{"id":2867,"date":"2017-07-27T11:16:54","date_gmt":"2017-07-27T04:16:54","guid":{"rendered":"http:\/\/bandarasoekarnohatta.com\/?p=2867"},"modified":"2017-07-27T11:16:54","modified_gmt":"2017-07-27T04:16:54","slug":"iatca-protes-pergerakan-pesawat-di-bandara-soetta-yang-mencapai-84-per-jam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/juandaairport.com\/soekarnohatta\/iatca-protes-pergerakan-pesawat-di-bandara-soetta-yang-mencapai-84-per-jam.info","title":{"rendered":"IATCA Protes Pergerakan Pesawat di Bandara Soetta yang Mencapai 84 Per Jam"},"content":{"rendered":"<p><b>Tangerang <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u2013 Indonesia Air Traffic Controllers Association (IATCA) memprotes pemakaian landasan pacu (runway) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang mencapai 84 pergerakan pesawat per jam. Menurut IATCA hal tersebut berpotensi mengurangi tingkat keselamatan dalam penerbangan.<\/span><\/p>\n<div id=\"attachment_1503\" style=\"width: 690px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/bandarasoekarnohatta.com\/raih-sqa-2016-bandara-soetta-dan-kualanamu-jadi-kebanggaan-ap-ii.info\/bandara-soekarno-hatta-2#main\" rel=\"attachment wp-att-1503\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-1503\" class=\"size-full wp-image-1503\" src=\"http:\/\/bandarasoekarnohatta.com\/wp-content\/uploads\/bandara-soekarno-hatta.jpg\" alt=\"Bandara Internasional Soekarno-Hatta - id.wikipedia.org\" width=\"680\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/juandaairport.com\/soekarnohatta\/wp-content\/uploads\/bandara-soekarno-hatta.jpg 680w, https:\/\/juandaairport.com\/soekarnohatta\/wp-content\/uploads\/bandara-soekarno-hatta-300x132.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-1503\" class=\"wp-caption-text\">Bandara Internasional Soekarno-Hatta &#8211; id.wikipedia.org<\/p><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wakil Ketua 1 IATCA, Andri Budi Situmorang menuturkan jika pihak IATCA berusaha menolak pemaksaan Air Traffic Controller (ATC) Bandara Soetta yang telah menggunakan runway bandara melebihi aturan pemerintah. \u201cDi Bandara Soekarno Hatta itu sampai 84 per jam.\u00a0Padahal berdasarkan keputusan\u00a0Menhub\u00a0untuk Bandara Soekarno-Hatta hanya boleh mencapai 76 pesawat per\u00a0jam. Hal ini mengacu pada skema 3 menit 1 pesawat yang\u00a0take off\u00a0dan\u00a0landing,\u201d ujar Andri di Kota Tangerang, Rabu (25\/7), seperti dilansir Tangerang News.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih lanjut Andri menjelaskan, jika pola penerbangan dipaksa menggunakan 84 pesawat per jam, maka waktu aman mendarat dan terbang akan berkurang. Hal tersebut tentunya bisa membahayakan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. \u201cKami tentunya berharap mendapat perhatian dari Kemenhub terkait hal ini. Karena kami sudah mengadu kepada Airnav namun tidak mendapatkan tanggapan,\u201d akunya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Andri mengungkapkan jika Bandara Soetta adalah bandar udara tersibuk di Asean lantaran jumlah penerbangannya bisa sampai 1.200 pesawat setiap hari, melebihi Bandara Changi Singapura yang hanya sekitar 1.000 pesawat per hari. \u201cKami hanya berharap pemerintah mengembalikan pola 76\u00a0per jam\u00a0per-landasan. Sehingga tidak terjadi potensi kecelakaan,\u201d tandasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, pihak Airnav Indonesia melalui Corporate Secretary Airnav, Didiet K. S. Radityo menuturkan jika Airnav saat ini sedang berbenah untuk meningkatkan layanan navigasi penerbangan, salah satunya dengan meningkatkan pergerakan pesawat per jam di Bandara Soetta. Setiap tahun kapasitas penerbangan di Bandara Soetta ditingkatkan sesuai instruksi Kementerian Perhubungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahun 2012 lalu sebelum dibentuknya Airnav, pergerakan pesawat di Bandara Soetta hanya 52 movement per jam. \u201cDi tahun 2013 setelah AirNav Indonesia terbentuk kapasitas penerbangan di bandara Soekarno-Hatta meningkat sebanyak 64 pergerakan,\u201d beber Didiet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peningkatan kapasitas ini didukung penerapan prosedur SID-STAR RNAV-1 dan dioperasikannya tower dual desk (utara-selatan) serta ASMGCS Tahap Pertama, sehingga tahun 2013 kapasitas penerbangan naik lagi menjadi 68 pergerakan. Kemudian tahun 2014 meningkat jadi 72 pergerakan, hingga tahun 2017 menjadi 76 pergerakan per jam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSebab Soekarno-Hatta masih menjadi hub utama penerbangan nasional. Karena itu kapasitas penerbangan kita tingkatkan terus. Bisnis AirNav itu Cuma satu, yaitu\u00a0safety. Karena itu kami tidak mungkin melakukan hal yang membahayakan keselamatan penerbangan,\u201d tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tangerang \u2013 Indonesia Air Traffic Controllers Association (IATCA) memprotes pemakaian landasan pacu (runway) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang mencapai 84 pergerakan pesawat per jam. Menurut IATCA hal tersebut berpotensi mengurangi tingkat keselamatan dalam penerbangan. Wakil Ketua 1 IATCA, Andri Budi Situmorang menuturkan jika pihak IATCA berusaha menolak pemaksaan Air Traffic Controller (ATC) Bandara Soetta yang&#8230; <\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false},"version":2}},"categories":[59],"tags":[104,223,604,468,95,106],"class_list":["post-2867","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-administratif","tag-bandara","tag-internasional","tag-kapasitas","tag-penerbangan","tag-pesawat","tag-soekarno-hatta"],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/juandaairport.com\/soekarnohatta\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2867","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/juandaairport.com\/soekarnohatta\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/juandaairport.com\/soekarnohatta\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/juandaairport.com\/soekarnohatta\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/juandaairport.com\/soekarnohatta\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2867"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/juandaairport.com\/soekarnohatta\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2867\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2868,"href":"https:\/\/juandaairport.com\/soekarnohatta\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2867\/revisions\/2868"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/juandaairport.com\/soekarnohatta\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2867"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/juandaairport.com\/soekarnohatta\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2867"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/juandaairport.com\/soekarnohatta\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2867"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}