud penerapan physical distancing di bandara, selain pengaturan jarak minimal satu sampai dua meter di area publik bandara, sehingga dapat meminimalisir penyebaran Covid19. Peluncuran layanan ini juga bentuk upaya perusahaan untuk membuat pengguna jasa bandara tetap merasa nyaman ketika berinteraksi dengan petugas bandara di tengah situasi pandemi seperti ini,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi di Jakarta, Selasa (31/3), seperti dilansir Bisnisjakarta.

Adapun interaksi pengguna jasa dengan petugas customer service dilakukan lewat layar monitor yang disediakan. Guna memudahkan pengguna, disediakan pula panduan penggunaan layanan di layar monitor TV yang ada di gerai customer service. Layanan tersebut akan diterapkan selama masa tanggap darurat virus corona.

“Online Customer Service ini merupakan implementasi dari upaya social distancing dan physical distancing dalam upaya meminimalisir risiko penyebaran Covid-19 di lingkungan bandar udara,” imbuh Herry A.Y. Sikado, General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Setiap bandara memiliki jumlah titik lokasi layanan customer service virtual yang berbeda, tergantung dari luasan dan kepadatan bandara tersebut. Faik menjelaskan, 12 bandara yang menerapkan layanan itu meliputi Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Kemudian Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara El Tari Kupang, Bandara Lombok Praya, dan Bandara Pattimura Ambon.

Bandara YIA Beroperasi Penuh, Adisutjipto Tetap Layani Rute Surabaya

YOGYAKARTA/SURABAYA – Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport atau YIA) resmi beroperasi secara penuh mulai Minggu (29/3) kemarin. Meski sejumlah rute domestik sudah dipindahkan ke pelabuhan udara tersebut, tetapi masih ada perjalanan yang dilayani dari Bandara Adisutjipto, termasuk menuju Surabaya via Bandara Internasional Juanda.

Pada hari pertama pengoperasian penuh YIA berjalan lancar, dengan penerbangan pertama dilakukan Batik Air ID 6371 pukul 06.10 WIB tujuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta. Sementara, jadwal kedatangan pertama adalah pesawat milik Lion Air JT 544 pukul 06.05 WIB yang bertolak dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Sayangnya, karena wabah virus corona terus meluas, sebanyak 53 jadwal penerbangan terpaksa dibatalkan atau cancel flight dari pihak maskapai, sehingga jumlah penerbangan yang tersisa adalah 115 rute domestik. Sementara itu, untuk rute penerbangan internasional, memang ada penghentian operasional sementara hingga tanggal 11 Mei 2020 mendatang sebagai upaya menangkal virus corona.

“Dengan beroperasi penuhnya YIA, terdapat 130 jadwal penerbangan domestik dan delapan jadwal penerbangan internasional Bandara Adisutjipto yang dipindahkan operasionalnya,” papar Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi, dilansir Antara. “Sehingga, total terdapat 168 penerbangan yang beroperasi di YIA.”

Meski sejumlah penerbangan sudah dipindahkan, namun Bandara Adisutjipto masih melayani penerbangan domestik untuk pesawat baling-baling menjadi total 59 penerbangan dari 29 penerbangan sebelumnya. Sebanyak 19 penerbangan untuk rute Bandung PP (Citilink, Wings Air, NAM Air, Trans Nusa), 10 penerbangan rute Bandara Halim Perdanakusuma (Citilink), 4 penerbangan rute Malang (Citilink dan Trans Nusa), serta 26 penerbangan rute Surabaya (Wings Air, Citilink, dan Trans Nusa).

Waktu operasional Bandara Adisujipto juga akan mengalami perubahan dari semula pukul 05.00 WIB hingga 21.00 WIB menjadi pukul 05.00 WIB hingga 18.00 WIB. Bandara ini pun hanya akan melayani penerbangan Komersil Berjadwal dan Tidak Berjadwal Dalam Negeri untuk Pesawat Jenis Propeller, Non-Komersil (Charter) Dalam Negeri, serta Non-Komersil (Charter) Luar Negeri (VIP dan VVIP).