400 Pesawat Hilir Mudik, Bandara Juanda Terpadat di Indonesia

SURABAYA – Bandara Internasional Juanda yang berlokasi di Kabupaten Sidoarjo dikatakan menjadi salah satu pelabuhan udara paling padat di Indonesia. Pasalnya, setidaknya ada 400 pesawat terbang yang terbang dan mendarat setiap harinya di bandara tersebut, baik untuk rute domestik maupun untuk rute internasional, untuk penerbangan sipil maupun militer.

“Pesawat yang terbang dan mendarat di Bandara Juanda mulai ada yang berbadan besar, sedang, dan kecil, baik untuk penerbangan sipil maupun militer,” papar General Manager AIRNAV cabang Surabaya, Yasrul, kepada pers, Jumat (27/9) kemarin. “Setiap jamnya, setidaknya ada 34 pesawat yang melintas di bandara ini, yakni 27 merupakan pesawat reguler, dua penerbangan ekstra, dan lima penerbangan militer.”

Untuk menangani lalu lintas penerbangan yang padat itu, ia menuturkan, Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AiRNAV Indonesia) khususnya cabang Surabaya, telah memiliki tenaga pemandu lalu lintas udara andal yang terus mengawasi trafik pesawat selama 24 jam per hari. “Kami memiliki 85 personel yang terbagi dalam tiga shift untuk bekerja 24 jam per hari,” sambungnya. 

Untuk mendukung keselamatan dan keamanan penerbangan setiap hari di Bandara Juanda, AIRNAV Indonesia juga telah memasang sejumlah peralatan navigasi modern dan canggih yang digunakan pemandu lalu lintas udara, seperti advanced surface movement guidance and control system (ASMGCS) dan Clearance Delivery Unit (CDU).

Fungsi ASMGCS yang dipasang di menara air traffic control (ATC) untuk mengamati pesawat saat melakukan pergerakan di landas hubung dan landas pacu. Selain itu, juga untuk mendeteksi pergerakan pesawat baik menuju dan dari tempat parkir pesawat (apron) yang tidak bisa terlihat secara visual dari menara ATC jika hujan lebat.

Sementara itu, alat CDU berfungsi memastikan seluruh pesawat yang hendak berangkat sudah memiliki rencana penerbangan yang valid. Alat tersebut juga dapat mengakses informasi yang relevan sehubungan dengan kondisi cuaca. “Intinya adalah manfaat kedua alat tersebut untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan penerbangan baik saat di darat maupun udara,” tutupnya.

Airnav Lengkapi Bandara Juanda dengan 2 Alat Canggih

Sidoarjo – Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) melengkapi Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur dengan 2 peralatan canggih dan modern. Dengan dipasangnya alat canggih tersebut dipastikan dapat membantu dan memudahkan pemandu lalu lintas udara untuk memantau pergerakan pesawat.

“Peralatan canggih itu salah satunya berasal dari Amerika Serikat dan sudah banyak digunakan di sejumlah bandar udara internasional di berbagai negara dan memang banyak membantu petugas pemandu lalu lintas udara,” ujar General Manager AirNav Cabang Surabaya Yasrul di Sidoarjo, Jumat (27/9), seperti dilansir Antara.

Adapun kedua alat canggih yang dimaksud adalah Advanced Surface Movement Guidance and Control System (ASMGCS) dan Clearance Delivery Unit (CDU). Airnav sengaja memasang kedua alat itu lantaran trafik penerbangan di Bandara Juanda yang sangat tinggi, yakni mencapai 400 pesawat. “Pesawat yang terbang dan mendarat di Juanda mulai ada yang berbadan besar, sedang, dan kecil, baik untuk penerbangan sipil maupun militer,” papar Yasrul.

Lebih lanjut Yasrul menjelaskan, fungsi ASMGCS yang dipasang di menara air traffic control (ATC) adalah untuk mengamati pesawat ketika melakukan pergerakan di landas hubung (taxiway) dan landas pacu (runway). Di samping itu juga berfungsi mendeteksi pergerakan pesawat menuju atau dari tempat parkir pesawat (apron) yang tidak dapat terlihat secara visual dari menara ATC.

“Sebelum ada ASMGCS keberadaan pesawat terbang hanya bisa terlihat pada siang hari saat hujan dan kondisi cuaca yang buruk. Tapi dengan ada alat itu maka pesawat bisa terlihat pada situasi apapun,” ungkapnya. Apabila tidak ada ASMGCS, maka kemungkinan dapat terjadi kesalahan tanda panggil pada urutan pesawat yang hendak terbang. Tetapi dengan alat tersebut, tanda panggil akan akurat sesuai urutannya.

Sementara itu, alat CDU berfungsi memastikan seluruh pesawat yang hendak berangkat sudah memiliki rencana penerbangan yang valid. Alat tersebut juga dapat mengakses informasi yang relevan sehubungan dengan kondisi cuaca. “Intinya adalah manfaat kedua alat tersebut untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan penerbangan baik saat di darat maupun udara,” tandas Manager Operasi AirNav Cabang Surabaya Budhi Winarto.

Turis Asing Bisa Dapat Pengembalian Pajak Saat Belanja di Indonesia, Ini Syaratnya

Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan tengah melakukan sosialisasi pembaruan program VAT Refund atau Tax Refund untuk turis mancanegara terhadap para pengusaha ritel di Jakarta. Pada skema terbaru yang akan mulai diterapkan tanggal 1 Oktober 2019 mendatang tersebut, wisatawan mancanegara bisa mengumpulkan struk belanjaan dengan nilai belanja minimal Rp500 ribu per struk.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Hestu Yoga Saksama menjelaskan jika sosialisasi tersebut dilakukan seiring dengan perubahan terhadap ketentuan dari program VAT Refund. “Tidak harus dengan tanggal yang sama dari berbagai toko ritel dan setelah mencapai total (belanja) Rp5 juta, maka dapat mengajukan klaim pengembalian pajak pertambahan nilai. Syaratnya dengan nilai belanja paling kurang Rp 500 ribu per struk dari berbagai toko ritel yang berpartisipasi,” kata Yoga di Jakarta, Kamis (26/9), seperti dilansir Merdeka.

Lebih lanjut Yoga memaparkan, permintaan pengembalian pajak pertambahan nilai (PPN) tersebut bisa dilakukan di konter VAT Refund yang ada di area sebelum konter check-in sejumlah bandar udara internasional, seperti Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), Bandara Ngurah Rai (Bali), Bandara Adi Sutjipto (Yogyakarta), Bandara Juanda (Surabaya), dan Bandara Kualanamu (Medan).

Selain itu, persyaratan lain untuk memperoleh Tax Refund adalah dengan menunjukkan paspor, boarding pass ke luar negeri, dan juga struk belanja. Struk belanja yang bisa dikembalikan maksimal 1 bulan usai waktu berbelanja yang tercantum dalam struk. Jika tanggal belanjanya lebih dari 1 bulan, maka program ini tak berlaku.

Syarat lain, pemohon klaim bukanlah WNI atau permanent resident of Indonesia yang tinggal atau berada di Indonesia tidak lebih dari 2 bulan sejak tanggal kedatangannya, dan juga bukan kru maskapai penerbangan. “Dengan berlakunya skema baru ini pemerintah juga berharap akan semakin mendorong sektor pariwisata,” bebernya.

Di samping itu, program VAT Refund ini akan semakin mendorong pengusaha ritel dan pelaku UMKM untuk turut mendaftar sebagai peserta program VAT Refund. Hingga kini kabarnya program tersebut sudah diikuti sekitar 55 pengusaha ritel dengan lebih dari 600 toko di seluruh Indonesia. “Untuk 2019, data hingga bulan Agustus menunjukkan jumlah permohonan yang diajukan mencapai sekitar 4.000 klaim dengan nilai lebih dari Rp7,8 miliar,” pungkasnya.

Airport Rescue And Fire Fighting Bandara Juanda Ikut ARFF Challenges di Adi Soemarmo

Solo – PT Angkasa Pura (AP) I menyelenggarakan Airport Rescue And Fire Fighting (ARFF) Challenges di Bandara Adi Soemarmo, Solo, Rabu (25/9). Kegiatan tersebut diadakan untuk mendorong peningkatan kemampuan personel serta diikuti oleh personel ARFF dari berbagai bandar udara di Indonesia.

“Totalnya ada 14 perwakilan bandara yang mengikuti kegiatan ini,” kata Ketua Pelaksana Airport Rescue And Fire Fighting Challenges, Cecep Marga Sonjaya, Rabu (25/9), seperti dilansir Timlo. Dalam kegiatan ARFF Challenges, aspek ketangkasan dan keterampilan yang dilombakan meliputi Battle Power, Skill and Speed, Endurance and Speed, Skill and procedure, First Aid & Basic Life Support.

“ARFF Challenges tahun ini diselenggarakan di Bandara Adi Soemarmo karena secara geografis terletak di tengah-tengah,” sambung Cecep. Di samping itu, Bandara Adi Soemarmo juga sebelumnya telah meraih predikat sebagai juara umum ketika kompetisi ARFF Challenges. Dengan demikian, bandara ini dinilai layak jadi benchmark untuk personel dari bandara lainnya.

“Dalam kompetisi ini diharapkan personil Airport Rescue And Fire Fighting semakin meningkatkan kompetensi untuk melaksanakan tugas sehari-hari juga dalam penanggulangan rescue,” ungkapnya. Dengan dilaksanakannya ARFF Challenges diharapkan jadi media bagi Airport Rescue And Fire Fighting untuk bersosialisasi, berlatih secara individu dan dalam team work, bertukar pikiran antar profesi dalam rangka meningkatkan kualitas personel dan kelompok.

Adapun acara ARFF Challenges ini melibatkan Airport Rescue And Fire Fighting dari 14 bandar udara, meliputi Bandara Adi Soemarmo, Bandara Adisutjipto, Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara Sams Sepinggan Balikpapan, Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

Kemudian juga ada Bandara Juanda Surabaya, Bandara El Tari Kupang, Bandara Ngurah Rai Bali, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Internasional Lombok Praya, Bandara Pattimura Ambon, Bandara Frans Kaisiepo Biak. “Jadi kita harapkan dengan kegiatan ini dapat diimplementasikan di Bandar Udara masing-masing guna mendukung visi dan misi perusahaan,” pungkasnya.

Dispute Kerja Sama, Garuda Cabut Logo di Pesawat Sriwijaya Air

Jakarta – Garuda Indonesia Group akhirnya melakukan pencabutan logo ‘Garuda Indonesia’ pada armada pesawat Sriwijaya Air. Langkah ini dilakukan menyusul keputusan dispute kerja sama manajemen (KSM) Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group.

“Pencabutan logo Garuda Indonesia pada armada Sriwijaya Air tersebut merupakan upaya dalam menjaga brand Garuda Indonesia Group khususnya mempertimbangkan konsistensi layanan Sriwijaya Air Group yang tidak sejalan dengan standardisasi layanan Garuda Indonesia Group sejak adanya dispute KSM tersebut,” ujar Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan, Rabu (25/9), seperti dilansir Detik.

“Perlu kiranya kami sampaikan, pencabutan logo Garuda Indonesia tersebut semata-mata dilakukan untuk memastikan logo Garuda Indonesia sesuai dan menjadi representasi tingkat safety dan layanan yang di hadirkan dalam penerbangan,” sambung Ikhsan.

Ikhsan menjelaskan, pencabutan logo perusahaan untuk memastikan penggunaan logo mampu mencerminkan standar keselamatan dan layanan penerbangan yang diberikan oleh pihak perseroan. “Hal tersebut tentunya sangat kami sayangkan, khususnya, mengingat perkembangan atas situasi yang terjadi tidak sesuai dengan komitmen KSM antara Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group,” ungkap Ikhsan.

Tak hanya itu, pencabutan logo Garuda Indonesia pada armada pesawat Sriwijaya Air ini juga dilakukan dengan pertimbangan yang masak supaya komitmen kerja sama manajemen antara Garuda Indonesia Group dengan Sriwijaya Air Group dapat benar-benar dipahami dan dipatuhi oleh pihak-pihak terkait.

“Hal tersebut tentunya sangat kami sayangkan khususnya mengingat perkembangan atas situasi yang terjadi tidak sesuai dengan komitmen KSM antara Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group. Adapun pencabutan logo Garuda Indonesia pada armada Sriwijaya Air tersebut saat ini sedang dalam proses pengerjaan lebih lanjut,” ucap Ikhsan.

Kerja sama manajemen (KSM) Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group ini sendiri sudah dilakukan dari 19 November 2018 lalu. Kerja sama tersebut sebagai upaya menindaklanjuti perbaikan kinerja keuangan Sriwijaya Air Group yang menanggung utang pada sejumlah perusahaan pelat merah seperti anak perusahaan Garuda PT GMF AeroAsia, PT Pertamina, serta PT Angkasa Pura I dan II.

Tahun Ini Bandara El Tari & Juanda Bakal Dipasangi Alat Pendeteksi Angin

Kupang –Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa tahun 2019 ini Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan dilengkapi peralatan pendeteksi angin atau low level windshear alert system (LLWAS). Alat tersebut dinilai penting untuk mendeteksi pergerakan angin lantaran bisa memengaruhi take off dan landing dari sebuah pesawat.

“Untuk Bandara El Tari Kupang dan Juanda di Surabaya tahun ini akan kami pasang LLWAS, yang berfungsi mendeteksi perubahan dan arah kecepatan angin baik horisontal maupun vertikal,” ujar Kepala Pusat Meteorologi Penerbangan BMKG, Agus Wahyu Raharjo, di Kupang, Selasa (24/9), seperti dilansir Antara.

Menurut Agus, di Kupang sangat berpotensi terjadi perubahan arah pergerakan angin yang bisa mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara El Tari. Pihak BMKG sendiri sebelumnya sudah memasang perangkat LLWAS di sejumlah bandar udara yang ada di Indonesia seperti Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Bandara Kualanamu Medan dan Bandara Jenderal Ahmad Yani di Semarang.

Lebih lanjut Agus menjelaskan jika LLWAS adalah peralatan yang bisa mendeteksi terjadinya angin yang datang secara tiba-tiba yang bisa mengganggu penerbangan. “Jadi peralatan ini dapat memberikan peringatan awal kepada pilot tentang perubahan angin yang berlangsung secara tiba-tiba pada ketinggian sampai 500 meter,” papar Agus.

Ia pun mengakui jika sejumlah pesawat jenis terbaru memang telah dipasangi radar untuk memberi peringatan dini terkait pergerakan angin, namun pada pesawat-pesawat tertentu masih belum terpasang radar.

Sebelumnya Agus juga menuturkan jika seluruh bandara di NTT telah dilengkapi alat pemantau cuaca. “Bandara-bandara di NTT, baik yang ada awak BMKG maupun tidak, semuanya sudah dipasang alat pemantau cuaca yang namanya Automated Weather Observing System (AWOS),” bebernya.

“Memang tidak semua bandara ada awak BMKG yang bertugas memberikan informasi tentang cuaca kepada pilot sebelum mendarat atau lepas landas (take off), tetapi sudah terpasang alat pemantau cuaca,” sambungnya.

Alat tersebut dapat mengamati kondisi cuaca di tiap bandara dan menghadirkan informasi dalam bentuk sandi agar dapat dibaca oleh petugas ATC. Hasil pengamatan itu pula yang bisa diubah dalam bentuk suara masuk dalam kokpit untuk kemudian dijadikan petunjuk untuk pilot dalam melakukan take-off dan landing.

OVO Beri Cashback 20% Pembayaran Wrapping Bagasi di Bandara Juanda

JAKARTA/SURABAYA – Seiring dengan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang sudah dicanangkan pemerintah sejak tahun 2014 lalu, saat ini semakin banyak perusahaan yang menerapkan e-money untuk pembayaran transaksi. Paling baru, PT Angkasa Pura Logistik menggandeng platform pembayaran dan layanan keuangan digital OVO untuk memudahkan penumpang pesawat dalam pembayaran wrapping bagasi di bandara.

Seperti diberitakan Tribun News, OVO memberikan cashback hingga 20 persen maksimal 40 ribu OVO Points kepada setiap pelanggan wrapping bagasi Angkasa Pura Logistik. Promo ini sendiri sudah dapat digunakan di sejumlah bandara, termasuk Bandara Internasional Juanda,  Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bandara Internasional Ahmad Yan, Bandara Adi Soemarmo, Bandara Syamsudin Noor, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Bandara Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Bandara Jalaluddin Gorontalo, dan Bandara Pattimura Ambon.

Untuk melakukan pembayaran menggunakan OVO juga sangat simpel. Pelanggan cukup scan QR Code yang ada pada wrapping booth, tunggu notifikasi untuk klik ‘Bayar’, setelah itu akan muncul transaksi berhasil. Nantinya, saldo OVO pelanggan akan terpotong secara otomatis dan cashback akan langsung masuk ke OVO Points.

Kolaborasi ini sendiri merupakan sinergi yang tepat untuk menunjukkan bentuk nyata PT Angkasa Pura Logistik yang terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan diharapkan mampu mendukung pertumbuhan bisnis. Nantinya, layanan serupa juga dapat dinikmati di Bandara Adi Sujtipto, Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara Sam Ratulangi, dan Bandara El Tari di Kupang.

OVO telah menjadi salah satu brand aplikasi pembayaran digital favorit bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Menurut sebuah survei dari Snapcart yang diumumkan Juli kemarin, sebanyak 58 persen responden menggunakan OVO untuk melakukan pembayaran secara digital. Merk ini mengungguli aplikasi lain seperti Go-Pay (23 persen), DANA (6 persen), dan LinkAja (1 persen).

“Data ini menunjukkan bahwa uang elektronik untuk transaksi harian seperti transportasi, pengiriman makanan cepat saji, dan belanja telah semakin populer di kalangan konsumen Indonesia,” papar Eko Wicaksono dari Snapcart Indonesia. “Konsumen menikmati pengalaman bertransaksi yang lebih praktis, cepat, aman, dan yang pasti tidak ribet menunggu uang kembalian.”

Usai Dikepung Kabut Asap, Penerbangan ke Samarinda Berangsur Normal

SURABAYA/SAMARINDA – Setelah dikepung kabut asap akibat kebakaran hutan sehingga menyebabkan jarak pandang (visibility) terganggu, sejumlah penerbangan menuju Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Samarinda berangsur normal. Sejak Sabtu (21/9) kemarin, satu per satu penerbangan dari sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Yogyakarta mulai dioperasikan kembali.

“Hari ini, operasional di Bandara APT Pranoto berangsur normal,” papar Kasi Pelayanan dan Operasi UPBU Bandara APT Pranoto Samarinda, Rora Ardian, Minggu (22/9), dilansir Merdeka. “Dari pagi pukul 06.30 WITA sampai 16.00 WITA, visibility di runway Bandara APT Pranoto semakin membaik. Minggu sore, jarak pandang sudah lebih dari 10 km, dan semoga terus membaik.”

Sejumlah maskapai penerbangan, seperti Batik Air, Lion Air, dan Wings Air tampak sudah menerbangi langit Samarinda. Kemarin, setidaknya ada 20 penerbangan tujuan Samarinda. Namun, 5 di antaranya dilaporkan tidak beroperasi, seperti 2 penerbangan Xpress Air, 2 penerbangan NAM Air, serta 1 penerbangan Garuda Indonesia. 

“Dari maskapai terkait, menyatakan mengambil kebijakan cancel flight, karena alasan force major , yaitu kendala kabut asap kebakaran ladang/hutan terakhir hari ini. Itu demi kelancaran operasi dan keselamatan penerbangan. Insya Allah besok sudah mulai terbang kembali,” ungkap Rora. “Namun, Untuk NAM Air, hari Senin (23/9) cancel. Dari pemerintah kita dampingi kebijakan maskapai (melakukan) refund full, karena besok bukan karena terdampak kabut asap lagi.”

Sebelumnya, sejumlah penerbangan terpaksa ditunda dan dibatalkan. 23 penerbangan Lion Air Grup misalnya, terpaksa dialihkan sekitar 4 hari pada 17-20 September 2019 ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS) di Balikpapan, disebabkan kabut asap yang menurunkan visibility di Bandara APT Pranoto.

Akibat penundaan dan pembatalan penerbangan ini, ratusan penumpang harus telantar. Pada Senin (16/9) minggu lalu misalnya, ratusan calon penumpang harus telantar di Bandara Internasional Juanda. Di samping delay, sejumlah maskapai terpaksa membatalkan penerbangan mereka. Di antaranya Lion Air JT 246 Surabaya-Samarinda dan NAM Air IN 244 Surabaya-Sampit.

6 Bandara AP I Layani Kepulangan 108.507 Jemaah Haji

Jakarta – Selama penyelenggaraan masa Angkutan Haji 2019, PT Angkasa Pura (AP) I melalui 6 bandar udara yang berada di bawah pengelolaannya telah melayani kepulangan sebanyak 108.507 jemaah haji dari Mekah yang terbagi dalam 267 kelompok terbang (kloter) dengan jumlah bagasi yang mencapai 3.013 ton.

“Secara keseluruhan pelaksanaan angkutan haji 2019 di enam bandara Angkasa Pura I berjalan dengan baik, aman, dan lancar. Kami berterima kasih kepada seluruh pihak terkait yang telah turut mendukung kualitas pelayanan dan operasional angkutan haji tahun ini,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi, Rabu (18/9), seperti dilansir Kompas.

Selama musim haji tahun ini, ada 6 bandar udara yang disiapkan oleh AP I sebagai embarkasi haji, antara lain Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Bandara Adi Soemarmo Surakarta, Bandara Lombok Praya, dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

Adapun proses kepulangan jemaah haji Indonesia sudah berlangsung dari tanggal 18 Agustus – 15 September 2019. “Selama periode kepulangan jemaah haji, enam bandara AP I telah sukses melayani 108 ribu lebih jemaah haji. Bandara Juanda menjadi bandara menjadi yang terbanyak menerima kepulangan jemaah haji dengan 37.956 orang terbagi dalam 85 kloter, lalu Bandara Adi Soemarmo dengan 34.671 orang yang terbagi dalam 97 kloter,” ungkap Faik.

Kemudian Bandara Sultan Hasanuddin Makassar melayani kedatangan 18.078 jemaah (40 kloter), Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan (6.767 jemaah/15 kloter), Bandara Syamsudin Noor (6.097 jemaah/19 kloter), dan Bandara Internasional Lombok (4.938 jemaah/11 kloter).

Kemudian untuk jumlah keseluruhan jemaah haji yang diberangkatkan lewat 6 bandara AP I selama periode 6 Juli – 6 Agustus 2019 lalu mencapai 109.000 jemaah haji yang terbagi dalam 267 kloter dengan total bobot bagasi sebanyak 2.123 ton.

“Secara keseluruhan pelaksanaan angkutan haji 2019 di enam bandara Angkasa Pura I berjalan dengan baik, aman, dan lancar. Kami berterima kasih kepada seluruh pihak terkait yang telah turut mendukung kualitas pelayanan dan operasional angkutan haji tahun ini,” tandas Faik.

Fokus Sasar Wisata Raja Ampat, Kompas Travel Fair 2019 Digelar di 4 Kota Besar

Jakarta – Acara bertajuk Kompas Travel Fair (KTF) 2019 akhirnya resmi dibuka pada hari Jumat (20/9) lalu di Jakarta Convention Center, Hall B. Pameran wisata yang telah digelar 8 kali berturut-turut tersebut merupakan hasil kerja sama antara Harian Kompas dengan Bank CIMB Niaga. Selain di Jakarta, KTF 2019 juga digelar serentak di 3 kota besar lainnya, yakni Surabaya, Medan, dan Makassar, serta berakhir pada Minggu (22/9) besok.

Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Ninuk Mardiana Pambudy menjelaskan bahwa acara KTF diharapkan dapat meningkatkan perekonomian daerah dan tiap masyarakat pun bisa ikut berpartisipasi di dalamnya. “Kekayaan destinasi wisata kita sangat luar biasa, maka dari itu salah satu cara untuk mendukung peningkatan industri pariwisata adalah dengan acara seperti KTF ini yang sudah kita lakukan selama delapan kali berturut-turut,” tutur Ninuk di JCC, Jumat (20/9), seperti dilansir Kompas.

Lebih lanjut Ninuk menjelaskan, terdapat perbedaan antara KTF tahun ini dengan tahun lalu, yaitu destinasi wisata Indonesia yang difokuskan kali ini adalah Indonesia Timur, yakni wilayah Raja Ampat. “Ada hal baru di KTF 2019 ini, yaitu kita promosikan wisata halal dan selain itu tetap ada wisata domestik, yaitu di Papua Barat (Raja Ampat),” ungkap Ninuk.

Adapun KTF 2019 untuk region Jakarta diadakan di Jakarta Convention Center, KTF Regional Surabaya di Pakuwon Mall, KTF Region Medan di Centre Point Mall, dan KTF Region Makassar di Phinisi Point. Di Surabaya misalnya, pihak BNI juga gencar melakukan promosi seperti cicilan 0 persen hingga 24 Bulan dengan Kartu Kredit BNI, Cashback hingga Rp 3,5 juta dengan Kartu BNI yang akan ditransfer ke rekening tabungan BNI, serta extra cashback Rp 1,5 juta lagi untuk pemegang Kartu Kredit BNI dengan menukarkan BNI Rewards Point.

Selain itu, ada pula Surprise Deal Cashback Destination Singapura, Jepang, Malaysia hingga Rp 800.000 yang berlaku di Medan, Surabaya, dan juga Kota Makassar. “Bagi pemilik Kartu Kredit BNI yang ingin mengetahui berapa BNI Rewards Point-nya bisa langsung download aplikasi MyCard yang bisa diunduh di Google play atau Playstore. Pada aplikasi MyCard ini, nasabah juga bisa melihat tagihan serta berapa plafon yang bisa digunakan,” ungkap Anggoro Eko Cahyo, Direktur Bisnis Konsumer BNI.

Dengan partisipasi BNI dalam KTF 2019 ini diharapkan bisa memberi dampak positif terhadap volume transaksi Kartu BNI dan juga bentuk dukungan BNI terhadap program pemerintah yang sedang giat menggenjot kunjungan wisatawan ke Indonesia.