Angkasa Pura I Andalkan Obligasi & Kredit Sindikasi untuk Proyek Bandara

Handy Heryudhitiawan, Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura (AP) I - banjarmasin.tribunnews.com
Handy Heryudhitiawan, Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura (AP) I - banjarmasin.tribunnews.com

Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) berupaya untuk tetap mencari mitra strategis dalam mengelola bandara bidikan baru sambil mengkaji perkembangan sejumlah proyek bandar udara yang bisa diajukan kepada Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) milik pemerintah.

Menurut VP Corporate Secretary AP I Handy Heryudhitiawan, pihaknya masih mengkaji dan memantau terlebih dahulu untuk menawarkan proyek yang masih dalam lingkup pengelolaannya. Angkasa Pura I menyebutkan masih mengandalkan obligasi dan kredit sindikasi dalam pendanaan proyek bandara. “Untuk proyek-proyek bandara dalam kelolaan AP I kami sedang memonitor dan mempelajari terkait rencana pemerintah membentuk SWF. Sejauh ini kredit sindikasi dan obligasi masih menjadi sumber utama pendanaan proyek-proyek kami,” beber Handy, Selasa (19/1), seperti dilansir Bisnis.

Lebih lanjut ia menjelaskan beberapa program strategis dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) pada 2021 adalah menjadi pengelola Bandara Hang Nadim Batam. Bahkan untuk Bandara Hang Nadim, pihak AP I sudah resmi menyerahkan Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis. Namun, saat ini proses tender masih berlangsung dan AP I optimis bakal memenangkan tender tersebut. Tak hanya Bandara Hang Nadim, AP I juga menjalin kerja sama dengan mitra strategis PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) untuk membangun Bandara Dhoho di Kediri.

Meski terkendala Covid-19, proyek pengembangan sejumlah AP I masih berlangsung. “Alhamdulillah yang sudah kita selesaikan yang pertama Semarang, Banjarmasin, YIA, kemudian masuk Solo, dan kemudian sisanya seharusnya sudah selesai di tahun 2020 namun sebagian karena dampak pandemi COVID-19 ini kita lakukan penundaan,” ungkap Direktur Utama AP I Faik Fahmi.

Beberapa waktu lalu, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata memaparkan bahwa proyek tahap pertama yang akan diinvestasikan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau SWF mayoritas berasal dari sektor infrastruktur. Isa menuturkan, pendanaan yang telah dibahas dengan investor antara lain untuk proyek jalan tol, bandara, dan pelabuhan. Sayangnya, Isa tak mengungkapkan secara rinci ketiga proyek tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*