Lion Air Group Mulai Alihkan Rute Surabaya-Samarinda ke Balikpapan

SAMARINDA/SURABAYA – Maskapai yang tergabung dalam Lion Air Group (Lion Air, Batik Air, dan Wings Air) mulai mengalihkan rute penerbangan mereka dari dan menuju Samarinda ke Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan. Ini dilakukan karena Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto sedang mengalami perbaikan fasilitas.

“Pengalihan jaringan penerbangan domestik dari dan menuju Samarinda dimulai tanggal 20 November 2019 sampai dengan tanggal 15 Desember 2019,” jelas Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro. “Pengalihan tersebut sesuai pemberitahuan resmi dari otoritas bandar udara setempat (Notices to Airmen/ NOTAM).”

Danang melanjutkan, pihaknya senantiasa menyediakan layanan penerbangan terbaik yang masih dapat diakses atau dijangkau. Dengan demikian, setiap tamu, pelanggan, wisatawan, pebisnis, serta masyarakat dari dan menuju Kalimantan Timur memiliki alternatif perjalanan udara. “Berdasarkan situasi yang terjadi, seluruh operasional dijalankan menurut standar operasional prosedur (SOP),” sambung Danang.

“Lion Air Group memberikan informasi kepada seluruh tamu atau penumpang yang mempunyai jadwal penerbangan dengan tujuan Samarinda (inbound) dan dari Samarinda (outbound) untuk melaporkan ke petugas layanan di bandar udara (customer services) atau layanan pelanggan (call center) 021-63798000,” imbuh Danang. “Lion Air Group juga memfasilitasi kepada penumpang bagi yang akan melakukan proses pengembalian dana (refund), perubahan jadwal keberangkatan (reschedule) sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.”

Berikut penerbangan Lion Air Group khusus Surabaya-Samarinda atau sebaliknya yang dialihkan menuju Bandara Sepinggan di Balikpapan.

  • Lion Air JT-666 11.30-14.00 Surabaya-Samarinda dialihkan menjadi Surabaya-Balikpapan.
  • Lion Air JT-377 14.40-15.10 Samarinda-Surabaya dialihkan menjadi Balikpapan-Surabaya.
  • Lion Air JT-314 09.30-12.00 Surabaya-Samarinda dialihkan menjadi Surabaya-Balikpapan.
  • Lion Air JT-317 12.30-13.00 Samarinda-Surabaya dialihkan menjadi Balikpapan-Surabaya.
  • Lion Air JT-666 07.50-10.20 Surabaya-Samarinda dialihkan menjadi Surabaya-Balikpapan.
  • Lion Air JT-665 16.00-16.30 Samarinda-Surabaya dialihkan menjadi Balikpapan-Surabaya.

Proyek Terminal 1 Bandara Juanda Dipastikan Tak Ganggu Penumpang Selama Nataru

Jakarta – Bandara Internasional Juanda Surabaya saat ini sedang mengebut pengerjaan proyek perluasan Terminal 1 yang dijadwalkan dapat beroperasi sebelum Lebaran 2020 mendatang. Meski demikian, pihak PT Angkasa Pura (AP) I Kantor Cabang Juanda memastikan jika penumpang yang akan bepergian dengan naik pesawat melalui bandara tak akan terganggu selama masa libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru).

“Kami menjamin dan berusaha supaya para penumpang itu tidak terganggu dengan adanya pembangunan perluasan Terminal 1 Bandara Internasional Juanda Surabaya,” ujar General Manager Bandara Internasional Juanda Heru Prasetyo setelah menyalurkan dana program kemitraan dan bina lingkungan di Graha Satu Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jumat (23/11), seperti dilansir Antara.

Lebih lanjut Heru mengungkapkan jika pada Desember 2019 depan pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dengan pemangku kepentingan yang ada di lingkungan Bandara Juanda untuk mempersiapkan masa angkutan Natal dan Tahun Baru. “Kami tidak bisa memprediksikan berapa kenaikan jumlah penumpang, namun kami optimistis akan terjadi kenaikan,” beber Heru.

Terkait penyaluran bantuan dalam program kemitraan dan bina lingkungan, Heru menjelaskan bahwa ini adalah bentuk visi PT Angkasa Pura I (Persero) untuk  menjadi mitra pemerintah dan penggerak pertumbuhan ekonomi serta memberikan kontribusi positif pada kelestarian lingkungan. “Penyaluran dana kemitraan dan bina lingkungan di PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandar Udara Internasional Juanda hingga November 2019 mencapai Rp4,3 Miliar. Penyaluran ini telah dilakukan sebanyak 7 tahap dimulai bulan Februari hingga November,” ungkap Heru.

Adapun pada penyaluran bantuan dana tahap ke-7 tahun 2019 ini mencapai Rp555 juta untuk 8 penerima, meliputi 1 mitra binaan asal Malang yaitu Rita Handycraft serta 7 mitra binaan dari Sidoarjo yakni Toko Sembako Nurul Hidayat, Toko Sembako Berkah, Toko Sherly, Toko Ichzul, Anisa Collection, Pak Agus Krupuk, dan Toko Sembako Supriyatin. “Sedangkan untuk dana bina lingkungan sebesar Rp 485 juta diberikan kepada sembilan penerima dari beberapa sektor,” imbuh Heru.

AP I Cabang Juanda Salurkan Rp555 Juta untuk Dana Program Kemitraan & Bina Lingkungan

Sidoarjo – PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Bandara Juanda Surabaya menyalurkan dana program kemitraan dan bina lingkungan tahap ke-7 pada Jumat (22/11). Sebesar Rp555 juta dana program kemitraan ini disalurkan pada 8 penerima. Penyaluran dana program kemitraan dan bina lingkungan tersebut sejalan dengan visi PT AP I untuk menjadi mitra pemerintah dan penggerak pertumbuhan ekonomi serta memberikan kontribusi positif pada kelestarian lingkungan.

Pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor: Per-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.

Adapun mitra binaan AP I Cabang Juanda meliputi 1 mitra binaan dari Malang, yakni Rita Handycraft dan 7 mitra binaan dari Sidoarjo, yakni Toko Sembako Nurul Hidayat, Toko Sembako Berkah, Toko Sherly, Toko Ichzul, Anisa Collection, Pak Agus Krupuk, dan Toko Sembako Supriyatin.

Sementara itu, dana lingkungan sebesar Rp485.808.000 disalurkan pada 9 penerima yang berasal dari beberapa sektor, antara lain:

  1. Sektor Sarana Ibadah: Masjid Al Istiqomah Gedangan, Masjid Al Ikhlas Waru, Musholla Jihadul Ummah Semambung, Gereja Kristen Jawi Wetan Jemaat Tropodo dan Pura Jala Siddhi Amertha Juanda Gedangan.
  2. Sektor Pendidikan: Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum Segoro Tambak, SMP Negeri 1 Gedangan, dan Rumah Pintar Juanda Cendikia Sedati.
  3. Sektor Kesehatan: Posyandu Melon Buncitan.

“Penyaluran dana kemitraan dan bina lingkungan di PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandar Udara Internasional Juanda hingga November 2019 mencapai Rp4,3 Miliar. Penyaluran ini telah dilakukan sebanyak 7 tahap dimulai bulan Februari hingga November,” kata General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandar Udara Internasional Juanda, Heru Prasetyo, seperti dilansir Bisnis.

“Program Kemitraan adalah program pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat, melalui pemberian pinjaman kemitraan untuk modal kerja dan investasi,” imbuh Heru. Melalui program kemitraan, perusahaan juga memberikan pembinaan berupa bantuan pelatihan manajemen usaha serta bantuan pemasaran (promosi atau pameran).

Sedangkan program bina lingkungan adalah program pembedaan kondisi sosial masyarakat dan peningkatan kualitas hidup yang dilakukan oleh AP I. Program ini sekaligus jadi bukti nyata tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar bandara.

“Karena kita menyadari bahwa keberadaan perusahaan hingga saat ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat sekitar. Dan selain memberikan bantuan dana pinjaman, kita juga mengikutsertakan mitra binaan dalam kegiatan promosi produk dan perluasan pasar melalui berbagai pameran,” tutupnya.

Proyek Perluasan Terminal 1 Bandara Juanda Ditargetkan Selesai Sebelum Lebaran 2020

Jakarta – Pengerjaan proyek perluasan Terminal 1 Bandara Internasional Juanda Surabaya sampai saat ini terus dikebut. Pembangunan terminal tahap I tersebut ditargetkan rampung sebelum Lebaran 2020. Pihak PT Angkasa Pura (AP) I pun optimis target itu bisa tercapai.

Sampai saat ini sejumlah tiang penyangga dan beton lantai atas di sejumlah bagian telah dikerjakan. Sisanya terlihat kerangka besi dan baja menjulang untuk persiapan pembetonan. Di sebelah utara area pembangunan terminal, ada sejumlah pekerja yang tampak merapikan batako dan aspal. Area lapang beraspal itu kabarnya akan digunakan untuk perluasan tempat parkir.

“Kami optimistis bisa menyelesaikan pekerjaan ini sesuai jadwal yang telah ditetapkan, yaitu pada Agustus 2020,” ujar Communication & Legal Section Head PT Angkasa Pura I Juanda Yuristo Ardhi Hanggoro, seperti dilansir Jawapos.

Lebih lanjut Yuristo memaparkan, PT Waskita Raya selaku rekanan yang mengerjakan proyek tersebut juga yakin jika terminal I dapat digunakan untuk melayani para pemudik saat musim Lebaran tahun depan. Sampai minggu kedua November 2019, progres pengerjaan perluasan dan pembenahan interior T1 Juanda tahap I dan fasilitas penunjangnya sudah mencapai 12,8%.

Realisasi tersebut rupanya lebih cepat dari target yang telah ditetapkan sebesar 7,173%. Yuristo mengungkapkan, pada Desember 2019 kemungkinan progres pengerjaan akan mencapai 48,39%. “Akan dimulai pengerjaan arsitektur pada Desember,” ungkapnya.

Apabila pembangunan tersebut rampung, maka luas bangunan T1 Bandara Juanda yang tadinya hanya 62.700 meter persegi akan menjadi 91.700 meter persegi. Kapasitas penumpang pun bertambah dari yang sebelumnya 6 juta penumpang menjadi 13,6 juta orang per tahun.

Usai pembangunan tahap 1 pun akan ada perubahan pengoperasian bandara. Misalnya saja pemisahan penempatan terminal kedatangan dan keberangkatan. “Saat ini di terminal 1A dan 1B terdapat area kedatangan dan keberangkatan. Dalam rencana proyek pengembangan, akan ada perubahan. Terminal 1A akan menjadi terminal keberangkatan dan terminal 1B menjadi terminal kedatangan,” ungkap Yuristo.

Dengan demikian, Yuristo berharap T1 beserta fasilitasnya dapat memberi layanan kebandarudaraan dengan mengutamakan kenyamanan tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan juga keamanan para pengguna jasa.

Puspenerbal Gelar Simulasi Pengamanan di T1 Bandara Juanda

Sidoarjo – Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) Lanud Juanda melakukan simulasi pengamanan objek vital di akses masuk Bandara Internasional Juanda dari ancaman aksi unjuk rasa dan teroris, guna menciptakan keamanan di wilayah setempat. Kegiatan yang diselenggarakan pada Selasa (19/11) lalu ini dilakukan untuk memberi pelatihan pada pasukan sekaligus mengantisipasi apabila terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

“Simulasi ini dilakukan di dua wilayah, yaitu wilayah Barat di Tanjung Pinang dan wilayah Timur di wilayah Lanudal Juanda,” kata Komandan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Danpuspenerbal) Laksamana Pertama TNI Edwin di Sidoarjo, Selasa (19/11), seperti dilansir Antara.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pengamanan tersebut juga melibatkan sejumlah elemen seperti dari Avsec Bandara Internasional Juanda Surabaya. “Selain itu juga ada pasukan anti huru hara yang kami miliki dan juga anggota yang bersiaga selama 24 jam,” sambungnya. Dalam simulasi itu melibatkan sekitar 400 personel untuk melakukan pengamanan di dalam wilayah Pangkalan Udara TNI AL di Juanda.

Kegiatan simulasi itu diadakan di wilayah Bandara Juanda T1. Tactical Floor Game (TFG) terdiri dari 36 rangkaian simulasi. Terdapat 3 inti simulasi pengamanan, yang meliputi pengamanan aksi massa unjuk rasa, simulasi penyanderaan, dan simulasi penjinakan bom. “Pengamanan yang disimulasikan kali ini bercerita tentang adanya demo masyarakat terkait dengan pembangunan Terminal 3 Bandara Juanda dan teror yang dilakukan di lingkungan bandara,” paparnya.

Pembinaan yang dilakukan ini juga bertujuan mengevaluasi kesiapan pengamanan serta menindaklanjuti kelengkapan pasukan berdasarkan perkembangan yang terjadi di lapangan. Pasalnya, ini adalah wujud kesiapan apabila suatu saat terjadi hal yang mengganggu dan meresahkan wilayah Bandara Juanda.

Simulasi pengamanan dilakukan karena Bandara Juanda ada di wilayah lanudal pangkalan TNI AL, sehingga pihaknya pun mengaku berwenang untuk ikut menjaga stabilitas wilayah tersebut. Kegiatan tersebut rupanya sempat mengakibatkan arus lalu lintas terhenti dari arah menuju bandara. Untuk melancarkan lalu lintas, pihaknya pun menerjunkan beberapa pasukan untuk mengatur. “Awalnya di ruas utara jalan, kemudian dipindah di selatan jalan,” bebernya.

Hari Anak Internasional, Bandara Juanda Selenggarakan Kegiatan Kids Take Over

Sidoarjo – Dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional, Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur mengajak serta anak-anak untuk berpartisipasi merasakan sejumlah profesi yang ada di bandara udara. Misalnya saja menjadi Customer Care, Terminal Inspector, Duta Bandara, hingga Passenger on Ticket System.

Kegiatan bertajuk Kids Take Over tersebut dilakukan di Terminal 2 (T2) Bandara Juanda pada Selasa (19/11) kemarin. “Kami bekerja sama dengan UNICEF ikut berkontribusi dengan memberikan kesempatan untuk anak-anak dapat berperan menjadi petugas bandara. Selain memberikan pengalaman yang berbeda tentunya dengan ini kami berharap anak-anak dapat belajar dan berani dalam menyuarakan pemikiran mereka,” kata General Manager Bandar Udara Internasional Juanda Heru Prasetyo, seperti dilansir Tribunnews.

“Anak-anak yang berasal dari Raka Raki Cilik Jatim ini kita ajak merasakan berbagai profesi bandara. Seperti menjadi Terminal Inspector dimana mereka berkeliling terminal memeriksa fasilitas hingga pelayanan dan Customer Care yaitu anak-anak diberikan kesempatan untuk memberikan informasi kepada penumpang yang bertanya hingga memberikan pengumuman tiket yang hilang,” sambung Heru.

Tak cukup sampai di situ, anak-anak yang tergabung dalam kegiatan ini pun mencoba menjadi Terminal Inspector untuk berkeliling terminal serta memeriksa berbagai fasilitas hingga pelayanan di bandara, hingga mencoba berperan sebagai Duta Bandara dan Passenger on Ticket Systems.

Salah seorang anak yang berpartisipasi bernama Alexa mengakui bahwa kegiatan Kids Take Over di Bandara Internasional Juanda ini adalah sebuah peluang yang istimewa. “Seru dan bisa belajar banyak hal di bandara. Tadi saya belajar melayani penumpang seperti membantu check in dan mencetak tiket penerbangan pada mesin self check in dan kegiatan ini sangat menyenangkan untuk saya,” ungkap peserta yang masih berusia 10 tahun ini.

Sebagai informasi, Hari Anak adalah peringatan yang diselenggarakan pada tanggal yang berbeda-beda di dunia. Adapun Hari Anak Internasional diperingati tiap tanggal 1 Juni dan Hari Anak Universal diperingati setiap tanggal 20 November. Perayaan ini dilakukan guna menghormati hak-hak anak di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, Hari Anak Nasional diperingati tiap 23 Juli.

Kurangi Rute Hong Kong, Garuda Optimalkan Rute Surabaya & Bali

JAKARTA – Menyusul kondisi politik Hong Kong yang tidak kunjung kondusif, maskapai Garuda Indonesia memutuskan untuk mengurangi frekuensi penerbangan menuju negara kota tersebut. Pesawat yang biasanya terbang ke Hong Kong akan dioptimalkan untuk rute-rute potensial, seperti ke Surabaya dan Bali, untuk mengurangi kerugian.

“Penyesuaian frekuensi penerbangan tersebut dilaksanakan sebagai upaya perusahaan dalam menyesuaikan permintaan pasar,” papar Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, M. Ikhsan Rosan, dilansir Kompas. “Hong Kong merupakan salah satu pangsa pasar yang cukup potensial bagi perusahaan, sehingga kami akan terus memonitor kebutuhan pasar, khususnya dalam kaitan menghadapi masa peak season liburan Natal dan Tahun Baru.”

Berdasarkan data Routes Online, Garuda Indonesia sudah mengurangi penerbangan ke Hong Kong menjadi empat penerbangan sepekan dari sebelumnya 21 penerbangan seminggu. Jika dirinci, penerbangan Jakarta-Hong Kong yang sebelumnya 14 kali sepekan kini hanya 2 kali sepekan, sedangkan rute Bali-Hong Kong yang awalnya 7 kali menjadi 2 kali dalam seminggu.

Dengan pengurangan frekuensi penerbangan ke Hong Kong, Garuda Indonesia akan fokus untuk mengembangkan rute-rute domestik yang potensial, seperti Denpasar, Surabaya, Yogyakarta, dan Makassar untuk memberikan kontribusi positif dan optimal bagi kinerja perusahaan. Ikhsan menuturkan bahwa pihaknya akan kembali terbang ke Hong Kong dengan kapasitas normal bila situasi kembali membaik.

Kondisi Hong Kong saat ini memang semakin memanas menyusul banyaknya aksi demonstrasi mahasiswa yang bentrok dengan polisi yang diawali protes keras terhadap UU ekstradisi sejak Agustus lalu. Aksi massa itu juga sempat merambah ke Bandara Internasional Hong Kong yang membuat sejumlah penerbangan terganggu.

Kondisi terakhir, mengutip dari Reuters, polisi Hong Kong menembakkan gas air mata ke arah pemrotes saat mereka berusaha keluar menyelamatkan diri dari satu kampus yang terkepung pada Senin (18/11). Pada saat yang sama, ratusan pengunjuk rasa prodemokrasi bertahan di dalam kampus dengan bersenjatakan bom bensin serta jenis-jenis senjata lainnya.

Citilink Stop Operasi, Rute Surabaya-Jember Tersisa Wings Air

SURABAYA/JEMBER – Sejak tanggal 14 November 2019 kemarin, maskapai Citilink Indonesia ternyata sudah tidak melayani penerbangan Surabaya-Jember yang menghubungkan Bandara Internasional Juanda dengan Bandara Notohadinegoro. Namun, masyarakat masih bisa mendapatkan layanan serupa yang dioperasikan oleh Wings Air.

“Sesuai surat Manajer Station Citilink Jember, dari tanggal 14 November 2019 tidak beroperasi di Bandara Notohadinegoro Jember,” papar Kepala Dinas Perhubungan Jember, Hadi Mulyono, dilansir Berita Jatim. “Hal tersebut, menurut Manajer Station Citilink Jember, merupakan kebijakan manajemen Citilink pusat.”

Sebelumnya, Citilink Indonesia mengambil alih rute Surabaya-Jember PP dari maskapai Garuda Indonesia per tanggal 1 April 2019 lalu. Garuda Indonesia awalnya menerbangi rute Jember-Surabaya PP sejak 16 Juli 2014 dengan mengoperasikan armada pesawat jenis ATR 72-600 dengan kapasitas mencapai 70 penumpang dan jadwal penerbangan setiap hari.

Perlahan, maskapai pelat merah itu kemudian mengurangi jumlah frekuensi penerbangan lantaran kurangnya permintaan untuk rute tersebut. Dari yang awalnya dilayani setiap hari, penerbangan rute Jember-Surabaya hanya dilayani sebanyak 4 kali dalam seminggu pada Januari 2019. Hingga pada akhirnya, penerbangan Garuda Indonesia dari dan ke Jember benar-benar berhenti beroperasi pada 9 Maret 2019 lalu serta dialihkan ke Citilink.

Meski maskapai Citilink Indonesia sudah berhenti beroperasi, namun masih ada layanan Surabaya-Jember PP yang dioperasikan oleh Wings Air. Penerbangan tersebut dilayani satu kali setiap hari pulang pergi. Armada pesawat yang dipakai maskapai anak usaha Lion Air Group tersebut juga sama, yakni jenis ATR berkapasitas 70 orang penumpang.

Wings Air sendiri resmi mengoperasikan rute Surabaya-Jember PP mulai tanggal 1 Agustus 2017 lalu. Maskapai terbang dari Kota Surabaya pukul 11.00 WIB dan tiba di Jember pukul 11.50 WIB. Sementara, untuk keberangkatan ke Surabaya, lepas landas dari Bandara Notohadinegoro pukul 12.15 WIB dan mendarat di Bandara Juanda pukul 13.10 WIB.

Citilink Resmi Berhenti Layani Penerbangan Surabaya-Jember

Jember – Maskapai berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) Citilink Indonesia tak lagi melayani penerbangan rute Bandara Juanda Surbaya – Bandara Notohadinegoro dan sebaliknya dengan pesawat bertipe ATR72 mulai tanggal 14 November 2019 lalu. Calon penumpang yang ingin melakukan perjalanan dengan Citilink pun diarahkan untuk melalui Bandara Banyuwangi.

“Citilink Untuk dari dan ke Jember, sudah tidak beroperasi lagi. Efektif 14 November 2019. Kalau menggunakan Citilink jarak terdekat ada alternatif dari daerah Banyuwangi,” ujar Station Manager Jember Citilink, Yogi Ardi Asmoko, Sabtu (16/11), seperti dilansir Faktualnews.

Dihentikannya operasional pesawat terbang komersial oleh Citilink tersebut sudah disampaikan secara resmi melalui surat yang ditujukan pada Bupati Jember. Sayangnya Yogi tak mengungkapkan secara rinci apa penyebab Citilink berhenti melayani penerbangan rute Surabaya-Jember tersebut. “Untuk (alasan penghentian penerbangan) menunggu arahan dari kantor pusat,” ungkap Yogi.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi terkait penghentian operasional penerbangan Citilink Surabaya-Jember, Kepala UPT Bandara Notohadinegoro Edi Purnomo juga masih belum memberikan tanggapan. Sebagai informasi, Citilink adalah maskapai penerbangan yang baru beroperasi sekitar 8 bulan di Bandara Notohadinegoro Jember dengan penerbangan perdana yang dilakukan pada tanggal 1 April 2019 lalu.

Citilink sendiri kala itu mengambil alih rute penerbangan yang sebelumnya dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia. Garuda Indonesia sebelumnya menerbangi rute Jember-Surabaya pergi pulang (PP) sejak 16 Juli 2014 dengan mengoperasikan armada pesawat jenis ATR 72-600 yang kapasitasnya mencapai 70 penumpang dengan jadwal penerbangan setiap hari.

Akan tetapi, Garuda Indonesia kemudian mengurangi jumlah frekuensi penerbangan lantaran kurangnya permintaan untuk rute tersebut. Dari yang awalnya dilayani setiap hari, penerbangan rute Jember-Surabaya hanya dilayani sebanyak 4 kali dalam seminggu pada Januari 2019. Hingga pada akhirnya penerbangan Garuda Indonesia dari dan ke Jember benar-benar berhenti beroperasi pada Maret 2019 lalu serta dialihkan ke Citilink.

Batik Air Hadirkan Fasilitas Wifi Entertainment untuk Sejumlah Rute Penerbangan

Jakarta – Maskapai full service Batik Air merilis fasilitas terbaru berupa Wireless Fidelity (WiFi) Entertainment On-board atau layanan hiburan di pesawat yang dapat diakses lewat wireless. Untuk permulaan, Batik Air memasang sekaligus melakukan uji coba wifi entertainment di 3 pesawat jenis Airbus 320-200CEO beregistrasi PK-LAZ, PK-LUH, dan PK-LUI.

Uji coba perdana layanan wifi entertainment ini berlangsung sukses dengan mengusung tema Dapatkan Hiburan Gratis dari Genggaman yang melayani rute penerbangan Bandara Soekarno-Hatta – Makassar, Makassar – Sorong pp, Makassar – Surabaya pp, Makassar – Kendari pp, Kendari – Bandara Soekarno-Hatta.

Ada juga rute lainnya yang memperoleh fasilitas serupa, yaitu Bandara Soekarno-Hatta – Gorontalo pp, Bandara Soekarno-Hatta – Ternate pp, Bandara Soekarno-Hatta – Palembang, Makassar – Palu pp, dan Makassar – Bandara Soekarno-Hatta. “Selanjutnya akan tersedia pada jaringan Batik Air yang lain,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Batik Air, Capt. Achmad Luthfie, Jumat (15/11), seperti dilansir Tangerangonline.

Lebih lanjut Luthfie mengungkapkan bahwa penyediaan wifi on-board tersebut dilakukan dengan menggandeng PT Dua Surya Dinamika (AirFi Indonesia). “Sedangkan untuk pemasangan perangkat tersebut dilakukan oleh Batam Aero Technic (BAT) sebagai pusat perawatan dan perbaikan pesawat member of Lion Air Group,” imbuh Luthfie.

Proses pemasangan wifi dalam pesawat itu pun sudah memperoleh sertifikasi dari regulator dan mengikuti aturan pengoperasian pesawat udara. “Setiap perangkat yang terpasang pada armada Batik Air, sudah menjalani pemeriksaan dan persetujuan oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), Kementerian Perhubungan,” katanya.

Pengadaan fasilitas wifi entertainment ini sendiri menjadi upaya inovasi perusahaan untuk melengkapi layanan hiburan seperti majalah dan koran yang telah tersedia di dalam kantong kursi, baik di kelas bisnis maupun kelas ekonomi. “Keseriusan Batik Air menyediakan wifi on-board adalah program digital pertama Lion Air Group dalam menghadirkan layanan wifi gratis selama penerbangan,” papar Luthfie.

Adapun konten layanan wifi entertainment yang bisa dinikmati para penumpang Batik Air meliputi video (movies and TV shows), musik video (music), permainan (games), program anak-anak (kids), gaya hidup (lifestyle), Instagram, percakapan tertulis antarpersonal dalam pesawat (on-board chat), berita (news), majalah elektronik (e-magazine), dan fitur lainnya.