Terjadi Penurunan Trafik, Angkasa Pura I Mulai Bahas Target Pendapatan 2020

Corporate Secretary Angkasa Pura I, Handy Heryudhitiawan
Corporate Secretary Angkasa Pura I, Handy Heryudhitiawan

Jakarta – Pembatasan bepergian yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia di tengah kondisi pandemi virus corona (Covid-19) seperti sekarang ini mengakibatkan penurunan trafik di seluruh bandar udara, termasuk di bandara-bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura (AP) I. Oleh sebab itu, pihak perseroan kini mulai membahas target pendapatan untuk tahun 2020 ini.

“Target pendapatan memang sedang dibahas terkait penyesuaian kondisi saat ini,” jelas Vice President Corporate Secretary AP I Handy Heryudhitiawan, Senin (20/4), seperti dilansir Republika. Handy mengungkapkan, hal itu dilakukan karena berkaitan dengan pendapatan aeronautika dan nonaeronautika.

Namun, Handy masih belum dapat memastikan apakah nantinya akan ada revisi pendapatan karena perhitungan masih dilakukan dan akan dilaporkan pada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Handy juga mengakui bahwa terjadi penurunan trafik penumpang di bandara-bandara AP I. “Hal ini menjadi satu tantangan untuk AP I menjaga kesinambungan antara layanan dan operasi. Ini juga berarti ada korelasi biaya dengan revenue yang berarti ada korelasi pendapatan,” ungkap Handy.

Walau demikian, Handy memastikan bahwa AP I telah mempunyai skenario pendekatan keuangan dengan tingkatan optimis, moderat, dan pesimis. Seluruh skenario tersebut merujuk pada asumsi pengurangan trafik dengan rentang penurunan sekitar 30-60%. Oleh sebab itu, AP I kini terus berupaya melakukan efisiensi dan efektivitas biaya. “Ini sebagai metode cost leadership sehingga dapat menghemat biaya operasional. Ini kami libatkan dari berbagai unit, cabang, dan anak usaha,” terang Handy.

Sebagai informasi, AP I memastikan tak akan mengambil langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun merumahkan sementara pegawai tanpa digaji meski target pendapatan perseroan tahun 2020 kemungkinan tak akan tercapai. “Strategi untuk mengatasi turunnya pendapatan akan dilakukan dengan berbagai upaya penghematan. Khususnya yang berkaitan dengan cost leadership,” kata Handy.

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi menambahkan, untuk menanggulangi penurunan pendapatan, AP I terpaksa mengurangi berbagai pengeluaran di 15 bandara kelolaannya. Salah satunya adalah dengan merampingkan organisasi di cabang perusahaan.

“Upaya yang kami lakukan dari AP I adalah melakukan inisiatif simplifikasi terhadap organisasi atau organisasi ini dirampingkan lagi terutama yang ada di cabang secara langsung yang memang dari awal sudah kita lakukan. Yang dimaksud perampingan organisasi adalah perampingan struktur organisasinya, bukan pegawainya. Jadi tidak ada PHK sama sekali,” tutupnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*