Jakarta – Berdasarkan data terbaru dari Airports Council International (ACI) per tanggal 16 September 2019, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten masih menduduki peringkat 20 besar bandar udara tersibuk di dunia, melampaui Bandara Changi Singapura. Sementara itu untuk bandara tersibuk di dunia kembali diraih oleh Bandara Internasional Hartsfield-Jackson di Georgia, Atlanta.
Bandara Soetta sendiri tepatnya berada di posisi ke-18 dengan jumlah penumpang sepanjang tahun 2018 lalu mencapai 66,9 juta orang atau naik sebesar 6,2 persen dari tahun sebelumnya. Di kawasan ASEAN hanya terdapat 2 bandara yang memasuki peringkat 20 besar, yakni Bandara Soetta di posisi ke-18 dan Bandara Changi di peringkat ke-19.
“Laporan Lalu Lintas Bandara Dunia menunjukkan bahwa meskipun bandara yang lebih kecil di seluruh dunia terus mencetak laba, tapi bandara yang besar pun terus tumbuh. Ada 16 bandara yang melayani lebih dari 40 juta penumpang per tahun pada 2008 dan sekarang ada 54,” kata Direktur Jenderal ACI World Angela Gittens, seperti dilansir CNN Indonesia.
Gittens juga memperingatkan tentang dampak dari kebijakan proteksionisme di seluruh dunia. Kebijakan isolasi tersebut dinilai mengganggu keadaan sejumlah ekonomi utama selama beberapa waktu belakangan. Pasalnya, industri penerbangan sangat tergantung pada pasar terbuka untuk terus tumbuh. “Meskipun demikian, lalu lintas penumpang tetap tangguh, membukukan tingkat pertumbuhan tahunan di atas rata-rata dengan biaya perjalanan menurun di banyak rute dan populasi kelas menengah yang berkembang di pasar negara berkembang,” tuturnya.
Berikut ini daftar 20 bandara tersibuk di dunia berdasarkan Annual World Airport Traffic Report per 16 September 2019:
- Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta (Georgia, AS): 107,4 juta penumpang
- Bandara Internasional Ibukota Beijing (China): 101 juta
- Bandara Internasional Dubai (Uni Emirat Arab): 89,1 juta
- Bandara Internasional Los Angeles (California, AS): 87,5 juta
- Bandara Haneda Tokyo (Jepang): 86,9 juta
- Bandara Internasional O’Hare Chicago (Illinois, AS): 83,2 juta
- Bandara Heathrow London (Inggris): 80,1 juta
- Bandara Internasional Hong Kong (China): 74,5 juta
- Bandara Internasional Pudong Shanghai (China): 74 juta
- Bandara Paris Charles de Gaulle (Prancis): 72,2 juta
- Bandara Schiphol Amsterdam (Belanda): 71 juta
- Bandara Internasional Indira Gandhi New Delhi (India): 69,9 juta
- Bandara Internasional Guangzhou Baiyun (China): 69,7 juta
- Bandara Frankfurt (Jerman): 69,5 juta
- Bandara Internasional Dallas / Fort Worth (Texas, AS): 69,1 juta
- Bandara Internasional Atatürk Istanbul (Turki): 68,4 juta
- Bandara Internasional Incheon Seoul (Korea Selatan): 68,4 juta
- Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta (Indonesia): 65,7 juta
- Bandara Changi Singapura (Singapura): 65,6 juta
- Bandara Internasional Denver (Colorado, AS): 64,5 juta.
VP of Corporate Communications Angkasa Pura II Yado Yarismano menambahkan, Bandara Soekarno-Hatta sebagai kebanggaan bangsa senantiasa berupaya untuk memperluas konektivitas penerbangannya. “Didukung Terminal 3 yang mulai beroperasi pada 2017, Soekarno-Hatta mampu memperluas konektivitas dan memaksimalkan potensi di sektor transportasi udara nasional sehingga mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia,” tandasnya.