Jakarta – PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan rebranding terhadap aplikasi INAirport dengan mengubah logo dan namanya yang kini menjadi Travelin. Rebranding tersebut sengaja dilakukan sebagai bagian dari proses transformasi digital dalam pengembangan di sektor penerbangan.
“Pada Senin, 26 April 2021, kami secara resmi melakukan rebranding dengan mengubah logo dan nama aplikasi INAirport menjadi Travelin,” ujar Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin, Selasa (27/4), seperti dilansir Beritasatu.
Lebih lanjut Awaluddin menjelaskan, dengan rebranding tersebut diharapkan dapat mendukung ekosistem transportasi dan memudahkan para calon penumpang pesawat dalam melakukan proses penerbangan. “Aplikasi Travelin ini akan menghadirkan layanan terintegrasi dengan seluruh stakeholders untuk memberikan seamless journey experience,” ungkap Awaludin.
Aplikasi Travelin sendiri disiapkan guna mendukung holding ekosistem pariwisata dan transportasi yang terdiri dari sejumlah stakeholder BUMN di sektor tersebut. Aplikasi Travelin mempunyai fitur yang terbagi dalam 2 submenu, yakni Before You Fly (Sebelum Anda Terbang) dan While You Are Here (Selama Anda di Sini). “Fitur yang terdapat pada Before You Fly diantaranya e-check in, book flight dan hotel, transportation, tourism, e-commerce, payment gateway berbagai tagihan seperti telepon, listrik, air, multifinance, terintegrasi Electronic Health Alert Card (e-HAC), dan Premium Services,” katanya.
Sedangkan untuk fitur pada While You Are Here di antaranya, pilihan shop and dine, informasi tentang WiFi, layanan emergency, informasi terbaru, terintegrasi dengan Link Aja, airportainment, hotel dan Premium Services.
Sementara itu, Chief Project Business Digital Airport AP II Wahyu Cahyadi mengungkapkan bahwa Angkasa Pura II mempunyai rencana besar terhadap aplikasi Travelin. Salah satu fitur yang bakal disematkan adalah pengenalan wajah (face recognition) untuk mengetahui data-data penerbangan pemilik akun, sekaligus untuk memproses keberangkatan/kedatangan yang bersangkutan. “Kami tengah merintis untuk menjadikan aplikasi Travelin ini bisa membuat, istilahnya, penumpang pesawat cukup membawa wajah saja ke bandara untuk dapat melakukan perjalanan dengan pesawat,” ujarnya.
Namun demikian, Wahyu menilai rencana itu membutuhkan kolaborasi penuh dengan stakeholder terkait. “Perlu adanya kolaborasi dengan stakeholder, terutama terkait dengan data. Karena melalui metode pengenalan wajah data-data penerbangan dapat dengan cepat diketahui,” tandas Wahyu.