<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>sejarah &#8211; Bandara Soekarno-Hatta</title>
	<atom:link href="https://juandaairport.com/soekarnohatta/hal/sejarah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://juandaairport.com/soekarnohatta</link>
	<description>Jakarta/Cengkareng</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Apr 2018 04:16:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.8</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175277415</site>	<item>
		<title>Bandara Soetta Adakan Kompetisi Film Pendek dengan Total Hadiah Rp 50 Juta!</title>
		<link>https://juandaairport.com/soekarnohatta/bandara-soetta-adakan-kompetisi-film-pendek-dengan-total-hadiah-rp-50-juta.info</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Staf Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Apr 2018 04:16:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Administrasi]]></category>
		<category><![CDATA[bandara]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Soekarno-Hatta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bandarasoekarnohatta.com/?p=3816</guid>

					<description><![CDATA[Tangerang – Anda memiliki bakat di bidang sinematografi? Jangan ketinggalan untuk mengikuti kompetisi film pendek bertema #StoryOfCGK yang diselenggarakan oleh Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Sayembara tersebut registrasinya dibuka mulai tanggal 14-20 April 2018 mendatang. Menurut Senior Manager Of Branch Communication and Legal Bandara Soetta, Erwin Revianto, kompetisi film pendek ini sengaja digelar... ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Tangerang </b><span style="font-weight: 400;">– Anda memiliki bakat di bidang sinematografi? Jangan ketinggalan untuk mengikuti kompetisi film pendek bertema #StoryOfCGK yang diselenggarakan oleh Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Sayembara tersebut registrasinya dibuka mulai tanggal 14-20 April 2018 mendatang.</span></p>
<div id="attachment_3817" style="width: 690px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://bandarasoekarnohatta.com/bandara-soetta-adakan-kompetisi-film-pendek-dengan-total-hadiah-rp-50-juta.info/erwin-revianto-senior-mana-2#main" rel="attachment wp-att-3817"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3817" class="size-full wp-image-3817" src="http://bandarasoekarnohatta.com/wp-content/uploads/Erwin-Revianto-Senior-Mana-1.jpg" alt="Erwin Revianto, Senior Manager Of Branch Communication and Legal Bandara Soetta - images1.rri.co.id" width="680" height="300" srcset="https://juandaairport.com/soekarnohatta/wp-content/uploads/Erwin-Revianto-Senior-Mana-1.jpg 680w, https://juandaairport.com/soekarnohatta/wp-content/uploads/Erwin-Revianto-Senior-Mana-1-300x132.jpg 300w" sizes="(max-width: 680px) 100vw, 680px" /></a><p id="caption-attachment-3817" class="wp-caption-text">Erwin Revianto, Senior Manager Of Branch Communication and Legal Bandara Soetta &#8211; images1.rri.co.id</p></div>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut Senior Manager Of Branch Communication and Legal Bandara Soetta, Erwin Revianto, kompetisi film pendek ini sengaja digelar seiring dengan perkembangan zaman di era digital seperti sekarang untuk membuat film pendek yang berkaitan dengan sejarah Bandara Soetta.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Industri audiovisual, terutama film pendek. Saat ini mendapat perhatian dan ketertarikan yang lebih besar. Karenanya, kami mengundang pada sineas baik yang muda maupun senior untuk mengikuti lomba yang kami gelar bertajuk #Story Of CGK,” beber Erwin, Rabu (18/4), seperti dilansir TangerangOnline.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pihak Kantor Cabang Bandara Soetta setidaknya menggelontorkan total hadiah mencapai Rp 50 juta untuk para pemenang dalam lomba pembuatan film pendek #StoryOfCGK tersebut. Hadiah meliputi uang tunai senilai Rp 10 juta untuk juara 3, kemudian uang sejumlah Rp 15 juta untuk pemenang ke-2, sedangkan juara pertama mendapatkan hadiah uang senilai Rp 25 juta.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hasil kompetisi dengan hadiah yang menggiurkan tersebut kelak akan dipakai dalam penyajian presentasi atau edukasi untuk para pelajar yang berkunjung ke bandara peringkat 17 tersibuk di dunia mengalahkan Bandara Changi di Singapura dan Bandara Incheon di Korea Selatan tersebut.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Inovasi film dokumenter ini lebih disukai para pelajar di era milenial. Bahkan tidak hanya pelajar, tetapi juga orang dewasa karena nantinya terdapat konten nostalgia. Untuk itu kami mengharapkan adanya konten kreatif dari para sineas untuk berkarya,” ucap Erwin.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Proses registrasi kompetisi film pendek Story of CGK ini bisa dilakukan secara online dengan mengklik link http://bit.ly/pendaftaran_storyofCGK dan mengirimkan portofolio lewat email humas.bsh@gmail.com. Jika telah mendaftar nantinya Kantor Cabang Bandara Soetta akan menginformasikan lebih lanjut dengan menghubungi setiap pendaftar yang sudah mencantumkan kontak personnya.</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3816</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ada Lukisan DN Aidit di T3 Ultimate Soetta, Ini Klarifikasi AP II</title>
		<link>https://juandaairport.com/soekarnohatta/ada-lukisan-dn-aidit-di-t3-ultimate-soetta-ini-klarifikasi-ap-ii.info</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Staff Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Aug 2016 05:05:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[bandara soekarno hatta]]></category>
		<category><![CDATA[cengkareng]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[megawati]]></category>
		<category><![CDATA[pt angkasa pura ii]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[soetta]]></category>
		<category><![CDATA[t3 ultimate]]></category>
		<category><![CDATA[tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Terminal 3 Ultimate]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bandarasoekarnohatta.com/?p=1660</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) II baru saja meresmikan terminal baru, Terminal 3 Ultimate di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, Tangerang pada 9 Agustus 2016 lalu. Walaupun masih belum sepenuhnya selesai, T3 Ultimate berusaha memenuhi segala fasilitas yang dibutuhkan penumpang. Salah satu fasilitas pendukung adalah dengan diadakannya sebuah pameran di T3 Ultimate. Sayangnya, salah satu... ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta </b><span style="font-weight: 400;">– PT Angkasa Pura (AP) II baru saja meresmikan terminal baru, Terminal 3 Ultimate di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, Tangerang pada 9 Agustus 2016 lalu. Walaupun masih belum sepenuhnya selesai, T3 Ultimate berusaha memenuhi segala fasilitas yang dibutuhkan penumpang.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Salah satu fasilitas pendukung adalah dengan diadakannya sebuah pameran di T3 Ultimate. Sayangnya, salah satu lukisan sempat menimbulkan kehebohan. Dalam salah satu lukisan terdapat foto yang diduga mirip wajah tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) DN Aidit. Foto Aidit digabungkan dengan foto pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan, pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari, hingga foto Bung Karno dan Bung Hatta.</span></p>
<div id="attachment_1662" style="width: 984px" class="wp-caption alignnone"><a href="http://bandarasoekarnohatta.com/wp-content/uploads/bandara-lukisan-aidit.jpg"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1662" class="size-full wp-image-1662" src="http://bandarasoekarnohatta.com/wp-content/uploads/bandara-lukisan-aidit.jpg" alt="Lukisan di Bandara Soekarno Hatta - islamedia.id " width="974" height="514" srcset="https://juandaairport.com/soekarnohatta/wp-content/uploads/bandara-lukisan-aidit.jpg 974w, https://juandaairport.com/soekarnohatta/wp-content/uploads/bandara-lukisan-aidit-300x158.jpg 300w" sizes="(max-width: 974px) 100vw, 974px" /></a><p id="caption-attachment-1662" class="wp-caption-text">Lukisan di Bandara Soekarno Hatta &#8211; islamedia.id</p></div>
<p><span style="font-weight: 400;">Foto mirip Aidit tersebut sempat mencuri perhati salah seorang penumpang bernama Hidayat Adhiningrat. Hidayat sempat memotretnya dan mengunggah foto itu ke Twitter.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Terkait kehebohan tersebut, pihak AP 2 telah menurunkan lukisan itu dan memberikan penjelasan tentang wajah Aidit yang berada di dalamnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Lukisan itu sebenarnya untuk memberikan sentuhan Indonesia. Nah kemudian sudah buat TOR untuk sayembara kepada seniman. Setelah dipasang kita nggak sadar ada foto itu. Karena itu kan ada di berbagai foto,” kata Plt Dirut AP II, Djoko Murjatmodjo pada jumpa pers di Terminal 3, Bandara Soetta, Jumat (12/8).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Djoko juga berterima kasih pada perhatian masyarakat terhadap foto Aidit yang terpajang dalam lukisan itu.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Saya juga terima kasih ada yang jeli. Kami sekarang sudah minta klarifikasi ke kurator dan pelukisnya. Kurator dari Semarang, Chris Dharmawan. Lukisan sudah diturunkan biar nggak ada polemik. Kalau konsep dari pelukis dan kita nggak sejalan akan kita batalkan,” jelasnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kurator Chris Dharmawan sendiri menjelaskan jika lukisan itu bukanlah buatannya, melainkan karya Galam Zulkifli.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Itu sebetulnya menggambarkan sejarah Indonesia dalam lukisan. Baik pahlawan dan pemberontak. Dari awal Indonesia sampai sekarang kan banyak peristiwa. Itu digambarkan di situ. Itu menggambarkan apa adanya. Nggak ada maksud sama sekali untuk menyinggung PKI,” ucap Chris.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain Aidit, lukisan itu juga memajang wajah para tokoh Indonesia seperti wajah Soekarno-Hatta dalam ukuran besar, kemudian Tan Malaka, Kahar Muzakar, Soeharto, BJ Habibie, Megawati, Abdurrahman Wahid, hingga Jokowi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dia kan pelaku sejarah untuk menjadikan Indonesia sampai sekarang. Sejarah kan nggak bisa motong-motong kaya sekarang. Jadi harus secara utuh. Nggak maksud politik, tapi lebih ke unsur objektivitas sejarah,” imbuh Chris.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lantas bagaimana tanggapan sang seniman saat mengetahui lukisan mereka diturunkan dari dinding Terminal 3 Ultimate Soetta? “Sudah koordinasi dengan tim bahwa untuk menjaga polemik, dari seniman sendiri nggak ada masalah,” tandasnya.</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1660</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Susi Air</title>
		<link>https://juandaairport.com/soekarnohatta/sejarah-susi-air.info</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaktur]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2015 23:22:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Administrasi]]></category>
		<category><![CDATA[armada]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[maskapai]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[PT DI]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Susi Air]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bandarasoekarnohatta.com/?p=623</guid>

					<description><![CDATA[Susi Air adalah maskapai penerbangan di Indonesia dengan penerbangan berjadwal dan charter yang dioperasikan PT ASI Pujiastuti Aviation.  Pada tahun 2004 Susi Air didirikan oleh Susi Pudjiastuti. Pada awalnya maskapai ini  didirikan bertujuan untuk mengantar muatan hasil perikanan milik perusahaan PT ASI Pudjiastuti. Pendiri Susi Air, Susi  Pudjiastuti mengaku sudah menikah tiga kali. Dari suaminya yang terakhir, Christian von Strombeck... ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Susi Air adalah maskapai penerbangan di Indonesia dengan penerbangan berjadwal dan charter yang dioperasikan PT ASI Pujiastuti Aviation.  Pada tahun 2004 Susi Air didirikan oleh Susi Pudjiastuti. Pada awalnya maskapai ini  didirikan bertujuan untuk mengantar muatan hasil perikanan milik perusahaan PT ASI Pudjiastuti.</p>
<p>Pendiri Susi Air, Susi  Pudjiastuti mengaku sudah menikah tiga kali. Dari suaminya yang terakhir, Christian von Strombeck dia  mendapat inspirasi untuk memulai  bisnis penerbangan. Christian adalah ekspatriat yang sempat bekerja di IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara) yang sekarang berubah nama menjadi PT DI. Awal perkenalan Susi dengan lelaki itu terjadi ketika Christian sering berkunjung ke Restoran Hilmans kepunyaan Susi di daerah Pantai Pangandaran. Lalu, pada akhirnya Christian melamar Susi.</p>
<p>Bersama  Christian, Susi bercita-cita membeli sebuah pesawat yang mulanya dimaksudkan untuk mengangkut hasil perikanan ke Jakarta. Butuh waktu 9 jam untuk mengangkut ikan lewat jalur darat. Waktu yang cukup lama itu membuat  kesegarannya turun dan banyak yang mati.</p>
<p><a href="http://bandarasoekarnohatta.com/sejarah-susi-air.info/susi-pudjiastuti-susiair#main" rel="attachment wp-att-624"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-624" src="http://bandarasoekarnohatta.com/wp-content/uploads/susi-pudjiastuti-susiair.jpg" alt="susi-pudjiastuti-susiair" width="680" height="300" srcset="https://juandaairport.com/soekarnohatta/wp-content/uploads/susi-pudjiastuti-susiair.jpg 680w, https://juandaairport.com/soekarnohatta/wp-content/uploads/susi-pudjiastuti-susiair-300x132.jpg 300w" sizes="(max-width: 680px) 100vw, 680px" /></a></p>
<p>Pada tahun 2004 Bank Mandiri memberi pinjaman USD 4,7 juta (sekitar Rp 47 miliar) kepada Susi untuk membuat landasan. Pada tahun  itu juga terjadi gempa di pesisir barat Sumatra. Awalnya, Susi hanya berniat membantu distribusi bahan kebutuhan pokok secara gratis selama dua minggu. Saat ingin kembali, banyak lembaga non-pemerintah yang memintanya  berpartisipasi dalam perbaikan di Aceh.</p>
<p>Dua pesawat Cessna Grand Caravan pertama Susi Air yang baru dibeli langsung dipesan untuk membantu mengirim  peralatan dan obat bagi tim SAR. Grand Caravan ketiga bergabung dengan armada Susi Air pada tahun 2005. Hal itu membuat Susi Air dapat memulai penerbangan berjadwal dari Kota Medan. Setelah itu Susi Air memesan beberapa Grand Caravan , Pilatus Turbo Porter, Diamond Twin Star, dan  Diamond Diamond Star untuk melengkapi armada Susi Air. Di tahun 2009, Susi Air kembali memesan 30 pesawat Grand Caravan di Paris Air Show.</p>
<p>Kegiatan amal nama bisnis Susi Pudjiastuti semakin dikenal. Banyak permintaan untuk menyewa pesawat.  Disinilah Susi Air memulai jasa penerbangan.  Utang dari Bank Mandiri sebesar  Rp 47 miliar kini tinggal 20 persen.</p>
<p>Susi tidak cuma punya usaha di bisnis penerbangan atau perikanan. Sekarang, ia telah memulai bisnis perkebunan. Walau demikian, ia mengaku masih ada banyak rintangan yang harus dilalui.<br />
Susi selalu mengutamakan para pembeli ikan, karena mereka sensitif dengan kesegarannya. Sekali angkut, dia bisa memasukkan 1,1 ton ikan atau lobster segar dalam satu pesawat . Pembelinya dari negara Hongkong dan Jepang setiap hari selalu menunggu di Jakarta. Bisnis ikan serta lobster tetap berlangsung sejalan dengan bisnis penerbangan yang akan terus berkembang. Tahun depan diproyeksikan Susi Air akan memiliki 60 pesawat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">623</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Pembentukan Maskapai Nasional Garuda Indonesia</title>
		<link>https://juandaairport.com/soekarnohatta/sejarah-pembentukan-maskapai-nasional-garuda-indonesia.info</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[fitri]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2015 12:02:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Administrasi]]></category>
		<category><![CDATA[awal]]></category>
		<category><![CDATA[bandar udara]]></category>
		<category><![CDATA[Garuda Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[halim perdanakusuma]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kemayoran]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[maskapai]]></category>
		<category><![CDATA[nama]]></category>
		<category><![CDATA[pembentukan]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[rute]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bandarasoekarnohatta.com/?p=592</guid>

					<description><![CDATA[PT Garuda Indonesa (Persero) Tbk merupakan maskapai penerbangan nasional pertama dan terbesar yang dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Sejarah berdirinya PT Garuda Indonesia bermula sejak Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno mengemukakan idennya di depan sejumlah pedagang besar di Aceh untuk membeli pesawat Dakota (DC 3) dalam rangka melanjutkan revolusi kemerdekaan melawan belanda pada 16 Juni 1948.... ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Garuda Indonesa (Persero) Tbk merupakan maskapai penerbangan nasional pertama dan terbesar yang dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Sejarah berdirinya PT Garuda Indonesia bermula sejak Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno mengemukakan idennya di depan sejumlah pedagang besar di Aceh untuk membeli pesawat Dakota (DC 3) dalam rangka melanjutkan revolusi kemerdekaan melawan belanda pada 16 Juni 1948. Menyikapi ide Presiden, Sebagian Besar pedagang kemudian menyumbangkan dananya hingga terkumpul uang sebanyak 130.000 Strait Dollar dan 20 kg emas yang kemudian digunakan untuk membeli pesawat DC-3 (Dakota).<a href="http://bandarasoekarnohatta.com/wp-content/uploads/4-generasi-logo-pesawat-GA.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-593" src="http://bandarasoekarnohatta.com/wp-content/uploads/4-generasi-logo-pesawat-GA.jpg" alt="4 generasi logo pesawat GA" width="680" height="300" srcset="https://juandaairport.com/soekarnohatta/wp-content/uploads/4-generasi-logo-pesawat-GA.jpg 680w, https://juandaairport.com/soekarnohatta/wp-content/uploads/4-generasi-logo-pesawat-GA-300x132.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px" /></a></p>
<p>Pesawat ini melakukan penerbangan komersil perdananya dari Yogyakarta menuju ke Jakarta pada tanggal 26 Januari 1949, yang kemudian dianggap sebagai hari jadi Garuda Indonesia. Pada 25 Desember 1949, Dr. Konijnenburg, wakil KLM yang juga menjadi teman Presiden Soekarno, melapor kepada presiden di Yogyakarta bahwa KLM akan diserahkan kepada pemerintah sesuai dengan hasil keputsan KMB (Konferensi Meja Bundar). Konijnenburg juga meminta kepada Presiden untuk memberi nama bagi perusahaan tersebut. Menanggapi hal tersebut, Presiden Soekarno menjawabnya dengan mengutip sajak berbahasa Belanda gubahan Raden Mas Noto Soeroto, seorang pujangga terkenal di zaman colonial. Baris Sajak tersebut bertuliskan “Ik ben Garuda, Vishnoe&#8217;s vogel, die zijn vleugels uitslaat hoog boven uw eilanden” yang artinya “Aku adalah Garuda, burung milik Wisnu yang membentangkan sayapnya menjulang tinggi diatas kepulauanmu&#8221;. Dari sajak itulah kemudian pesawat DC-3 yang sudah ada diberi nama “Garuda Indonesian Airways”.</p>
<p>Garuda Indonesian Airways (GIA) mendapatkan konsesi monopoli penerbangan dari pemerintah Indonesia, pada tahun 1950. Dalam pendiriannya, Pemerintah Birma (sekarang Myanmar) juga turut andil membantu. Garuda Indonesian Airways merupakan proyek hasil joint antara pemerintah Indonesia dengan KLM , dimana pemerintah Indonesia memiliki 51% sahamnya. Dalam 10 tahun pertama setelah pendiriannya, perusahaan ini dikelola oleh KLM, namun pihak KLM terpaksa harus menjual sebagian sahamnya pada tahun 1953 karena desakan nasionalis.</p>
<p>Di tahun 1985, pimpinan GIA yang baru yakni R.A.J Lumenta melakukan re-branding terhadap maskapai ini dengan merubah nama Garuda Indonesian Airways menjadi Garuda Indonesia. Selain itu, Lumenta juga memindahkan pangkalan utama maskapai yang awalnya berada di Bandara Kemayoran dan Bandar Udara Halim Perdanakusuma dipindahkan ke Bandara Soekarno Hatta demi memperbaiki sistem manajemen dan penambahan rute. Pada tahun yang sama, Garuda Indonesia berhasil merintis penerbangan menuju ke Amerika Serikat dengan destinasi Los Angeles menggunakan armada pesawat Douglas DC-10-30 yang diberi logo spesial gabungan dari Continental Airlines dan Garuda Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">592</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Riwayat dan Gambar Pesawat Adam Air</title>
		<link>https://juandaairport.com/soekarnohatta/riwayat-dan-gambar-pesawat-adam-air.info</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[fitri]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2015 09:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Administrasi]]></category>
		<category><![CDATA[adam air]]></category>
		<category><![CDATA[insiden]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[maskapai]]></category>
		<category><![CDATA[riwayat]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bandarasoekarnohatta.com/?p=340</guid>

					<description><![CDATA[Adam Air merupakan maskapai penerbangan LCC (low Cost Carrier) yang didirikan oleh PT Adam SkyConnection Airlines, sebuah perusahaan maskapai penerbangan milik swasta yang berbasis utama di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta. Saat itu, maskapai telah beroperasi melayani ke 20 kota di jalur domestik dan jalur Internasional ke Penang dan Singapura. Maskapai ini tercatat pertama kali... ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Adam Air merupakan maskapai penerbangan LCC (low Cost Carrier) yang didirikan oleh PT Adam SkyConnection Airlines, sebuah perusahaan maskapai penerbangan milik swasta yang berbasis utama di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta. Saat itu, maskapai telah beroperasi melayani ke 20 kota di jalur domestik dan jalur Internasional ke Penang dan Singapura. <a href="http://bandarasoekarnohatta.com/wp-content/uploads/Adam-Air.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-341" src="http://bandarasoekarnohatta.com/wp-content/uploads/Adam-Air.jpg" alt="Adam Air" width="680" height="300" srcset="https://juandaairport.com/soekarnohatta/wp-content/uploads/Adam-Air.jpg 680w, https://juandaairport.com/soekarnohatta/wp-content/uploads/Adam-Air-300x132.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px" /></a>Maskapai ini tercatat pertama kali beroperasi pada penghujung tahun 2003, tepatnya pada 19 Desember 2003 dengan rute penerbangan perdana ke Balikpapan. Saat itu Adam Air hanya menggunakan 2 armada pesawat Boeing 737 sewaan.</p>
<p>Adam Air sempat menerima penghargaan dalam kategori “Low Cost Airline of the Year” pada tahun 2006 oleh <em>Award of Merit</em> dalam acara “3rd Annual Asia Pacific and Middle East Aviation Outlook Summit” yang diadakan di Singapura. Beberapa Armada dari Adam Air, yakni 5 pesawat jenis Boeing 737-200, 6 pesawat Boeing 737-300, 11 pesawat Boeing 737-400, dan pesawat jenis Boeing 737-500.</p>
<p>Beberapa Insiden sempat kecelakaan sempat terjadi pada Adam Air, hal inilah yang tampaknya membuat Adam Air hanya mampu memperoleh hasil penilaian standar keselamatan di peringkat ke-3. Terhitung sejak diumumkan pada 22 Maret 2007 lalu, Adam Air hanya mampu memenuhi syarat minimal keselamatan di level 3 dan masih memiliki potensi rendah dalam hal keselamatan penerbangan.</p>
<p>Sebagai konsekuensinya, Adam Air diharuskan untuk meninjau ulang kinerja dan aspek keselamatan penumpangnya setiap 3 bulan sebagai sanksi administratif.</p>
<p>Akibat tidak mengindahkan peringatan tersebut, Adam Air akhirnya dicabut izin terbangnya pada 18 Maret 2008, <em>Operation Specification</em> milik Adam Air ini dicabut Departemen Perhubungan, yang artinya secara otomatis Adam Air sudah tidak diizinkan beroperasi lagi menyusul kemudian dicabut pula AOC (Aircraft Operator Certificate) milik Adam Air pada 19 Juni 2008.</p>
<p>Berbagai insiden yang mewarnai perjalanan Adam Air, antara lain :<a href="http://bandarasoekarnohatta.com/wp-content/uploads/adam-air-tergelincir.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-342" src="http://bandarasoekarnohatta.com/wp-content/uploads/adam-air-tergelincir.jpg" alt="adam air tergelincir" width="680" height="300" srcset="https://juandaairport.com/soekarnohatta/wp-content/uploads/adam-air-tergelincir.jpg 680w, https://juandaairport.com/soekarnohatta/wp-content/uploads/adam-air-tergelincir-300x132.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px" /></a></p>
<p><strong>Insiden Adam Air 782 Rute Jakarta &#8211; Makassar</strong></p>
<p>Adam Air untuk kode penerbangan 782 rute Jakarta-Makassar menggunakan armada pesawat Boeing 737-300 saat itu kehilangan kontak dan arah sehingga harus mendarat di Bandara Tambolaka, NTT.  Dalam kasus ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka karena sejumlah 152 orang penumpang semuanya dinyatakan selamat.</p>
<p><strong>Insiden Adam Air 574 Rute Surabaya &#8211; Manado</strong></p>
<p>Insiden ini disebut-sebut sebagai kecelakaan terburuk dari Adam Air. Armada Adam Air untuk penerbangan 574 yang menggunakan pesawat jenis Boeing 737-400 jatuh pada kedalaman 2.000 meter di Selat Makassar. Dalam kecelakaan ini 102 orang dinyatakan hilang dan tewas di perairan dan hingga saat ini belum ada korban yang ditemukan.</p>
<p><strong>Insiden Adam Air 172 Rute Jakarta &#8211; Surabaya</strong></p>
<p>Pada insiden ini, Armada pesawat Adam Air KI 172 yang menggunakan pesawat jenis Boeing 737-33A untuk rute penerbangan Jakarta menuju Surabaya tergelincir di Bandara Juanda, Surabaya. Sejumlah 149 penumpang semuanya dinyatakan selamat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">340</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Berdirinya Bandara Soekarno-Hatta</title>
		<link>https://juandaairport.com/soekarnohatta/sejarah-berdirinya-bandara-soekarno-hatta.info</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[fitri]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2015 16:28:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[bandara]]></category>
		<category><![CDATA[cengkareng]]></category>
		<category><![CDATA[CGK]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kemayoran]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Perancis]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Soekarno-Hatta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bandarasoekarnohatta.com/?p=173</guid>

					<description><![CDATA[Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) merupakan bandar udara utama Indonesia yang berlokasi di Cengkareng, Tangerang. Bandara Ini pertama kali dioperasikan pada tahun 1985 yaitu menggantikan fungsi dari Bandara “Kemayoran” di Jakarta Pusat dan Bandara “Halim Perdanakusuma” di Jakarta Timur. Saat ini, Bandara Kemayoran sudah dinonaktifkan, sedangkan Bandara Halim Perdanakusuma difungsikan untuk penerbangan militer, VVIP, charter, dan... ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) merupakan bandar udara utama Indonesia yang berlokasi di Cengkareng, Tangerang. Bandara Ini pertama kali dioperasikan pada tahun 1985 yaitu menggantikan fungsi dari Bandara “Kemayoran” di Jakarta Pusat dan Bandara “Halim Perdanakusuma” di Jakarta Timur. Saat ini, Bandara Kemayoran sudah dinonaktifkan, sedangkan Bandara Halim Perdanakusuma difungsikan untuk penerbangan militer, VVIP, charter, dan beberapa penerbangan domestik.<a href="http://bandarasoekarnohatta.com/wp-content/uploads/Bandara-Kemayoran-1976.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-174" src="http://bandarasoekarnohatta.com/wp-content/uploads/Bandara-Kemayoran-1976.jpg" alt="Bandara Kemayoran 1976" width="680" height="300" srcset="https://juandaairport.com/soekarnohatta/wp-content/uploads/Bandara-Kemayoran-1976.jpg 680w, https://juandaairport.com/soekarnohatta/wp-content/uploads/Bandara-Kemayoran-1976-300x132.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px" /></a></p>
<p>Beroperasi antara tahun 1928hingga 1974, Bandara Kemayoran yang awalnya ditujukan untuk penerbangan domestik dianggap terlalu dekat lokasinya dengan basis militer Indonesia, yaitu Bandara Halim Perdanakusuma. Frekuensi penerbangan sipil yang semakin meningkat dianggap mengancam kelangsungan lalu lintas internasional maupun kepentingan militer, oleh karena itu pada awal tahun 1970-an, mulailah dicari lokasi yang berpotensi untuk dijadikan bandara baru dengan bantuan USAID, diantaranya Kemayoran, Malaka, Babakan, Jonggol, Halim, Curug, Tangerang Selatan dan Tangerang Utara yang berakhir dengan dipilihnya Tangerang Utara sebagai lokasi alternatif. Di waktu yang sama, pemerintah mulai memoles Bandara Halim Perdanakusuma untuk kepentingan penerbangan domestik.</p>
<p>Pada akhir Maret 1975, berbagai pihak terkait sepakat menyetujui rencana pembangunan 3 landasan pacu, jalan aspal, 3 bangunan terminal internasional, 3 terminal domestik dan 1 terminal Haji di Bandara Soekarno-Hatta. Terminal domestik yang direncanakan dibangun bertingkat 3 dibangun antara tahun 1975 hingga 1981 dengan biaya tak kurang dari USD 465 juta, termasuk apron yang dibangun antara tahun 1982 hingga 1985 yang menelan biaya USD 126 juta. Saat itu proyek terminal baru tersebut masih diberi nama Jakarta International Airport Cengkareng (kode: JIA-C).</p>
<p>Berikut adalah tahap pengerjaan pembangunan Bandara Soekarno Hatta :</p>
<ul>
<li>1975 hingga 1977, diawali dengan pembukaan lahan dan pengaturan perbatasan provinsi.</li>
<li>12 November 1976, Tender pembangunan bandara dimenangkan oleh pihak Aeroport de Paris.</li>
<li>18 Mei 1977, Penandatanganan kontrak tanda jadi oleh Pemerintah Indonesia dan Aeroport de Paris dengan PT Konavi sebagai mitra lokal tertunjuk (waktu yang dibutuhkan hingga selesai adalah 18 bulan, dengan capaian hasil 2 landasan pacu termasuk taxiway, 2 ruas jalan aspal di sisi barat dan timur, 3 terminal, dan kebun di dalam bandara).</li>
<li>20 Mei 1980, Bandara dibangun kembali dengan kontrak selama 4 tahun oleh Sainraptet Brice, SAE, Colas dan PT Waskita Karya sebagai pihak pembangun.</li>
<li>1 Desember 1980, Pihak Pemerintah Indonesia menandatangani kontrak senilai Rp 384,8 M. Merupakan biaya yang diambil sebagian dari APBN dan sebagian lagi Sumbangan dari Pemerintah Perancis.</li>
<li>1 Desember 1984, Pembangunan Bandara Soekarno hatta sudah selesai dalam tahap fisik.</li>
<li>1 Mei 1985, Dimulai wacana pembangunan Terminal ke-2 , secara teknis mulai dikerjakan pada 11 Mei 1992.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">173</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
