Selama Kuartal III 2020 Hanya 34.771 Kunjungan Wisman ke Jatim

Turis Asing Bandara Juanda - kominfo.jatimprov.go.id

Sidoarjo – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur melaporkan bahwa selama periode Januari-September 2020, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Jatim hanya sebanyak 34.771 kunjungan. Angka tersebut adalah yang terendah dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

Dalam periode yang sama tahun 2019 lalu, jumlah turis asing yang datang ke Jatim mencapai 181.678 kunjungan. Sementara jika dibandingkan periode Januari-September 2018 dengan jumlah wisman 237.990 kunjungan, jumlah kunjungan wisman selama Januari-September 2020 juga masih lebih rendah.

“Hal ini perlu menjadi perhatian pihak terkait, agar jumlah wisman di periode berikutnya kembali meningkat,” ujar Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jatim, Satriyo Wibowo, Senin (2/11), seperti dilansir Sindonews.

Di sisi lain, jumlah kunjungan turis asing ke Jatim pada bulan September 2020 mencapai angka 20 kunjungan, turun 16,67% dari bulan sebelumnya. Apabila dibandingkan bulan yang sama tahun 2019, jumlah wisman yang datang ke Jatim pun mengalami penurunan sebesar 99,90%, yakni dari jumlah 20.462 kunjungan. “Secara umum, pola kedatangan wisman ke Jatim pada bulan Januari-September selama tiga tahun terakhir semakin menunjukkan tren menurun,” terang Satriyo.

Dari angka tersebut, rupanya kunjungan wisman yang berasal dari Malaysia masih mendominasi selama periode Januari-September 2020, yakni sebanyak 10.552 kunjungan dengan kontribusi sebanyak 30,35%. Pada posisi kedua disusul oleh wisman berkebangsaan Singapura dengan angka mencapai 3.943 kunjungan atau berkontribusi sebesar 11,34%, serta yang terakhir adalah turis dari China sebanyak 2.288 kunjungan dengan kontribusi sebanyak 6,58%.

Satriyo memaparkan bahwa sektor pariwisata adalah salah satu sektor yang paling terdampak langsung oleh pandemi virus corona (Covid-19). Terlebih karena adanya kebijakan larangan orang asing masuk wilayah Indonesia yang diberlakukan sejak awal April 2020 lalu. Hal itu pula yang memengaruhi jumlah wisman ke Indonesia, khususnya ke wilayah Jatim.

“Ke depan, ketika kondisi sudah normal, dengan tatanan yang baru, diperlukan upaya yang cukup berat untuk memulihkan kondisi pariwisata, khususnya kunjungan wisman ke Jatim,” tutupnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*