April 2021, Kunjungan Turis Asing via Bandara Juanda Naik 107,69%

Foto : T2 Bandara Juanda - liputan6.com

SURABAYA – Jumlah kunjungan wisatawan luar negeri ke Provinsi Jawa Timur lewat pintu masuk Bandara Internasional Juanda sepanjang bulan April 2021 mengalami kenaikan sebesar 107,69 persen dibandingkan Maret 2021. Angka ini juga meningkat 414,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya pada masa awal pandemi virus corona.

Dilansir dari data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, sepanjang April 2021 kemarin, ada 108 kunjungan turis asing ke Jawa Timur melalui Bandara Internasional Juanda, dari sebelumnya hanya 52 kunjungan pada Maret 2021. Sementara itu, pada bulan April 2020 lalu, angka kunjungan pelancong mancanegara hanya tercatat sebanyak 21 kunjungan.

Catatan ini menggambarkan bahwa sektor pariwisata di Jawa Timur sudah mulai pulih setelah sempat dihantam wabah COVID-19 yang memaksa sejumlah negara melakukan lockdown. Sebelumnya, pada Maret 2021, jumlah kunjungan wisatawan asing lewat Bandara Juanda juga mengalami kenaikan sebesar 24,64 persen dibandingkan Februari 2021. 

Meski angka kunjungan turis luar negeri meningkat, tetapi Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jawa Timur justru mengalami penurunan sebesar 1,32 poin dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi 38,88 persen. TPK hotel bintang dua sebesar 42,55 persen merupakan TPK tertinggi dibandingkan TPK hotel berbintang lainnya.

Sementara itu, secara nasional, angka kunjungan wisatawan asing ke Indonesia selama April 2021 tercatat sebanyak 127.510 kunjungan, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 158.070 kunjungan. Selain itu, angka ini juga melorot sebesar 2,61 persen dibandingkan kunjungan di bulan Maret 2021.

Dari jumlah tersebut, kunjungan turis asing melalui pintu masuk udara mencapai 18.400 kunjungan, jalur laut sebanyak 35.940 kunjungan, dan melalui pintu masuk darat mencapai 73.170 kunjungan. Khusus pintu masuk udara, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mengalami peningkatan drastis sebesar 2.250,45 persen apabila dibandingkan April 2020. “Memang kenaikannya cukup tinggi karena persentasenya diambil dari jumlah yang kecil,” jelas Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*