HUT ke-55, Pesawat TNI AL Tabur Bunga di Bandara Juanda

SIDOARJO – Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Juanda merayakan ulang tahunnya yang ke-55 pada Senin(12/8) kemarin. Untuk memperingati momen bersejarah ini, 8 pesawat jenis berbeda dari armada Puspenerbal melakukan penaburan bunga di sepanjang runway (landasan pacu) 10-28 Bandara Internasional Juanda.

Satu pesawat TB9 Tampico tampil sebagai pemimpin formasi, disusul satu pesawat Baron G 58, empat pesawat Bonanza G 36, satu pesawat Cassa NC 212, dan satu pesawat CN 235 sebagai penutup formasi.  Tabur bunga dilakukan dari dalam pesawat yang sedang konvoi memutari landasan pacu. Penerbangan komersial yang biasanya sibuk pun sepi, ikut menghormati ritual tersebut.

“Momen ini dirayakan berbeda dengan tahun sebelumnya karena untuk mengenang perjuangan para pendahulu membangun landasan dan pangkalan ini,” ujar Komandan Lanudal Juanda, Kolonel Laut (P) Bayu Alisyahbana. “Lanudal Juanda sendiri merupakan enclave civil, yakni pangkalan militer yang juga digunakan kepentingan sipil, dalam hal ini Bandara Internasional Juanda.”

Ia melanjutkan, tepat 12 Agustus 55 tahun yang lalu, Lanudal Juanda, termasuk landasan pacu, diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1944 untuk kepentingan pesawat-pesawat TNI AL dalam operasi militer perebutan kembali Irian Barat. Jadi, pada saat itu, hanya ada Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut Juanda.

Setelah acara tabur bunga, ibu-ibu Jalasenastri Cabang 3 Puspenerbal membagikan brosur tentang sejarah Lanudal Juanda di Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Juanda kepada para penumpang yang akan berangkat ataupun yang baru datang. Tujuannya untuk menyosialisasikan dan memberikan informasi kepada masyarakat bahwa Lanudal Juanda merupakan ‘enclave civil’ atau pangkalan militer yang juga di pergunakan untuk kepentingan sipil, yakni Bandara Internasional Juanda.

Sebelum acara tabur bunga, pada Sabtu (10/8) kemarin, unit K-9 juga menunjukkan kebolehan mereka di hadapan penonton dalam menemukan sabu-sabu menggunakan bantuan anjing pelacak. Para penonton juga dihibur penampilan freestyle sepeda motor dari dua petugas Detasemen Pomal Lanudal Juanda.

NAM Air Terbang Banjarmasin-Surabaya PP, Tiket Rp800 Ribuan

BANJARBARU/SURABAYA –Tanpa gembar-gembor, ternyata maskapai NAM Air baru saja meluncurkan rute domestik terbaru. Anak perusahaan Sriwijaya Air tersebut resmi membuka penerbangan rute Banjarmasin-Surabaya PP menggunakan pesawat jenis Boeing 737-500 berkapasitas 120 kursi pada Jumat (9/8) kemarin. 

“Penerbangan rute Banjarmasin ke Surabaya dan sebaliknya, NAM Air sudah menggunakan pesawat jenis Boeing dengan kapasitas 120 kursi,” papar Branch Manager NAM Air (Sriwijaya Air Group Member of Garuda Indonesia) area Kalimantan Selatan, Jonnie Ramlis. “Untuk penerbangan perdana memang masih 50 persen. Namun, kami optimistis jumlah penumpang akan terus meningkat.”

Jonnie melanjutkan, untuk rute Banjarmasin ke Surabaya, pesawat terbang setiap hari pada pukul 06.50 WITA dengan durasi waktu sekitar satu jam 20 menit. Sementara, untuk rute sebaliknya, pesawat bertolak dari Bandara Internasional Juanda pada pukul 18.30 WIB, dengan durasi waktu perjalanan yang hampir sama.

“Penerbangan pesawat NAM Air Boeing 737-500 ini lebih menyasar kepada kalangan pebisnis pengusaha dan travelling hingga keluarga yang ingin singkat berkunjung ke Surabaya,” sambung Jonnie. “Rute baru ini juga terhubung ke Denpasar. Jadi, bisa transit ke Denpasar pada pukul 10.00 WIB. Padatnya jadwal penerbangan ini, menuntut pesawat tidak boleh terlambat. Karena jika sekali terlambat, otomatis mengacaukan jadwal penerbangan selanjutnya.”

Jika masyarakat ingin menggunakan penerbangan ini, pihak NAM Air menawarkan harga tiket pesawat berkisar Rp800 ribu hingga Rp1 juta untuk sekali perjalanan. Dengan membayar tiket tersebut, penumpang akan mendapatkan fasilitas seperti snack, air mineral, serta bagasi gratis hingga 15 kilogram. “Pada hari-hari tertentu, kami juga ada promo harga tiket yang lebih murah,” tambah Jonnie.

Percepat Proses Keimigrasian, Imigrasi Tambah Personel di 13 Embarkasi Haji

Sidoarjo – Seiring dengan bertambahnya jumlah jemaah calon haji Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci tahun 2019, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pun berupaya untuk mempermudah proses pengurusan keimigrasian pada para jemaah haji dengan menambah kru di 13 embarkasi Indonesia.

Pihak imigrasi menambah personel di asrama haji dan bandara tempat keberangkatan haji. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Lalu Lintas Keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham, Cucu Koswala ketika meninjau langsung pemberangkatan haji kloter 81 Embarkasi Surabaya di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Minggu (4/8).

“Kami secara nasional menambah 13 tim untuk 13 Embarkasi. Tujuannya untuk mempercepat pengurusan keimigrasian calon haji,” ujar Cucu, seperti dilansir BeritaJatim. Adapun penambahan personel imigrasi ini dilakukan di seluruh embarkasi dengan sistem penambahan grup tugas, yang masing-masing grup beranggotakan 14-15 orang yang diambilkan dari Kantor Layanan Imigrasi Setempat.

Lebih lanjut Cucu mengungkapkan bahwa dari 13 tim setiap tim terdiri dari 15 petugas. Para petugas tersebut akan memberikan layanan ekstra, di antaranya untuk jemaah kategori risiko tinggi (risti). Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya, Barlian, menambahkan bahwa jemaah haji kategori risti nantinya akan dilayani oleh tim khusus.

“Tim khusus ini akan mendatangi calon haji atau haji yang sudah tiba di Indonesia,” ungkap Barlian. Dengan demikian, para jemaah haji kategori risti nantinya tak perlu mendatangi para petugas keimigrasian. “Nanti petugas datang ke jemaah di kursi roda baik saat mau berangkat haji atau tiba di Indonesia,” ungkapnya.

Sedangkan terkait evaluasi layanan haji yang dilakukan di 13 embarkasi di Indonesia, Cucu Koswala menilai bahwa layanan imigrasi untuk jamaah calon haji tahun ini jauh lebih baik serta secara nasional tidak ada masalah atau ungkap kasus pelanggaran di masing-masing embarkasi di seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah, untuk tahun ini layanan jamaah calon haji di seluruh embarkasi berjalan normal dan lebih baik dibanding tahun sebelumnya,” beber Cucu. Tak ketinggalan, Cucu  bersama sejumlah pejabat kantor Imigrasi kelas 1 Surabaya pun membagikan ratusan souvenir pada jemaah calon haji kloter 81 asal Lamongan, Jawa Timur.

Naik Pesawat Citilink Kini Bisa Nikmati Menu Makanan Istimewa Sesuai Selera

Jakarta – Maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC) Citilink Indonesia baru saja meluncurkan layanan terbaru bertajuk Dining Experiences pada Rabu (7/8) malam. Melalui layanan baru ini para penumpang pesawat Citilink dapat mengatur sendiri menu makanan yang diinginkan. Pilihan menu terdiri dari hidangan pembuka, hidangan utama, hidangan penutup, minuman pelengkap seperti jus, dan kopi atau teh.

Tak ketinggalan, Citilink juga menyertakan sajian coklat praline sebagai pemanis hidangan berikut kartu ucapan langsung dari manajemen. “Citilink berkomitmen memberikan layanan prima kepada penumpang. Salah satunya dengan meluncurkan ‘Dining Experiences’, yaitu layanan khusus dimana penumpang dapat memilih dan mengkreasikan set hidangan favorit yang akan dinikmati di atas ketinggian 35.000 kaki,” kata Direktur Keuangan Citilink, Esther Siahaan, seperti dilansir Detik.

“Dengan adanya layanan yang merupakan salah satu program ancillary revenue Citilink Indonesia ini, penumpang Citilink Indonesia akan mendapatkan pengalaman terbang mengesankan dengan layanan khusus di seluruh fase mulai dari pre-, in-, hingga post- flight,” imbuh Direktur Niaga Citilink Indonesia Benny Rustanto.

Adapun layanan Dining Experiences ini mulai dapat dipesan sejak tanggal 8 Agustus 2019 lewat website Citilink. Untuk menikmati layanan ini, calon penumpang dikenai biaya Rp550.000 di luar harga tiket pesawat. Akan tetapi, layanan Dining Experiences terbatas untuk 5 penumpang saja di setiap penerbangan dan hanya dapat dinikmati pada penerbangan dengan durasi lebih dari 100 menit. Pemesanan Dining Experiences dapat dilakukan paling lambat 48 jam sebelum jadwal keberangkatan.

“Layanan Dining Experiences yang mulai bisa dipesan per 8 Agustus 2019 melalui website Citilink ini, saat ini disediakan terbatas untuk 5 (lima) penumpang di setiap penerbangan. Yaitu yang berasal dari Jakarta (Cengkareng), Surabaya dan Denpasar, serta khusus untuk penerbangan dengan durasi di atas 100 menit. Selain itu layanan ini dapat dipesan paling lambat 48 jam sebelum jadwal keberangkatan melalui website dan mobile web,” ungkap Easter.

Sementara itu, Harismawan Wahyuadi, VP Cargo & Ancillary memaparkan, ada 10 menu yang dapat dipilih, mulai dari steak, ayam, dan sebagainya. Selain menu Nusantara, ada pula menu khas Jepang, Korea, dan lain-lain. Para pengguna layanan Dining Experiences pun berkesempatan menikmati sejumlah fasilitas tambahan lain seperti lounge gratis, prioritas saat boarding, memperoleh mileage, memilih tempat duduk favorit, hingga mendapat asuransi Super Shield dan Flight Plus. “Penumpang juga akan mendapatkan fasilitas airport assistance di mana penumpang akan didampingi secara personal oleh petugas dari mulai tiba di bandara asal hingga tiba di bandara tujuan,” tandasnya.

Sempat Terganggu Proyek, Saat Ini Pemakaian Air di Bandara Juanda Sudah Normal

Jakarta – Manajemen PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Juanda mengumumkan bahwa saat ini penggunaan air di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur telah kembali normal. Sebagai informasi, sebelumnya sempat terdapat pekerjaan proyek pengembangan Terminal I yang mengenai instalasi air, sehingga mengganggu pasokan air di bandar udara tersebut.

“Info dari tim Surabaya bahwa ada pekerjaan proyek pengembangan terminal yang mengenai instalasi pipa air. Namun, teman-teman proyek dan cabang Surabaya langsung menindaklanjuti dengan perbaikan. Untuk penggunaan air saat perbaikan dibantu dengan ember berisi air bersih,” kata Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I, Handy Heryudhitiawan pada Liputan6, Selasa (6/8) malam.

Lebih lanjut Handy menjelaskan bahwa saat ini pemakaian air di Bandara Juanda sudah kembali normal. Selain itu, AP I juga memastikan jika pekerjaan pengembangan Terminal 1 ke depannya tak akan lagi mengganggu fasilitas umum di Bandara Juanda. Selain itu, pihak AP I juga menyampaikan permohonan maafnya atas gangguan yang sempat terjadi terhadap sambungan air di Bandara Juanda. “Tim ke depan pastikan bahwa pekerjaan tidak ganggu layanan penumpang. Sejak 20.30 valve air sudah dibuka kembali,” papar Handy.

Tak hanya pasokan air, pasokan listrik di sejumlah bandara pengelolaan AP I yang tersebar di Pulau Jawa dan Bali pun dipastikan normal meski sempat ada gangguan listrik PLN pada Minggu (4/8) lalu yang mengakibatkan listrik daerah Jabodetabek sampai Jawa Tengah padam. “Manajemen telah mengantisipasi potensi dampak gangguan listrik di sebagian besar wilayah di Pulau Jawa ini, dengan berkoordinasi secara intens dengan stakeholder, dan menyiagakan genset sebagai pasokan cadangan listrik di terminal bandara-bandara,” ungkapnya.

Bandara-bandara AP I yang ada di Pulau Jawa dan Bali antara lain Bandara Jenderal Achmad Yani Semarang, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Bandara Juanda Raih Akreditasi Pelayanan Tingkat Dunia dari ACI

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I kembali mencatatkan prestasi yang membanggakan di kancah internasional. Setidaknya 10 bandar udara yang berada di bawah pengelolaan AP I belum lama ini berhasil menyabet akreditasi Airport Customer Experience Accreditation Program dari Airports Council International (ACI).

Penghargaan tersebut sekaligus mencatatkan AP I sebagai operator bandara pertama di kawasan Asia Pasifik yang mayoritas bandaranya memperoleh pengakuan atas komitmen peningkatan pengalaman pelanggan dari lembaga kebandarudaraan prestisius dunia yang berbasis di Montreal, Kanada tersebut.

“Kami bangga bahwa komitmen kami dalam meningkatkan level of service serta customer experience di bandara-bandara yang kami kelola berhasil mendapat akreditasi internasional melalui Airport Customer Experience Accreditation Program yang dilakukan oleh ACI. Akreditasi ini semakin mengukuhkan kinerja pelayanan seluruh bandara Angkasa Pura I setara dengan bandara-bandara kelas dunia lainnya,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi, Senin (5/8), seperti dilansir Bisnis.

Sepuluh bandara kelolaan AP I yang mendapat akreditasi tersebut antara lain Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara El Tari – Kupang, Bandara Pattimura Ambon, Bandara Adi Soemarmo Solo, dan Bandara Internasional Lombok Praya.

Faik juga menuturkan, dalam program strategisnya AP I merencanakan peningkatan kapasitas total di seluruh bandara yang dikelolanya sampai 2 kali lipat dalam 5 tahun mendatang. AP I menekankan aspek kualitas pelayanan terhadap pelanggan adalah prioritas yang terus ditingkatkan guna mencapai target menjadi salah satu bandara terbaik di tingkat global.

Adapun akreditasi Airport Customer Experience Accreditation Program dilakukan berdasar praktik bandara dalam memberi pengalaman pelanggan terbaik yang terdiri dari customer understanding, strategy measurement, operational improvement, governance, airport culture, service design/innovation, dan airport community collaboration.

“Dengan akreditasi dari ACI ini artinya pengelola bandara telah menunjukkan komitmen secara terus-menerus untuk mengulas dan meningkatkan pengalaman pelanggan mereka yang terus berubah, unggul, dan belajar bagaimana mereka dapat terus meningkat,” ungkap ACI World Director Angela Gittens.

Nantinya perwakilan dari 10 bandara AP I tersebut akan diundang untuk menerima langsung sertifikat akreditasi dalam ACI Customer Experience Global Summit yang diselenggarakan di Bali tanggal 2-5 September 2019 mendatang. Kesepuluh bandara AP I akan menerima akreditasi bersama airport internasional lain seperti Bandara John F. Kennedy New York (AS),  Chattrapati Shivaji Mumbai (India), Incheon (Korea Selatan), dan Internasional Halifax Stanfield (Kanada).

Dukung Bandara Juanda, Jalan Luar Lingkar Barat Surabaya Dilengkapi Landasan Pesawat

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya menargetkan pembangunan Jalan Luar Lingkar Barat (JLLB) yang bertujuan untuk mengurangi kemacetan bisa rampung pada tahun 2020 mendatang. Nantinya, Jalan Lingkar Luar Barat tersebut akan dilengkapi dengan landasan pendaratan darurat pesawat terbang, untuk mendukung Bandara Internasional Juanda yang sudah overload.

“Nanti akan ada pot gitu, sewaktu-waktu ada pesawat butuh pendaratan darurat, tinggal narik aja, ditarik. Itu ada di Singapura, di dekat bandara, itu bisa untuk pesawat. Itu bisa kita koneksikan dengan sirkuit (Gelora Bung Tomo.red). Misal ada Grand Prix,” ujar Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, dilansir Suarasurabaya.net. “Saat ini, load penerbangan di Bandara Juanda semakin tinggi, sehingga perlu ada kebijakan cadangan untuk mengantisipasi masalah di kemudian hari.”

Wanita yang akrab disapa Risma itu pun menambahkan, pembangunan Jalan Luar Lingkar Barat ditargetkan bisa selesai pada 2020 mendatang. Dirinya pun mengajak para pengembang di Surabaya Barat untuk kembali mengebut jalan tersebut hingga selesai sampai perbatasan Surabaya-Gresik. “Minimal nanti sampai perbatasan Surabaya-Gresik. Tentu saya sangat bersyukur,” sambung Risma.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Surabaya, Erna Purnawati, mengatakan bahwa pihaknya terus mengebut penggarapan Jalan Luar Lingkar Barat. Menurut penjelasannya, proyek ini dikerjakan secara bertahap, yakni tahap pertama sepanjang 2,18 km meliputi Kecamatan Lakarsantri-perbatasan Kabupaten Gresik, tahap kedua sepanjang 6,45 km yang menghubungkan Lakarsantri-Raya Sememi, tahap ketiga sepanjang 3,85 km, dan tahap keempat Jalan Raya Sememi-Jalan Raya Tambak Osowilangun.

Dalam data tahunan, penumpang di Bandara Internasional Juanda tercatat sekitar 20 juta penumpang. Sementara, kapasitas bandara hanya 12 juta penumpang per tahun. Pihak PT Angkasa Pura I sendiri sudah menyiapkan beberapa strategi untuk meningkatkan daya tampung bandara, salah satunya melakukan perluasan dengan membangun Terminal 3.

“Kita berharap secepatnya perluasan Terminal 3 itu,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Fattah Jasin. “Dilihat dari jumlah penumpang yang ada kan sudah overload itu tahunan. Kita bicara satu tahun dan bicara jangka menengah dan jangka panjang memang dua terminal ini tidak cukup. Itu terminal yang ada itu 12 juta dalam satu tahun, yang terjadi sudah 20 juta orang.”

Angkasa Pura I Jamin Pasokan Listrik Bandara Normal

JAKARTA/SURABAYA – PT Angkasa Pura I memastikan pasokan listrik di bandara yang mereka kelola, termasuk Bandara Internasional Juanda, masih normal. Hal tersebut menyusul listrik padam di kawasan Jakarta dan sekitarnya, yang sempat bikin was-was mengganggu aktivitas penerbangan di beberapa pelabuhan udara seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Kegiatan operasional dan pelayanan kebandarudaraan, baik di sisi darat (landside) maupun sisi udara (airside), berjalan normal,” papar Corporate Secretary Angkasa Pura I, Handy Heryudhitiawan, dilansir Liputan6. “Manajemen telah mengantisipasi potensi dampak gangguan listrik di sebagian besar wilayah di Pulau Jawa ini dengan berkoordinasi secara intens dengan stakeholder dan menyiagakan genset sebagai pasokan cadangan listrik di terminal bandara-bandara.”

Seperti diketahui, beberapa bandara di Pulau Jawa dan Bali memang dikelola langsung oleh PT Angkasa Pura I. Selain Bandara Juanda, juga terdapat Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Internasional Yogyakarta Kulon Progo, dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. “Kami berharap, gangguan listrik ini dapat segera diatasi oleh PLN dan pasokan listrik dapat berjalan dengan normal kembali,” sambung Handy.

Seperti diketahui, pada Minggu (4/8) kemarin, listrik padam terjadi di kawasan Jakarta dan sekitarnya akibat gangguan yang terjadi pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kV. Gangguan tersebut mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan. PLN sendiri menjelaskan bahwa gangguan ini mengakibatkan aliran listrik di Jabodetabek, sebagian Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami pemadaman.

Sejumlah bandara terdampak pemadaman listrik tersebut, termasuk Bandara Soekarno-Hatta. Untungnya, aktivitas di pelabuhan udara ini masih berjalan normal, baik untuk layanan penerangan maupun sistem komputerisasi di terminal maupun di sisi udara. Pasalnya, walau sempat terkena dampak gangguan, tetapi langsung di-backup oleh 17 genset.

“Sempat terkena dampak gangguan dari PLN. Tetapi, langsung ter-backup oleh 17 genset, sehingga kebutuhan listrik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta aman terkendali,” ujar Senior Manager Of Branch Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang. “Kondisi operasional normal, tak ada layanan yang terganggu.”

Maskapai Diharapkan Buka Direct Flight dari Kota Selain Surabaya untuk Genjot Jumlah Wisman

Surabaya – Penurunan harga tiket pesawat belum lama ini rupanya dinilai masih belum efektif untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur. Oleh sebab itu, Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Jawa Timur mengharapkan adanya penambahan penerbangan langsung (direct flight) dari luar negeri ke sejumlah kota selain Surabaya.

Menurut Ketua Asita Jatim Arifudinsyah, arus kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jatim saat ini masih belum maksimal. Padahal bandara di Banyuwangi dan Sumenep mampu melayani penerbangan langsung dari luar negeri meskipun sebatas penerbangan dengan menggunakan pesawat kecil. “Di Bandara Internasional Juanda Surabaya, frekuensi direct flight-nya kurang,” kata Arifudinsyah, seperti dilansir JPNN.

Arifudinsyah menambahkan, jika dibuka rute penerbangan internasional langsung ke Banyuwangi dan Sumenep, maka kemungkinan angka kunjungan wisman ke Jawa Timur pun dapat meningkat. Pasalnya, sektor pariwisata di Jatim masih mengandalkan turis asing. Seperti diketahui, meskipun harga tiket pesawat untuk rute-rute domestik sudah mulai turun, ternyata masih belum bisa menggenjot kunjungan wisatawan ke Jawa Timur.

Apalagi ketika harga tiket pesawat melambung cukup tinggi beberapa waktu lalu, rupanya industri pariwisata di Jatim pun sangat terpengaruh. “Penurunannya sampai 50 persen,” ujarnya. Di sisi lain, harga tiket pesawat untuk rute internasional atau ke luar negeri justru relatif murah dan stabil.

Oleh sebab itu, Arifudinsyah berpendapat bahwa pemerintah dan para pelaku industri pariwisata seharusnya mampu memanfaatkan celah tersebut. “Kami juga sedang menyiapkan Banyuwangi untuk menjadi pintu masuk ke Jatim lewat penerbangan Kuala Lumpur-Banyuwangi,” bebernya.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur masih didominasi oleh turis asal negara Malaysia. Pada bulan Juni 2019 lalu, kunjungan wisman meningkat 58,64% dari bulan sebelumnya. Tetapi jika dibandingkan dengan tahun lalu, rupanya angka tersebut justru lebih rendah.

Selama semester pertama tahun 2019 ini (periode Januari-Juni 2019), jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi Jatim mencapai 109.759 orang, lebih rendah 7,84% dari periode yang sama tahun 2018 lalu.

Selama Januari-Juni 2019, Kunjungan Turis Asing ke Jatim Turun 24,62%

Surabaya – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang datang ke Jawa Timur selama periode Januari-Juni 2019 mencapai 109.759 kunjungan. Jumlah tersebut rupanya turun sebesar 24,62% dari periode yang sama tahun 2018 lalu sejumlah 145.599 kunjungan.

“Tapi secara kumulatif (secara umum), kedatangan turis asing ke Jatim pada Januari sampai Juni di dua tahun terakhir turun, pada 2019 masih lebih rendah dibandingkan 2018,” ujar Kepala BPS Jatim Teguh Pramono, di Surabaya, Jumat (2/8), seperti dilansir Medcom.

Menurut Teguh pola kunjungan turis dari selama Januari-Juni 2019 cenderung meningkat, meskipun pada April dan Mei cenderung turun seperti pola tahun 2018 lalu. “Hal ini perlu menjadi perhatian pihak terkait, agar jumlah wisman di periode mendatang tetap meningkat,” jelas Teguh.

Pada bulan Juni 2019, jumlah kunjungan wisman ke Jatim mencapai 23.150 kunjungan, naik 58,46% dari bulan sebelumnya yang menginjak angka 14.609 kunjungan. Kenaikan kunjungan wisman tersebut lantaran setelah Hari Raya Idul Fitri memengaruhi kedatangan wisman ke Jatim, serta bertepatan dengan musim liburan.

Apabila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2018, jumlah kunjungan wisman ke Jatim turun 18,05% dari 27.329 kunjungan. Selama Juni 2019, kunjungan wisman didominasi turis asal Malaysia yang mencapai 32.914 kunjungan. “Disusul dari Singapura sebanyak 11.815 kunjungan, dan Tiongkok sebanyak 9.780 kunjungan. Kemudian Taiwan, Amerika Serikat, Thailand, Jepang, Korea Selatan, India, dan Jerman,” sambung Teguh.

Terkait penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim Sinarto memaparkan bahwa salah satu faktor penyebab turunnya kunjungan adalah harga tiket pesawat yang sempat melambung tinggi. Meski demikian, Sinarto yakin jika jumlah kunjungan wisman nantinya akan kembali naik. “Kami terus berupaya menarik sebanyak mungkin wisman dengan memunculkan objek wisata baru yang menarik untuk dikunjungi,” tutup Sinarto.