Hadapi Pandemi, Angkasa Pura I Pangkas Opex & Capex Lebih dari 30%

Handy Heryudhitiawan, Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura (AP) I - banjarmasin.tribunnews.com
Handy Heryudhitiawan, Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura (AP) I - banjarmasin.tribunnews.com

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I berupaya untuk tetap bertahan di tengah kondisi pandemi virus corona (Covid-19) yang melanda saat ini. Strategi itu dilakukan karena bandar udara yang baru dibangun AP I, yaitu Bandara Kulon Progo atau Yogyakarta International Airport (YIA) masih sepi penumpang karena terdampak oleh Covid-19.

“Secara korporasi, Angkasa Pura I memiliki 4 inisiatif strategi untuk bertahan dalam menghadapi situasi krisis di masa pandemi ini, termasuk strategi mengelola beban operasional dan pengeluaran modal, di mana strategi korporasi ini kemudian diturunkan menjadi strategi yang diterapkan di masing-masing bandara termasuk Bandara YIA,” kata VP Corporate Secretary Angkasa Pura I, Handy Heryudhitiawan, Jumat (4/9), seperti dilansir Kontan.

Adapun 4 inisiatif strategis dalam menghadapi pandemi yang digagas oleh AP I adalah Risk assessment atau langkah Identifikasi risiko strategis, keuangan, dan operasional yang memiliki implikasi terhadap Covid-19 sebagai baseline untuk menyusun strategi.

Kemudian Crisis control center dengan membentuk Tim Crisis Center yang membantu Angkasa Pura I berkoordinasi dan melakukan monitoring terhadap service level agreement (SLA) pemenuhan kewajiban public service obligation (PSO) serta pencapaian target pada survival strategy.

Ketiga adalah Survival strategy atau mempersiapkan kondisi keuangan perusahaan untuk bertahan di 2020 dengan melakukan beberapa program kerja seperti simulasi cash flow, cost leadership, dan revenue enhancement. Dan terakhir adalah menyiapkan lompatan pertumbuhan Angkasa Pura I pada tahun 2021 dengan program kerja multi dimension performance improvement. “Impact dari perbaikan ini dirasakan pada 2021, di mana ketika pasar sudah normal, Angkasa Pura I mampu membuat lompatan,” imbuh Hendy.

Demi bertahan di kondisi pandemi, AP I pun memangkas biaya OPEX sebesar 32%, penundaan dan pembatalan Capex sebesar 39%, mengurangi luas operasional bandara sebesar 80%, mengurangi tenaga kerja outsourcing sebesar 50%. Kemudian pengurangan biaya umum sebesar 30% sampai penundaan konsesi bandara dan relaksasi dividen.

Sebagai informasi, selama bulan Agustus 2020 terdapat pertumbuhan trafik penumpang sebesar 44,1% dari bulan sebelumnya di 15 bandara yang dikelola oleh AP I. Sedangkan trafik penumpang mencapai 1,96 juta orang, melampaui pencapaian bulan Juli 2020 yang hanya sebesar 1,36 juta orang, serta trafik bulan Juni yang hanya 648 orang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*