Jakarta – Libur panjang peringatan Isra Mi’raj membuat pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten melonjak sejak hari Sabtu (26/2) kemarin. Mayoritas penumpang melakukan penerbangan rute domestik dengan tujuan pulang kampung atau sekadar wisata.
Penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta – kompas.com
Peningkatan jumlah penumpang pesawat ini seiring dengan dilonggarkannya peraturan pemerintah, di mana masyarakat diizinkan bepergian apabila sudah melakukan vaksinasi dosis lengkap. Suasana penumpang di Bandara Soetta tampak ramai sejak Sabtu kemarin. Antrean penumpang pun terlihat dari pagi di area keberangkatan sampai check-in.
PT Angkasa Pura (AP) II selaku pihak pengelola Bandara Soekarno-Hatta melaporkan tren peningkatan penumpang sudah terjadi sejak hari Jumat (25/2). Pada Sabtu (26/2), jumlahnya mencapai 573 pesawat dan 74.192 pergerakan penumpang.
Calon penumpang asal Bandung bernama Agustin mengaku bahwa dirinya hendak bepergian ke Bali bersama 8 orang temannya untuk berlibur selama 3 hari. “Saya mau pergi ke Bali, buat liburan mumpung long weekend,” beber Agustin, seperti dikutip TVOnenews.
Hal senada juga disampaikan oleh Dayu. Ia bersama keluarganya hendak terbang ke kampung halaman di Medan setelah bekerja di Jakarta. “Yang kemarin kan enggak jadi pulang, jadinya sekarang dipakai kesempatannya buat pulang kampung,” jelasnya.
Angkasa Pura II sendiri memperkirakan lonjakan penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta akan terus terjadi seiring dengan aktivitas kerja dan libur panjang. Meski demikian, para penumpang diimbau untuk tetap disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).
Executive General Manager Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi menjelaskan bahwa AP II bersama stakeholder berkoordinasi dengan baik demi memastikan Bandara Soetta beroperasi 24 jam dengan menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi. “Protokol kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta sendiri telah mendapat berbagai pengakuan global,” terang Agus.
Agus menambahkan, Bandara Soekarno-Hatta telah dapat mewujudkan ketangguhan operasional, adaptasi yang cepat, serta mengutamakan efisiensi sehingga bisa melakukan berbagai penyesuaian di kala pandemi. “Protokol kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta juga diperkuat dengan Biosecurity Management dan Biosafety Management,” tandasnya.