JAKARTA – Bandara Internasional Soekarno-Hatta rutin memeriahkan HUT Kemerdekaan Indonesia, termasuk pada tahun 2023 ini. Namun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini pelabuhan udara yang berlokasi di Cengkareng tersebut mengajak penumpang pesawat menikmati flashmob angklung yang dimainkan di area Terminal 3.
Penumpang pesawat yang tengah melakukan pelaporan di meja check-in dikejutkan dengan kehadiran ratusan orang memainkan angklung yang tersebar di beberapa titik untuk kemudian bersama-sama menuju area di depan Tourism Activity Center (TAC) Terminal 3. Flashmob angklung tersebut dimainkan oleh ratusan orang yang tergabung dalam grup Muhibah Angklung, yang telah menjadi juara di berbagai event internasional, termasuk di Bulgaria, Republik Ceko, dan Polandia.
Di depan TAC, ratusan pemain angklung kemudian bersama-sama mengumandangkan lagu Rayuan Pulau Kelapa sebagai bentuk ungkapan atas keindahan pulau-pulau di Indonesia. Usai Rayuan Pulau Kelapa dikumandangkan, kemudian dilakukan pembacaan Teks Proklamasi yang dilanjutkan dengan pengibaran Bendera Merah Putih di dalam Terminal 3. Saat Bendera Merah Putih dikibarkan, para penumpang dan pengunjung di Terminal 3 mengambil sikap hormat.
“Jelang HUT RI ke-78, Bandara Soekarno-Hatta sukses menghibur para penumpang domestik maupun internasional dengan semangat kemerdekaan. Kita kasih paham, siapa itu Indonesia,” ujar Menteri BUMN, Erick Thohir, yang hadir dalam acara tersebut. “Orkestrasi angklung adalah diorama keberagaman bangsa Indonesia. Setiap angklung nadanya berbeda dan tidak seragam. Namun, ketika mampu berpadu, orkestrasi angklung akan menghasilkan irama dan harmoni yang sangat indah.”
Ia menuturkan, bandara juga dapat menjadi lokasi yang tepat untuk menjadi etalase budaya. Sejak awal 2019, dirinya mengaku ingin menjadikan bandara sebagai etalase budaya. (Parade budaya) ada di Yogyakarta, Jakarta, Bali, tetapi sempat terhenti karena Covid-19. “Sekarang (parade budaya) mulai lagi karena traffic penerbangan sudah marak kembali,” sambung Erick.
Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, menuturkan bahwa flashmob parade angklung ini merupakan yang pertama kali digelar di Bandara Soekarno-Hatta. Angklung dipilih karena, seperti yang disampaikan Menteri BUMN, angklung memiliki nada-nada yang berbeda, kalau disatukan menjadi indah. “Artinya, perbedaan ini bisa menyatukan. Begitu pun bandara bisa mempersatukan beragam kebudayaan. Kami menjadikan bandara menjadi etalase budaya,” ujar dia.