Jakarta – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Soekarno-Hatta memutuskan untuk menambah alat pendeteksi suhu tubuh dan petugas demi menghadapi masa angkutan libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Menurut Kepala KKP Soekarno-Hatta, dokter Darmawali Handoko, penambahan alat dan petugas kesehatan tersebut adalah bagian dari pengetatan protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19) dalam menghadapi libur Natal dan Tahun Baru. “Masa libur penumpang akan meningkat dan cukup rawan terjadinya penularan,” kata Darmawali, Kamis (17/12), seperti dilansir Tempo.
Lebih lanjut Darmawali mengungkapkan bahwa pihak KKP Soekarno-Hatta menambah 6 unit thermo scanner atau mesin otomatis pendeteksi suhu tubuh di terminal kedatangan internasional Bandara Soekarno-Hatta. Dengan demikian, kini sudah ada 12 thermo scanner yang dioperasikan.
Begitu pula untuk jumlah petugas, setidaknya KKP menyiagakan 80 petugas dan 90 petugas relawan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk rapid test calon penumpang. “Semua petugas KKP diturunkan,” papar Darmawali.
KKP mengerahkan petugas untuk memeriksa kesehatan dan dokumen kesehatan penumpang. “Penumpang cukup menunjukkan surat keterangan rapid test atau PCR, jika belum bisa dilakukan rapid test di tempat,” jelasnya. Apabila ada penumpang yang terdeteksi reaktif, maka penumpang itu akan langsung dirujuk ke RS Wisma Atlet, Jakarta. “Hal ini berlaku bagi semua penumpang pesawat,” katanya.
Di Bandara Soekarno-Hatta sendiri sudah dilengkapi dengan 3 layanan tes Covid-19, yakni PCR test, rapid test antigen (tes rapid antigen), dan rapid test antibodi. “Ini untuk mendukung penerbangan yang sehat,” ucap Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin. Ketiga layanan tes Covid-19 tersebut tersedia di Airport Health Center yang berlokasi di SMMILE Center Terminal 3 dan beroperasi 24 jam.
Hasil PCR test di Airport Health Center SMMILE Center Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta bisa diketahui dalam waktu 15 menit dengan biaya Rp1,385 juta, dan dalam waktu 24 jam dengan biaya Rp885 ribu. Sedangkan hasil rapid test antigen tarifnya Rp385 ribu dengan hasil yang bisa diketahui dalam waktu 15 menit.