{"id":1519,"date":"2016-06-23T15:21:59","date_gmt":"2016-06-23T08:21:59","guid":{"rendered":"http:\/\/bandarasoekarnohatta.com\/?p=1519"},"modified":"2016-06-23T15:21:59","modified_gmt":"2016-06-23T08:21:59","slug":"kontroversial-kata-ultimate-tak-jadi-digunakan-pada-terminal-3-bandara-soetta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/juandaairport.com\/soekarnohatta\/kontroversial-kata-ultimate-tak-jadi-digunakan-pada-terminal-3-bandara-soetta.info","title":{"rendered":"Kontroversial, Kata \u2018Ultimate\u2019 tak jadi digunakan pada Terminal 3 Bandara Soetta"},"content":{"rendered":"<p><b>Tangerang &#8211; <\/b>Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Internasional Soekarno Hatta memutuskan untuk membatalkan penggunaan kata \u2018ultimate\u2019 di belakang nama Terminal 3 yang baru. Hingga kini, belum terungkap apa alasan di balik pembatalan nama Terminal 3 Ultimate yang sering digambar-gemborkan tersebut.<\/p>\n<div id=\"attachment_1520\" style=\"width: 690px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/bandarasoekarnohatta.com\/kontroversial-kata-ultimate-tak-jadi-digunakan-pada-terminal-3-bandara-soetta.info\/terminal-3-bandara-soekarno#main\" rel=\"attachment wp-att-1520\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-1520\" class=\"size-full wp-image-1520\" src=\"http:\/\/bandarasoekarnohatta.com\/wp-content\/uploads\/terminal-3-bandara-soekarno.jpg\" alt=\"terminal 3 bandara soekarno hatta - megapolitan.kompas.com\" width=\"680\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/juandaairport.com\/soekarnohatta\/wp-content\/uploads\/terminal-3-bandara-soekarno.jpg 680w, https:\/\/juandaairport.com\/soekarnohatta\/wp-content\/uploads\/terminal-3-bandara-soekarno-300x132.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-1520\" class=\"wp-caption-text\">terminal 3 bandara soekarno hatta &#8211; megapolitan.kompas.com<\/p><\/div>\n<p>\u201cKami tegaskan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat ini hanya terdapat Terminal 1, 2, dan 3,\u201d kata Agus Haryadi, Head of Corporate Secretary &amp; Legal PT Angkasa Pura II, dalam keterangan resminya, Rabu (23\/6) .<\/p>\n<p>Agus menjelaskan, nama \u2018ultimate\u2019 sebelumnya dipilih agar masyarakat dapat membedakan terminal 3 yang baru dengan yang sudah ada (Terminal 3 <i>Existing<\/i>).<\/p>\n<p>\u201cArti dari kata ultimate itu sendiri adalah bahwa pengembangan yang dilakukan di Terminal 3 kali ini sudah paling maksimal, tidak bisa lebih dari yang sudah berdiri saat ini.\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Sebelum akhirnya dihapus, penggunaan kata \u2018ultimate\u2019 di belakang nama Terminal 3 telah menuai sejumlah kontroversi, salah satunya mengundang kritik yang datang dari Anggota Komisi X DPR Mustafa Kamal. Mustafa menilai, segala aktifitas perdagangan harus menggunakan bahasa Indonesia, tapi ada bandara yang tidak menggunakan Bahasa Indonesia.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 mengenai Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.<\/p>\n<p>\u201cKita sudah punya UU penggunaan Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi nasional yang digunakan di wilayah Indonesia,\u201d ujar politisi PKS ini.<\/p>\n<p>Salah satu pertimbangan dikeluarkannya Undang-Undang tersebut adalah bahwa bendera, bahasa dan lambang negara serta lagu kebangsaaan merupakan sarana pemersatu, identitas, dan wujud eksistensi bangsa yang menjadi simbol kedaulatan dan kehormatan negara.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tangerang &#8211; Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Internasional Soekarno Hatta memutuskan untuk membatalkan penggunaan kata \u2018ultimate\u2019 di belakang nama Terminal 3 yang baru. Hingga kini, belum terungkap apa alasan di balik pembatalan nama Terminal 3 Ultimate yang sering digambar-gemborkan tersebut. \u201cKami tegaskan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat ini hanya terdapat Terminal 1, 2, dan&#8230; <\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false},"version":2}},"categories":[59],"tags":[480,104,223,106,69],"class_list":["post-1519","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-administratif","tag-angkasa-pura-ii","tag-bandara","tag-internasional","tag-soekarno-hatta","tag-terminal-3"],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/juandaairport.com\/soekarnohatta\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1519","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/juandaairport.com\/soekarnohatta\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/juandaairport.com\/soekarnohatta\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/juandaairport.com\/soekarnohatta\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/juandaairport.com\/soekarnohatta\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1519"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/juandaairport.com\/soekarnohatta\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1519\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1522,"href":"https:\/\/juandaairport.com\/soekarnohatta\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1519\/revisions\/1522"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/juandaairport.com\/soekarnohatta\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1519"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/juandaairport.com\/soekarnohatta\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1519"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/juandaairport.com\/soekarnohatta\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1519"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}