Sidoarjo – Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda membangun monumen pesawat Nomad. Adapun monumen pesawat Nomad bernomor pesawat P 839 berlogo Skadron Udara 800 dan berwarna abu-abu tersebut rencananya bakal dibangun di dekat bundaran menjelang masuk ke Terminal 2 atau T2 Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur.

Hingga Jumat (1/11) lalu, pesawat Nomad tersebut masih diletakkan di bahu jalan. Menurut Komandan Puspenerbal Juanda, Laksamana Pertama TNI Edwin pembangunan monumen Nomad ini dilakukan guna menghargai jasa dari alutsista yang pernah dimiliki oleh pihak Puspenerbal tersebut.

“Di mana pesawat itu selama dalam masa penugasan cukup memiliki arti dalam operasi dan latihan yang pernah kita gelar. Sehingga diharapkan ke depan, monumen pesawat Nomad dapat menjadi destinasi wisata kedirgantaraan,” kata Laksamana Pertama TNI Edwin, seperti dilansir Tribunnews.

Kepala Museum Puspenerbal, Letkol Laut (E) Yosep Nikolaus menambahkan bahwa pesawat tersebut akan segera diletakkan di dudukannya. “Rencana besok Sabtu (2/11/2019), pesawat akan kita derek lalu kita naikkan ke dudukan. Saat ini dudukan sudah dibuat dan sekarang dalam tahap finishing pembangunan,” bebernya.

Letkol Laut (E) Yosep Nikolaus menjelaskan jika pesawat Nomad tersebut dipreteli terlebih dahulu di hanggar Lanudal Juanda, kemudian dirakit lagi di bahu jalan dekat bundaran menjelang masuk ke Terminal 2 (T2) Bandara Internasional Juanda. Pesawat jenis Nomad sendiri adalah alutsista buatan Australia yang sebelumnya adalah perlengkapan untuk memperkuat Skuadron Udara 800 TNI AL.

“Nomad sendiri juga memiliki arti penting bagi Puspenerbal karena pesawat buatan Government Aircraft Factories (GAF) Australia itu dikenal handal dalam melakukan patroli maritim. Serta menjadi andalan di armada Puspenerbal sepanjang tahun 1970 – 1980an sebelum perannya digantikan oleh pesawat CN 235 dan Cassa 212,” papar Letkol Laut (E) Yosep Nikolaus.

Dengan dibuatnya monumen pesawat Nomad di dekat Terminal 2 Bandara Juanda ini, diharapkan masyarakat yang lewat dapat melihat tambahan koleksi alutsista yang dijadikan monumen di bundaran tersebut.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *