Trafik Penumpang & Kargo di Bandara Angkasa Pura I Diprediksi Naik pada 2021

Handy Heryudhitiawan, Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura (AP) I - banjarmasin.tribunnews.com
Handy Heryudhitiawan, Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura (AP) I - banjarmasin.tribunnews.com

Jakarta – Industri penerbangan termasuk sektor yang sangat terdampak oleh pandemi Covid-19. Meski kinerja bandara merosot, PT Angkasa Pura (AP) I memproyeksikan bahwa pergerakan pesawat dan kargo dapat mulai merangkak naik tahun 2021 ini. Pada tahun ini, AP I memprediksi adanya peningkatan trafik penumpang menjadi 40,6 juta orang atau naik 29% dibanding trafik penumpang tahun 2020 lalu.

Sementara itu, trafik pesawat diproyeksikan tumbuh 20% jadi 519.795 pergerakan pesawat dari 432.864 pergerakan pesawat pada 2020. Sedangkan trafik kargo diproyeksikan meningkat 2,1% jadi 445.049 ton dari sebelumnya sebanyak 436.049 ton pada 2020. “Beberapa penelitian memproyeksikan kondisi seperti ini akan berlanjut hingga trafik global pulih pada 2023,” kata Vice President Corporate Secretary Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan, seperti dilansir Kontan.

Handy menambahkan, trafik pesawat pada bulan Mei 2021 lalu mencapai 23.837 pergerakan pesawat, juga turun 21,3 persen dibanding trafik pada April yang mencapai 30.317 pergerakan pesawat. Trafik kargo pada Mei 2021 sebanyak 29.051.471 kg, turun 18,2 persen dari trafik pada April 2021 yang mencapai 35.546.093 kg.

Angkasa Pura I menjadikan tahun 2021 sebagai momen kebangkitan dengan menjalankan strategi memperluas portofolio bisnis. Hal ini dilakukan dengan menjaga pondasi bisnis lewat pengamanan arus kas (cash flow) dan efektivitas biaya (cost effectiveness).

“Menjaga arus kas dan efektivitas biaya merupakan kelanjutan survival strategy yang sudah dijalankan sejak tahun lalu dimana terdapat lima program yang dijalankan yaitu evaluasi investasi, program cost leadership, business process improvement, digital enablement, dan sense of crisis awareness,” terang Handy.

Perluasan portofolio bisnis adalah strategi untuk meningkatkan potensi pendapatan. Dalam jangka pendek, AP I mempunyai quick win initiatives seperti pendirian Angkasa Pura I Health Center, pemanfaatan lahan idle, dan sinergi anak perusahaan sebagai kendaraan untuk memperluas portofolio bisnis perusahaan. “Angkasa Pura I Health Center sendiri dirancang untuk menjadi one stop service fasilitas kesehatan di bandara yang terdiri dari layanan vaksinasi, tes Covid-19, penyediaan APD, apotek, dan layanan konsultasi dokter,” ungkapnya.

“Selain optimalisasi kargo, dalam jangka panjang, Angkasa Pura I juga akan memaksimalkan utilisasi aset idle menjadi destinasi yang dapat mendatangkan sumber pendapatan baru, seperti Kelan Bay Land, YIA Airport City, dan eks Bandara Selaparang,” tutup Handy.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*