Setelah Lounge di Juanda, AP I Resmikan Gedung Baru di Bandara Ahmad Yani

Faik Fahmi, Direktur Utama Angkasa Pura I - bisnis.tempo.co

Semarang – PT Angkasa Pura (AP) I berupaya untuk menggenjot bisnis properti di Bandara Ahmad Yani dengan meresmikan 3 fasilitas bangunan gedung penunjang. Sebelumnya AP I melalui Angkasa Pura Hotel pun juga telah membuka fasilitas lounge baru di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda Surabaya. 

Menurut Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, dengan adanya terminal baru, kapasitas Bandara Ahmad Yani pun dapat meningkat jadi 6 juta penumpang. Mengalami peningkatan drastis dari yang sebelumnya hanya 800.000 penumpang. Tak hanya itu, kapasitas trafik penerbangan di Bandara Ahmad Yani pun bertambah dari yang sebelumnya hanya 10.000 orang per hari kini menjadi 19.000 per hari.

Hingga akhir September 2019, AP I sudah menyelesaikan pembangunan 3 gedung yang meliputi Gedung Terpadu, Gedung Administrasi, dan Gedung Serba Guna. Fasilitas tersebut dipakai sebagai area perkantoran, ruang rapat besar, dan juga acara pernikahan.

“Gedung Serba Guna ini dapat digunakan untuk acara-acara besar, dan disewakan kepada publik. Kami berharap berbagai fasilitas yang kami hadirkan di sini dapat menambah nilai pelayanan bagi mitra kerja, mitra usaha, dan pengguna jasa bandara,” kata Faik, Senin (21/10), seperti dilansir Bisnis.

Gedung Terpadu tersebut memiliki luas 2.993 m2 (meter persegi) dengan kapasitas parkir mencapai 176 kendaraan. Gedung administrasi seluas 3.218 m2 dipakai untuk kegiatan operasional bandara. Sementara itu untuk Gedung Serba Guna seluas 2.368 m2 berkapasitas 1.000 orang dan tempat parkir yang mampu menampung 400 kendaraan.

Tak cukup sampai di situ, pihak manajemen AP I pun meresmikan patung Jenderal Ahmad Yani sebagai bentuk penghormatan terhadap pahlawan nasional yang berasal dari Purworejo, Jawa Tengah tersebut. Patung yang dibuat dari material perunggu tersebut berada di pintu gerbang Bandara Ahmad Yani dan mempunyai tinggi mencapai 12 meter.

Hingga kini PT Angkasa Pura (AP) I mengelola 15 bandar udara di Indonesia, yakni Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Bandara Frans Kaisiepo Biak, Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Ahmad Yani Semarang.

Kemudian Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, Bandara Adi Soemarmo Surakarta, Bandara Internasional Lombok Praya, Bandara Pattimura Ambon, Bandara El Tari Kupang, dan Bandara Sentani Jayapura.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*