Gara-gara Cuaca Buruk, Angkasa Pura I Alihkan 9 Penerbangan

Handy Heryudhitiawan, Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura (AP) I - banjarmasin.tribunnews.com
Handy Heryudhitiawan, Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura (AP) I - banjarmasin.tribunnews.com

Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) mengalihkan (divert) 9 penerbangan di bandara kelolaannya ke bandar udara lain akibat cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Indonesia pada pekan ini. Berdasarkan data AP I selama periode 20-23 Februari 2022, terdapat sembilan penerbangan dari 3 maskapai yang terdampak cuaca buruk, sehingga terpaksa dialihkan.

“Hal itu semua dilaksanakan semata untuk menjaga faktor keselamatan sebagai yang utama, karena jarak pandang pilot saat melakukan pendaratan di bawah batas minimal,” ungkap VP Corporate Secretary Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan, Kamis (24/2), seperti dikutip dari Bisnis.

Beberapa penerbangan yang dialihkan antara lain, Citilink QG332 rute Cengkareng – Makassar Divert ke Bandara I Gusti Ngurah Rai. Kemudian Lion Air LNI3740 rute Denpasar – Makassar Divert kembali ke Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Pesawat Lion Air JT997 rute Kendari – Makassar juga kembali Divert ke Bandara Haluoleo Kendari. Selanjutnya, Wings Air IW2333 rute Mamuju – Makassar Divert ke Bandara Tampa Padang Mamuju, Wings Air W1309 rute Maumere – Makassar Divert ke Bandara Haluoleo Kendari, Lion Air JT853 rute Palu – Makassar Divert ke Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Berikutnya, Lion Air JT3955 rute Merauke – Makassar Divert ke Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Lion Air JT675 rute Balikpapan – Makassar Divert ke Bandara Juanda Surabaya, dan terakhir adalah Lion Air LNI924 rute Denpasar – Kupang Divert ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Angkasa Pura I sendiri sebelumnya sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi cuaca ekstrem. Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi menegaskan bahwa pihaknya melakukan koordinasi dengan stakeholders terkait, seperti Kantor Otoritas Bandara, BMKG, Airnav Indonesia, seluruh maskapai dan pihak ground handling untuk memastikan langkah-langkah antisipasi cuaca ekstrem.

“Koordinasi untuk menentukan langkah-langkah antisipasi penanganan bagi pesawat udara dan pengguna jasa bila terjadi cuaca ekstrim yang berpotensi mengganggu operasional penerbangan,” katanya.

Angkasa Pura I sendiri juga sudah mengandalkan pemakaian teknologi yang mendukung operasional dan pelayanan lewat Airport Operations Control Center (AOCC). “AOCC berfungsi sebagai suatu control center untuk mengawasi aktivitas operasional di sisi udara dan sisi darat serta mencakup seluruh aktivitas kedatangan dan keberangkatan di bandara,” tutur Faik.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*