Simak! Ini Aturan Baru Penerbangan Domestik Selama PPKM Darurat Jawa-Bali

Faik Fahmi, Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I - www.liputan6.com
Faik Fahmi, Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I - www.liputan6.com

Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) memperketat koordinasi dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) bandar udara dan terus memperketat penerapan protokol kesehatan guna menyikapi lonjakan kasus Covid-19 di berbagai daerah.

“Di tengah lonjakan kasus Covid-19 belakangan ini, Angkasa Pura I memperketat penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 di 15 bandara dilakukan secara konsisten dan disiplin. Hal ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan berbagai variannya,” ucap Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi, Rabu (30/6), seperti dilansir Kompas.

Selain itu, guna mengantisipasi terjadinya pemalsuan dokumen syarat penerbangan oleh calon penumpang, kantor cabang bandara Angkasa Pura (AP) I pun berkoordinasi dengan stakeholder setempat untuk melakukan pengetatan pemeriksaan hingga menetapkan kebijakan baru mengenai dokumen keterangan bebas Covid-19 yang menjadi syarat penerbangan tersebut.

Bahkan, di tengah pemberlakuan PPKM Darurat Jawa Bali mulai tanggal 3-20 Juli 2021, para pelaku perjalanan udara domestik jarak jauh, khususnya untuk daerah Jawa dan Bali diwajibkan memiliki kartu atau sertifikat vaksin Covid-19 minimal vaksin dosis pertama. Selain itu, calon penumpang pesawat rute domestik jarak jauh juga harus menunjukkan hasil negatif Covid-19 dari tes PCR dalam jangka waktu H-2 sebelum keberangkatan, serta tes swab antigen H-1 sebelum keberangkatan untuk moda transportasi lainnya.

Kartu atau sertifikat vaksin dosis pertama ini juga dibutuhkan untuk para pelaku perjalanan domestik jarak jauh yang menggunakan bus dan kereta api. “Pelaku perjalanan domestik yang menggunakan transportasi jarak jauh (seperti) pesawat, bus, dan kereta api harus menunjukkan kartu vaksin minimal vaksin dosis pertama dan PCR H-2 untuk pesawat, serta antigen H-1 untuk moda transportasi jarak jauh lainnya,” ujar Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan, Kamis (1/7).

Luhut pun menjelaskan tujuan penerapan aturan baru mengenai kartu vaksin tersebut. “Penggunaan kartu vaksin ini tujuannya adalah untuk kita menghindari orang lain tertular dari kita atau sebaliknya dan juga untuk menambah orang lain yang mendapat vaksin karena dengan vaksin akan bisa melindungi kita dari serangan Covid-19,” tandasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*