SURABAYA/JAKARTA – Setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Kualanamu, dan Bandara Internasional Minangkabau, pemerintah berencana untuk membangun jalur kereta di Bandara Internasional Juanda. Pembangunan KA bandara di Surabaya ini menurut kabar akan dilakukan pada tahun 2021 mendatang.

“KA bandara lain yang harus segera dibangun yaitu Surabaya. Penduduknya banyak dan Bandara Juanda itu ‘kan besar,” ujar Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, saat meresmikan jalur KA Bandara Soekarno-Hatta menuju Stasiun Manggarai. “Selain Surabaya, daerah lain yang harus memiliki KA bandara adalah Bali, yang diproyeksikan sebagai penghubung antara Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan kawasan utara Bali.”

Budi menambahkan, untuk KA bandara di Kota Pahlawan sendiri, konstruksi menurut rencana akan mulai dibangun pada tahun 2021 mendatang. Sementara, untuk Bandara Kertajati, Jawa Barat, hanya reaktivasi jalur saja. “Wilayah lain yang mesti punya KA bandara adalah Makasar, yang akan menghubungkan Bandara Sultan Hasanuddin dengan kabupaten dan kota lainnya di Sulawesi Selatan,” sambung Budi.

Sebelumnya, Budi meresmikan KA Bandara Soekarno-Hatta untuk rute Stasiun Manggarai PP pada Sabtu (5/10) kemarin.  Dikutip dari akun Twitter resmi PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), keberangkatan KA Bandara Soekarno-Hatta dari Stasiun Manggarai dilakukan setiap 30 menit sekali, dengan keberangkatan paling awal pukul 05.10 WIB dan keberangkatan terakhir pukul 21.40 WIB. Sementara, untuk kedatangan, mulai pukul 06.20 WIB dan kedatangan terakhir pukul 23.20 WIB.

“Saya harapkan dengan tambahan service ini, okupansi PT Railink meningkat dan kita bisa memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat,” tutur Budi. “Stasiun Manggarai akan menjadi stasiun sentral atau point to point untuk melayani kebutuhan masyarakat atas moda transportasi. Tanggapan pengguna pun cukup baik.”

Sementara itu, Direktur Utama PT Railink, Mukti Jauhari, optimistis rute baru Stasiun Manggarai-Bandara Internasional Soekarno Hatta berdampak positif untuk meningkatkan jumlah penumpang harian. Pihaknya sendiri sepakat dengan target 50 persen peningkatan okupansi penumpang dengan rute tersebut.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *