Fasilitasi Rute Sumenep-Pagerungan, Frekuensi Terbang Surabaya-Bawean Dipangkas?

SURABAYA/SUMENEP – Otoritas Bandara Trunojoyo mengusulkan penambahan frekuensi penerbangan rute Sumenep-Pulau Pagerungan dari semula satu kali seminggu menjadi dua kali sepekan karena tingginya animo masyarakat yang memanfaatkan jalur tersebut. Untuk mewujudkan rencana tersebut, salah satu opsi yang dipilih adalah mengurangi frekuensi penerbangan Surabaya-Bawean.

“Sesuai data di bandara, animo masyarakat terhadap penerbangan pesawat perintis di jalur Sumenep-Pagerungan sangat tinggi,” papar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penerbangan Perintis Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo, Dimas Maharanto. “Setiap penerbangan selalu full seat. Bulan ini, dalam lima kali penerbangan, hampir semua tiket sudah dipesan.”

Dimas menjelaskan, penerbangan rute Sumenep-Pagerungan itu merupakan satu paket dengan rute Surabaya-Bawean (Gresik) dan Bawean-Sumenep. Jadi, untuk menambah frekuensi penerbangan, salah satu konsekuensinya adalah mengalihkan rute lain. “Opsinya mengurangi frekuensi penerbangan di rute Surabaya-Bawean yang dijadwalkan 4 kali satu minggu, dialihkan ke Sumenep-Pagerungan sehingga menjadi dua kali dalam seminggu,” sambung Dimas.

“Kami juga berencana mengirimkan surat kepada pihak terkait di Kementerian Perhubungan sebagai permohonan resmi agar ada penambahan frekuensi penerbangan,” tambah Dimas. “Namun, keputusannya ada di Kementerian Perhubungan. Upaya kami sebatas mengusulkan. Meskipun demikian, sangat memungkinkan disetujui pemerintah pusat. Sebab, animo masyarakat untuk menggunakan transportasi udara ini luar biasa.”

Berdasarkan data di Bandara Trunojoyo Sumenep, jadwal penerbangan Sumenep–Pagerungan 1 Januari penuh. Jadwal keberangkatan 8 Januari juga sudah dipesan keseluruhan oleh calon penumpang. Tanggal 15 Januari sudah dipesan 9 orang. Sementara, keberangkatan pada 22 Januari, hingga saat ini tiket sudah dipesan oleh 3 calon penumpang.

Seperti diketahui, layanan penerbangan Sumenep-Pagerungan pada tahun 2020 ini kembali dioperasikan oleh maskapai Susi Air. Pesawat jenis Cessna Caravan berkapasitas 12 penumpang sudah mulai melakukan penerbangan perdana sejak tanggal 1 Januari kemarin. Susi Air kembali melayani rute Sumenep–Pagerungan setelah ditetapkan sebagai pemenang lelang penerbangan perintis Kementerian Perhubungan 2020.

Kembangkan Fasilitas Baru, Bandara Juanda Optimis Capai Target 19,2 Juta Penumpang

Sidoarjo – Pihak manajemen Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur memiliki target jumlah penumpang sepanjang tahun 2020 ini bisa menembus angka 19,2 juta orang. Guna mencapai target tersebut, PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Juanda pun berupaya untuk menyiapkan sejumlah fasilitas baru yang diharapkan bisa segera selesai tahun ini.

Adapun berbagai fasilitas baru yang sedang dikebut pengerjaan adalah proyek perluasan Terminal 1 (T1) beserta fasilitas penunjangnya. Pekerjaan tersebut sampai saat ini dikatakan masih sesuai dengan target yang ada. “Jika nanti selesai,  maka kapasitas T1 Bandara Juanda akan meningkat 126 persen,” kata General Manager Bandara Internasional Juanda Heru Prasetyo, seperti dilansir Jawapos.

Lebih lanjut Heru memaparkan bahwa kapasitas Terminal 1 Bandara Juanda akan meningkat yang sebelumnya hanya 6 juta penumpang per tahun menjadi 13,6 juta penumpang per tahun, dengan luas terminal yang mencapai 91.700 meter persegi (m2). Sampai akhir tahun 2019 lalu, progres pengerjaan Terminal 1 Bandara Juanda sampai ke tahap pembenahan interior sudah mencapai 49,77%.

Realisasi pengerjaan proyek tersebut pun kabarnya melampaui target yang ditetapkan, yakni 37,41%, sehingga ada deviasi lebih sebesar 12,36%. Sedangkan tahun 2019 lalu Bandara Internasional Juanda diprediksi dapat melayani 16,6 juta penumpang atau turun 20,79%. “Meningkat jika dibandingkan 2018 yang mencapai 20,1 juta penumpang,” tuturnya.

Sementara itu, untuk pergerakan pesawat tahun 2019 diprediksi mencapai 129.719 flight atau turun 17,12% dibanding tahun 2018 yang mencapai 156.519 penerbangan. Sedangkan untuk jumlah kargo tahun 2019 diprediksi mencapai 88.496.341 kg, turun 23,91% dibanding tahun 2018 yang mencapai 116.324.108 kilogram.

“Jika dilihat dari tren industri aviasi sepanjang tahun 2019, prediksi kami memang terjadi penurunan. Hal ini dialami oleh hampir semua bandara di Indonesia, tidak hanya Juanda. Namun secara umum dengan dukungan berbagai pihak termasuk TNI AL dan seluruh elemen komunitas bandara, kami dapat mempertahankan kinerja operasional bandara dengan catatan zero accident dan pengakuan ketepatan waktu atau On Time Performance di Bulan Mei oleh OAG yang merupakan lembaga analis terkemuka di industri penerbangan,” papar Heru, Rabu (1/1).

Mahalnya Tiket Pesawat Diduga Jadi Penyebab Penumpang Domestik di Bandara Juanda Anjlok

Jakarta – Selama periode Januari-November 2019, jumlah penumpang pesawat rute domestik mencapai angka 69,7 juta orang, turun 19,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebanyak 86,2 juta orang. Penurunan penumpang domestik ini ditengarai karena mahalnya harga tiket pesawat. Sebagai informasi, harga tiket pesawat sudah melonjak dari akhir tahun 2018.

“Ini masih mengalami penurunan yang cukup dalam. Harga tiket dibanding tahun lalu memang masih mahal,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto, Kamis (2/1) di Jakarta seperti dilansir Republika.

Adapun jumlah penumpang pesawat domestik terbanyak ada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan jumlah mencapai 17,4 juta orang atau mencakup 24,96% dari keseluruhan penumpang domestik. Kemudian disusul penumpang di Bandara Juanda yang mencapai 5,7 juta orang atau 8,20 persen dari total penumpang.

Lebih lanjut Suhariyanto menerangkan bahwa jumlah penumpang rute penerbangan domestik ini justru berbanding terbalik dengan penerbangan internasional. Ia mencatat, penerbangan dari Indonesia ke luar negeri malah mengalami peningkatan.

Selama bulan Januari-November 2019, total penumpang yang bepergian ke luar negeri menggunakan pesawat mencapai 17,1 juta orang atau melonjak 4,76% dari periode yang sama tahun lalu yang hanya berjumlah 16,3 juta orang. “Agak berbeda situasinya dengan penerbangan domestik,” terang Suhariyanto.

Seperti halnya rute penerbangan domestik, jumlah penumpang penerbangan internasional terbanyak berada di Bandara Soetta, Tangerang, Banten dengan total 7 juta orang. Kemudian yang terbanyak kedua berada di Bandara I Gusti Ngurah Rai yang mencapai angka 6,3 juta orang.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio juga mengakui jika harga tiket pesawat saat ini cukup mencekik. Oleh sebab itu, ia merasa wajar apabila banyak wisatawan yang mengeluh terhadap kondisi itu. Meski demikian, pemerintah akan berusaha untuk mencari solusi mengatasi mahalnya harga tiket pesawat.

“Ya memang kenyataannya begitu, wajar aja kalau wisatawan mengeluh. Karena memang cukup mahal dan kami akan berusaha terus untuk menekan harga tiket, mencari jalan,” beber Wishnutama, Senin (23/12).

Tahun Baru, Bandara Juanda Hibur Penumpang dengan Sederet Acara

Sidoarjo – Sepanjang tahun 2019 lalu Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur telah melayani 16,6 juta penumpang atau turun 20,79% dari tahun 2018 yang jumlahnya sebesar 20,1 juta orang. Adapun untuk pergerakan pesawat di Bandara Juanda sepanjang 2019 mencapai 129.719 penerbangan atau turun 17,12% dari tahun 2018 sebesar 156.519 flight.

Sementara itu, jumlah kargo tahun 2019 sebanyak 88.496.341 kg, turun 23,91 persen dibanding tahun 2018 yang sebanyak 116.324.108 kg. “Jika dilihat dari tren industri aviasi sepanjang tahun 2019, prediksi kami memang terjadi penurunan. Hal ini dialami oleh hampir semua bandara di Indonesia, tidak hanya Juanda,” kata General Manager Bandara Internasional Juanda, Heru Prasetyo, Selasa (31/12), seperti dilansir Ngopibareng.

Pada malam Tahun Baru 2020, Bandara Juanda pun mengadakan berbagai acara untuk menghibur penumpang yang ada di bandara pada Selasa (31/12) malam. Di Terminal 1 (T1) Juanda, para penumpang dihibur dengan pertunjukan tari dan kostum nasional. Di samping itu, para penumpang pun diajak untuk menuliskan harapan pada tahun 2020 ini pada papan harapan (wishboard).

Para penumpang yang turut berpartisipasi menuliskan harapannya di wishboard memperoleh bingkisan hadiah akhir tahun berupa clutch, shoesbag, dan bantal leher. “Untuk para penumpang yang ikut menulis pada papan harapan juga akan diberikan bingkisan menarik berupa bantal leher, tas sepatu dan tas genggam wanita (clutchbag). Dan bingkisan menarik tersebut kita berikan secara cuma-cuma,” ujar Heru.

Tak cukup sampai di situ, pihak manajemen Bandara Juanda pun memberi sambutan pada para penumpang Citilink QG 178 dengan tujuan Halim Perdanakusuma-Surabaya berupa pengalungan bunga. “Kita lakukan sambutan dengan memberikan pengalungan bunga kepada para penumpang serta awak pesawat. Hal ini dilakukan sebagai pertanda ditutupnya akhir tahun 2019 karena para penumpang tersebut merupakan penumpang penerbangan terakhir yang mendarat di Bandara Juanda di tahun 2019,” ujarnya.

Penyambutan penumpang terakhir ini menurutnya adalah bentuk rasa syukur sekaligus ucapan terima kasih dari pihak Bandara Juanda terhadap para pengguna jasa dan seluruh pihak yang membantu kelancaran operasional bandara sepanjang tahun 2019. “Momentum pergantian tahun tentunya memiliki makna tersendiri bagi para penumpang, maka dari itu kami ingin membagi rasa bahagia serta pengalaman yang berbeda kepada para penumpang. Kami sangat bersyukur bahwa tahun 2019 bisa dilewati dengan aman, lancar, dan selamat,” tandasnya.

Sepanjang 2019, Penumpang Bandara Juanda Turun 20,79%

SURABAYA – Sepanjang tahun 2019 yang baru saja berakhir, Bandara Internasional Juanda tercatat melayani sebanyak 16,6 juta penumpang. Angka ini turun 20,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 20,1 juta penumpang. Selain itu, pergerakan pesawat juga menurun 17,12 persen dari 156.519 penerbangan di tahun 2018 menjadi 129.719 penerbangan.

“Jika dilihat dari tren industri aviasi sepanjang tahun 2019, prediksi kami memang terjadi penurunan,” papar General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Juanda, Heru Prasetyo, dilansir Detik. “Hal ini dialami oleh hampir semua bandara di Indonesia, tidak hanya di Bandara Juanda. Namun, secara umum, dengan dukungan berbagai pihak, termasuk TNI AL dan seluruh elemen komunitas bandara, kami dapat mempertahankan kinerja operasional bandara dengan catatan zero accident dan pengakuan ketepatan waktu atau On Time Performance di bulan Mei oleh OAG.”

Heru menambahkan, selama tahun 2019, Bandara Juanda juga sukses menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan beberapa program strategis, seperti penyelenggaraan layanan angkutan haji, Posko Angkutan Lebaran, dan Posko Natal Tahun Baru (Nataru). Menyambut Tahun Baru 2020 ini, beragam fasilitas baru akan dapat dinikmati oleh pengguna jasa Bandara Juanda.

“Kami optimis menyongsong tahun baru serta yakin dapat mencapai target jumlah penumpang pada tahun 2020 yaitu 19,2 juta penumpang, dengan fasilitas baru yang juga ditargetkan rampung di tahun ini,” sambung Heru. “Perluasan Terminal 1 beserta fasilitas penunjang ditargetkan dapat selesai pada bulan Mei atau ketika angkutan Lebaran dimulai.”

Jika telah selesai, kapasitas Terminal 1 Bandara Juanda akan meningkat 126 persen, dari semula berkapasitas 6 juta penumpang per tahun menjadi 13,6 juta penumpang per tahun, dengan luasan terminal seluas 91.700 m2. Hingga 31 Desember 2019, bobot progres keseluruhan pekerjaan perluasan dan pembenahan interior tahap I beserta fasilitas penunjangnya sudah mencapai 49,77 persen.

Pada perayaan malam pergantian tahun kemarin, pihak Bandara Juanda menyuguhkan tari dan pertunjukan kostum nasional. Para penumpang pun diajak menulis berbagai harapan mereka untuk tahun 2020 di sebuah papan. Bahkan, beberapa penumpang terakhir yang mendarat di bandara pada tahun 2019, menerima pengalungan bunga dari PT Angkasa Pura I.

Siap-Siap, Tarif Tol Waru-Bandara Juanda Mungkin Naik Tahun 2020

SURABAYA – Memasuki tahun 2020, masyarakat Indonesia harus merogoh kocek lebih dalam untuk bisa menikmati berbagai fasilitas umum, termasuk jalan tol. Pasalnya, beberapa ruas jalan tol diperkirakan akan mengalami kenaikan tarif. Setidaknya, ada 29 ruas jalan tol yang akan mengalami penyesuaian tarif, termasuk tol Waru-Bandara Internasional Juanda.

Dilansir dari Detik Finance, pengelola tol diketahui diberikan kesempatan untuk mengajukan penyesuaian tarif setiap dua tahun sekali sesuai dengan ketetapan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Namun, pengelola tol harus memenuhi evaluasi standar pelayanan minimum (SPM) yang ditetapkan Kementerian PUPR.

Dari data Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR, setidaknya ada 8 jalan tol yang terakhir kali mengalami penyesuaian tarif di tahun 2018. Ruas-ruas tol ini bisa kembali mengajukan penyesuaian pada 2020 sesuai aturan di atas. Kemudian, ada pula 21 ruas tol lain yang juga berhak mengajukan penyesuaian tarif. Ruas-ruas tol ini merupakan ruas yang baru pertama kali dioperasikan pada tahun 2018.

Khusus untuk tol Waru-Bandara Juanda, penyesuaian tarif terakhir kali diberlakukan pada bulan September 2018 lalu. Kala itu, PT Citra Margatama Surabaya menaikkan tarif kendaraan golongan I dari Rp7.500 menjadi Rp8.000 dan kendaraan golongan II dari Rp11.000 menjadi Rp12.000. Sementara, tarif kendaraan golongan III, IV, dan V, semuanya kompak turun dengan kisaran Rp1.500 hingga Rp6.500.

“Yang lebih tepatnya disebut penyesuaian. Karena dari lima golongan, yang dua naik tetapi yang tiga turun,” kata Humas PT CMS, Zulkhoir, saat itu. “Ada pertimbangan tersendiri atas penyesuaian tarif itu, yaitu untuk mengurangi biaya transportasi dan mendukung distribusi logistik. Selain itu, penyesuaian tarif juga dalam rangka menjalankan kebijakan pemerintah.”

Untuk diketahui, Tol Juanda memiliki panjang sekitar 12 kilometer yang melintasi Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo. Ada enam gerbang tol pada jalur tersebut, yaitu Gerbang Menanggal, Gerbang Berbek I, Gerbang Berbek II, Gerbang Tambaksumur I, Gerbang Tambaksumur II, dan Gerbang Juanda. Tol ini menjadi andalan masyarakat yang ingin mengakses Bandara Juanda.

Jelang Tahun Baru, Garuda Hadirkan Layanan Festive Season di 17 Rute Penerbangan

Jakarta – Dalam rangka menyambut momen Tahun Baru 2020, maskapai nasional Garuda Indonesia menawarkan layanan bertajuk Festive Season di 17 rute penerbangan khusus yang dilayani melalui Jakarta dan Denpasar, baik untuk rute domestik dan internasional sampai tanggal 5 Januari 2020 mendatang. Pada Festive Season tersebut, Garuda bakal menghadirkan menu spesial untuk para pelanggan setianya.

“Penerbangan dengan layanan khusus ini merupakan upaya kami dalam menghadirkan suasana berbeda merayakan momentum Natal dan Tahun Baru 2019/2020 di mana masyarakat Indonesia sebagian besar kembali ke kampung halaman untuk bertemu keluarga atau menikmati libur akhir tahun,” kata Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah, seperti dilansir Dream.

Sejumlah rute yang menawarkan layanan Festive Season meliputi Jakarta-Denpasar, Jakarta-Yogyakarta, Jakarta-Semarang, Jakarta-Surabaya, Jakarta-Kualanamu, Jakarta-Balikpapan, Jakarta-Manado, Jakarta-Singapura, Jakarta-Perth, Jakarta-Sydney, Jakarta-Melbourne, dan Jakarta-Hong Kong. Tersedia pula untuk sejumlah rute melalui Denpasar seperti Denpasar-Perth, Denpasar-Sydney, Denpasar-Melbourne, Denpasar-Kualanamu-Amsterdam, dan Denpasar-Kualanamu-London.

“Pada kesempatan kali ini, Garuda Indonesia turut bekerja sama dengan The Harvest dan Robot & Co untuk memberikan ragam layanan dan hidangan yang disajikan untuk penumpang penerbangan Festive Season,” ungkap Pikri.

Nantinya para penumpang First Class dan Business Class pesawat Garuda Indonesia bakal disuguhi menu spesial Pre-Dining dari The Harvest yaitu Canape Spring Roll. Khusus pada hari Natal tanggal 25 Desember 2019 lalu dan Tahun Baru 1 Januari 2020 nanti, Garuda dan Robot & Co juga menghadirkan menu istimewa Festive Season dengan Gueridon Service.

Tak ketinggalan, penumpang Economy Class dan Business Class juga bisa menikmati sajian Special Menu dan Special Dessert. “Tidak hanya itu saja pada momen istimewa Natal dan Tahun Baru, seluruh penumpang pada penerbangan spesial ini juga akan mendapatkan hadiah kejutan dari kolaborasi Garuda Indonesia dengan The Harvest. Kami berharap layanan spesial yang diberikan dapat semakin menambah kesan dan kebahagiaan para pengguna jasa selama terbang bersama Garuda Indonesia di momen Natal dan Tahun Baru kali ini,” ungkapnya.

Pikri menambahkan, Festive Season ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan layanan The New Flight Experience, sehingga para penumpang bisa merasakan suasana yang berbeda dalam merayakan Natal dan Tahun Baru.

Libur Nataru, Terminal 1A Bandara Juanda Dipadati Mahasiswa Kalteng yang Hendak Mudik

Surabaya – Pada masa libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru), Terminal 1A Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur rupanya justru dipenuhi oleh ratusan mahasiswa asal Kalimantan Tengah yang hendak mudik ke kampung halamannya, Jumat (20/12).

Para mahasiswa asal Kalteng yang menimba ilmu hingga ke luar Pulau Kalimantan ini rupanya ingin menghabiskan libur Natal dan Tahun Baru bersama keluarga di daerah asalnya. Menurut salah seorang mahasiswa S2 jurusan akuntansi di Universitas Airlangga Surabaya bernama David, selama momen Natal dan Tahun Baru merupakan hal yang wajib dihabiskan untuk berkumpul dengan keluarga.

Tak jauh berbeda, mahasiswa Widya Mandala Surabaya semester IX bernama Eirene dan Angel juga mengakui jika suasana Natal merupakan momen yang sudah lama dinanti-nanti. Pada kesempatan yang sama, Fila Lamonge, mahasiswa semester V Universitas Brawijaya, Malang, jurusan Hubungan Internasional mengaku selalu menyempatkan diri untuk kembali ke kampung halaman saat libur Natal dan Tahun Baru.

Meski demikian, Communication & Legal Section Head PT Angkasa Pura I Juanda, Yuristo Ardhi Hanggoro mengungkapkan bahwa di Bandara Juanda justru terjadi penurunan jumlah penumpang. “Dari data pada H-1 Natal atau tanggal 24 Desember, jumlah total penumpang baik yang berangkat maupun datang dengan penerbangan domestik atau internasional mencapai 48.877 penumpang atau mengalami penurunan 4 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 51.059 penumpang. Hal yang sama juga terjadi pada jumlah pergerakan pesawat,” ujar Yuristo, seperti dilansir Tribunnews.

“Sehingga selama periode masa angkutan natal dari tanggal 19 Desember hingga 24 Desember, total jumlah pergerakan penumpang pada tahun ini 344.107 penumpang atau turun tujuh persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 370.985 penumpang. Untuk pergerakan kargo Bandara Juanda di periode yang sama juga mengalami penurunan mencapai 32 persen. Di mana pada tahun lalu 2.288.235 kilogram kargo namun saat ini hanya 1.561.375 kilogram,” tandas Yuristo.

Pihak manajemen Bandara Juanda sendiri memang telah memperkirakan adanya penurunan jumlah penumpang selama libur Natal dan Tahun Baru 2019.

Jumlah Penumpang di Bandara Juanda Turun Selama Libur Natal & Tahun Baru

Surabaya – Jumlah penumpang selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019/2020 di Bandara Internasional Juanda Sidoarjo, Jawa Timur mengalami penurunan. Pasalnya kini ada beragam moda transportasi dan mudahnya akses lintas kota-provinsi.

Menurut Humas PT Angkasa Pura (AP) I Juanda, Yuristo Ardi Hanggoro, gerak penumpang selama libur Nataru, yakni mulai tanggal 19-24 Desember 2019 di Bandara Juanda Surabaya turun mencapai 7% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2018 lalu.

“Jadi ada penurunan sekitar 7 persen dibandingkan tahun lalu. Ini selama enam hari ya, mulai 19 Desember sampai 24 Desember 2019. Tahun ini pergerakan penumpang 344.107 orang, tahun lalu pada periode sama mencapai 370.985 orang,” ujar Yuristo, Rabu (25/12), seperti dilansir Republika.

Penurunan jumlah penumpang tersebut sejalan dengan pergerakan pesawat yang juga turun dibandingkan tahun lalu. Pada periode tanggal 19-24 Desember 2019, pergerakan pesawat di Bandara Juanda mencapai 2.420 pergerakan, turun 8% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2.621 pergerakan.

Penurunan jumlah penumpang di Bandara Juanda terutama ada pada rute penerbangan domestik. “Mulai H-5 sampai H-2, penerbangan domestik hanya mengalami peningkatan penumpang selama sehari jika dibandingkan dengan tahun lalu. Yakni, pada 20 Desember, departure mengalami kenaikan 11 persen,” beber Yuristo.

Lebih lanjut Yuristo mengungkapkan, penurunan terbesar ada pada pergerakan kargo yang mencapai 32%. Selama tanggal 19-24 Desember 2019, pergerakan kargo di Bandara Juanda Surabaya hanya 1.561.375 kg, lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.288.235 kilogram.

Guna menjamin kelancaran arus mudik Natal dan Tahun Baru di Bandara Juanda, pihak AP I pun telah membuka posko terpadu angkutan udara di lobi Terminal 1 (T1) Bandara Juanda. Posko angkutan udara Nataru tersebut dibuka efektif selama 19 hari, yakni sejak tanggal 19 Desember 2019 sampai 6 Januari 2020. “Selama periode tersebut Bandara Internasional Juanda akan beroperasi selama 24 jam,” kata Yuristo.

Pihak manajemen Bandara Juanda sendiri memang sudah memprediksi akan terjadi penurunan jumlah penumpang dan pesawat pada masa angkutan Nataru kali ini. Bahkan tren penurunan ini kabarnya berlaku secara nasional. “Jadi ini bukan di Juanda saja tapi pada mayoritas bandara di Indonesia,” ungkap General Manager Bandara Internasional Juanda Heru Prasetyo.

Rayakan Natal, Bandara Juanda Ajak Penumpang Menghias Kue

Sidoarjo – Selama Hari Raya Natal 2019 tanggal 25 Desember kemarin, Bandara Internasional Juanda Surabaya rupanya memiliki cara yang berbeda untuk merayakannya. Pihak manajemen Bandara Juanda menghias sejumlah sudut terminal dengan ornamen Natal dan mengajak para penumpang untuk mengikuti kegiatan menghias kue bernuansa Natal dan membagikannya sebagai souvenir.

Dengan memakai kostum Sinterklas, para Duta Bandara Juanda terlihat bersemangat membagikan kue untuk para penumpang yang ada di area tunggu Terminal 2 Bandara Juanda. “Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada event Natal kali ini, terdapat unsur keterlibatan penumpang dengan kegiatan menghias kue bertema Natal sehingga para penumpang dapat merasakan suasana Natal dengan penuh suka cita di Bandara Juanda,” kata Heru Prasetyo, General Manager Bandar Udara Internasional Juanda, seperti dilansir Sindonews.

Salah seorang penumpang asal Jerman, El mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. Ia dan keluarga berencana melanjutkan perjalanan ke Bali dan berpendapat bahwa event itu sangat positif. “Anak-anak sangat senang dan terkesan dengan adanya acara menghias kue. Meskipun anak kami tidak lancar berbahasa Indonesia, tapi sangat senang karena sambutan hangat para Duta Bandara,” ujarnya.

Kue-kue berbentuk pohon cemara polos itu menjadi hiburan tersendiri untuk para pengguna jasa di Bandara Juanda, terutama untuk anak-anak yang sedang ada di Terminal 2 (T2) Juanda. Mereka dapat dengan bebas mengkreasikan kue polos itu dengan sejumlah hiasan yang sudah disediakan.

Selain tema Natal, Heru mengatakan jika pihak manajemen Bandara Juanda pun rutin melaksanakan sejumlah tema yang berbeda tiap bulannya. “Kemarin dulu kami juga mengonsep tema hari ibu. Jadi kami konsep setiap momen untuk hari besar nasional. Kegiatan ini kami lakukan tidak hanya sebagai hiburan namun juga wujud komitmen kami menciptakan pengalaman menyenangkan bagi para penumpang di area Bandara Juanda,” papar Heru.

Pengunjung lain bernama Khumadi pun mengapresiasi event yang diadakan manajemen Bandara Juanda tersebut saat perayaan Natal 2019. “Konsep suasana Natal di bandara ini sangat bagus. Ini bagian pelayanan yang diberikan dan juga sebagai bentuk ucapan bagi umat yang sedang merayakan Natal,” bebernya.