Penumpang di Bandara Juanda Meningkat 60,2% Selama Juni 2019

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa jumlah penumpang angkutan udara domestik bulan Juni 2019 mencapai 7 juta orang, mengalami peningkatan sebesar 33,55 persen dari bulan sebelumnya, yakni Mei 2019 yang hanya sebesar 5,3 juta orang.

“Bisa dipahami ketika jumlah penumpang angkutan udara pada Juni 2019 naik. Di satu sisi karena kebijakan penurunan Tarif Batas Atas (TBA) pada Mei 2019 lalu mulai berdampak,” ujar Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Senin (1/7), seperti dilansir Liputan6.

Lebih lanjut Suhariyanto mengungkapkan bahwa kenaikan penumpang terjadi hampir di seluruh bandar udara utama, dengan Bandara Juanda yang mengalami kenaikan sebesar 60,2 persen, Bandara Ngurah Rai Denpasar 58,91 persen, Bandara Kualanamu Medan 57,87 persen, Bandara Hasanuddin Makassar sebesar 38,07 persen, dan Bandara Soekarno-Hatta Tangerang mencapai 22,94 persen.

Sementara itu, jumlah penumpang tujuan luar negeri atau rute internasional mengalami kenaikan sebesar 9,14 persen menjadi 1,6 juta orang. Selama periode Januari-Juni 2019, jumlah penumpang domestik sebesar 36,5 juta orang atau turun 20,53 persen, sedangkan untuk jumlah penumpang internasional mencapai 8,9 juta orang atau meningkat 2,88 persen dari periode yang sama tahun 2018 lalu.

Total penumpang penerbangan domestik terbesar dilayani melalui Bandara Soetta sebanyak 1,6 juta orang atau 22,36 persen dari keseluruhan penumpang domestik, disusul dengan Bandara Juanda sebanyak 607 ribu orang atau 8,65 persen. Peningkatan jumlah penumpang berlangsung di Bandara Juanda sebesar 24,94 persen, Kualanamu 22,15 persen, Soetta 11,44 persen, dan Ngurah Rai 0,87 persen.

Sedangkan penurunan jumlah penumpang dialami oleh Bandara Hasanuddin Makassar sebesar 20 persen. Jumlah penumpang internasional terbesar melalui Bandara Soetta yang mencapai 645,9 ribu orang atau 41,24 persen dari total penumpang ke luar negeri, kemudian disusul oleh Bandara Ngurah Rai Denpasar mencapai 579,3 ribu orang atau 36,99 persen.

Selama periode Januari-Juni 2019, jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri, baik yang memakai maskapai nasional maupun asing mencapai 8,9 juta orang atau naik 2,88 persen dari jumlah penumpang pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penerbangan dari Bandara Kertajati ke Surabaya Termasuk Rute Favorit

Majalengka – Pengalihan sejumlah rute penerbangan domestik dari Bandara Husein Sastranegara Bandung sejak 30 Juni 2019 lalu rupanya membuat jumlah penumpang di Bandara Internasional Kertajati (KJT) Majalengka mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Menurut Direktur PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Muhamad Singgih, berdasarkan hasil evaluasi load factor (LF) atau keterisian penumpang sejak 30 Juni sampai 25 Juli 2019, terdapat 86.166 penumpang yang terbang dan mendarat di Bandara Kertajati. Puluhan ribu penumpang itu dilayani 4 maskapai, antara lain Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, dan Air Asia. “Kalau dihitung harian penumpang di sini antara 3.000 sampai 4.000 penumpang,” kata Singgih di Majalengka, Jumat (26/7), seperti dilansir Republika.

Jumlah tersebut menurut Singgih sekaligus menunjukkan bahwa Bandara Kertajati mulai diperhitungkan oleh masyarakat untuk melakukan penerbangan ke sejumlah wilayah di Indonesia. Bandara yang disebut-sebut sebagai bandar udara terbesar kedua setelah Bandara Soetta ini telah melayani penerbangan ke 12 daerah, yaitu Balikpapan, Lombok, Pontianak, Denpasar, Padang, Makassar, Medan, Banjarmasin, Batam, Palembang, Pekanbaru, dan Surabaya.

Adapun rute favorit dari Bandara Kertajati masih didominasi penerbangan menuju Denpasar, Bali dengan rata-rata di atas 80% penumpang per flight. Lonjakan penumpang biasanya terjadi saat memasuki akhir pekan yang mencapai di atas 90%. Selain Bali, rute penerbangan dari Bandara Kertajati ke Batam dan Surabaya juga cukup populer dengan load factor yang tak pernah di bawah 70%. Disusul dengan rute ke Medan dan Banjarmasin.

Selain banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Jawa Barat untuk bepergian, Bandara Kertajati juga dipilih oleh masyarakat dari sejumlah daerah di Jawa Tengah lantaran posisinya yang terletak di timur Jawa Barat. “Dalam beberapa survei terutama ketika Pak Menteri Perhubungan (Budi Karya Sumadi) datang ke sini, ada beberapa warga Tegal, Brebes yang memilih Kertajati sebagai tempat keberangkatan,” papar Singgih.

Menurutnya terdapat 15 juta masyarakat di Subang, Purwakarta, Sumedang, Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan serta Tegal dan Brebes yang potensial memilih Bandara Kertajati sebagai tempat tujuan penerbangan. “Sekarang bagaimana kita terus memberi awareness dan bersosialisasi di seluruh jangkauan masyarakat yang memiliki potensi untuk terbang ke berbagai daerah di nusantara, sambil kita terus melakukan penjajakan rute-rute Internasional,” tandasnya.

Rute Penerbangan Manokwari Ditutup, Pengusaha Kepiting di Teluk Bintuni Terancam Merugi

Jakarta – Maskapai Sriwijaya Air memutuskan untuk menghentikan sementara operasional penerbangan dari dan menuju Manokwari, Papua mulai tanggal 30 Juli 2019 kemarin. Meski tak dijelaskan alasan penutupan rute penerbangan tersebut, Sriwijaya Air hanya mengungkapkan bahwa rute penerbangan dari dan ke Manokwari akan dialihkan ke rute lainnya.

“Mulai 30 Juli 2019 ini kami sementara akan suspend penerbangan dari dan menuju Manokwari,” kata Vice President Corporate Secretary Sriwijaya Air, Retri Maya, Minggu (28/7), seperti dilansir Kompas. Terkait sejumlah keterlambatan jadwal penerbangan selama Juli 2019 di Bandara Rendani, Manokwari, pihak Sriwijaya Air pun meminta maaf.

Meski demikian, Maya menegaskan jika seluruh armadanya layak beroperasi dan selalu mengedepankan faktor keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang. “Perlu kita ketahui bahwa keterlambatan yang dialami Sriwijaya Air kemarin tidak hanya karena faktor kerusakan pesawat, tapi juga faktor eksternal dengan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk memaksa pesawat diterbangkan,” bebernya.

Penutupan rute penerbangan dari dan ke Manokwari ini tentu menimbulkan kekecewaan bagi para pengusaha dan nelayan kepiting di Teluk Bintuni. Pasalnya, selama ini banyak pengusaha yang mengandalkan jasa kargo pesawat Sriwijaya Air untuk pengiriman kepiting ke Kota Surabaya dan Jakarta. “Selama ini, hanya kargo milik Sriwijaya Air yang menerima pengiriman kepiting. Bukan hanya itu saja, kepiting milik saya dikirim hingga ke China dan Bangladesh,” kata pengusaha kepiting Teluk Bintuni, Haja Jumriani.

Lebih lanjut Haja menerangkan, tiap harinya terdapat 30 boks kepiting yang dikirimkan dari Teluk Bintuni melalui darat dengan mobil Hilux ke Kabupaten Manokwari senilai Rp 57 juta. “Jika air laut surut, kami bisa kirim 50-80 boks kepiting per hari, nilainya mencapai ratusan juta. Tapi jika musim air laut pasang dan ombak seperti saat ini, maka pengiriman kepiting akan menurun,” terangnya.

Tak sendirian, rupanya ada lebih dari 30 nelayan kepiting di Papua. “Kami buatkan mereka perahu, sambil dimodali untuk mencari kepiting. Belum kembali modalnya, malahan sudah ada masalah tutupnya rute maskapai Sriwijaya Air,” keluh Haja.

Oleh sebab itu, ia mengharapkan pemerintah Kabupaten Manokwari bisa ikut meninjau ulang penutupan rute Sriwijaya Air dan ke Manokwari. “Selama ini, pelayanan maskapai ini memuaskan, kenapa harus dihentikan? Jika ini benar terjadi, pasti kami rugi. Termasuk kepada nelayan dan pengusaha lainnya yang selalu langganan mengirimkan barang dagangannya kepada Sriwijaya Air,” ucapnya.

Genjot Wisata Terintegrasi, Pemprov Jatim Bakal Bangun KA Bandara Juanda

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini sedang giat-giatnya untuk mengintegrasikan sektor pariwisata, mulai dari lingkaran Bromo Tengger Semeru (BTS), Gunung Wilis, Gunung Ijen, hingga Sumenep. Untuk itu, sejumlah pembangunan sarana dan prasarana pun tengah dimatangkan, termasuk proyek kereta di Bandara Internasional Juanda.

“Dua minggu lalu ada rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, lalu saya sampaikan BTS sudah masuk PSN (proyek strategi nasional). Tetapi, saya ingin percepatan nggak sekadar di BTS, melainkan juga Sumenep,” ujar Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dilansir Bisnis. “Karena kalau dari Bromo kemudian ambil sisi pantainya, maka wisatawan akan mendapatkan Gili Labak dan Gili Iyang, termasuk konservasi mangrove di Kota Probolinggo.”

Ia menambahkan, dalam pengembangan kawasan pariwisata tersebut, Pemprov Jatim akan menggunakan skema pendanaan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sesuai dengan arahan Bappenas, khususnya untuk pengembangan Bromo Tengger Semeru yang menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Swiss. Saat ini, Pemprov Jatim dalam perencanaan pengembangan kawasan Gerbangkertosusila melalui Program Investasi Non-APBN.

Sementara itu, Direktur Alokasi Pendanaan Pembangunan Bappenas, Erwin Dimas, mengatakan bahwa dalam RPJMN 2020-2024, terdapat 38 mayor project yang akan digarap pemerintah. Sebanyak 35 persen  proyek ada di wilayah Jawa-Bali, dengan pengembangan di Jatim termasuk kawasan wisata BTS, pengembangan kereta cepat Surabaya-Jakarta, pembangunan KA akses Bandara Juanda, dan pengembangan hub Tol Laut.

Sebelumnya, pada tahun 2018 lalu, Kementerian Perhubungan sempat menyatakan bahwa pihaknya akan kembali membangun proyek kereta di empat bandara yang ada di Pulau Jawa. Selain Bandara Internasional Juanda, pelabuhan udara yang akan menerima akses kereta api adalah Bandara Adi Soemarmo di Solo, Bandara Kertajati di Majalengka, dan Bandara Kulonprogo di Yogyakarta.

Saat ini, Indonesia sudah memiliki tiga bandara yang dilengkapi fasilitas kereta bandara. Ketiga pelabuhan udara tersebut adalah Bandara Internasional Kualanamu di Medan, Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Banten dan Bandara Internasional Minangkabau di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Tiga Rute Ditutup, Citilink Tetap Operasikan Kertajati-Surabaya PP

MAJALENGKA – Maskapai Citilink terpaksa menutup tiga rute penerbangan mereka di Bandara Internasional Jawa Barat atau Bandara Kertajati, yakni penerbangan dari dan menuju Kualanamu Medan, Palembang, dan Denpasar. Dengan demikian, hanya ada dua rute yang dioperasikan Citilink, yaitu dari dan menuju Surabaya dan Pekanbaru.

“Penutupan rute dilakukan lantaran saat ini tengah berlangsung masa low season atau musim sepi penumpang. Karena itu, tingkat keterisian kursi cukup rendah, apalagi di tiga rute tersebut,” ujar Vice President Corporate Secretary & CSR PT Citilink Indonesia, Resty Kusandarina, dilansir Tempo. “Kami sudah melakukan evaluasi sebelumnya.”

Resty menambahkan, sebagai maskapai berbiaya rendah (LCC), Citilink memang senantiasa melakukan evaluasi terhadap rute-rute yang dibuka. Karena itu, evaluasi berkala dilakukan untuk mengoptimalkan setiap rute penerbangan yang ada. “Agar setiap rute penerbangan yang dioperasikan Citilink berlangsung dengan optimal,” sambung Resty.

Meski harus menutup tiga rute penerbangan, namun Citilink Indonesia masih tetap mengoperasikan dua rute dari Bandara Kertajati, yakni menuju Surabaya (Bandara Internasional Juanda) dan Pekanbaru (Bandara Sultan Syarif Kasim II).  Menurut situs resmi BIJB, rute penerbangan Kertajati-Surabaya PP dan Kertajati-Pekanbaru dilayani Citilink setiap hari.

Untuk rute Kertajati-Surabaya, dilayani dua kali sehari, dengan keberangkatan pertama pukul 07.25 WIB dan tiba pukul 08.45 WIB serta keberangkatan kedua pukul 18.00 WIB dan tiba pukul 19.20 WIB. Rute sebaliknya juga beroperasi dua kali sehari, dengan keberangkatan pertama bertolak pukul 05.25 WIB dan tiba 06.45 WIB, serta keberangkatan kedua pukul 14.20 WIB dan tiba pukul 15.40 WIB.

Sementara, untuk rute Kertajati-Pekanbaru, dilayani Citilink satu kali setiap hari, dengan pesawat bertolak pukul 11.45 WIB dan mendarat pada pukul 13.35 WIB. Untuk rute sebaliknya, pesawat Citilink lepas landas dari Pekanbaru pada pukul 09.25 WIB dan dijadwalkan mendarat di Bandara Kertajati pada pukul 11.15 WIB.

Harga Tiket Pesawat Domestik Lion Air Akhirnya Resmi Turun

Jakarta – Maskapai berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) Lion Air akhirnya menaati kebijakan pemerintah terkait penyediaan diskon tarif tiket pesawat untuk rute domestik hingga 50% pada periode waktu tertentu. Sebelumnya Lion Air mengaku terhambat oleh kendala teknis sehingga penerapan promo diskon tersebut terlambat dari jadwal yang ditetapkan seharusnya sejak Kamis (11/7) lalu.

Penerapan harga tiket pesawat murah ini sudah terlihat lewat Online Travel Agent (OTA). Besaran diskon yang diterapkan oleh Lion Air bervariasi, mulai dari 20% hingga 50%. Misalnya saja untuk Selasa (30/7), Lion Air sudah menerapkan diskon harga tiket pesawat untuk penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang ke Bandara Internasional Juanda, Surabaya untuk jadwal keberangkatan pukul 11.20-12.50 WIB. Tarif tiket yang tadinya Rp 840 ribu kini dipatok hanya Rp 615 ribu.

Diskon tiket ini pun diterapkan untuk penerbangan daerah menuju Jakarta. Misalnya untuk penerbangan Lion Air dari Bandara Internasional Hasanuddin, Makassar (UPG) menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta (CGK) hanya di banderol Rp 925 ribu dari harga normal sebesar Rp 1,3 juta untuk penerbangan jam 13.25-14.45 WITA.

Setelah rapat membahas penurunan tarif tiket pesawat di Kemenko Perekonomian pada Senin (22/7), pendiri Lion Air Group Rusdi Kirana mengaku baru dapat menaati kebijakan tarif tiket khusus tersebut mulai Rabu (24/7) lalu. Alasannya karena terkendala oleh sistem reservasi. “Memang kita mintanya Rabu ini kan. Kan sistemnya harus perlu disesuaikan,” ungkap Rusdi, seperti dilansir Jawa Pos.

Sementara itu, rute penerbangan tersebut hanya 2 dari 146 rute yang hendak disediakan oleh Lion Air. Dari 146 rute tersebut, jumlah kursi yang akan disediakan oleh maskapai satu ini mencapai 30% atau sebanyak 8.282 kursi per hari. Sebelum Lion Air yang menerapkan program ini, maskapai Citilink telah lebih dulu menurunkan tarif tiket pesawatnya. Setidaknya terdapat sekitar 62 flight dengan total kursi sebanyak 3.348 penumpang per hari pada masa periode kebijakan tiket murah.

Angkasa Pura I Dipastikan Jadi Operator Bandara Kediri

Jakarta – Pemerintah memastikan bahwa nantinya PT Angkasa Pura (AP) I ke depannya akan menjadi operator Bandara Kediri, Jawa Timur yang rencananya dibangun oleh PT Gudang Garam Tbk. Hal ini juga telah dikonfirmasi oleh pihak AP I.

“Kalau Kediri saya (AP I) nanti sebagai operator, konsepnya KSO (kerja sama operasi),” kata Direktur Utama AP I Faik Fahmi setelah menghadiri rapat pembangunan Bandara Kediri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, Selasa (23/7), seperti dilansir Detik.

Akan tetapi, Faik mengaku bahwa pihaknya sampai saat ini masih belum mengetahui kapan dimulainya groundbreaking dan proses pembangunan bandar udara tersebut. “Belum ada (pembahasan mengenai groundbreaking dan pembangunan). Tadi nggak bahas itu sama sekali,” ucap Faik.

Sementara itu, rapat yang dihadiri oleh Faik dan dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ini lebih kepada pembahasan terkait penyediaan lahan. Pasalnya masih ada beberapa lahan yang masih belum rampung proses pembebasannya. “Tadi bahas persoalan lahan saja. Belum (semua lahan yang telah dibebaskan), masih ada yang belum. Ini semua kan butuh waktu dan proses ya,” ungkap Faik.

Bandara Kediri nantinya direncanakan akan mempunyai luas sekitar 457 hektare. Sementara itu, berdasarkan data dari pemerintah daerah, masih terdapat sekitar 25-30 hektare lahan yang belum dibebaskan. Sayangnya ketika ditanyai mengenai alasan belum rampungnya pembebasan lahan, Faik enggan untuk menjawab. Menurutnya pihak Gudang Garam yang lebih berwenang untuk menjelaskan. “Tanya ke Gudang Garam karena saya enggak tahu karena kan saya urusan sebagai operator aja,” tuturnya.

Direktur Jenderal Pengadaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) Arie Yuriwin menambahkan, saat ini sudah ada beberapa tanah yang telah dibebaskan untuk pembangunan Bandara Kediri. “Sudah (lahannya sudah dibebaskan). Saya enggak hafal sekitar 400 hektare (ha). Lokasinya saya enggak tahu persis tapi di Kabupaten Kediri,” jelasnya.

Rencana pembangunan Bandara Kediri pun termasuk dalam proyeksi strategis nasional. Pasalnya, pada tahun 2020 Bandara Internasional Juanda Surabaya telah melebihi kapasitas atau overload. Adapun untuk proses pembangunan Bandara Kediri diperkirakan nilai investasi yang dibutuhkan berkisar antara Rp 1 triliun sampai Rp 10 triliun.

Bandara Juanda Gelar Lomba Mewarnai untuk Peringati Hari Anak Nasional 2019

Sidoarjo – Dalam rangka merayakan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2019, Bandara Internasional Juanda Surabaya menyelenggarakan sejumlah acara menarik. Di Terminal 2 (T2) digelar lomba mewarnai dan story telling yang didukung langsung oleh UNICEF, yakni organisasi PBB yang memberi bantuan kemanusiaan dan perkembangan kesejahteraan jangka panjang untuk anak-anak dan ibunya di negara-negara berkembang.

Setidaknya terdapat 50 anak yang berasal dari SDN Sedati Agung, SDN Betro, SD Kreatif Insani, dan SD Muhammadiyah Ikram yang berpartisipasi dalam lomba mewarnai dan storytelling bertajuk Hadiah untuk Ayah dan Ibu dalam peringatan Hari Anak Nasional, Selasa (23/7) kemarin. Selain itu, pihak Bandara Juanda pun memberi edukasi seputar permasalahan kebandaraan. “Para siswa tersebut diberikan edukasi seputar bandara dan juga mengikuti perlombaan mewarnai,” jelas Heru Prasetyo General Manager Bandar Udara Internasional Juanda, seperti dilansir Antara.

“Kami sangat mendukung program pemerintah ini, maka dari itu kami bekerjasama dengan UNICEF memberikan kontribusi dalam mendukung upaya-upaya pemenuhan dan perlindungan hak anak-anak dengan kegiatan seperti ini. Karena anak adalah fondasi awal bangsa, karena merekalah calon-calon pemimpin negeri yang akan membawa perubahan yang lebih baik,” ucap Heru Prasetyo.

Tak hanya lomba mewarnai dan storytelling, Bandara Juanda juga pernah menjalin kerja sama dengan UNICEF sebelumnya dengan mengadakan sosialisasi pada tanggal 4-25 Maret 2019 lalu di Terminal 1 (T1) terkait program 1.000 Hari Pertama Kehidupan dan Program Gerakan Nasional Anti Kekerasan Seksual Pada Anak.

Sosialisasi tersebut adalah bentuk dukungan pemerintah dalam mengampanyekan program seruan untuk memaksimalkan masa emas (golden period) bagi anak-anak sampai usia 2 tahun melalui seruan #eatplaylove dan untuk menekan angka kekerasan seksual terhadap anak.

24 Juli 2019, Lion Air Mulai Jual Tiket Penerbangan Murah

JAKARTA – Setelah sempat molor dari jadwal yang ditetapkan, maskapai Lion Air memastikan akan mulai menjual tiket penerbangan murah pada Rabu (24/7) besok. Salah satu maskapai LCC (low cost carrier) tersebut akan menerapkan potongan harga sebesar 50 persen untuk 146 penerbangan mereka, yang semestinya sudah berlaku sejak pekan lalu.

“Rabu ini (24 Juli 2019), semua sudah jalan,” papar Founder Lion Air, Rusdi Kirana, Senin (22/7) kemarin. “Molornya jadwal penerapan tiket murah lantaran sistem reservasi yang disiapkan Lion Air belum memenuhi keinginan pemerintah. (Tiket) kami sebenarnya sudah turun, tetapi mereka minta lebih turun lagi. Cuma, kami turunnya 30 persen.”

Sebelumnya, hanya Citilink yang sudah menerapkan kebijakan tiket penerbangan murah. Dari 62 penerbangan murah yang disediakan anak usaha Garuda Indonesia itu, hanya tersisa 34 penerbangan untuk pekan ini karena sudah dipesan penumpang jauh-jauh hari sebelum kebijakan tersebut diterapkan oleh perusahaan.

Sementara itu, pemerintah dan maskapai penerbangan juga melemparkan rencana untuk menurunkan harga tiket seluruh penerbangan pesawat berbiaya murah. Berdasarkan kesepakatan, saat ini maskapai LCC baru menyediakan tiket pesawat yang turun 50 persen pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu, dengan waktu keberangkatan pukul 10.00 hingga 14.00 waktu setempat.

“Rencananya ‘kan untuk sementara ini Selasa, Kamis, Sabtu, jam 10 sampai jam 2 (sore). Sekarang, rapatnya bagaimana ini dibuat dari Senin sampai Minggu, kemudian dari pagi sampai pagi,” tambah Rusdi. “Kebijakan yang berlaku saat ini hanya bersifat sementara. Para stakeholder mendengar masukan dari masyarakat agar tiket pesawat murah dijual merata.”

Untuk mendukung rencana tersebut, menurut dia, perlu diperlakukan insentif buat maskapai. Tujuannya agar kebijakan itu tidak menjadi beban buat perusahaan penerbangan. Menurutnya, pemerintah bisa saja memberi maskapai semacam insentif fiskal untuk mengurangi beban biaya operasional dari penerbangan. Sebagai contoh, pemerintah dapat membangun bengkel aviasi di seluruh Indonesia.

Dilayani 3 Maskapai, Ini Jadwal Penerbangan Kertajati-Surabaya PP

BANDUNG/SURABAYA – Seperti diberitakan sebelumnya, mulai bulan Juli 2019, ada tiga maskapai yang melayani rute penerbangan Bandung-Surabaya PP, yang menghubungkan Bandara Internasional Jawa Barat (Bandara Kertajati) dengan Bandara Internasional Juanda. Ketiga maskapai tersebut adalah Lion Air, AirAsia Indonesia, dan Citilink.

Dikutip dari situs resmi BIJB, Lion Air melayani rute Kertajati-Surabaya PP setiap hari. Untuk penerbangan dari Bandung, pesawat bertolak pada pukul 16.10 WIB dan tiba di Surabaya pada pukul 17.30 WIB. Sementara, untuk rute sebaliknya, pesawat Lion Air berangkat dari Surabaya pukul 09.15 WIB dan tiba di Bandara Kertajati pada pukul 10.40 WIB.

Sementara itu, untuk maskapai AirAsia, mengoperasikan rute penerbangan ini tiga kali dalam seminggu, yakni pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Sayangnya, jadwal penerbangan masih belum lengkap. Pihak BIJB sendiri hanya merilis, penerbangan rute Kertajati-Surabaya bertolak pukul 20.20 WIB, sedangkan rute Surabaya-Kertajati tiba pada pukul 19.55 WIB.

Terakhir, untuk maskapai Citilink, akan melayani rute penerbangan Kertajati-Surabaya PP setiap hari, dengan dua frekuensi penerbangan setiap harinya. Untuk keberangkatan dari Bandung, penerbangan pertama bertolak pukul 07.25 WIB dan penerbangan kedua berangkat pukul 18.00 WIB. Sementara, untuk rute sebaliknya, penerbangan pertama lepas landas pukul 05.25 WIB dan penerbangan kedua berangkat pukul 14.20 WIB.

Menurut keterangan PT Angkasa Pura II selaku operator bandara, Bandara Internasional Jawa Barat memang telah siap untuk melayani operasional penerbangan domestik, di antaranya dengan menyediakan berbagai fasilitas utama dan fasilitas pendukung bagi maskapai dan penumpang pesawat. Sinergi yang baik antara operator bandara dan maskapai serta stakeholder lainnya membuat persiapan pengalihan penerbangan berjalan mulus dan lancar.

Khusus untuk AirAsia, maskapai ini memang berencana menambah lima rute domestik baru di semester kedua 2019. Selain Kertajati-Surabaya, AirAsia juga akan mengoperasikan rute Jakarta-Lombok, Bali-Lombok, Yogyakarta-Lombok, dan Bali-Labuan Bajo. Jika tidak ada aral melintang, kelima rute tersebut diharapkan bisa dioperasikan pada tanggal 1 Agustus 2019 mendatang.