Imbas Virus Corona, Bandara Juanda Paling Terdampak

JAKARTA/SURABAYA – PT Angkasa Pura I mengakui ada penurunan penumpang pesawat yang cukup signifikan di bandara-bandara yang mereka kelola imbas virus corona. Dari 15 bandara di bawah pengawasan perusahaan, dampak terbesar dirasakan oleh Bandara Internasional Juanda dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yang sebagian besar merupakan pembatalan penerbangan rute domestik.

“Angkasa Pura I mencatat ada sebanyak 12.703 penerbangan di 15 bandara kelolaan periode Januari 2020 hingga Februari 2020 yang harus dibatalkan imbas virus corona,” tutur VP Corporate Secretary PT Angkasa Pura I, Handy Heryudhitiawan, dilansir Bisnis. “Sejumlah 12.703 penerbangan yang dibatalkan tersebut terdiri atas 11.680 penerbangan domestik dan 1.023 penerbangan internasional.”

Ia melanjutkan, bandara yang paling terdampak penutupan rute sementara dan pembatalan penerbangan adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Juanda. Sejak wabah virus corona merebak, terdapat 35 penerbangan per hari dari China yang dibatalkan. Sebanyak 22 di antaranya penerbangan berasal dari China daratan.

Senada, Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I, Devy Suradji, mengatakan bahwa dari 15 bandara yang dikelola perusahaan, Bandara Internasional Juanda Surabaya merupakan yang paling besar terkena dampaknya. Banyak penerbangan domestik melalui bandara tersebut dibatalkan. Kendati demikian, ia tidak menyebutkan jumlah detail penurunan.

Dari sisi jumlah penumpang, terdapat 1,672 juta orang yang tidak jadi terbang di 15 bandara kelolaan PT Angkasa Pura I. Jumlah tersebut didapat berdasarkan passenger service charge (PSC) yang seharusnya diterima. Adapun, jumlah tersebut terdiri atas 1,5 juta penumpang domestik dan 172.000 penumpang internasional.

Namun demikian, dari sisi finansial, yang paling terdampak akibat penyebaran Covid-19, yakni Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar-Bali. Sebab, bandara tersebut merupakan transit tujuan destinasi wisata di dalam negeri sehingga banyak penerbangan yang singgah di sana. “Ada 35 penerbangan menuju Bali dari 22 kota di Tiongkok yang dibatalkan dalam sehari. Jumlah tersebut setara 6.800 penumpang per harinya,” jelas Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi.

Virus Corona Bikin Penumpang Bandara Juanda Turun 1,67 Juta Orang

SURABAYA – Penyebaran virus corona yang semakin meluas membuat jumlah penumpang yang melalui Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo menurun drastis. Menurut pihak PT Angkasa Pura I selaku operator bandara, frekuensi penerbangan dari Surabaya yang menurun membuat jumlah penumpang di pelabuhan udara tersebut anjlok hingga 1,67 juta orang selama periode Januari hingga Februari 2020.

“Frekuensi penerbangan dari Surabaya terkena dampak paling parah ketimbang Bali,” tutur Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I, Devy Suradji. “Ada pembatasan penerbangan untuk negara tertentu dan tidak tercapainya jumlah penumpang pesawat, sehingga penerbangan terpaksa dibatalkan.”

Devy menjelaskan, paling banyak melakukan pembatalan memang ada di Bali dari sisi maskapai. Namun, kalau dari sisi volume penumpang domestik, yang paling banyak pembatalan penerbangan adalah dari Surabaya. Dengan banyaknya calon penumpang penerbangan yang membatalkan perjalanan mereka, maka jumlah penumpang pun turun drastis. “Sebuah maskapai bisa berangkat harus mempunyai kriteria minimal jumlah penumpang dalam pesawat,” sambung Devy.

Jika dirinci, menurut Devy, sekitar 1,5 juta orang yang membatalkan tiket penerbangan mereka adalah penumpang domestik, sedangkan 172 ribu lainnya adalah penumpang internasional. Selain karena dampak virus corona, turunnya jumlah penumpang ini disebabkan Januari dan Februari merupakan low season sehingga peminat pesawat pun berkurang.

Sebelumnya, Humas PT Angkasa Pura I Bandara Juanda, Yuristo Ardi Hanggoro, menjelaskan bahwa jumlah penumpang rute internasional di pelabuhan udara tersebut turun sekitar 13 persen lantaran penghentian sementara rute menuju Jeddah dan Madinah. Pasalnya, pihak Arab Saudi memang menutup sementara kedatangan jamaah umrah dari Indonesia imbas wabah virus corona.

Pihak perusahaan pun sampai sekarang masih menanti hasil koordinasi antara pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi. Yuristo mengaku siap jika Arab Saudi kembali memberi akses terhadap para jamaah umrah asal Tanah Air. “Otomatis saat ini penerimaan pendapatan Bandara Juanda turut melemah,” tandas Yuristo.

Angkasa Pura I Kembangkan Kapasitas 7 Bandara, Termasuk Bandara Juanda

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I tengah mengembangkan 7 bandar udara yang berada di bawah pengelolaannya. Setidaknya AP I menggelontorkan dana untuk pengembangan hingga Rp10,1 triliun. Pengembangan ketujuh bandara itu ditargetkan selesai pada tahun 2021 mendatang. 

“Ada tujuh bandara yang sedang kita kembangkan, jadi nanti 2021 bandara kita lebih bagus. Ini kan butuh investasi yang tak sedikit dan kami pastikan investasinya berjalan dengan baik,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi di Jakarta, Jumat (6/3), seperti dilansir Tempo.

Lebih lanjut Faik menjelaskan, 7 bandara yang bakal dikembangkan kapasitasnya meliputi Bandara Adi Soemarmo, Solo, yang mempunyai kapasitas 1,3 juta penumpang per tahun akan ditingkatkan jadi 4,1 juta penumpang. Bandara tersebut akan mempunyai stasiun kereta api dan akan jadi bandara pertama AP I yang terhubung dengan jalur kereta api.

Berikutnya adalah pengembangan kapasitas Terminal I Bandara Juanda Surabaya yang berkapasitas 7 juta penumpang per tahun nantinya akan jadi 11 juta penumpang. “Kami harap bulan Mei pengembangan kapasitas Bandara Juanda sudah rampung dengan kapasitas baru. Kami targetkan selesai sebelum Lebaran,” ungkap Faik.

Bandara yang ketiga adalah Bandara El Tari di Kupang yang akan ditingkatkan kapasitasnya dari 1 juta jadi 2,8 juta orang per tahun. Pengembangan kapasitas bandara ini juga ditarget rampung sebelum Lebaran 2020.

Tak ketinggalan dengan Bandara Pattimura Ambon yang akan ditingkatkan kapasitasnya dari 1 juta ke 2,1 juta penumpang. Lalu Bandara Sam Ratulangi, Manado kapasitasnya dikembangkan dari 2,6 juta menjadi 5,7 juta penumpang dengan target rampung pada Desember 2020.

Yang keenam adalah Bandara Internasional Lombok, NTB yang juga ditingkatkan kapasitasnya dari 2,5 juta penumpang ke 4 juta penumpang, dengan target selesai pada Januari 2021. Yang terakhir adalah Bandara Sultan Hasanuddin yang dikembangkan dari 7 juta penumpang menjadi 15,6 juta penumpang per tahun.

Dengan pengembangan kapasitas bandara tersebut, Faik yakin nilai aset mereka juga akan meningkat signifikan dari Rp42,8 triliun pada 2019 jadi Rp48,8 triliun. Faik juga menargetkan pendapatan AP I sebesar Rp11,5 triliun pada 2020, dengan laba sebesar Rp1,4 triliun.

Imbas Corona, Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Jatim Turun

Jakarta – Merebaknya virus corona cukup memukul sektor pariwisata di Indonesia. Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin (2/3), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Tanah Air menurun sebesar 7,62% pada Januari 2020 jika dibandingkan dengan Desember 2019.

Sedangkan pada periode Januari 2020 terhadap Januari 2019, dilaporkan mengalami peningkatan sebesar 5,85%. Adapun pada Januari 2019 jumlah wisman yang datang ke Indonesia mencapai 1,2 juta orang, naik jadi 1,37 juta turis pada Desember 2019. Lalu jumlah turis asing kembali turun jadi 1,27 orang pada Januari 2020.

Pintu udara yang paling banyak dilewati wisman adalah Bandara Ngurah Rai Bali dengan total selama Januari 2020 sebanyak 796.934 kunjungan, naik 12,77% dari Januari 2019 sebanyak 451.708 kunjungan. Posisi berikutnya adalah Bandara Soekarno-Hatta dengan jumlah 173.453 kunjungan, dan yang ketiga Bandara Juanda sejumlah 17.047 kunjungan. Di posisi keempat diikuti Bandara Kualanamu sebanyak 19.327 kunjungan dan Bandara Husein Sastranegara Bandung sebanyak 12.035 kunjungan.

Menurut BPS Jawa Timur, kunjungan turis asing ke Jatim turun pada Januari 2020 dibanding Desember 2019. Penurunan tertinggi dialami wisman asal Singapura sebanyak 40,52%. Berdasar data di pintu masuk Bandara Internasional Juanda, jumlah kedatangan turis asal Singapura sebanyak 3.149 orang pada Januari 2020. “Kunjungan ini turun 40,52 persen,” kata Kepala BPS Jawa Timur Dadang Hardian, Selasa (3/3), seperti dilansir Tagar.

Penurunan kunjungan terbesar berikutnya adalah turis asal Thailand sebesar 30,79% dari 3939 menjadi 272 orang. Di peringkat ketiga adalah turis asal Malaysia yang anjlok 29,77% jadi 6.554 orang. “Wisatawan asal Jepang juga turun 19,30 persen, dari 430 menjadi 347 orang,” papar Dadang. Sedangkan kunjungan wisman asal China turun 10% dari 1.911 jadi 1.784 kunjungan.

Meskipun mengalami penurunan signigikan, menurut Dadang kunjungan wisman dibanding periode yang sama tahun 2019 lalu justru naik 23,60% dari 13.792 kunjungan jadi 17.047 kunjungan. “Kalau akhir tahun memang banyak kunjungan wisatawan mancanegara di Jawa Timur, tapi kalau kita bandingkan bulan sebelumnya tentunya turun. Kalau kita lihat kondisi Januari tahun sebelumnya ini malah meningkat,” tutup Dadang.

Pasca Penerbangan Umrah Ditutup, Jumlah Penumpang di Bandara Juanda Anjlok

Sidoarjo – Setelah pemerintah Arab Saudi menutup sementara kedatangan jemaah umrah dari Indonesia, Bandara Internasional Juanda Surabaya sedikit sepi penumpang. Pasalnya, penyumbang terbesar penumpang di Bandara Juanda berasal dari perjalanan umroh.

Menurut Humas PT Angkasa Pura I Juanda Yuristo Ardi Hanggoro, rute penerbangan ke Jeddah dan Madinah dihentikan untuk sementara. Oleh sebab itu banyak jemaah umrah asal Indonesia yang gagal terbang menuju Tanah Suci. “Hal itu sesuai dengan kebijakan Arab Saudi terkait antisipasi virus corona,” kata Yuristo, seperti dilansir Jawapos.

Akibat kebijakan pemerintah Arab Saudi tersebut, aktivitas penerbangan di Bandara Juanda pun terkena dampaknya. Jumlah penumpang internasional di Bandara Juanda pun mengalami penurunan. Pihak PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Juanda mencatat penurunan sekitar 13% dari keseluruhan trafik perjalanan internasional di tahun 2018 lalu yang mencapai angka 20 juta penumpang. “Hal ini cukup dirasakan dengan adanya penurunan penumpang tersebut,” ujar Yuristo.

Pihak AP I Cabang Juanda pun sampai sekarang masih menanti hasil koordinasi antara pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi. Yuristo mengaku siap jika Arab Saudi kembali memberi akses terhadap para jemaah umrah asal Tanah Air. “Otomatis saat ini penerimaan pendapatan Bandara Juanda turut melemah,” tandasnya.

Tak cukup sampai di situ, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Timur juga dilaporkan turun pada Januari 2020 dibanding bulan Desember 2019. Penurunan terbesar ada pada turis asing asal Singapura, yaitu 40,52%.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Dadang Hardian, data di pintu masuk Bandara Juanda, jumlah kunjungan wisman asal Singapura sebesar 3.149 orang pada Januari 2020. “Kunjungan ini turun 40,52 persen,” kata Dadang, Selasa (3/3).

Penurunan kunjungan terbesar berikutnya adalah turis asal Thailand sebesar 30,79% dari 3939 menjadi 272 orang. Di peringkat ketiga adalah turis asal Malaysia yang anjlok 29,77% jadi 6.554 orang. “Wisatawan asal Jepang juga turun 19,30 persen, dari 430 menjadi 347 orang,” papar Dadang. Sedangkan kunjungan wisman asal China turun 10% dari 1.911 jadi 1.784 kunjungan.

Walaupun anjlok, Dadang memandang bahwa kondisi kunjungan wisman dibanding periode yang sama tahun 2019 lalu masih cukup bagus. Jika ditinjau secara years on years (YoY), naik 23,60% dari 13.792 kunjungan jadi 17.047 kunjungan. “Kalau akhir tahun memang banyak kunjungan wisatawan mancanegara di Jawa Timur, tapi kalau kita bandingkan bulan sebelumnya tentunya turun. Kalau kita lihat kondisi Januari tahun sebelumnya ini malah meningkat,” pungkas Dadang.

Scoot Mendadak Batalkan Penerbangan dari Bandara Juanda ke Thailand, Penumpang Kecewa

Sidoarjo – Penyebaran virus corona di sejumlah negara ternyata sangat berdampak pada aktivitas penerbangan dari Indonesia ke luar negeri maupun sebaliknya. Bahkan maskapai Scoot dari Singapore Airlines Group sempat membatalkan penerbangan dari Bandara Internasional Juanda Surabaya ke Thailand.

Salah seorang penumpang pesawat Scoot TR-265 bernama Dodik Pudi Rahardjo mengaku membeli tiket pesawat melalui agen travel online dan mengetahui penerbangannya batal berangkat ke Thailand usai tiba di Bandara Juanda. “Saya sama istri untuk perjalanan bisnis. Sama sekali tidak ada pemberitahuan baik telpon maupun kalau dibatalkan,” ujar Dodik, Rabu (4/3), seperti dilansir Jatimnow.

Tak hanya dirinya, beberapa penumpang lain yang hendak terbang ke Thailand juga terkejut dengan tidak adanya counter yang melayani penerbangan ke Thailand dengan maskapai Scoot Airlines. “Petugas menyampaikan pembatalan dilakukan terkait sebaran virus corona,” kata Dodik.

Pembatalan atau cancellation ini tentunya telah mengecewakan banyak penumpang. Pasalnya tak ada sedikitpun informasi dari pihak Scoot atau agen perjalanan terkait pembatalan penerbangan tersebut. Dodik juga mengaku kecewa lantaran OTA Traveloka tak memberi informasi mengenai pembatalan penerbangan dari Surabaya ke Thailand.

Bahkan katanya sampai pagi hari masih ada notifikasi yang mengingatkan bahwa penerbangan tetap sesuai jadwal, yaitu pukul 09.55 WIB. Sampai saat ini pihak agen perjalanan online Traveloka hanya memberikan informasi akan menindaklanjuti dengan menghubungi pihak maskapai yang bersangkutan. Traveloka memberi pilihan pengembalian biaya (refund) atau penjadwalan ulang (reschedule) penerbangan.

Pada Senin (2/3), situs Traveloka menuliskan update terkait virus corona. “Bagian status dan kebijakan maskapai telah diperbarui (JL, NH, TZ, KR, QR, CX, MH). Bagian pemesanan lainnya telah diperbaharui (JR Pass),” demikian tulis Traveloka.

Kemudian ada juga keterangan tambahan, “Dikarenakan tingginya volume permintaan yang masuk ke kami, kami mohon pengertian Anda bahwa agen layanan pelanggan kami mungkin membutuhkan waktu lebih lama dari biasa untuk menangani permintaan Anda. Permintaan Anda kami paling lambat dua (2) hari jika Anda menghubungi kami kurang dari 7 (tujuh) hari sebelum keberangkatan, lebih dari itu kami akan menangani permintaan Anda paling lambat 3 (tiga) hari. Kami memastikan bahwa kami akan menangani permintaan Anda secepat yang kami bisa, dan kami berterima kasih atas pengertian Anda.”

Bandara Juanda Sediakan Hand Sanitizer & Perketat Pengawasan Penumpang untuk Cegah Corona

Sidoarjo – Manajemen Bandara Internasional Juanda Surabaya menyediakan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer untuk digunakan oleh para penumpang secara gratis. Penyediaan hand sanitizer ini dilakukan untuk membantu membersihkan tangan selama berada di lingkungan bandar udara.

Menurut Legal and Communication Section Head PT Angkasa Pura I Juanda Yuristo, cairan cuci tangan tersebut diletakkan di sejumlah titik strategis yang dapat dengan mudah dijangkau oleh penumpang. “Seperti di tempat pemeriksaan KKP, di depan ruang isolasi KKP, tempat informasi dan di beberapa tenant di Bandara Juanda juga disediakan cairan pencuci tangan itu,” ungkap Yuristo di Bandara Juanda, Selasa (3/3), seperti dilansir Antara.

Lebih lanjut Yuristo menjelaskan, hand sanitizer tersebut merupakan salah satu dari sekian upaya yang dilakukan pihak Bandara Juanda untuk mencegah penyebaran virus corona. “Kami juga menyediakan sabun cuci tangan di masing-masing toilet bandara sehingga penumpang bisa langsung mencuci tangan mereka selesai dari toilet,” beber Yuristo.

Petugas yang melayani penumpang secara langsung di Bandara Juanda pun sebelumnya sudah diinstruksikan untuk memakai alat pelindung diri seperti masker. “Kami juga terus berkoordinasi lintas sektoral baik itu dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Surabaya dan juga pihak TNI AL jika memang nantinya ditemukan ada penumpang yang sakit,” ungkapnya.

Pengawasan kedatangan penumpang, terutama di terminal kedatangan internasional Bandara Juanda pun terus diperketat setelah adanya laporan 2 WNI yang diduga terjangkit corona. “Kita perketat pengawasan penumpang pesawat yang mendarat di bandara, khususnya untuk penumpang internasional dengan menggunakan alat thermo scanner. Kalau diketahui ada yang memiliki suhu tubuh tinggi, langsung kita evakuasi ke rumah sakit,” ucap Dr. Budi Hidayat Kepala KKP Kelas 1 Surabaya.

Budi menegaskan jika pengawasan penumpang di Bandara Juanda sudah sesuai dengan standar operasi prosedur (SOP) sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona di bandar udara setempat. “Pengawasan sudah dilakukan sesuai dengan standar, mulai pemeriksaan suhu tubuh penumpang sampai dengan pengisian kartu kesehatan,” ujarnya.

Sampai Selasa sore kabarnya belum ada laporan terkait adanya penumpang pesawat dari luar negeri yang dievakuasi ke rumah sakit rujukan karena mempunyai suhu tubuh tinggi. Seluruh proses kedatangan penumpang di terminal kedatangan internasional Bandara Juanda pun dilaporkan normal dan lancar.

Januari 2020, Penumpang Domestik & Internasional Bandara Juanda Turun Drastis

JAKARTA/SURABAYA – Dalam laporannya pada hari Senin (2/3) kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa jumlah penumpang penerbangan, baik rute domestik maupun internasional, mengalami penurunan sepanjang bulan Januari 2020. Penurunan terjadi di sejumlah bandara utama, termasuk Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo.

Dilansir Detik, dalam paparan Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional Januari 2020 oleh BPS, diketahui bahwa jumlah penumpang penerbangan domestik sebanyak 6,3 juta, atau turun 9,85 persen dibandingkan bulan Desember 2019. Penurunan jumlah penumpang terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebesar 14,41 persen dan Bandara Juanda sebesar 3,54 persen.

Meski demikian, sejumlah bandara ternyata mengalami kenaikan jumlah penumpang domestik. Kenaikan terjadi di Bandara Internasional Kualanamu Medan sebesar 30,80 persen, Bandara Internasional Hasanuddin sebesar 5,69 persen, dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali sebesar 0,58 persen. “Selain pola musiman yang memang menurun pada Januari 2020, cuaca dan banjir memengaruhi penurunan penumpang angkutan udara,” jelas Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti.

Tidak hanya penumpang domestik, jumlah penumpang internasional yang datang ke dalam negeri pun mengalami penurunan drastis, hingga 7,62 persen dari bulan sebelumnya menjadi 1,27 juta wisatawan. Tak hanya itu, BPS juga mencatat jumlah 1,27 persen turis asing ini cuma tumbuh 5,85 persen secara year-on-year. Padahal, tahun lalu, wisatawan asing yang datang tumbuh hingga 9,5 persen.

Penumpang tujuan luar negeri pun mengalami penurunan drastis, terutama setelah wabah virus corona semakin menyebar ke luar China. Bandara Soekarno-Hatta jadi penyumbang terbesar dengan total 18,46 persen, diikuti Bandara Juanda sebesar 15,16 persen, dan Bandara Kualanamu sebesar 6,31 persen. Secara keseluruhan, jumlah penumpang internasional terbesar melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai yang tercatat sebanyak 635,5 ribu orang atau 37,74 persen.

Sebelumnya, penyebaran virus corona terus meluas di sejumlah negara. Per 1 Maret 2020, sebanyak 85.503 kasus virus corona telah terjadi di 64 negara dan menyebabkan kematian hingga 2.964 jiwa. Hari ini pun, Presiden Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi, juga telah mengumumkan kasus virus corona pertama di Indonesia.

Insentif Penerbangan, Garuda Mulai Beri Diskon ke 10 Destinasi Wisata

JAKARTA/SURABAYA – Menindaklanjuti kebijakan pemberian insentif dari pemerintah untuk menurunkan tiket penerbangan ke sepuluh destinasi wisata, maskapai Garuda Indonesia dan anak perusahaannya, Citilink Indonesia, mulai Minggu (1/3) kemarin telah memberlakukan potongan harga untuk sejumlah rute. Destinasi yang mendapatkan diskon antara lain rute dari dan ke Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Silangit, Tanjung Pandan, dan Tanjung Pinang.

“Perseroan menyambut baik dan mendukung penuh program kebijakan insentif yang dicanangkan pemerintah sebagai upaya untuk mengantisipasi dampak wabah virus corona terhadap sektor pariwisata nasional, khususnya untuk sepuluh destinasi wisata Indonesia tersebut,” papar Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputa, dilansir Tempo. “Dukungan ini juga disertai dengan komitmen untuk berperan aktif mempromosikan program terkait melalui channel yang Garuda Indonesia Group miliki guna mendorong pemulihan sektor pariwisata yang terimbas wabah Covid-19.”

Untuk skemanya, Irfan menuturkan, maskapai akan menanggung beban potongan harga terlebih dahulu. Setelahnya, maskapai baru meminta subsidi ke pemerintah. Skema pemberian potongan harga tiket untuk rute ke sepuluh destinasi wisata tersebut akan dilaksanakan selama tiga bulan ke depan, mulai tanggal 1 Maret hingga 31 Mei 2020.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengungkapkan bahwa pemerintah memberi insentif berupa diskon hingga 50 persen untuk para penumpang pesawat yang bepergian dari dan menuju destinasi wisata. Langkah tersebut dilakukan karena wabah virus corona yang menyebar ke sejumlah negara sehingga destinasi wisata unggulan di Indonesia pun sepi dari wisatawan mancanegara.

“Penumpang akan mendapatkan diskon sekitar 45 persen dari total harga. Kemudian, untuk medium pass, mereka akan mendapatkan diskon 48 persen,” jelas Budi beberapa waktu lalu “Sementara, untuk full service sekelas Garuda Indonesia dan Batik Air, penumpang akan mendapatkan potongan harga sekitar 50 persen.”

Insentif diskon ini berlaku untuk wisatawan domestik supaya dapat menggenjot sektor pariwisata di Indonesia selama masa low season. Walaupun insentif diskon 50 persen tiket penerbangan ini dijalankan selama tiga bulan saja, tidak menutup kemungkinan bahwa insentif akan terus berlanjut. Besaran insentif yang diberikan pihak maskapai diperkirakan mencapai Rp860 miliar. 

Pemerintah Diskon Tiket Pesawat Hingga 50% ke 10 Destinasi Wisata

Surabaya – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa pemerintah memberi insentif berupa diskon hingga 50% untuk para penumpang pesawat yang bepergian dari dan ke 10 destinasi wisata, salah satunya ke Kota Malang.

Langkah tersebut dilakukan karena wabah virus corona yang menyebar ke sejumlah negara sehingga destinasi wisata unggulan di Indonesia pun sepi dari wisatawan mancanegara. “Penumpang akan mendapatkan diskon sekitar 45 persen dari total harga. Kemudian, untuk medium pass, mereka akan mendapatkan diskon 48 persen. Sedangkan untuk full service sekelas Garuda dan Batik, mereka akan mendapatkan sekitar 50 persen,” kata Budi di Jakarta, Rabu (26/2), seperti dilansir Tribunnews.

Adapun 10 destinasi wisata yang memperoleh diskon tiket itu adalah Bali, Malang, Yogyakarta, Labuan Bajo, dan Lombok. Selanjutnya, Batam, Manado, Silangit, Tanjung Pinang, dan Tanjung Pandan. “Telah diputuskan diperoleh diskon sebanyak 50 persen di 10 destinasi Pariwisata selama tiga bulan ke depan,” papar Budi.

Insentif diskon ini berlaku untuk wisatawan domestik supaya dapat menggenjot sektor pariwisata di Indonesia selama low season. Walaupun insentif diskon 50% tiket penerbangan ini dijalankan selama 3 bulan saja, yakni mulai Maret-Mei 2020, tidak menutup kemungkinan bahwa insentif akan terus berlanjut. “Pada dasarnya kita memberikan kesempatan tiga bulan dulu. Nanti kita lihat apakah situasinya recover. Kalau belum recover kita pertimbangkan memperpanjang,” ungkap Budi.

Besaran insentif yang diberikan pada pihak maskapai penerbangan diperkirakan mencapai Rp860 miliar. Rinciannya, pemerintah mengucurkan anggaran sampai Rp500 miliar untuk sektor pariwisata. Kemudian, PT Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II mengucurkan dana sekitar Rp260 miliar, serta Airnav sebesar Rp100 miliar.

Tak hanya diskon tiket penerbangan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun melarang 10 kota destinasi wisata tersebut untuk menarik pajak hotel dan restoran pada pengusaha selama 6 bulan, terhitung sejak Maret 2020. “Pemerintah daerah diminta untuk tidak memungut pajak hotel dan restoran selama enam bulan. Tapi pemerintah daerah nanti diganti pemerintah pusat 10 persen sendiri,” ungkap Sri Mulyani.