SURABAYA – Jamaah haji asal Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya pulang ke Tanah Air pada hari Minggu (8/9) malam dan Senin (9/9) dini hari kemarin via Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Sebanyak 415 jamaah haji dari kelompok terbang (kloter) 65 debarkasi mendarat di Bandara Juanda pada Minggu sekitar pukul 22.30 WIB.

Mereka yang tergabung dalam kloter 65 debarkasi Surabaya diterbangkan dari Arab Saudi menggunakan pesawat SV 5718. Setelah mendarat di Bandara Juanda, para jamaah ini langsung diantar ke asrama haji di Sukolilo, Surabaya. Sekitar 11 armada bus mengantarkan para jamaah tersebut menuju asrama haji sebelum akhirnya pulang ke daerah masing-masing.

“Jamaah haji asal NTT terbagi dua dalam dua kloter. Kloter 65 mendarat Minggu malam, sementara kloter 66 mendarat Senin (9/9),” jelas Kasi Haji NTT, Arsyad Karabi. “Jamah haji NTT sebanyak 935 orang tiba di Surabaya pada hari Senin. Kami berharap semua jamaah haji asal NTT ini dapat kembali dengan sehat dan selamat sampai nantinya di NTT dan bertemu dengan keluarga masing-masing.”

Kasubbag Informasi dan Humas Kementerian Agama NTT, Bobby Babaputra, menambahkan bahwa sebenarnya jamaah haji asal NTT yang berencana ke Tanah Suci sebanyak 965 orang. Namun, ada 28 orang yang mutasi keluar NTT sehingga yang bertolak ke Mekah dalam kloter NTT berjumlah 937 orang. Dari jumlah tersebut, dua jamaah meninggal di Mekah dan dua jamaah lainnya dipulangkan lebih awal karena alasan kesehatan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, ketika melakukan kunjungan ke Bandara Juanda pada Sabtu (7/9) memberikan apresiasi akan kebaikan pemerintah Arab Saudi yang telah memberikan pelayanan terbaik untuk haji asal Indonesia. Ia menggarisbawahi pelayanan fast track atau mempercepat pelayanan keimigrasian.

“Kalau bisa, Bandara Juanda juga dapat menjadi solusi pendataan keimigrasian Arab Saudi,” kata Khofifah. “Selain mempermudah dan mempercepat pelayanan, fasilitas ini juga dapat membuat jamaah haji asal Indonesia semakin khusyuk beribadah. Terlebih, para jamaah lansia dan kategori risiko tinggi akan termudahkan juga.”

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *