<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>APMS &#8211; Bandara Soekarno-Hatta</title>
	<atom:link href="https://juandaairport.com/soekarnohatta/hal/apms/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://juandaairport.com/soekarnohatta</link>
	<description>Jakarta/Cengkareng</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Feb 2017 02:53:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.5</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175277415</site>	<item>
		<title>PT AP II: Progress Pembangunan Skytrain Bandara Soetta Sudah 60%</title>
		<link>https://juandaairport.com/soekarnohatta/pt-ap-ii-progress-pembangunan-skytrain-bandara-soetta-sudah-60.info</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Staf Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Feb 2017 02:53:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Administrasi]]></category>
		<category><![CDATA[APMS]]></category>
		<category><![CDATA[bandara internasional soekarno hatta]]></category>
		<category><![CDATA[banten]]></category>
		<category><![CDATA[driverless]]></category>
		<category><![CDATA[fasilitas]]></category>
		<category><![CDATA[kereta tanpa pengemudi]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[pengguna]]></category>
		<category><![CDATA[penumpang]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan]]></category>
		<category><![CDATA[progress]]></category>
		<category><![CDATA[proyek]]></category>
		<category><![CDATA[skytrain]]></category>
		<category><![CDATA[soetta]]></category>
		<category><![CDATA[tangerang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bandarasoekarnohatta.com/?p=2385</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta – Hingga kini pembangunan infrastruktur skytrain Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih terus digarap. PT Angkasa Pura (AP) II selaku pengelola Bandara Soetta masih fokus untuk merampungkan pengerjaan lintasan fase pertama. Direktur Utama PT AP II, Muhammad Awaluddin menjelaskan bahwa pengerjaan proyek infrastruktur lintasan fase pertama tersebut telah mencapai sekitar 60%. “Itu penyiapan guide rail-nya. Boleh dibilang... ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta </b>– Hingga kini pembangunan infrastruktur skytrain Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih terus digarap. PT Angkasa Pura (AP) II selaku pengelola Bandara Soetta masih fokus untuk merampungkan pengerjaan lintasan fase pertama.</p>
<p>Direktur Utama PT AP II, Muhammad Awaluddin menjelaskan bahwa pengerjaan proyek infrastruktur lintasan fase pertama tersebut telah mencapai sekitar 60%. “Itu penyiapan guide rail-nya. Boleh dibilang progress total untuk lintasan 1 sudah 60%,” kata Awaluddin, Sabtu (25/2).</p>
<p>Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat pilar atau tiang penyangga untuk rangkaian jalur elevated sudah berdiri dengan kokoh. Meskipun belum rampung seluruhnya, beberapa jalan yang akan menjadi track kereta juga terlihat sudah terpasang dan saling terhubung.</p>
<p>Lebih lanjut Awaluddin mengatakan, lintasan fase 1 yang menghubungkan Terminal 2 ke Terminal 3 dan sebaliknya ini berwujud Automated People Mover System (APMS). APMS adalah moda transportasi antar terminal berbasis kereta tanpa pengemudi atau driverless.</p>
<p>Jalur itu kelak akan dilalui 3 unit trainset dengan masing-masing trainset mempunyai 2 buah gerbong penumpang berkecepatan mencapai 60 km/jam. “Skytrain ini dilengkapi sistem Automated Guideway Transit (AGT) dengan ban karet yang dilengkapi pengarah dan berpenggerak sendiri atau self propelled. Kecepatan operasi skytrain ini dapat mencapai 60 km/jam,” papar Awaluddin.</p>
<p>Fasilitas skytrain ini sendiri dibangun demi memudahkan pengunjung Bandara Soekarno-Hatta untuk melakukan perpindahan dari satu terminal ke terminal lainnya. “Tujuan dibangun skytrain adalah untuk mempermudah penumpang berpindah antar terminal, serta untuk menghubungkan setiap terminal ke stasiun kereta bandara. Selain itu penumpang juga dapat mempunyai kepastian waktu,” jelasnya.</p>
<p>Bahkan nantinya pengunjung pun dapat secara mudah mengetahui jadwal skytrain lewat aplikasi Indonesia Airport yang bisa diakses lewat smartphone. Penumpang juga bisa secara gratis menikmati moda transportasi antar terminal tersebut. “Nanti (jadwal skytrain) bisa diakses di mobile apps Indonesia Airports. Masyarakat bisa menggunakan fasilitas ini semua dengan gratis,” ungkap Awaluddin.</p>
<p>“Skytrain beroperasi penuh dengan 3 trainset berkapasitas (total) 528 orang, yang menghubungkan T1, T2, T3, dan integrated building yang di dalamnya ada stasiun kereta Bandara Soekarno-Hatta,” pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2385</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kereta Tanpa Awak (APMS) Segera Dibangun di Bandara Soekarno Hatta</title>
		<link>https://juandaairport.com/soekarnohatta/kereta-tanpa-awak-apms-segera-dibangun-di-bandara-soekarno-hatta.info</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaktur]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Sep 2016 09:10:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akomodasi]]></category>
		<category><![CDATA[airport]]></category>
		<category><![CDATA[Angkasa Pura II]]></category>
		<category><![CDATA[APMS]]></category>
		<category><![CDATA[bandara soekarno hatta]]></category>
		<category><![CDATA[cengkareng]]></category>
		<category><![CDATA[fasilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kereta api]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[penumpang]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[proyek]]></category>
		<category><![CDATA[soetta]]></category>
		<category><![CDATA[tangerang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bandarasoekarnohatta.com/?p=1799</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta – Proyek kereta tanpa pengemudi atau automated people mover system (APMS) di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang menurut PT Angkasa Pura (AP) II telah memasuki tahap pelaksanaan pembangunan. Direktur Operasi dan Mesin AP II, Djoko Murjatmodjo mengungkapkan jika tender proyek APMS dimenangkan perusahaan dari Korea Selatan. Namun pihak AP II sendiri masih belum... ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta </b>– Proyek kereta tanpa pengemudi atau automated people mover system (APMS) di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang menurut PT Angkasa Pura (AP) II telah memasuki tahap pelaksanaan pembangunan.</p>
<p>Direktur Operasi dan Mesin AP II, Djoko Murjatmodjo mengungkapkan jika tender proyek APMS dimenangkan perusahaan dari Korea Selatan. Namun pihak AP II sendiri masih belum bersedia membeberkan nama perusahaan asal Korsel tersebut.</p>
<div id="attachment_1800" style="width: 690px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1800" class="size-full wp-image-1800" src="http://bandarasoekarnohatta.com/wp-content/uploads/tender-bandarasoetta.jpg" alt="Jadwal tender proyek Bandara" width="680" height="300" srcset="https://juandaairport.com/soekarnohatta/wp-content/uploads/tender-bandarasoetta.jpg 680w, https://juandaairport.com/soekarnohatta/wp-content/uploads/tender-bandarasoetta-300x132.jpg 300w" sizes="(max-width: 680px) 100vw, 680px" /><p id="caption-attachment-1800" class="wp-caption-text">Jadwal Proyek Bandara Soekarno-Hatta 2016-2018</p></div>
<p>“People mover sudah tender, dalam pelaksanaan, tetap tender, pelaksanaan pengerjaan, kan rolling stoknya dibikin di pabrik di Korea, terus infrastrukturnya lagi dikerjakan sekarang, kan ada beberapa yang masih diselesaikan,” ujar Djoko di Jakarta.</p>
<p>Sebagai permulaan, akan ada 2 hingga 4 rangkaian kereta tanpa awak dengan satu rangkaian terdiri dari 2 gerbong, pengoperasiannya dilakukan setiap 4 menit sekali akan tiba di masing-masing stasiun atau halte yang ada di tiap terminal Bandara Soetta.</p>
<p>Djoko mengatakan jika pihaknya masih belum memutuskan apakah pengoperasian kereta tanpa awak tersebut akan ditangani langsung oleh PT AP II atau menggaet PT Railink, anak perusahaan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI).</p>
<p>Djoko sekaligus menegaskan jika para penumpang di Bandara Soetta nantinya bisa menikmati fasilitas tersebut secara gratis tanpa dipungut biaya apapun.</p>
<p>“Sekarang itu sudah tahap pelaksanaan pembangunan, baik infrastrukturnya, baik jaringan jalan yang di atas, terus keretanya juga,” imbuhnya.</p>
<p>Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp 800 miliar itu dimenangkan oleh perusahaan dari Korsel karena perusahaan-perusahaan dalam negeri belum dapat menyanggupi dan sebagian besar pada tender juga menyertakan perusahaan dari luar negeri.</p>
<p>“Sekarang baru mulai (pembangunan), kolom-kolomnya sudah ada, kenapa dipasang sekarang, karena supaya nanti tidak bongkar lagi, kalau dipasang belakangan kan pasti berantakan lagi, kalau itu kan tinggal melanjutkan saja, jadi nanti tinggal sambung dan cor saja, jadi tidak begitu kotor,” jelasnya.</p>
<p>Sejalan dengan hal itu, Direktur Angkasa Pura II yang baru, Muhammad Awaluddin mengaku akan mengembangkan Bandara Internasional Soetta menjadi smart airport yang nantinya terintegrasi dengan teknologi digital.</p>
<p>“Saya rasa setelah 25 tahun di ICT (Information and Communication Technology), bisa saya manfaatkan untuk memodernisasi dan mendigitalkan AP II. Konsep smart airport, kita bicarakan masih preliminary idea. Masih ke dalam tahapan yang detail tapi sedang disusun,” paparnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1799</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
