Jakarta – Pemerintah berencana untuk menutup Bandara Halim Perdanakusuma. Penutupan bandar udara tersebut bakal dilakukan secara bertahap, mulai dari sebagian sampai sepenuhnya. Dalam rapat pada Senin (1/11) disebutkan bahwa rencana penutupan Bandara Halim Perdanakusuma akan dilakukan mulai bulan November 2021 ini dan berlangsung sampai 9 bulan ke depan.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta – id.wikipedia.org
Bandara Halim Perdanakusuma sendiri ditutup karena ada perbaikan. Nantinya, penerbangan komersial reguler akan dialihkan seluruhnya ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Pendataan peralatan dan sumber daya manusia (SDM) juga akan dilaksanakan, sebagai langkah antisipasi apabila Bandara Halim Perdanakusuma ditutup total.
Dalam salinan risalah rapat disebutkan bahwa akan lebih baik apabila keputusan menutup runway dilakukan secara parsial atau sementara. “Atau bahkan tidak jadi tutup total akan menjadi lebih mudah,” demikian bunyi risalah rapat, seperti dilansir Detik.
Rapat tersebut dipimpin oleh Executive General Manager PT Angkasa Pura II (AP II) Marsma TNI Nandang Sukarna. Sementara itu, yang hadir ada dari pihak Bandara Soekarno-Hatta, perwakilan maskapai Travira Air, Batik Air, Citilink, dan Premi Air Group.
Pihak maskapai meminta kepastian waktu pelaksanaan perpindahan, serta bantuan untuk perizinan ke Bandara Soekarno-Hatta. Semua pihak pun akhirnya sepakat untuk membuat roadmap rencana operasi guna mengantisipasi rencana penutupan parsial hingga penutupan total Bandara Halim Perdanakusuma.
Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto menjelaskan, rencana penutupan Bandara Halim Perdanakusuma bermula dari program revitalisasi bandara tersebut. Rencana itu kini masih dalam tahap awal. “Sedang dalam proses awal koordinasi yang melibatkan Kemenhub, Kementerian Pertahanan/TNI AU, dan instansi terkait lainnya (AP II),” terang Novie.
Ketika dikonfirmasi secara terpisah, PT Angkasa Pura II (Persero) selaku pihak pengelola bandara masih belum dapat memberikan informasi terkait penutupan Bandara Halim Perdanakusuma. “Untuk hal ini kami belum bisa info ya. Nanti kalau ada info saya kabari,” kata VP Corporate Communications AP II Yado Yarismano.