Jakarta – Insiden bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, pada Rabu (13/11) pukul 08.45 WIB kemarin rupanya membuat pihak Bandara Internasional Juanda Surabaya ikut memperketat pengamanannya. Penjagaan ini dilakukan guna menjaga keamanan di dalam lingkungan objek vital seperti Bandara Juanda yang terletak di Sidoarjo, Jawa Timur.

“Saat ini status di Juanda masih hijau belum kuning. Namun demikian, kami memperketat dan meningkatkan penjagaan,” ujar Mashabi selaku Airport Security Senior Manager Bandar Udara Internasional Juanda, seperti dilansir Antara.

Lebih lanjut Mashabi mengungkapkan, penjagaan tersebut dilakukan di pos-pos manapun yang dianggap rawan untuk digunakan orang masuk ke dalam lingkungan Bandara Juanda. “Pos mana saja yang rawan orang masuk, yang berpotensi melawan hukum akan kami tingkatkan,” tutur Mashabi.

Sementara ini pihak manajemen Bandara Juanda masih belum melakukan penambahan pasukan pengamanan untuk berjaga di area bandar udara. Avsec hanya mengefektifkan anggota yang ada di lapangan untuk menjaga kawasan Bandara Juanda. “Salah satunya profiling terhadap calon penumpang. Kalau biasanya hanya dipantau, kini lebih dipelototi lagi, baik badan dan juga barang bawaan,” katanya.

Wakil Kepala Polresta Sidoarjo Jawa Timur AKBP M Anggi Naulifar Siregar sebelumnya telah memperketat penjagaan di Mako Polresta serta masing-masing kepolisian sektor yang ada di wilayah Sidoarjo. “Masing-masing kendaraan yang masuk kami periksa secara menyeluruh baik itu roda dua dan roda empat, termasuk barang bawaan yang ada di bagasi juga turut diperiksa,” ujarnya.

Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh pihak kepolisian dengan memakai metal detector, kaca cermin, dan juga seekor anjing pelacak. “Hal itu untuk meningkatkan keamanan yang ada di Kabupaten Sidoarjo,” tandasnya.

Seperti diketahui, peristiwa ledakan bom bunuh diri terjadi pada Rabu (13/11) kemarin di Polrestabes Medan, Jalan HM Said, Medan sekitar pukul 08.45. Ledakan bom bunuh diri tersebut dilakukan oleh seorang pria yang langsung tewas di lokasi. Terduga pelaku bom bunuh diri sebelumnya mengaku akan mengurus SKCK. Dalam peristiwa tersebut terdapat 6 orang lainnya yang terluka.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *