Proyek Perluasan Terminal 1 Bandara Juanda Ditargetkan Rampung Agustus 2020

Sidoarjo – PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Juanda saat ini terus berupaya menggenjot pekerjaan perluasan dan pembenahan interior Terminal 1 (T1) Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur. Proyek tersebut diprediksi rampung bulan Agustus 2020 mendatang.

“Kami optimistis bisa menyelesaikan pekerjaan ini sesuai jadwal yang telah ditetapkan pada bulan Agustus 2020,” ujar General Manager Bandara Internasional Juanda Heru Prasetyo di Sidoarjo, Jumat (11/10), seperti dilansir Antara.

Pihaknya dan PT Waskita Karya memiliki target Terminal 1 dapat segera rampung sebelum Lebaran 2020 dan sudah bisa digunakan untuk melayani mobilitas para pemudik yang ingin pulang ke kampung halamannya.

“Hingga pekan kedua bulan Oktober, bobot realisasi keseluruhan pekerjaan perluasan dan pembenahan interior terminal satu (T1) tahap pertama beserta fasilitas penunjangnya sudah mencapai 7,208 persen dari target rencana yang ditetapkan yaitu 3,052 persen. Sehingga secara kumulatif realisasi pekerjaan berada 4,155 persen di atas target rencana,” tutur Heru.

Pada bulan Oktober, pekerjaan struktur pada proyek perluasan dan pembenahan interior T1 tahap pertama beserta fasilitas penunjangnya akan dimulai dengan pekerjaan galian tanah, pemancangan, pembuatan pondasi, kolom, slab, dan konstruksi baja. “Kemudian untuk item pekerjaan infrastruktur akan dimulai dengan pekerjaan tanah, agregat A dan B. Bulan Desember 2019 bobot pekerjaan akan mencapai 48,39 persen,” jelasnya.

Sementara itu, untuk pekerjaan arsitektur akan dimulai pada Desember dan sebelumnya pada bulan September dan Oktober hanya ada pekerjaan struktur serta infrastruktur. “Nantinya, jika pekerjaan proyek ini telah selesai, Terminal Satu (T1) Bandar Udara Internasional Juanda yang semula memiliki luas bangunan 62.700 meter persegi dengan kapasitas 6 juta penumpang per tahun akan menjadi seluas 91.700 meter persegi dengan kapasitas 13,6 juta penumpang per tahun atau penambahan luas seluas 29.000 meter persegi,” bebernya.

Nantinya perubahan yang paling terlihat adalah adanya pemisahan penempatan terminal kedatangan dan keberangkatan. “Saat ini di masing-masing terminal 1A dan 1B terdapat area kedatangan dan keberangkatan, dalam rencana proyek pengembangan akan berubah dimana terminal 1A akan menjadi terminal keberangkatan dan terminal 1B akan menjadi terminal kedatangan. Dengan demikian kehadiran terminal 1 (T1) beserta fasilitasnya diharapkan dapat memberikan layanan kebandarudaraan dengan mengutamakan kenyamanan tanpa mengesampingkan aspek keselamatan dan keamanan,” katanya. Setidaknya membutuhkan dana sekitar Rp685 miliar untuk perluasan Terminal 1 Bandara Juanda.

Percepat Arus Logistik, Bea Cukai Juanda Fokus Tekan Dwelling Time

Sidoarjo – Bea Cukai Juanda menjadi salah satu narasumber dalam acara Temu Usaha Fasilitas Pendukung Logistik Tahun 2019 yang bertajuk Sinergitas Sistem Transportasi Logistik di Kota Surabaya. Acara tersebut digagas oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Kota Surabaya.

Menurut Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Juanda, Syamsu Priatmojo, Bea Cukai dalam salah satu fungsinya adalah mewujudkan iklim usaha dan investasi yang kondusif dengan memperlancar logistik impor dan ekspor melalui penyederhanaan prosedur kepabeanan dan cukai serta penerapan sistem manajemen risiko yang andal. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa Bea Cukai pun fokus untuk menurunkan Dwelling Time.

“Bea Cukai itu selalu berupaya meningkatkan percepatan arus logistik barang impor dan menekan dwelling time. Bea Cukai dengan government agency yang lain yang tergabung dalam INSW (Indonesia National Single Window) telah melakukan pergeseran pengawasan untuk barang-barang tertentu yang semula pengawasan Border (wilayah kepabeanan) ke Post Border (luar wilayah kepabeanan),” kata Syamsu, seperti dilansir Okezone.

Lebih lanjut Syamsu menuturkan bahwa dengan pergeseran pengawasan ke post border, maka ia berharap arus logistik barang impor bisa keluar terlebih dahulu dari pelabuhan dengan pemenuhan kewajiban larangan pembatasannya di kementerian atau lembaga terkait.

Pada akhir acara, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Kota Surabaya juga mengharapkan agar sinergitas semacam ini bisa senantiasa terjalin serta arus logistik yang lebih murah dan cepat di Kota Surabaya dapat terealisasi.

Ajang Temu Usaha Fasilitas Pendukung Logistik Tahun 2019 sendiri diselenggarakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Kota Surabaya serta dihadiri oleh 51 undangan yang terdiri dari sejumlah instansi, lembaga, asosiasi, dan pelaku usaha.

Lanudal Juanda Gelar Uji Pangkalan Udara Teladan 2019

Sidoarjo – Lanudal Juanda melakukan uji pangkalan udara teladan 2019 pada Rabu (9/10). Penilaian dalam kegiatan tersebut dilakukan oleh tim perwira beranggotakan lima orang dari Dinas Operasi Dan Latihan TNI Angkatan Laut (Disopslatal) yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Hendra Kusuma.

Menurut Komandan Lanudal Juanda, Kolonel Laut (P) Muhammad Tohir, tuntutan tugas pangkalan udara ke depannya akan semakin kompleks. “Sehingga melalui kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme, kemampuan, dan keterampilan untuk melaksanakan tugas pokok dan tugas-tugas lainnya. Seperti bantuan kemanusiaan, SAR dan tugas-tugas pangkalan Udara yang lain,” tuturnya.

Sebagai informasi, di Bandara Internasional Juanda Surabaya hingga kini sudah ada sekitar 400 pesawat yang terbang dan mendarat. Pesawat yang terbang dan mendarat di Juanda tersebut meliputi pesawat berbadan besar, sedang, dan kecil, baik untuk penerbangan sipil maupun militer. Tiap jamnya terdapat 34 pesawat yang melintasi bandara terbesar di Jawa Timur, mencakup 27 pesawat reguler, 2 penerbangan ekstra, dan 5 penerbangan militer.

Dalam kegiatan Uji Pangkalan Udara Teladan 2019 ini juga ada uji kemampuan dan uji keterampilan yang beragam. “Meliputi bongkar pasang senapan dan pistol, menembak senapan dan pistol, penggunaan bendera semaphore, tali temali, peluit, valrip, pemakaman, penurunan dan penaikan bendera, renang militer, peran tempur bahaya umum, peran tempur bahaya udara, peran kebakaran, latihan sabotase dan latihan huru hara,” tuturnya.

Tohir pun berpesan pada para anggotanya supaya dapat menjalani kegiatan ini dengan serius. “Keseriusan seluruh personel Lanudal Juanda dalam pelaksanaan penilaian uji kemampuan dan uji ketrampilan adalah nilai yang sangat luar biasa untuk mencapai hasil yang terbaik. Sehingga Lanudal Juanda bisa menjadi contoh kepada pangkalan udara lainnya yang ada di lingkungan TNI Angkatan Laut,” tutupnya.

Kesal Tak Digubris, Risma Anggap Rencana Pembangunan KA Bandara Juanda Terlambat

Sidoarjo – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum lama ini mengungkapkan rencananya untuk membangun kereta bandara di 4 kota, termasuk di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur. Akan tetapi, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menilai rencana tersebut terlambat. Pasalnya ia sudah sejak dulu mengusulkan hal itu namun belum memperoleh tanggapan positif dari pemerintah pusat.

“Dari dulu kan aku sudah menyampaikan. Tapi, saat itu semuanya kan ndak mendengar. Di sana itu,” kata Risma di Surabaya, Senin (7/10), seperti dilansir Jawapos. Lebih lanjut Risma mengungkapkan, Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia yang memiliki pertumbuhan ekonomi paling konsisten. “Surabaya tidak terpengaruh di sana ada apa dan sebagainya, di Surabaya ini paling konsisten,” tegas Risma.

Risma menerangkan, kereta api juga termasuk moda transportasi yang murah. Tak hanya untuk mengangkut penumpang, tetapi juga untuk barang. Ia mencontohkan, satu lokomotif kereta api saja dapat membawa lebih dari 10 kontainer. Berbeda dari truk yang hanya dapat mengangkut 1 kontainer untuk tiap unit kendaraan.

“Biaya logistik yang murah itu akan meringankan konsumen. Dan kita akan bisa bersaing dengan negara lain. Atau Surabaya dengan daerah-daerah sekitarnya. Itu sudah saya jelaskan, tapi semuanya tidak percaya,” beber Risma.

Menurutnya, bila kereta api mampu mengangkut banyak barang, maka ongkos angkutan akan sangat murah dan bisa berdampak ke konsumen. Pasalnya, barang bukan hanya ditentukan oleh harga barang, tetapi juga dihitung dari biaya angkut serta pajak dan lainnya.

“Kalau itu bisa dipermurah dari ongkos angkut maka barang ini harganya akan turun. Kalau harga barang ini turun maka kita akan bisa kompetitif dengan kota lain dan negara lain. Jadi memang tadi saya sampaikan kenapa kemudian kita butuh, bukan hanya perizinan saja, tapi ini terkoneksi semua sampai hulu ke hilir itu terkoneksi dan kita bisa mengawasi, kemudian akan mempengaruhi harga barang kita,” jelas Risma.

Risma sendiri menilai bahwa rencana pembangunan kereta bandara di Surabaya adalah suatu hal yang terlambat. “Geregetan. Rodok telat [agak terlambat] aku ngomong. Bahno wes cek ngamuk kono [biarkan sudah, biar mengamuk sana],” ujar Risma kesal. Sebagai informasi, Risma telah mengungkapkan desain KA Bandara Juanda dalam berbagai kesempatan, namun belum direspons oleh pemerintah pusat.

Groundbreaking Tahun Depan, Kapasitas Bandara Kediri Kalahkan Juanda

SURABAYA/KEDIRI – Pemerintah Provinsi Jawa Timur sepertinya memang serius membangun bandara di Kediri. Jika tidak ada aral melintas peletakan batu pertama (groundbreaking) bandara tersebut akan dilaksanakan pada Januari 2020 mendatang. Nantinya, bandara ini akan memiliki kapasitas lebih besar daripada Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo.

“Bandara Kediri akan membawa multiplier effect untuk Jawa Timur, khususnya di kawasan Selingkar Wilis dan kawasan selatan Jawa Timur,” papar Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. “Terlebih, kapasitas Bandara Kediri ini juga akan lebih besar dibandingkan Bandara Juanda. Jika Bandara Juanda berkapasitas 12 juta penumpang, maka Bandara Kediri bisa menampung 15 juta penumpang per tahun.”

Khofifah melanjutkan, bandara ini akan menjadi smart airport. Teknologi yang digunakan dari segi digitalisasi sudah sangat advance. Runway juga dibuat panjang, yakni 3,3 kilometer, sehingga bisa untuk penerbangan kelas besar dan internasional. “Bahasa saya ini sudah smart airport dari saya lihat desainnya. Jadi, nggak apalah Kediri dulu, nanti Bandara Juanda menyusul,” sambungnya.

Mengenai pembangunan, Khofifah menjelaskan bahwa Bandara Kediri adalah Proyek Strategis Nasional (PSN). PT Gudang Garam melalui anak usaha mereka, PT Surya Dhoho Investama (SDI), sebagai pelaksana dan bertanggung jawab untuk proses teknis. Jadi, meski sebagai proyek nasional, persiapan lahannya berada di bawah koordinasi PT Gudang Garam.

“Sementara, Pemerintah Provinsi Jatim akan mengambil peran untuk mengkoneksikan Bandara Kediri dengan daerah di kawasan Selingkar Wilis,” tambah Khofifah. “Sehingga, begitu bandara rampung pembangunannya, akses dan konektivitas bandara dengan daerah di seputaran Selingkar Wilis sudah bisa digunakan.”

Sayangnya, rencana ini sepertinya akan menemui jalan terjal. Pasalnya, harga tanah di sekitar lokasi bandara yang meliputi empat desa di tiga kecamatan, Kabupaten Kediri langsung melambung tinggi. Warga pemilik lahan yang tidak terdampak pembangunan bandara, saat ini memasang harga jauh di atas harga pasaran. Hal tersebut yang membuat warga Dusun Bedrek Selatan, ragu-ragu melepaskan tanah mereka untuk proyek bandara.

Tahun 2021, Pemerintah Mulai Bangun KA Bandara Juanda

SURABAYA/JAKARTA – Setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Kualanamu, dan Bandara Internasional Minangkabau, pemerintah berencana untuk membangun jalur kereta di Bandara Internasional Juanda. Pembangunan KA bandara di Surabaya ini menurut kabar akan dilakukan pada tahun 2021 mendatang.

“KA bandara lain yang harus segera dibangun yaitu Surabaya. Penduduknya banyak dan Bandara Juanda itu ‘kan besar,” ujar Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, saat meresmikan jalur KA Bandara Soekarno-Hatta menuju Stasiun Manggarai. “Selain Surabaya, daerah lain yang harus memiliki KA bandara adalah Bali, yang diproyeksikan sebagai penghubung antara Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan kawasan utara Bali.”

Budi menambahkan, untuk KA bandara di Kota Pahlawan sendiri, konstruksi menurut rencana akan mulai dibangun pada tahun 2021 mendatang. Sementara, untuk Bandara Kertajati, Jawa Barat, hanya reaktivasi jalur saja. “Wilayah lain yang mesti punya KA bandara adalah Makasar, yang akan menghubungkan Bandara Sultan Hasanuddin dengan kabupaten dan kota lainnya di Sulawesi Selatan,” sambung Budi.

Sebelumnya, Budi meresmikan KA Bandara Soekarno-Hatta untuk rute Stasiun Manggarai PP pada Sabtu (5/10) kemarin.  Dikutip dari akun Twitter resmi PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), keberangkatan KA Bandara Soekarno-Hatta dari Stasiun Manggarai dilakukan setiap 30 menit sekali, dengan keberangkatan paling awal pukul 05.10 WIB dan keberangkatan terakhir pukul 21.40 WIB. Sementara, untuk kedatangan, mulai pukul 06.20 WIB dan kedatangan terakhir pukul 23.20 WIB.

“Saya harapkan dengan tambahan service ini, okupansi PT Railink meningkat dan kita bisa memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat,” tutur Budi. “Stasiun Manggarai akan menjadi stasiun sentral atau point to point untuk melayani kebutuhan masyarakat atas moda transportasi. Tanggapan pengguna pun cukup baik.”

Sementara itu, Direktur Utama PT Railink, Mukti Jauhari, optimistis rute baru Stasiun Manggarai-Bandara Internasional Soekarno Hatta berdampak positif untuk meningkatkan jumlah penumpang harian. Pihaknya sendiri sepakat dengan target 50 persen peningkatan okupansi penumpang dengan rute tersebut.

Biaya Operasional Mahal, Wings Air Tutup 7 Rute Penerbangan

Jakarta – Lion Air Group akhirnya memutuskan untuk menutup 7 rute yang dilayani oleh anak perusahaannya, Wings Air lantaran dinilai merugi. Salah satu alasan penutupan rute tersebut karena harga bahan bakar avtur yang dianggap sangat mahal dan tidak sebanding dengan keuntungan yang didapatkan.

“Wings Air mulai 3 Oktober memang menutup tujuh rute itu sampai informasi lebih lanjut,” ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro di Jakarta, Minggu (29/9), seperti dilansir Antara.

Adapun 7 rute penerbangan Wings Air yang ditutup antara lain, Batam (BTH) – Tanjung Pinang (TNJ), Kepulauan Riau, Palu (PLW) – Morowali (MOH), Sulawesi Tengah, Palu (PLW) – Ampana (OJU), Sulawesi Tengah, Kupang (KOE) – Rote (RTI), Nusa Tenggara Timur, Manado (MDC) – Kao (KAZ), Maluku Utara, Manado (MDC) – Naha (NAH), Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara dan Manado (MDC) – Melanguane (MNA), Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Lebih lanjut Danang menuturkan, alasan penutupan rute itu karena terkena dampak dari harga avtur yang tinggi, sehingga mengakibatkan biaya operasional penerbangan jadi membengkak. Biaya operasional yang tinggi tersebut akhirnya mempengaruhi harga tiket pesawat Wings Air. “Besarnya biaya operasional ini, pada akhirnya berpengaruh pada harga tiket Wings Air yang menyebabkan menurunnya daya beli masyarakat setempat terhadap harga jual tersebut,” ujar Danang.

“Walaupun memang statusnya tidak melebihi tarif batas atas, katakanlah tarif batas atas Rp1.000, kita biasa jual Rp300-400, tapi karena ada kenaikan jadi Rp600-700, ini menyebabkan keterisian enggak optimal,” sambung Danang.

Tingkat keterisian atau load factor untuk sejumlah rute tersebut katanya hanya di bahwa 50%. Oleh sebab itu, dari Wings Air terus merugi, Lion Air Group pun memutuskan untuk menurut ketujuh rute tersebut sampai harga avtur bisa kembali normal. “Di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, avtur terjangkau mampu menciptakan dan mempengaruhi harga biaya operasional dan harga jual terjangkau terkait dengan daya beli kedua pasarnya bagus,” beber Danang.

Kunjungan Wisman ke Jatim Selama Agustus 2019 Naik 18,33%

Surabaya – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur melaporkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jatim selama periode awal semester II 2019, terutama di bulan Agustus 2019 mengalami kenaikan.

Menurut Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono, kunjungan turis asing ke Jawa Timur melalui pintu masuk Bandara Internasional Juanda pada bulan Agustus 2019 mengalami kenaikan sebesar 18,33% daripada bulan Juli, yakni dari 25.143 kunjungan jadi 29.571 kunjungan. “Dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2018, jumlah wisman yang datang ke Jatim memang masih mengalami penurunan sebesar 12,92 persen, yaitu dari 34.166 kunjungan,” ujar Teguh, seperti dilansir Harianbhirawa.

Lebih lanjut Teguh menerangkan, faktor yang menyebabkan meningkatnya jumlah kunjungan wisman ke Jawa Timur akibat banyak konteks luas. “Yang saya maksud konteks luas karena banyak kegiatan wisman ke Jatim tidak melulu karena ingin berwisata, jadi bisa saja karena menghadiri acara seminar, pertemuan dagang, pertukaran pelajar dan masih banyak lainnya,” papar Teguh.

Pola kedatangan wisman ke Jatim pada bulan Januari-Agustus selama dua tahun terakhir, pada tahun 2019 masih lebih rendah dari tahun 2018. Pada 2019, meski tingkat kunjungan di April dan Mei cenderung turun mirip seperti pola tahun 2018, namun Juni-Agustus kunjungannya kembali mengalami peningkatan. “Tentunya, hal ini perlu menjadi perhatian pihak terkait, agar jumlah wisman di periode mendatang tetap meningkat hingga akhir tahun 2019,” ucap Teguh.

Setidaknya terdapat 10 negara asal wisman yang paling banyak berkunjung ke Jatim selama Agustus 2019, yakni turis dari Malaysia, Singapura, Tiongkok, Amerika Serikat, Taiwan, Jepang, Thailand, India, Korea Selatan, dan Perancis. Wisman dari 10 negara utama tersebut meliputi 64,40% dari keseluruhan wisman yang ke Jatim selama Agustus 2019.

Adapun kedatangan turis paling banyak didominasi turis asal Malaysia sebanyak 26,76%, lalu turis asal Singapura dan China masing-masing sebanyak 11,32% dan 8,68%. “Jika ingin menarik wisman di luar asia, maka harus ada paket khususnya paket musim panas. Biasanya wisman di luar asia suka untuk berjemur di pantai. Potensi pantai di Jatim juga tidak kalah bagus dengan provinsi tetangga, Bali,” tandas Teguh.

Wings Air Buka Penerbangan ke Dabo Singkep, Terafiliasi dengan Lion Air Rute Surabaya

Batam – Maskapai Wings Air membuka rute penerbangan baru ke Bandara Dabo Singkep pada Selasa (1/10) siang. Pesawat yang tergabung dalam Lion Air Group ini membuka sejumlah rute penerbangan di antaranya Dabo Singkep-Batam yang berafiliasi langsung dengan Lion Air untuk rute Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Jambi, Palembang, dan Pontianak.

Pada rute penerbangan langsung tersebut, Wings Air menawarkan frekuensi 1 kali setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu pergi pulang (PP). “Tahap awal dari pembukaan layanan Batam – Dabo Singkep – Batam tiga kali dalam sepekan. Wings Air akan terus melakukan pengkajian pasar, apabila market di rute ini tumbuh pesat, akan berpeluang bagi Wings Air guna meningkatkan jumlah frekuensi penerbangan,” kata Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, seperti dilansir Suaramerdeka.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Lingga, Alias Wello menuturkan bahwa penerbangan Wings Air tersebut menjawab tantangan dan juga keluh kesah masyarakat dan investor yang mendambakan penerbangan komersial di Lingga. “Ini adalah berkat kerja keras kita bersama, termasuk bantuan Kepala Bandara teman kita berkonsultasi. Terima kasih juga buat Lion Air Group,” kata Awe.

Dabo sendiri merupakan pintu masuk ke Kepulauan Lingga. Dibukanya penerbangan reguler ke Dabo diharapkan bisa menimbulkan dampak positif untuk pengembangan sektor industri kreatif, pariwisata, perdagangan, dan juga bisnis.

Wings Air lewat pesawat bernomor penerbangan IW-1298 berangkat dari Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau pukul 12.30 WIB dan mendarat di Bandar Udara Dabo, Kepulauan Riau jam 13.15 WIB. Sebaliknya, Wings Air bernomor IW-1299 terbang dari Singkep pada 13.40 WIB dan tiba di Batam pukul 14.25 WIB.

“Wings Air mengucapkan terima kasih kepada regulator, pengelola bandar udara, pemerintah setempat, mitra, pihak terkait, awak pesawat serta seluruh karyawan yang telah mempersiapkan, mendukung dan kerjasama dalam pembukaan rute baru,” jelas Danang.

Wings Air sendiri juga berkomitmen untuk menyediakan kemudahan akses transportasi untuk travelers agar dapat mempersingkat waktu tempuh perjalanan. “Wings Air sebagai penghubung (feeder) akan terus mengembangkan jaringan penerbangan domestik untuk menghubungkan wilayah setingkat kabupaten dengan kota. Batam ke Dabo Singkep menyusul kesuksesan ekspansi Wings Air yang telah dilayani di Kepulauan Riau, yang mencakup Batam, Bintan, Letung Anambas, Natuna,” ucap Danang.

Hari Batik Nasional, Bandara Juanda Gelar Fashion Show Batik di Terminal 2

Sidoarjo – Bertepatan dengan Hari Batik Nasional yang diperingati pada 2 Oktober 2019 kemarin, PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Bandara Internasional Juanda mengadakan peragaan busana berbahan batik dan kegiatan mencanting batik di Terminal 2 Keberangkatan Internasional Bandara Juanda, Rabu (2/10).

“Tahun ini merupakan tahun kedua Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya menyelenggarakan even dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional,” kata PTS General Manager Bandar Udara Internasional Juanda, Mashabi, seperti dilansir Liputan6.

Lebih lanjut Mashabi menyatakan, acara tersebut sengaja diselenggarakan guna memaknai dan melestarikan batik sebagai warisan budaya dunia. “Hal ini menjadi penting karena pemahaman yang kita miliki akan diteruskan kepada generasi yang akan datang,” ungkapnya.

Lewat Hari Batik Nasional 2019, PT AP I Cabang Juanda berupaya untuk menciptakan public engagement dengan para pengguna jasa bandar udara melalui thematic event Hari Batik Nasional. “Kegiatan fashion show ini menampilkan koleksi busana berbahan batik dari Diah Gardenia by Eko Tjandra ready to wear dan make up oleh Inez Cosmetics. Peraga busana batik adalah para Duta Bandara Juanda dan beberapa model dari perwakilan maskapai,” jelas Mashabi.

“Selain sebagai hiburan bagi pengguna jasa,  kegiatan peragaan busana batik di Bandara Internasional Juanda juga bertujuan menjaga eksistensi batik itu sendiri agar tetap lestari di tengah modernisasi. Ternyata banyak cara yang menarik memadu-padankan batik, unik tapi tetap kekinian,” sambung Mashabi.

Tak hanya acara fashion show batik, ada pula kegiatan mencanting batik yang dilaksanakan oleh Art Batik Community. Para duta bandara pun mengajak pengguna jasa di Bandara Juanda untuk berpartisipasi membuat batik pada selembar kain dan topeng yang telah disediakan.

Kegiatan tersebut juga disambut antusias oleh para penumpang, misalnya saja Firo yang hendak bepergian ke Malaysia dengan menaiki pesawat Singapore Airlines. “Saya baru pertama kali melihat kegiatan Fashion Show ini di Terminal 2 Internasional , biasanya saya melihat peragaan busana itu di Mall. Saya rasa kegiatan ini sangat unik dan bagus, karena dapat memberikan hiburan bagi para penumpang yang sedang menunggu di ruang tunggu agar tidak merasa jenuh,” ucapnya.