Masa Penyesuaian Operasional Bandara Juanda Diperpanjang

Faik Fahmi, Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I - www.liputan6.com
Faik Fahmi, Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I - www.liputan6.com

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I akan memperpanjang penyesuaian masa operasional di 15 bandar udara yang dikelolanya. Meski demikian, penyesuaian operasional bandara ini akan terus dievaluasi berdasar perkembangan pandemi virus corona (Covid-19).

“AP I memperpanjang masa penyesuaian operasional di beberapa bandara hingga Mei sampai Juli,” ujar Direktur Utama PT AP I Faik Fahmi, Senin (20/4), seperti dilansir Republika. Faik menjelaskan, perpanjangan itu dilakukan guna membantu mencegah penyebaran virus corona lebih lanjut, juga sebagai upaya corrective action dalam menghadapi penurunan trafik penumpang pesawat yang drastis.

“Tidak menutup kemungkinan masa penyesuaian ini diperpanjang kembali memang situasi pandemi masih belum menunjukkan indikasi ke arah perbaikan,” papar Faik.

Adapun untuk Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur jam operasionalnya disesuaikan jadi 18 jam sejak pukul 05.00 WIB sampai 23.00 WIB, dari yang sebelumnya beroperasi selama 24 jam. Penyesuaian operasional dilakukan dengan pemindahan operasional penerbangan domestik di Terminal 2 (T2) ke Terminal 1 (T1), penutupan operasi sebagian terminal dua, dan pengurangan fasilitas operasional seperti x-ray, bilik toilet, AC, serta lampu penerangan yang tidak terpakai. Penyesuaian operasional Bandara Juanda ini sementara berlaku sampai tanggal 16 Juni 2020.

Meski operasional bandara disesuaikan, rencana proyek pengembangan sejumlah bandara kabarnya akan tetap dilanjutkan. Di tengah situasi pandemi seperti sekarang ini, AP I berkomitmen untuk terus menjalankan dan memastikan pengerjaan proyek pengembangan di 7 bandaranya tetap berjalan sesuai rencana.

“Terlebih, bandara-bandara tersebut perlu dilaksanakan perluasan karena kebutuhan penumpang yang sudah melebihi kapasitasnya. Misal UPG [Bandara Sultan Hasanuddin Makassar], kapasitas yang tersedia hanya untuk 7 juta orang per tahun sedangkan realisasinya sudah mencapai 10,5 juta orang tahun lalu,” kata Vice President Corporate Secretary Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan, Rabu (22/4).

Handy menjelaskan, yang menjadi pertimbangan terkait proyek tersebut adalah bahwa virus corona bersifat sementara, sedangkan permintaan diyakini akan tumbuh setelah kondisi pandemi ini dapat dilalui. Tetapi, karena jumlah penumpang turun cukup drastis dan menekan kinerja pendapatan perusahaan, maka dilakukan skala prioritas dalam pengerjaan proyek yang ada. Pekerjaan proyek yang bersifat mandatori dan telah berkontrak tetap dilaksanakan seperti pengembangan terminal, dan perbaikan landasan pacu (runway).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*