Jakarta – PT Angkasa Pura II (Persero) memperkirakan jumlah permintaan penerbangan tambahan atau extra flight mencapai 500 penerbangan pada masa angkutan mudik Lebaran 2023. Prediksi tersebut akan sama dengan masa libur Hari Raya Idul Fitri tahun lalu.
“Perkiraan kami kalau mengambil data historis lebaran 2022, angka extra flight kita di kisaran 400 hingga 500 selama periode angkutan lebaran. Kurang lebih sama pada tahun ini,” jelas Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin, Jumat (23/3), seperti dilansir dari Okezone.
Walau demikian, Awaluddin menuturkan bahwa sampai sekarang pihak Angkasa Pura II belum menerima angka pasti dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait dengan permintaan penerbangan tambahan. Namun, Angkasa Pura II mengaku bersiap untuk mengantisipasi permintaan penerbangan tambahan selama periode mudik Lebaran 2023.
Menurut Awaluddin, penambahan penerbangan dari maskapai tersebut akan berimbas pada penambahan jam operasional bandara. Oleh sebab itu, Angkasa Pura II akan terus berkomunikasi dengan pihak AirNav. “Konsekuensinya itu antisipasi jam operasi bandara. Bersama dengan AirNav kita akan meng-consider itu bersama-sama. Prinsipnya kapasitas, fleksibilitas akan jadi prioritas kita,” papar Awaluddin.
Sementara itu, Awaluddin menegaskan bahwa untuk jam operasi bandara, sejumlah bandara kelolaan Angkasa Pura II sangat fleksibel dan dapat beroperasi lebih pagi atau lebih malam untuk melayani para pemudik di masa angkutan Lebaran 2023.
“Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang) dan Bandara Kualanamu (Deli Serdang) tetap beroperasi 24 jam setiap harinya, begitu juga dengan Bandara Halim Perdanakusuma yang dipersiapkan beroperasi 24 jam. Bandara-bandara ini diperkirakan akan menjadi yang paling sibuk selama angkutan Lebaran 2023,” terang Awaluddin.
Angkasa Pura II juga menyiapkan skenario keselamatan paling optimal di 20 bandara kelolaannya guna mengantisipasi kondisi cuaca, walaupun diprediksi tak seekstrem ketika penerbangan pada periode libur Natal dan Tahun Baru beberapa waktu lalu.
“Tentu saja kita tidak bisa lengah, harus persiapkan skenario safety yang paling optimal, sehingga pergerakan pesawat dan penumpang baik datang dan keluar dari bandara security dan safetynya terjamin,” tegas Awaluddin.