Jakarta – Jumlah penumpang pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Bahkan Bandara Soetta, Tangerang, Banten juga dinobatkan sebagai salah satu bandara tersibuk di dunia menurut Airport Council International (ACI).
Loket di Bandara Soekarno-Hatta penuh pemudik – kumparan.com
Selama semester I 2018, jumlah pergerakan penumpang di Bandara Soetta mencapai 32.424.261 orang, naik 9% dari periode yang sama tahun lalu sebesar 29.837.845 penumpang. “Pertumbuhan lainnya juga terlihat dari sisi pergerakan pesawat yaitu adanya kenaikan sebanyak 28,9 persen dimana Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah melayani sebanyak 229.120 pergerakan pesawat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 177.686 pergerakan pesawat,” kata Vice President of Corporate Communications PT Angkasa Pura (AP) II, Yado Yarismano, Sabtu (7/7), seperti dilansir Tempo.
Seiring dengan meningkatnya traffic di Bandara Soetta, menurut Yado juga berdampak terhadap rendahnya On-Time Performance penerbangan, kurang efektifnya pergerakan pesawat di airside, dan kurang optimalnya penggunaan slot penerbangan. Oleh karena itu, PT AP II ingin segera menyelesaikan transisi manajemen operasi bandara dengan teknologi Airport Operation Control Center (AOCC).
Di samping itu, PT AP II berupaya meningkatkan kapasitas airside dengan membangun East Cross Taxiway (ECT) dan membangun runway ke-3 untuk menjadikan Bandara Soetta sebagai Smart Airport dan meningkatkan daya saingnya dengan bandar udara lain di kawasan Asia Tenggara. “Pembangunan AOCC, ECT dan runway ketiga ini didasari dari pertumbuhan industri penerbangan yang cukup signifikan setiap tahunnya dan membuat dinamika operasional semakin beragam,” ungkap Yado.
Dengan adanya AOCC di Bandara Soetta diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan operasional bandara, termasuk dari si peningkatan OTP penerbangan airlines, pengoptimalan slot penerbangan di bandara, serta ground time yang lebih efektif dan efisien. “Kami optimistis seluruh aspek berjalan dengan lancar sesuai regulasi disertai terciptanya ketepatan waktu atau punctuality pada operasional yang berujung pada peningkatan pelayanan kepada maskapai dan juga penumpang pesawat,” sambung Yado.
Dengan dibangunnya landasan pacu ketiga, Bandara Soetta ditargetkan dapat melayani 114-120 pergerakan pesawat per jam. Sementara itu pembangunan East Cross Taxiway dapat meningkatkan kapasitas runway menjadi 86 pergerakan per jam.