Ditunjang e-Commerce, Angkutan Kargo di Bandara AP I & II Terus Meningkat

Kargo Pesawat - en.wikipedia.org
Kargo Pesawat - en.wikipedia.org

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I (Persero) dan PT AP II (Persero) terus mencatatkan tren angkutan kargo yang positif, bahkan meski pandemi belum usai. Menurut AP II, hal ini didorong oleh meningkatnya aktivitas e-commerce.

Menurut Vice President Corporate Secretary AP I Handy Heryudhitiawan, angkutan kargo di bandara-bandara AP I masih positif. “Pada semester satu tahun ini, kami melayani trafik kargo domestik dan internasional sebesar 183.453 ton melalui 15 bandara yang kami kelola,” jelas Handy, Selasa (20/7), seperti dilansir Republika.

Lebih lanjut Handy menjelaskan bahwa angka itu menunjukkan adanya peningkatan sebesar 1 persen dibanding periode yang sama tahun 2020 lalu. Adapun pada semester I 2020, Angkasa Pura I melayani trafik kargo sebanyak 181.851 ton. AP I pun menargetkan peningkatan angkutan kargo pada 2021. “Kami memproyeksikan trafik dapat tumbuh 2,1 persen menjadi 445.049 ton dari 436.049 ton pada 2020,” papar Handy.

Sampai dengan semester pertama tahun 2021, Bandara Sentani Jayapura menjadi yang terbesar dalam melayani angkutan kargo dengan jumlah barang yang diangkut mencapai 32.661 ton. Bandara kedua yang juga paling banyak melayani kargo adalah Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan jumlah sebesar 27.538 ton.

Angkasa Pura II pun mengalami peningkatan angkutan kargo di sejumlah bandara kelolaannya selama semester I 2021. “Sepanjang semester satu tahun ini yang masih di tengah pandemi, secara kumulatif total volume angkutan kargo di seluruh bandara AP II mencapai 353.819 ton atau naik 30,24 persen dibandingkan dengan semester satu 2020,” terang Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin.

Volume angkutan kargo terbanyak AP II pada periode Januari-Juni 2021 tercatat di Bandara Soekarno-Hatta dengan jumlah mencapai 271.769 ton. Angka itu naik 29,68 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Awaluddin mengatakan, peningkatan volume kargo di bandara AP II terjadi karena pertumbuhan aktivitas e-commerce, demikian pula dengan kelancaran penanganan kargo di bandara-bandara AP II.

“Koordinasi erat dilakukan dengan Kementerian Perhubungan, otoritas bandara, dan juga maskapai mengenai kapasitas angkut termasuk menggunakan pesawat kargo dan layanan di area kargo atau terminal kargo,” pungkas Awaluddin.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*