X

Mulai 26 Mei 2023, Batik Air Terbang ke Vietnam dari 6 Kota

JAKARTA – Batik Air terus memperluas ekspansi mereka ke . Setelah tanggal 12 Mei 2023 kemarin resmi melakukan ke Maladewa dan Colombo (Sri Lanka), yang tergabung dalam Lion Air Group tersebut juga akan membuka ke dari enam kota di Indonesia, termasuk Jakarta lewat Soekarno-Hatta. 

Maskapai Batik Air Terbang ke Vietnam dari 6 Kota (Sumber : www.antaranews.com)

Seperti dilansir dari Detiktravel, tersebut akan menghubungkan dari Indonesia menuju Bandara Internasional Nội Bài di Hanoi dan Bandara Internasional Tân Sơn Nhất di Ho Chi Minh City. Menurut rencana dibuka pada tanggal 26 Mei 2023 mendatang, ini akan menjadi rute ketiga Batik Air menuju Vietnam setelah sebelumnya sudah terbang ke Da Nang.

Penerbangan internasional berjadwal ini menawarkan perjalanan udara dari enam kota di Indonesia, yakni Jakarta, Surabaya (Bandara Juanda), Medan (Bandara Kualanamu), Yogyakarta (Bandara Internasional Yogyakarta), Denpasar (Bandara I Gusti Ngurah Rai), dan Makassar (Bandara Sultan Hasanuddin). Menggunakan Boeing 737-800NG, nantinya akan mendapatkan makanan dan minuman, gratis bagasi 20 kg untuk kelas ekonomi dan 30 kg untuk kelas bisnis, serta in-flight entertainment on demand.

Penerbangan Batik Air dari Indonesia ke Vietnam akan terkoneksi dengan Batik Air Malaysia (kode penerbangan OD). Pebisnis dan wisatawan dari Indonesia yang melakukan perjalanan ke Vietnam bisa transit di Kuala Lumpur terlebih dulu. Transit di Kuala Lumpur sendiri relatif mudah, karena bandara di Kuala Lumpur menjadi salah satu pusat transportasi terbesar di Asia Tenggara.

“Terdapat beberapa alasan Batik Air membuka penerbangan Indonesia menuju Vietnam. Pertama, Vietnam merupakan salah satu negara dengan ekonomi yang berkembang pesat di Asia Tenggara, sehingga potensi pasar bagi maskapai penerbangan semakin terbuka lebar,” papar Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro. “Semakin meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Vietnam dari Indonesia atau sebaliknya, membuat permintaan untuk penerbangan antara kedua negara semakin tinggi.”

Staf Redaksi:
Related Post