Jakarta – Sejumlah 30 anggota Satgas Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Projo melakukan pemantauan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Pemantauan dilakukan lantaran terdapat indikasi pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara unprosedural di Bandara Soetta.
Satgas P2MI Projo melakukan pemantauan pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta – www.tagar.id
“Kami satgas P2MI Projo melakukan pemantauan di bandara Soekarno-Hatta karena kami mendengar pemberangkatan PMI ilegal terus dilakukan. Kami melakukan pemantauan. Kami ingin menyaksikan secara langsung bagaimana proses pemberangkatan PMI Unprosuderal terjadi,” jelas Ketua Satgas P2MI Projo Sinnal Blegur di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (25/8), seperti dilansir dari Tribunnews.
Sebelum melaksanakan pemantauan, Satgas P2MI Projo memastikan sudah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. “Kami tetap mematuhi dan menghormati aturan yang ada seperti tetap menggunakan masker, melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, Pospol dan BP2MI di bandara,” papar Sinnal.
Satgas P2MI Projo sendiri didampingi oleh anggota BP2MI yang bertugas melihat berbagai aktivitas calon penumpang, mulai dari antrean di loket, hilir mudik di imigrasi, sampai berkunjung ke kantor BP2MI di Bandara Soekarno-Hatta. Anggota BP2MI pun merasa senang dengan kunjungan tersebut. Pihak Satgas P2MI Projo juga sepakat untuk terus melakukan pemantauan bersama-sama.
Satgas P2MI Projo menegaskan bahwa mereka memiliki tujuan yang sama dengan BP2MI, yakni menjalankan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjaga Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari ujung rambut sampai ujung kaki.
“Kita harus bekerjasama karena punya tugas yang sama, dari sisi pemerintah dan non pemerintah seperti kami. Harusnya senang dong kita kunjungi. Kalau tidak senang berarti ada sesuatu tho, dan kalo ada masalah mari kita bicara,” pungkasnya. Sebelumnya, Satgas P2MI Projo mengadakan Sosialisasi Satgas P2MI Projo Banten di D`Prima Hotel Tangerang. Acara itu dihadiri oleh sekitar 50 orang.