Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I berupaya untuk menjaga keseimbangan aspek pertumbuhan bisnis non-aeronautika dengan berupaya menggaet mitra usaha pihak ketiga untuk mengembangkan aspek komersial di sejumlah bandar udara yang berada di bawah pengelolaannya.

Corporate Secretary Angkasa Pura (AP) I Handy Heryudhitiawan menjelaskan bahwa kerja sama yang dimaksudkan adalah sewa ruang dengan jaminan tahunan dengan bagi hasil minimum. Ke depannya, mitra usaha akan dikenai biaya sewa ruang sesuai luas gerai dan melakukan pembagian pendapatan (revenue sharing) minimum yang dibayarkan sesuai jumlah penumpang di bandara. “Pendapatan perseroan dapat meningkat melalui kerja sama dengan mitra usaha yang berkualitas dan kompeten, serta dapat meningkatkan citra perusahaan,” kata Handy, Minggu (24/11), seperti dikutip Bisnis.

Lebih lanjut Handy memaparkan, beberapa bandara yang telah menerapkan pola kerja sama sewa ruang dan Minimum Guarantee Revenue Share (MGRS) antara lain Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, dan Bandara Adi Soemarmo Solo.

Kerja sama dalam bidang komersial ini dapat diberlakukan di seluruh bandara yang dikelola oleh AP I, apalagi untuk bandara yang mempunyai potensi jumlah penumpang tinggi atau tengah dalam program pengembangan seperti Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YIA) di Kulon Progo.

Bahkan sejak beberapa waktu lalu AP I membuka kesempatan untuk para pelaku usaha berskala nasional maupun internasional untuk membuka usaha komersial di Bandara YIA. Mitra usaha yang dibutuhkan mencakup kategori usaha pengelolaan reklame (advertising) dan Ekspedisi Muatan Pesawat Udara (EMPU).

YIA sengaja dipilih sebagai bandara yang layak untuk dikomersialkan lantaran mengacu pada potensi tingginya jumlah penumpang serta pergerakan pesawat di sana. Hal itu menjadi pasar potensial untuk pelaku usaha membangun bisnisnya di YIA. Terlebih jika nanti YIA sudah beroperasi secara penuh untuk melayani penerbangan domestik maupun internasional.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *