Dukung Pemulihan Ekonomi, AP I Pastikan Pengembangan Bandara Berlanjut

Direktur Utama AP I Faik Fahmi - www.cnnindonesia.com

Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) berupaya untuk mendukung peningkatan nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia lewat pengembangan bandara. Misalnya saja peresmian Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin dan Bandara Internasional Yogyakarta.

 “Kontribusi positif Angkasa Pura I terus meningkat dari tahun ke tahun yang dapat dilihat dari bertambahnya kapasitas bandara-bandara kelolaan melalui pembangunan bandara baru dan pengembangan bandara existing,” ucap Direktur Utama AP I Faik Fahmi, Jumat (30/10), seperti dilansir Medcom.

PT AP I sendiri kini sedang menggarap sejumlah proyek pengembangan bandar udara, salah satunya proyek pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Terminal penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin ke depannya diperluas jadi 166.815 meter persegi yang mampu menampung 15 juta penumpang per tahun dari luasan terminal eksisting 51.815 meter persegi dengan kapasitas 7 juta penumpang per tahun.

“Selain itu, apron juga akan diperluas menjadi 385.346 meter persegi (kapasitas 53 parking stand) dari luasan eksisting yang hanya 185.500 meter persegi dengan kapasitas 42 parking stand,” imbuh Faik. Proyek pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sudah mulai pekerjaan desain dan perluasan terminal 1 serta apron selatan-timur. Sampai akhir September 2020, progres pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar mencapai 55,17% dan ditargetkan rampung pada Mei 2021.

AP I pun mengembangkan Bandara Internasional Lombok Praya untuk mendukung pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika yang jadi lokasi penyelenggaraan MotoGP 2021. Pengembangan yang dilakukan meliputi perpanjangan landas pacu (runway) dari 2.750 meter menjadi 3.330 meter, perluasan terminal menjadi 40 ribu meter persegi yang sanggup menampung 7 juta penumpang per tahun. Sampai tanggal 24 Oktober 2020, progres proyek pengembangan Bandara Internasional Lombok sudah mencapai 40 persen dengan target penyelesaian pada Februari 2021.

Sedangkan untuk pengembangan Bandara Juanda Surabaya meliputi perluasan Terminal 1 beserta pembenahan interior dan fasilitas penunjangnya, overlay runway 10-28, rekonstruksi apron B Terminal 2, dan perluasan terminal kargo internasional. Perluasan Terminal I menjadi 91.700 meter persegi dari 62.700 meter persegi akan menambah kapasitas Terminal 1 jadi 13 juta penumpang per tahun dari yang saat ini hanya 7 juta per tahun. “Perluasan Terminal I Bandara Juanda ini selesai 100 persen pada November 2020 ini,” bebernya.

Tak cukup sampai di situ, AP I pun mengembangkan Bandara Sam Ratulangi Manado untuk mendukung pengembangan pariwisata Likupang serta perluasan terminal penumpang Bandara El Tari Kupang untuk meningkatkan kapasitas penumpang jadi 2,8 juta penumpang per tahun dengan luasan sebesar 16.400 meter persegi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*