Sidoarjo – Balai Besar Karantina Pertanian (Barantan) Surabaya melaksanakan uji coba laboratorium sampel hewan dari luar negeri yang masuk ke Indonesia lewat Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur. Langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona.

“Uji laboratorium ini sengaja dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona yang bisa masuk melalui populasi hewan,” ujar Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Musyaffak Fauzi, Jumat (7/2), seperti dilansir Sindonews.

Pihak Kementerian Pertanian melalui Balai Karantina Pertanian (Barantan) sampai saat ini terus berusaha untuk meningkatkan upaya antisipasi terhadap penyebaran corona virus ke Indonesia, khususnya di wilayah Jatim lewat populasi hewan. “Ini merupakan salah satu upaya pengawasan dalam pencegahan penyebaran virus corona ke Indonesia melalui bandara dengan melakukan memonitoring lalu lintas media pembawa yang berisiko tinggi penular virus corona seperti hewan anjing, kucing, rodensia, kelelawar dan unggas,” paparnya.

Lebih lanjut Musyaffak mengungkapkan, seluruh hewan yang datang dari luar negeri dan masuk ke Jatim lewat Bandara Juanda akan melalui uji sampel darah di Laboratorium BBKP Juanda oleh Tim Medis Patologi Klink untuk memastikan bahwa kondisi hewan tersebut bebas dari virus corona.

“Terhadap penyebaran virus corona saat ini pemerintah telah menghentikan pengiriman hewan hidup yang masuk ke Indonesia. Hal itu dilakukan karena penularan virus corona selain ditularkan dari manusia ke manusia juga ada dugaan yang mengarah bahwa virus tersebut juga dapat ditularkan dari hewan hidup ke manusia,” ujar Musyaffak.

Sebelumnya, di Bandara Juanda juga telah dipasang dengan alat pendeteksi suhu tubuh Body Thermal Scanner (BTS) di terminal kedatangan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pun beberapa waktu lalu telah meninjau langsung alat tersebut di Bandara Juanda.

Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan, Khofifah pun meminta seluruh penerbangan internasional dari China untuk mengisi kartu kewaspadaan kesehatan. Dengan demikian, masing-masing penumpang yang mengisi kartu kewaspadaan kesehatan dapat terdeteksi lebih awal apabila mempunyai gejala yang dicurigai terjangkit virus corona.

“Alat ini mampu mendeteksi setiap penumpang dalam radius sampai 10 meter. Alat ini disetting jika suhu tubuh berada di atas 38 derajat celcius alarm akan berbunyi sebagai pertanda bahwa penumpang tersebut perlu diidentifikasi di ruang isolasi bandara untuk selanjutnya dirujuk ke tiga rumah sakit Pemprov Jatim yang telah ditunjuk,” papar Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Surabaya dr. M. Budi Hidayat.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *