Jakarta – Pemerintah memberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai tanggal 3-20 Juli 2021 mendatang. Dalam kebijakan terbaru mengatur perjalanan untuk penerbangan, di antaranya mewajibkan setiap penumpang pesawat rute domestik untuk membawa sertifikat vaksinasi minimal suntikan pertama.
“Pelaku perjalanan domestik yang menggunakan moda transportasi jarak jauh (pesawat, bus, dan kereta api) harus menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin dosis I) dan PCR H-2 untuk pesawat serta Antigen (H-1) untuk moda transportasi jauh lainnya,” demikian bunyi pedoman PPKM Darurat poin 12.
Hingga Kamis (1/7) lalu, pihak PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Utama (KCU) Bandara Soekarno-Hatta mengaku belum menerima SE (Surat Edaran) resmi dari pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub). “Kami belum menerima surat edarannya (SE) baik dari Kemenhub maupun dari satgas,” kata Senior Manager Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Holik Muardi pada Kamis (1/7) lalu. Para penumpang pesawat di Bandara Soetta yang ingin melakukan perjalanan domestik masih diwajibkan membawa surat bebas Covid-19 berupa rapid antigen atau PCR test.
Menariknya, pada Jumat (2/7) kemarin tampak ratusan calon penumpang pesawat domestik yang akan keluar Jakarta memadati Bandara Soekarno-Hatta. Ratusan penumpang tersebut rupanya menghindari aturan PPKM Darurat yang wajib menggunakan PCR test dan kartu vaksinasi mulai 3 Juli 2021. Para calon penumpang domestik tersebut mengantre di 2 konter check-in maskapai Citilink dan Garuda Indonesia untuk melakukan perjalanan ke sejumlah daerah sebelum diterapkannya PPKM Darurat.
Karena sudah mengetahui adanya penerapan PPKM Darurat, para calon penumpang yang melakukan perjalanan sejak kemarin beralasan ingin menghindari aturan tersebut karena khawatir tak dapat kembali ke daerah yang mereka tuju. Di samping itu, karena sebagian penumpang mengaku belum melakukan vaksin dan beban biaya PCR test yang dianggap terlalu mahal.
Menurut data dari office in charge, ada 453 pergerakan pesawat, baik domestik dan internasional. Akan tetapi, penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta kemarin didominasi tujuan domestik yang hampir mencapai 80%.