MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat agaknya semakin ngebet agar ada penerbangan langsung Jakarta-Mamuju pergi pulang tanpa proses transit. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, mereka sekarang sedang menjajaki kerja sama dengan maskapai Sriwijaya Air dan menyiapkan subsidi penerbangan dari dan menuju Mamuju.
“Kami sedang menjajaki kerja sama dengan Sriwijaya Air untuk mengatasi ketidakpastian jadwal penerbangan menuju Mamuju dan rutenya akan melayani Jakarta-Mamuju,” papar Pejabat Gubernur Sulawesi Barat, Akmal Malik, beberapa waktu lalu seperti dilansir dari Antara. “Kami juga akan menyiapkan subsidi penerbangan dari dan menuju Mamuju.”
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat telah meminta rute penerbangan langsung dari Bandara Tampa Padang, Kabupaten Mamuju ke Jakarta dibuka. Akmal mengatakan, pihaknya bahkan sudah berkirim surat ke Menteri Perhubungan dan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi untuk keperluan tersebut. “Kalau tidak bisa, minimal Jakarta-Balikpapan-Mamuju. Ini surat pertama yang saya tanda tangan, mohon doanya, ya,” ujar dia.
“Kami akan berkomitmen untuk terus berupaya agar Provinsi Sulawesi Barat semakin maju dan berkembang, salah satunya dengan mendorong investor masuk,” sambung Akmal. “Untuk itulah, salah satu yang menjadi perhatian kami adalah meminta kepada pusat untuk membuka jalur penerbangan Jakarta-Mamuju. Jika jalur penerbangan itu dibuka, akan memudahkan untuk masuk Sulawesi Barat karena kami membutuhkan orang luar untuk berinvestasi membangun Sulawesi Barat.”
Menurut data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penerbangan di Provinsi Sulawesi Barat melalui Bandara Tampa Padang di Mamuju dan Bandara Sumarorong di Mamasa pada bulan Maret 2022 kemari mengalami penurunan sebesar 2,50 persen dibandingkan Februari 2022. Pesawat yang berangkat dari kedua bandara tersebut tercatat hanya sebanyak 39 unit.
Meski demikian, jumlah penumpang angkutan udara yang datang selama bulan Maret 2022 tercatat sebanyak 2.094 orang atau mengalami kenaikan sebesar 17,25 persen dibandingkan bulan Februari 2022 yang tercatat sebanyak 1.786 orang. Kondisi berbeda jika dibandingkan bulan Maret 2021 yang mengalami penurunan sebesar 8,52 persen karena saat itu penumpang tercatat 2.289 orang.