Berlaku Aturan Perjalanan Terbaru, Bandara Juanda Tetap Ramai Penumpang

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi
Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi - tempo.co

Surabaya – Pemerintah resmi memberlakukan persyaratan vaksin booster pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) dan izin untuk mengakses kegiatan besar serta ruang-ruang publik mulai Minggu (17/7) lalu. Meski sudah diterapkan aturan baru untuk perjalanan udara, rupanya tak berpengaruh pada arus penumpang di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.

Pada hari pertama pemberlakuan aturan tersebut, arus penumpang di Bandara Juanda tetap ramai dan tak ada penurunan. Berdasarkan pantauan di lapangan, arus penumpang pesawat di Bandara Juanda Surabaya sejak Minggu (17/7) pagi sampai siang tampak normal dan cenderung ramai. Sejumlah calon penumpang terlihat memenuhi pintu masuk ruang keberangkatan domestik untuk berangkat ke berbagai daerah tujuan.

“Kami imbau untuk semua calon penumpang untuk mematuhi aturan dari pemerintah,” kata Faik Fahmi, Direktur Utama PT Angkasa Pura I, seperti dilansir dari Sindonews. Sebagian besar calon penumpang yang hendak naik pesawat terlihat antre di pintu masuk bandara untuk menunjukkan bukti vaksin booster (dosis ketiga) melalui aplikasi PeduliLindungi dari masing-masing smartphone calon penumpang.

Sedangkan, bagi calon penumpang yang belum melakukan vaksinasi booster rupanya banyak yang lebih memilih melakukan tes vaksin Covid-19 melalui tes antigen yang dibuka untuk umum di sekitar area Bandara Juanda. “Masih vaksin kedua, ini mau antigen, ikuti aturan pemerintah saja,” ungkap Cakri Indahwati, salah seorang calon penumpang.

Guna mendukung pelaksanaan aturan baru mengenai kewajiban vaksin booster sebagai syarat perjalanan, petugas bandara meminta calon penumpang datang lebih awal lantaran harus antre untuk menunjukkan bukti vaksin booster di pintu masuk Bandara Juanda.

Dalam surat edaran terbaru secara umum mengatur bahwa hanya PPDN yang mensyaratkan suntikan vaksin ketiga (booster) sebagai izin naik transportasi tanpa tes. Adapun yang masih menerima vaksin dua dosis wajib menunjukkan hasil rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam atau RT-PCR dengan sampel maksimal 3 x 24 jam.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*