SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya menargetkan pembangunan Jalan Luar Lingkar Barat (JLLB) yang bertujuan untuk mengurangi kemacetan bisa rampung pada tahun 2020 mendatang. Nantinya, Jalan Lingkar Luar Barat tersebut akan dilengkapi dengan landasan pendaratan darurat pesawat terbang, untuk mendukung Bandara Internasional Juanda yang sudah overload.

“Nanti akan ada pot gitu, sewaktu-waktu ada pesawat butuh pendaratan darurat, tinggal narik aja, ditarik. Itu ada di Singapura, di dekat bandara, itu bisa untuk pesawat. Itu bisa kita koneksikan dengan sirkuit (Gelora Bung Tomo.red). Misal ada Grand Prix,” ujar Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, dilansir Suarasurabaya.net. “Saat ini, load penerbangan di Bandara Juanda semakin tinggi, sehingga perlu ada kebijakan cadangan untuk mengantisipasi masalah di kemudian hari.”

Wanita yang akrab disapa Risma itu pun menambahkan, pembangunan Jalan Luar Lingkar Barat ditargetkan bisa selesai pada 2020 mendatang. Dirinya pun mengajak para pengembang di Surabaya Barat untuk kembali mengebut jalan tersebut hingga selesai sampai perbatasan Surabaya-Gresik. “Minimal nanti sampai perbatasan Surabaya-Gresik. Tentu saya sangat bersyukur,” sambung Risma.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Surabaya, Erna Purnawati, mengatakan bahwa pihaknya terus mengebut penggarapan Jalan Luar Lingkar Barat. Menurut penjelasannya, proyek ini dikerjakan secara bertahap, yakni tahap pertama sepanjang 2,18 km meliputi Kecamatan Lakarsantri-perbatasan Kabupaten Gresik, tahap kedua sepanjang 6,45 km yang menghubungkan Lakarsantri-Raya Sememi, tahap ketiga sepanjang 3,85 km, dan tahap keempat Jalan Raya Sememi-Jalan Raya Tambak Osowilangun.

Dalam data tahunan, penumpang di Bandara Internasional Juanda tercatat sekitar 20 juta penumpang. Sementara, kapasitas bandara hanya 12 juta penumpang per tahun. Pihak PT Angkasa Pura I sendiri sudah menyiapkan beberapa strategi untuk meningkatkan daya tampung bandara, salah satunya melakukan perluasan dengan membangun Terminal 3.

“Kita berharap secepatnya perluasan Terminal 3 itu,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Fattah Jasin. “Dilihat dari jumlah penumpang yang ada kan sudah overload itu tahunan. Kita bicara satu tahun dan bicara jangka menengah dan jangka panjang memang dua terminal ini tidak cukup. Itu terminal yang ada itu 12 juta dalam satu tahun, yang terjadi sudah 20 juta orang.”

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *