Belitung – Maskapai yang berada di bawah pengelolaan Lion Air Group, Batik Air akan memperluas jangkauan penerbangan domestiknya. Mulai tanggal 29 Maret 2018 mendatang Batik Air akan membuka rute domestik baru dari Jakarta ke Tanjung Pandan, Belitung.
Batik Air – acehraya.co.id
Manajer Operasional Batik Air, Umay mengungkapkan bahwa penerbangan ke Tanjungpandan akan dilayani dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten ke Bandara HAS Hanandjoeddin, Tanjung Pandan dengan jadwal penerbangan satu kali setiap hari. Pesawat Batik Air dijadwalkan berangkat dari Bandara Soetta jam 06.45 WIB, sedangkan dari Tanjung Pandan ke Jakarta berangkat pukul 08.35.
Penerbangan Jakarta-Tanjung Pandan ini dilayani dengan pesawat tipe Airbus A320-200 CEO yang memiliki kapasitas 12 pelanggan kelas bisnis dan 144 penumpang kelas ekonomi. “Dengan adanya rute baru kami berharap bisa menambah frekuensi penerbangan,” tutur Umay, seperti dilansir Tribunnews.
Hingga kini setidaknya terdapat 14 penerbangan setiap harinya yang menuju Belitung, termasuk rute penerbangan baru yang dibuka oleh Batik Air dari Jakarta ke Tanjung Pandan. Dengan adanya akses penerbangan menuju Belitung ini tentunya semakin mendongkrak perkembangan wisata di daerah tersebut.
Walaupun jumlah penerbangan ke Belitung bertambah, rupanya sebagian besar didominasi oleh keperluan wisata. Kasi Keamanan dan Keselamatan Penerbangan Bandar Udara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Nanang NS menuturkan bahwa lonjakan penumpang selama ini dipengaruhi momen liburan.
Nanang berpendapat jika penumpang dari dan ke Tanjung Pandan rata-rata dapat diakomodir lewat 12 penerbangan setiap harinya. Dengan jumlah penerbangan saat ini rupanya terjadi flight cancel atau pembatalan penerbangan ketika low seasons.
“Dari indikasi dapat disimpulkan bahwa penerbangan ke Tanjungpandan sebagian besar karena liburan atau tamasya. Jumlah penumpang meningkat biasanya karena ada moment khusus seperti liburan sekolah atau pas long weekend yang disebabkan tanggal merah pada hari Jumat,” tutur Nanang.