Minggu Pertama Oktober 2021, Penumpang di Bandara Juanda Meningkat 50%

Penumpang Pesawat Juanda - radarsurabaya.jawapos.com

Sidoarjo – Seiring dengan pelonggaran kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pergerakan penumpang di Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur mulai mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Selama sepekan terakhir sejak pelonggaran PPKM, jumlah penumpang di Bandara Juanda pun terpantau naik hingga 50 persen.

Menurut Stakeholder Relation Manager Bandara Juanda Yuristo Ardhi Hanggoro, terdapat tren kenaikan penumpang yang tiba dan berangkat dari Bandara Juanda selama sepekan belakangan. Pada awal September 2021 lalu misalnya, Bandara Juanda hanya melayani sebanyak 11 ribu penumpang per hari, baik yang tiba maupun berangkat.

“Sekarang di tujuh hari bulan Oktober sekarang 16 ribu orang penumpang per hari. Kalau dari analogi itu terlihat ada kenaikan jumlah penumpang lebih 50 persen,” tutur Yuristo, Jumat (8/10), seperti dilansir dari IDXChannel.

Peningkatan jumlah penumpang tersebut sejalan dengan mulai ramainya pergerakan pesawat di Bandara Juanda. Selama seminggu belakangan, terdapat 145 penerbangan di awal Oktober sampai tanggal 7 Oktober 2021. Meski demikian, Bandara Juanda masih belum membuka penerbangan komersial untuk rute internasional, karena masih belum ada izin dari pemerintah pusat dan otoritas terkait.

“Dibandingkan di September 110 flight per hari. Jadi ada 35 persen kenaikan di Oktober ini. Jumlah ini masih ada hubungannya dengan pembatasan pintu masuk, karena Juanda belum menerima flight internasional,” kata Yuristo. Lebih lanjut ia mengungkapkan, Jakarta menjadi tujuan terbanyak penumpang yang tiba dan berangkat dari Bandara Juanda. Mayoritas penerbangan tersebut karena urusan pekerjaan dan bisnis serta karena dilonggarkannya sektor pariwisata di Jatim. “Selain Jakarta, destinasi terbanyak lainnya Makassar dan Bali, jadi ini baik berangkat maupun tiba di Juanda,” sambungnya.

Dilonggarkannya aturan penerbangan membuat masyarakat kembali menggunakan jasa penerbangan untuk bepergian. Seperti yang tercantum dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 47 tahun 2021, salah satu persyaratan penumpang pesawat di Pulau Jawa-Bali bisa memilih antara menggunakan swab antigen dengan masa berlaku H-1 sebelum penerbangan, atau tes swab PCR yang berlaku 2 hari sebelum penerbangan.

“Daerah-daerah lain sudah mulai membuka syarat-syarat, sekarang bisa pakai antigen, jika sudah dua kali menerima dua kali vaksin. Kalau di Inmendagri, kalau dari Juanda ke kota lain ke Jawa bisa pakai antigen, jika sudah vaksin dua kali,” tandasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*