JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi akhirnya mengizinkan kembali penerbangan internasional untuk 30 destinasi, termasuk rute Jakarta-Jeddah mulai tanggal 17 Mei 2021 lalu. Namun, mereka yang boleh bepergian adalah orang-orang yang sudah mendapatkan dua dosis vaksin atau sudah melewati masa 14 hari setelah menerima suntikan pertama.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta – id.wikipedia.org
Dilansir dari Bisnis, Kantor Berita Saudi Press Agency memberitakan bahwa Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi memutuskan kembali membuka penerbangan internasional melalui 43 bandara internasional di 30 negara. Hal tersebut dilakukan setelah ada kebijakan pencabutan larangan bepergian bagi penduduk di luar Arab Saudi.
Seiring hal tersebut, maskapai Saudi Airlines mengonfirmasi akan mengoperasikan 153 penerbangan terjadwal setiap minggunya dari Riyadh dan 178 penerbangan dari Jeddah. Penerbangan internasional perdana sejak penutupan pada Februari lalu adalah dari Riyadh ke Hyderabad dan dari Jeddah menuju Dhaka. “Penerbangan internasional menuju Saudi adalah penerbangan Kairo ke Riyadh dan penerbangan Jakarta ke Jeddah,” kutip Saudi Press Agency.
Meskipun demikian, pemerintah Arab Saudi masih memberlakukan penangguhan penerbangan dari dan ke beberapa negara. Penangguhan berlaku untuk penerbangan ke dan dari Lebanon, Suriah, Libya, Turki, Iran, Yaman, Kongo, Somalia, Armenia, Venezuela, Belarus, Afghanistan, dan India. Persiapan pembukaan penerbangan internasional dilakukan sejak dua pekan sebelumnya.
Dengan kabar tersebut, mungkin banyak yang bertanya-tanya apakah penerbangan ibadah haji dari Indonesia juga akan dibuka atau belum. Sebuah portal penyedia informasi menyebutkan bahwa Kementerian Kesehatan Arab Saudi memang akan membuka kuota haji tahun 2021, tetapi dibatasi hanya 60 ribu jamaah, untuk penduduk lokal dan internasional.
Akun Twitter Haramain Info, penyedia informasi yang terafiliasi Presidensi Dua Masjid Suci tetapi merupakan entitas yang terpisah, menuliskan bahwa Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengumumkan kembali membuka pelaksanaan ibadah haji 1442 Hijriah. Kuota jamaah akan dibatasi 60 ribu orang, terdiri dari jamaah lokal dan internasional berusia 18 sampai 60 tahun. Sebanyak 45 ribu jamaah berasal dari Arab Saudi, sedangkan sisanya berasal dari dalam Arab Saudi.