<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>militer &#8211; Bandara Soekarno-Hatta</title>
	<atom:link href="https://juandaairport.com/soekarnohatta/hal/militer/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://juandaairport.com/soekarnohatta</link>
	<description>Jakarta/Cengkareng</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Jul 2017 03:37:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.8</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175277415</site>	<item>
		<title>Insiden Penamparan, AP II Training Petugas AVSEC Bandara Soekarno-Hatta</title>
		<link>https://juandaairport.com/soekarnohatta/insiden-penamparan-ap-ii-training-petugas-avsec-bandara-soekarno-hatta.info</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Staf Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jul 2017 03:37:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Administrasi]]></category>
		<category><![CDATA[bandara]]></category>
		<category><![CDATA[bandara internasional soekarno hatta]]></category>
		<category><![CDATA[militer]]></category>
		<category><![CDATA[penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[penumpang]]></category>
		<category><![CDATA[pt angkasa pura ii]]></category>
		<category><![CDATA[Soekarno-Hatta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bandarasoekarnohatta.com/?p=2810</guid>

					<description><![CDATA[TANGERANG &#8211; Insiden penamparan oleh dokter militer TNI dengan inisial AG tempo hari membuat PT Angkasa Pura II melakukan evaluasi terhadap kinerja 2.000 petugas Aviation Security (AVSEC) Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bentuk evaluasi tersebut berupa local training yang bakal diberikan setiap hari kepada ribuan petugas AVSEC Bandara Soekarno-Hatta. “Kami akan melakukan evaluasi, yang intinya tegas tetapi... ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>TANGERANG &#8211; </b><span style="font-weight: 400;">Insiden penamparan oleh dokter militer TNI dengan inisial AG tempo hari membuat PT Angkasa Pura II melakukan evaluasi terhadap kinerja 2.000 petugas Aviation Security (AVSEC) Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bentuk evaluasi tersebut berupa local training yang bakal diberikan setiap hari kepada ribuan petugas AVSEC Bandara Soekarno-Hatta.</span></p>
<div id="attachment_2811" style="width: 690px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2811" class="wp-image-2811 size-full" src="http://bandarasoekarnohatta.com/wp-content/uploads/Insiden-penamparan-dokter-militer-TNI.jpg" alt="TNI Nyatakan, Penampar Petugas Bandara Sudah Pensiun - www.jurnas.com" width="680" height="300" srcset="https://juandaairport.com/soekarnohatta/wp-content/uploads/Insiden-penamparan-dokter-militer-TNI.jpg 680w, https://juandaairport.com/soekarnohatta/wp-content/uploads/Insiden-penamparan-dokter-militer-TNI-300x132.jpg 300w" sizes="(max-width: 680px) 100vw, 680px" /><p id="caption-attachment-2811" class="wp-caption-text">TNI Nyatakan, Penampar Petugas Bandara Sudah Pensiun &#8211; www.jurnas.com</p></div>
<p><span style="font-weight: 400;">“Kami akan melakukan evaluasi, yang intinya tegas tetapi tidak harus garang,” jelas Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Muhammad Suriawan Wakan, seperti dikutip dari Tempo. “Materi local training nantinya lebih menekankan agar para petugas melakukan tegur dan sapa yang lebih baik serta membudayakan senyum ketika melakukan tugas.”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pria yang akrab disapa Wakan itu menambahkan, tipikal dari penumpang atau para pengguna jasa yang akan bepergian menggunakan pesawat memiliki kecenderungan stres yang berlebih ketika berhadapan dengan SPC (Security Check Point). Petugas AVSEC melakukan pemeriksaan barang dan penumpang berhubungan dengan keamanan. Dalam pelaksanaannya, ada orang yang merasa risih dan terganggu, tetapi itu demi kebaikan semua agar terjamin keamanan dan keselamatan penerbangan,” sambungnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Lebih baik tidak berangkat daripada keamanan tidak bisa dipertanggungjawabkan,” imbuh Wakan. “Level stres pengguna jasa bandara biasanya mereda ketika sudah berada di boarding lounge. Untuk itu, kami juga akan mengevaluasi pola stres ketika seseorang akan naik pesawat terbang.”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mengenai kasus penamparan yang dilakukan dokter militer tempo hari, Wakan mengatakan bahwa petugas AVSEC Bandara Soekarno-Hatta sudah melakukan semuanya sesuai dengan standar operasional prosedur. Seorang yang melewati Walk Through Metal Detector (WTMD) berbunyi, dan standar pemeriksan dilakukan detektor metal atau secara manual.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada Jumat (7/7), dokter militer TNI berinisial AG kedapatan menampar petugas AVSEC Bandara Soekarno-Hatta. Namun, setelah pelaku dan korban dipertemukan di Polres Bandara Soekarno-Hatta, kasus tersebut sudah berakhir dengan damai. “Pelaku mengaku salah dan meminta maaf atas insiden tersebut,” jelas Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Polres Bandara Soekarno-Hatta, Inspektur Dua Prayogo.</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2810</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nama – nama Pesawat Buatan Indonesia</title>
		<link>https://juandaairport.com/soekarnohatta/nama-nama-pesawat-buatan-indonesia.info</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[fitri]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2015 04:01:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Administrasi]]></category>
		<category><![CDATA[buatan]]></category>
		<category><![CDATA[Dirgantara]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[militer]]></category>
		<category><![CDATA[pesawat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bandarasoekarnohatta.com/?p=929</guid>

					<description><![CDATA[Banyak yang tak menyangka bahwa Indonesia mampu menciptakan sebuah pesawat pesawat terbang dengan kualitas standar internasional. Tak hanya satu, Indonesia bahkan telah membuat beberapa pesawat terbang baik untuk kebutuhan sipil maupun militer.   Berikut ini adalah beberapa pesawat buatan Indonesia yang secara kualitas bisa disejajarkan dengan produk negara-negara maju. N-2130 N-2130 merupakan salah satu pesawat terbang... ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak yang tak menyangka bahwa Indonesia mampu menciptakan sebuah pesawat pesawat terbang dengan kualitas standar internasional. Tak hanya satu, Indonesia bahkan telah membuat beberapa pesawat terbang baik untuk kebutuhan sipil maupun militer.  <a href="http://bandarasoekarnohatta.com/nama-nama-pesawat-buatan-indonesia.info/pesawat-nc212#main" rel="attachment wp-att-930"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-930" src="http://bandarasoekarnohatta.com/wp-content/uploads/pesawat-nc212.jpg" alt="pesawat-nc212" width="680" height="300" srcset="https://juandaairport.com/soekarnohatta/wp-content/uploads/pesawat-nc212.jpg 680w, https://juandaairport.com/soekarnohatta/wp-content/uploads/pesawat-nc212-300x132.jpg 300w" sizes="(max-width: 680px) 100vw, 680px" /></a></p>
<p>Berikut ini adalah beberapa pesawat buatan Indonesia yang secara kualitas bisa disejajarkan dengan produk negara-negara maju.</p>
<h3><strong>N-2130</strong></h3>
<p>N-2130 merupakan salah satu pesawat terbang buatan Indonesia yang dikembangkan PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (sekarang PT Dirgantara Indonesia) di pertengahan dekade 1990-an, tepat di masa kejayaan IPTN. Sayangnya, pengembangan pesawat ini terkendala oleh krisis moneter yang merebak pada tahun 1998.</p>
<h3><strong>N-250</strong></h3>
<p>Pesawat selanjutnya adalah N-250 yang sempat mengikuti <em>Paris Air Show</em> di Le Bourget Perancis. N-250 merupakan pesawat pertama di kelasnya yang menggunakan teknologi <em>fly by wire</em>. Pesawat yang dirancang dapat mengangkut hingga 50 orang ini kemudian diberi nama ‘gatotkoco’ (Gatotkaca).</p>
<h3><strong>CN-235</strong></h3>
<p>CN-235 adalah pesawat hasil kerjasama CASA di Spanyol dan IPTN. CN-235 merupakan sebuah pesawat angkut turboprop kelas menengah yang bermesin ganda. Versi militer dari CN 235 cukup diminati oleh pasar luar negeri, dan diekspor ke  berbagai negara seperti Afrika Selatan, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.</p>
<h3><strong>N-219</strong></h3>
<p>Pesawat N-219 adalah produk PT Dirgantara Indonesia yang cukup bisa diandalkan. Pesawat ini pada pembuatannya memang dirancang untuk kondisi geografis Indonesia. N-219 memiliki keistimewaan, yakni dapat mendarat di landasan yang pendek di wilayah terpencil dengan lahan terbatas.</p>
<h3><strong>NC-212</strong></h3>
<p>NC-212 adalah sebuah pesawat yang diproduksi oleh Indonesia di bawah lisensi oleh PT. Dirgantara Indonesia. Pesawat ini dilengkapi fitur <em>Weather Radar</em> (Radar Cuaca) dan <em>Global Positioning System</em> (GPS). Penggunaan NC-212 umumnya digunakan pada operasional hujan buatan.</p>
<p>Tak hanya pesawat biasa, Indonesia juga telah berhasil menciptakan beberapa jenis pesawat tanpa awak alias <em>drone. </em>Penggunaannya yang hanya terbatas si kalangan militer membuat pesawat-pesawat ini kurang terekspos kehadirannya.</p>
<h3><strong>Puna Pelatuk</strong></h3>
<p>Puna Pelatuk merupakan pesawat tanpa awak yang memiliki kecepatan terbang mencapai 127, 8 km/jam. Pesawat ini menggunakan konfigurasi desain V-tail inverted high wing dan mampu terbang di ketinggian 8. 000 kaki. Puna Pelatuk juga mampu membawa beban seberat 120 kg, serta bertahan di udara selama 4 jam.</p>
<h3><strong>Lapan Surveillance Unmanned (LSU)</strong></h3>
<p>Lapan Surveillance Unmanned merupakan produk hasil garapan dariLembaga antariksa &amp; Penerbangan Nasional (LAPAN). Bbeerapa tipe LSU yang sudah berhasil dibuat adalah Lapan Surveillance UAV-01X(X-periment), Lapan Surveillance LSU 02, dan Lapan Surveillance lsu 03. Setelahnya, LAPAN juga membuat Surveillance UAV-01X, Surveillance UAV 02, dan Surveillance UAV 03 yang menjadi drone berukuran paling besar.</p>
<h3><strong>UAV Autopilot SuperDrone</strong></h3>
<p>UAV Autopilot SuperDrone dikembangkan oleh TNI AD yang bekerjasama dengan Universitas Surya. Pesawat berbahan fiber ini mampu terbang selama 6-8 jam dan dilengkapi dengan kamera pemantau panas.</p>
<h3><strong>Puna Wulung </strong></h3>
<p>Drone besutan BPPT ini diklaim mampu terbang dengan kecepatan mencapai 111 km/jam dan juga memiliki ketahanan terbang di udara selama 4 jam. Pesawat ini juga dapat dimanfaatkan dalam operasi rekayasa hujan atau sebar benih. Puna Wulung mampu terbang di ketinggian 8.000 kaki dengan jarak maksimal 120 km, serta membawa beban hingga 120 kg.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">929</post-id>	</item>
		<item>
		<title>CN235-220M, Pesawat Patroli Buatan PT DI &#8211; PT. Dirgantara Indonesia &#8211; yang diakui secara Internasional</title>
		<link>https://juandaairport.com/soekarnohatta/cn235-220m-pesawat-patroli-buatan-pt-di-pt-dirgantara-indonesia-yang-diakui-secara-internasional.info</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[fitri]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2015 12:11:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Administrasi]]></category>
		<category><![CDATA[armada]]></category>
		<category><![CDATA[buatan]]></category>
		<category><![CDATA[CN 235-220]]></category>
		<category><![CDATA[Dirgantara]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[kargo]]></category>
		<category><![CDATA[milik]]></category>
		<category><![CDATA[militer]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[PT DI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bandarasoekarnohatta.com/?p=579</guid>

					<description><![CDATA[Pesawat CN235-220M merupakan pesawat jenis pesawat patroli keamanan yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Pesawat ini memiliki berbagai fungsi dalam misi patroli seperti pada pengawasan maritim, misi pencarian dan penyelamatan (SAR), penjagaan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), patroli pencegahan pencemaran laut, patroli deteksi kemunculan kapal selam di permukaan (biasanya saat terjadi perang), dan masih... ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pesawat CN235-220M merupakan pesawat jenis pesawat patroli keamanan yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Pesawat ini memiliki berbagai fungsi dalam misi patroli seperti pada pengawasan maritim, misi pencarian dan penyelamatan (SAR), penjagaan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), patroli pencegahan pencemaran laut, patroli deteksi kemunculan kapal selam di permukaan (biasanya saat terjadi perang), dan masih banyak lagi.<a href="http://bandarasoekarnohatta.com/wp-content/uploads/CN235-220M.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-581" src="http://bandarasoekarnohatta.com/wp-content/uploads/CN235-220M.jpg" alt="CN235-220M" width="680" height="300" srcset="https://juandaairport.com/soekarnohatta/wp-content/uploads/CN235-220M.jpg 680w, https://juandaairport.com/soekarnohatta/wp-content/uploads/CN235-220M-300x132.jpg 300w" sizes="(max-width: 680px) 100vw, 680px" /></a></p>
<p>Pesawat karya anak bangsa ini memiliki dimensi panjang bodi 21,40 meter serta tinggi 8,18 meter. Bentang sayapnya melintang sepanjang 25,81 meter dan digerakkan menggunakan tenaga dari 2 mesin General Electric CT79 C Turboprop 1395KW (1850bhp). Kecepataan maksimum yang dapat ditempuh oleh pesawat ini mencapai 509 km/jam dengan jarak jangkau sejauh 796 km.</p>
<p>Pesawat ini memiliki banyak keunggulan jika dibandingkan dengan pesawat lain yang sejenis, diantaranya adalah keberadaan Pintu belakang (Ramp Door) yang lebih lebar hingga memungkinkan untuk mengangkut pasukan dan kargo, serta berbagai macam kendaraan ringan seperti truk. Bahkan, pintu ini bisa dimanfaatkan untuk sarana terjun payung (droping). Kelebihan lain adalah pada fungsinya yang dapat mendeteksi kapal penyelundupan dan keberadaan kapal selam jika diberikan fasilitas penunjang seperti Kamera, Radar, dan penangkap / pemancar sinyal <em>Infrared</em>. Selain itu, pesawat serbaguna produksi PT DI ini juga dapat dijadikan sebagai pesawat perang jikalau dilengkapi oleh perangkat senjata semacam <em>torpedo multi weapon pod</em> dan juga ESM (sensor penerima frekuensi intelijen).</p>
<p>Pada awalnya, pengadaan pesawat terbang ini merupakan bagian dari rencana pemenuhan kebutuhan Minimal Essensial Force Alutsista TNI AL yang terjadwal hingga tahun 2024. Pusat Penerbangan TNI AL rencananya akan menerima 12 unit pesawat sejenis CN235-220M dari PT DI. Selain itu, pihak Pusat Penerbangan TNI AL juga akan menambahkan armada udaranya sebayak 50 unit yang terdiri dari jenis pesawat latihan, helikopter AKPA, dan helikopter AKS. Meski begitu, PT DI tidak hanya berencana untuk membuat pesawat ini untuk kebutuhan TNI AL semata, PT DI juga menjual pesawat ini secara komersil. Pesawat yang kabarnya dibanderol seharga USD 22 juta per unitnya ini telah laku terjual 2 unit yang dibeli oleh Perusahaan <em>Finance AD Trade Ltd</em> dari Belgia. Hal ini mebuktikan bahwa hasil karya PT DI ini kualitasnya sudah diakui secara Internasional.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">579</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
