Majalah Wisata “Jatim Travelguide” Kini Hadir di Bandara Juanda

Untuk lebih memperluas informasi kepada masyarakat tentang pariwisata di Jawa Timur, Majalah “Jatim Travelguide” kini juga hadir di Bandara Juanda. PT Angkasa Pura I Juanda bekerjasama dengan PT Antar Surya Media (lebih dikenal dengan Harian Surya) menghadirkan majalah yang terbit tiga bulan sekali itu di ruang tunggu keberangkatan, executive lounge, dan tenant yang ada di Bandara Juanda.

Selain informasi mengenai destinasi wisata di Jatim, Majalah “Jatim Travelguide” juga memberikan informasi terkait layanan dan fasilitas yang ada di Bandara Juanda. Majalah ini juga terbit dalam versi digital yang bisa diakses oleh semua konsumen.
Sebenarnya, Majalah “Jatim Travelguide” ini sudah diluncurkan pada Mei 2016 lalu di Grand City, Surabaya. Saat itu, Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita Provinsi Jatim, Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf, yang me-launching edisi perdana majalah pariwisata tersebut.
“Semoga majalah ini bisa menjadi sumber bacaan bagi pencinta wisata di Jatim,” ungkapnya. “Dan, dengan hadirnya majalah ini, bisa menambah semangat serta pengetahuan kita tentang pariwisata di Jawa Timur.”

Sementara itu, GM Business Harian Surya, M. Taufik Zuhdi, menambahkan bahwa majalah ini dapat digunakan sebagai sumber media informasi pariwisata dan budaya. “Untuk edisi perdana, kami mencetak seribu eksemplar dan didistribusikan ke lima maskapai penerbangan yang diharapkan dapat lebih memperkenalkan wisata Jatim ke mancanegara,” katanya.

Isu Kewarganegaraan Ganda, Keimigrasian Bandara Juanda Diawasi Ketat

Hangatnya isu kewarganegaraan ganda akhir-akhir ini memang membuat banyak lembaga pemerintahan waspada, tak terkecuali Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya, Jawa Timur. Untuk itu, selain mengawasi sepak terjang warga negara asing di Surabaya, pihak imigrasi juga mengawasi seseorang yang kemungkinan memiliki kewarganegaraan ganda agar tidak kecolongan.

Pengawasan yang dilakukan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya akan difokuskan di pintu masuk keimigrasian Bandara Internasional Juanda. Menurut Kepala Badan Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Romi Yudianto, tugas pengawasan tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang No. 12 tahun 2006. “Ada asas yang diterapkan Indonesia menyangkut kewarganegaraan,” katanya.
Dijelaskan Romi, asas yang dimaksud adalah ius sanguinis yang menetapkan kewarganegaraan berdasarkan keturunan, bukan tempat kelahiran. Lalu, ius soli yang menetapkan kewarganegaraan berdasarkan negara tempat kelahiran seseorang.
“Indonesia hanya menetapkan kewarganegaraan tunggal, karena itu penindakan harus dilakukan,” sambung Romi. “Saat ini, pengawasan ditujukan kepada semua orang, terutama mereka yang sering melakukan perjalanan ke luar negeri. Karena itu, pengawasan dilakukan di pintu keimigrasian bandara.”

Sebelumnya, pada akhir Juli lalu, Dirjen Keimigrasian Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Ronny Sompie, juga telah meresmikan Sekretariat Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Orang Asing di Bandara Juanda. Satgas ini bertugas mengawasi keimigrasian orang asing di wilayah bandara.

Rampung 2019, Terminal 3 Bandara Juanda Didukung Double Runway

Proyek pembangunan Terminal 3 Bandara Juanda ditargetkan rampung pada tahun 2019 mendatang. Jika proyek tersebut berjalan sesuai jadwal, maka Bandara Juanda bakal mempunyai double runway dan menjadi bandara termegah di Indonesia, mengalahkan Bandara Soekarno-Hatta.

Dilihat dari maket yang saat ini tengah rampung, salah satu sarana utama yang bakal ada di Bandara Juanda adalah double runway, yang memungkinkan untuk aktivitas penerbangan ganda. “Ke depan, memang tuntutan kebutuhan penerbangan makin padat. Jadi, proyek pengembangan Terminal 3 ingin menjawab tuntutan tersebut,” jelas General Manager PT Angkasa Pura I Juanda, Yuwono.
Terminal 3 Bandara Juanda juga bakal dilengkapi dengan 164 garbarata untuk menampung penumpang yang diperkirakan mencapai 70 juta per tahun. Selain itu, terdapat juga kawasan khusus Juanda Airport City, termasuk pusat perbelanjaan dan perkantoran megah. “Proyek Terminal 3 Bandara Juanda ditargetkan sudah rampung pada tahun 2019,” sambungnya.

Terminal 3 Bandara Juanda sendiri rencananya bakal dibangun di sisi timur Terminal 1. Kawasan ini akan lebih menjorok ke laut dengan luas lahan sekitar 6.000 hektar dan menerapkan konsep reklamasi pantai. Dari total lahan tersebut, 2.000 hektar lahan disediakan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Pemprov Jatim, sedangkan sisanya menggunakan cara reklamasi.

Proyek Terminal 3 Bandara Juanda Butuh Dana Rp9,1 Triliun

PT Angkasa Pura I memerlukan dana sekitar Rp9,1 triliun untuk proyek pembangunan Terminal 3 Bandara Internasional Juanda. Untuk memenuhinya, PT Angkasa Pura I pun menggandeng lima lembaga keuangan, yaitu PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia (BCA), PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).
Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Sulistyo Wimbo Hardjito, mengatakan bahwa pihaknya kini telah mendapat pinjaman dari lima lembaga keuangan tersebut sebesar Rp4 triliun dengan tenor selama 15 tahun. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk pengembangan lima bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I, termasuk Bandara Juanda.
“Tahun ini kami membutuhkan pendanaan eksternal sebesar Rp7 triliun,” jelasnya. “Dana Rp4 triliun dipenuhi melalui pinjaman dan sisanya dari penerbitan obligasi.”
Selain Terminal 3 Bandara Juanda, empat bandara lain yang membutuhkan pengembangan adalah Bandara Ahmad Yani di Semarang, Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin, Bandara Baru Yogyakarta, dan Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar. “Pengembangan bandara di Indonesia memang harus segera dilakukan mengingat beban saat ini sudah melebih kapasitas,” sambung Wimbo.

PT Angkasa Pura I Juanda Gelar Upacara Bendera Peringati HUT RI

PT Angkasa Pura I Juanda juga tidak mau ketinggalan dalam memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-71. Rabu (17/8) kemarin, seluruh jajaran pengurus dan karyawan PT Angkasa Pura I Juanda melaksanakan upacara bendera yang berlangsung di depan Kantor Cabang PT Angkasa Pura I Juanda.

Upacara yang dilaksanakan pada pagi hari itu berlangsung khidmat. Seluruh karyawan kompak mengenakan seragam atasan putih dipadukan bawahan hitam. Sementara, General Manager Angkasa Pura I Juanda, Yuwono, bertindak sebagai inspektur upacara.
Sebelumnya, PT Angkasa Pura I juga menggelar serangkaian lomba dalam rangka memeriahkan HUT RI tahun ini. Berbagai macam lomba itu diadakan pada Jumat (12/8) pekan lalu di halaman depan Gedung AOB (Administration Office Building) Bandara Juanda.

Berbagai lomba tradisional yang diselenggarakan meliputi lomba makan kerupuk, lomba estafet bola pingpong, lomba joget balon, hingga lomba kelereng. Sebelumnya, seluruh karyawan dan pengurus PT Angkasa Pura I juga mengikuti senam bersama.

GMF AeroAsia Buka Depot Komponen Pertama di Terminal Kargo Juanda

Untuk memperluas jaringan bisnis di Indonesia bagian timur, PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia kemarin (15/8) meresmikan depot komponen pesawat terbaru mereka di Terminal Kargo T2 Bandara Juanda. Depot atau remote component shop tersebut sekaligus menjadi depot pertama GMF AeroAsia yang berada di luar Cengkareng.

Dengan adanya depot ini, diharapkan distribusi komponen pesawat di wilayah Indonesia bagian timur dapat dilakukan dengan lebih cepat. Nantinya, depot tersebut akan menyediakan baterai dan oksigen untuk kebutuhan pesawat udara.
“Dengan adanya remote shop ini, GMF mampu mengerjakan komponen baterai dan oksigen untuk semua customer di Surabaya dan sekitarnya, serta menjangkau pasar di Indonesia bagian timur,” terang Direktur Utama PT GMF AeroAsia, Juliandra Nurtjahjo. “Hal ini merupakan wujud komitmen kami dalam melakukan ekspansi bisnis ke wilayah Indonesia timur.”
Kemampuan aircraft battery maintenance yang dimiliki remote shop ini mencakup hampir semua jenis baterai Nickel Cadmium yang diproduksi SAFT dan Marathon Norco. Sementara, untuk layanan oxygen bottle maintenance, sudah memiliki kapabilitas untuk pesawat tipe B737, A320, A330, B747, B777, dan seri MD.

Setelah Surabaya, GMF juga berencana mengembangkan remote component shop di Medan, Balikpapan, Denpasar, dan Makassar. “Dengan sumber daya manusia berkualitas dan ditunjang implementasi penggunaan sistem tekonologi informasi terintegrasi, kami yakin remote component shop ini mampu menaikkan kapasitas dan kapabilitas GMF,” tutup Juliandra.

Sambut HUT RI ke-71, Angkasa Pura I Juanda Gelar Lomba Khas 17-an

Ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-71 bakal berlangsung dua hari lagi. Pihak PT Angkasa Pura I selaku operator Bandara Internasional Juanda pun tak mau ketinggalan menyemarakkan HUT Republik Indonesia tersebut dengan menggelar serangkaian acara dan lomba pada Jumat (12/8) pekan lalu.

Bertempat di depan Gedung AOB (Administration Office Building) Bandara Juanda, segenap karyawan dan karyawati beserta General Manager PT Angkasa Pura I Juanda, Yuwono, mengawali acara tersebut dengan senam bersama pada pagi hari. Dipandu seorang instruktur senam wanita, seluruh karyawan tampak bersemangat berolahraga pada pagi hari itu.
Kemudian, selesai senam bersama, seluruh karyawan mengikuti berbagai macam lomba khas 17-an, seperti lomba makan kerupuk, estafet bola pingpong, joget balon, hingga lomba kelereng. Seluruh karyawan tampak bersemangat ketika mengikuti seluruh rangkaian acara perlombaan tersebut.

Sementara untuk HUT kemerdekaan RI tahun ini, tema yang diusung Pemerintah Indonesia adalah “Indonesia Kerja Nyata”. Hal ini tampak pada logo HUT RI ke-71 yang digambarkan dengan dua setengah lingkaran yang mengilustrasikan bilah baling-baling yang dinamis selalu berputar mendorong pesat ke depan. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk kerja nyata dalam memajukan Indonesia.

Lima Hari, Bea Cukai Bandara Juanda Sita 760 Gram Sabu

Dalam kurun waktu lima hari, Custom Narcotics Team Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Juanda berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu dengan berat total 760 gram di Bandara Juanda. Sabu tersebut dirampas petugas dari tiga orang berbeda yang menumpang pesawat dengan rute Kuala Lumpur-Surabaya.

Penangkapan pertama dilakukan terhadap Rubae bin Muktar, penumpang asal Madura berusia 54 tahun pada Sabtu, 23 Juli lalu. Saat itu, Rubae yang menumpang pesawat AirAsia XT 8298 membawa sabu seberat 415 gram yang dibungkus dalam plastik dan disimpan di sebuah koper hitam.
Selang dua hari setelahnya, KPBC Tipe Madya Pabean Juanda kembali berhasil meringkus Noferi Hardyanto, penumpang AirAsia XT 337. Warga Sumber Manjing Wetan, Malang, berusia 31 tahun itu diringkus karena kedapatan membawa sabu seberat 285 gram yang disembunyikan dalam lapisan koper.
Terakhir, pada tanggal 27 Juli, warga Madura lainnya bernama Rudiyanto Mohammad Romli, 39 tahun, berhasil ditangkap ketika membawa sabu 60 gram saat menumpang pesawat AirAsia XT 325. Modus pelaku asal Sampang ini adalah membungkus sabu seperti permen dan memasukkannya ke lubang dubur.

“Ketiga pelaku terdeteksi setelah dilakukan pemeriksaan menggunakan narcotest dan hasil uji laboratorium di balai pengujian dan identifikasi,” terang Kepala KPPCB Juanda, Muchamad Moelyono. “Semua tersangka akan kami jerat dengan Pasal 113 ayat 1 dan 2 UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman 15 tahun penjara atau denda maksimal Rp10 miliar.”

Sukseskan Musim Haji, Pertamina Tambah Pasokan Avtur di Bandara Juanda

Untuk memenuhi kebutuhan penerbangan jamaah haji melalui embarkasi Bandara Juanda, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V telah menyiapkan tambahan 30 persen pasokan bahan bakar Avtur. Estimasi ini didasarkan pada jumlah pesawat khusus untuk angkutan haji di Bandara Juanda yang diperkirakan bertambah sebanyak dua hingga tiga unit per hari.

Pada hari-hari biasa, Depot Pengisian Bahan Bakar Pesawat Udara (DPPU) Juanda melayani 200 penerbangan tiap hari. Dengan adanya penambahan penerbangan haji sekitar dua hingga tiga pesawat per hari, konsumsi Avtur di DPPU Juanda diprediksi meningkat menjadi 1.200 hingga 1.300 kiloliter per hari.
“Kami menyiapkan tambahan pasokan di atas rata-rata penyaluran normal untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pihak-pihak yang melayani penerbangan jamaah haji,” jelas Area Manager Communication & Relation Pertamina MOR V, Heppy Wulansari. “Ini sebagai wujud komitmen Pertamina untuk memastikan kelancaran dan ketersediaan Avtur selama musim haji 2016.”
Selain di Bandara Juanda, Pertamina MOR V juga menambah pasokan Avtur di Bandara Internasional Lombok. Wilayah kerja Pertamina MOR V sendiri meliputi Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.

Penerbangan haji di Bandara Juanda sudah dimulai pada 8 Agustus kemarin hingga 5 September mendatang untuk keberangkatan 64 kloter. Sementara, kedatangan jamaah haji di bandara ini dijadwalkan pada 18 September hingga 15 Oktober 2016.

Kloter Pertama CJH Sumenep Resmi Diberangkatkan dari Bandara Juanda

Kelompok terbang (kloter) pertama calon jamaah haji (CJH) dari Sumenep resmi diberangkatkan ke Tanah Suci Mekah Selasa (9/8) pagi melalui Bandara Juanda. Pemberangkatan 440 orang CJH itu dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, didampingi Kakanwil Kementerian Agama Jawa Timur, Mahfud Shodar, dan pejabat lainnya tepat pukul 08.00 WIB.
 

Dalam sambutannya, Soekarwo, berpesan agar para CJH menyiapkan fisik, mental, dan sarana untuk mengantisipasi cuaca di Arab Saudi yang saat ini mencapai suhu 50 derajat Celcius. “Bekal alat semprot kepala (spray) juga sudah diberikan untuk membantu CJH mengurangi rasa panas,” katanya.
Di tempat terpisah, Pemerintah Kabupaten Tulungagung juga menggelar seremoni atau upacara pelepasan 936 orang CJH setempat yang sesuai jadwal akan diberangkatkan pada Rabu (17/8) mendatang melalui Bandara Juanda. Sayangnya, Pemkab Tulungagung belum bisa menutup seluruh biaya akomodasi keberangkatan dan kepulangan para CJH asal Tulungagung.
“Dana APBD yang tersedia Rp595 juta masih belum bisa memenuhi kebutuhan akomodasi seluruh CJH Tulungagung yang berjumlah 936 orang,” kata Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo. “Namun, gotong royong CJH sebesar Rp200.000 per orang diharapkan bisa meringankan kekurangan biaya akomodasi tersebut.”
Senada, Ketua Ikatan Persaudaraan Haji (IPHI), Muhammad Fuad Syaiful Anam, juga mengatakan bahwa APBD Tulungangung sejauh ini belum mencukupi kebutuhan biaya akomodasi pemberangkatan dan pemulangan CJH. “Apalagi, selama ini akomodasi pemberangkatan dari Tulungagung ke embarkasi Bandara Juanda merupakan biaya di luar ongkos naik haji (ONH),” ujarnya.