Angkasa Pura I Bidik Target 40,6 Juta Penumpang di Bandara Kelolaan

Faik Fahmi, Direktur Utama Angkasa Pura I - bisnis.tempo.co
Faik Fahmi, Direktur Utama Angkasa Pura I - bisnis.tempo.co

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I berharap bisnis penerbangan bisa pulih seiring dengan dilaksanakannya program vaksinasi Covid-19. Bahkan AP I membidik 40,6 juta penumpang di bandara kelolaannya pada tahun 2021 ini.

Menurut Direktur Utama AP I Faik Fahmi, target tersebut naik 29% dari capaian tahun 2020 yang hanya sejumlah 31,8 juta penumpang. “Sementara, pergerakan pesawat tahun ini diproyeksikan 519.795 pergerakan atau naik sekitar 20%,” jelas Faik di Jakarta, Senin (19/4), seperti dilansir Wartaekonomi.

Sedangkan untuk trafik kargo diprediksi akan tumbuh 2,1% menjadi 445.049 ton dari 436.049 ton pada 2020. Untuk dapat mencapai target tersebut, Angkasa Pura I juga berharap supaya destinasi wisata dapat mulai dibuka secara bertahap setelah masa libur Idul Fitri 2021, sehingga bisa mendorong peningkatan trafik di bandara-bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura I.

“Hal ini seiring dengan upaya pemerintah yang telah membekali pelaku usaha di sektor pariwisata terkait penerapan protokol kesehatan melalui sertifikasi cleanliness, health, safety, and environment sustainability atau CHSE,” terang Faik.

Faik menambahkan, pandemi Covid-19 memang masih menekan kinerja trafik penerbangan. Hal ini terlihat dari data trafik penumpang triwulan I 2021 di bandara-bandara AP I yang masih jauh di bawah trafik penumpang pada periode yang sama tahun lalu. Menurut data Angkasa Pura I, sampai dengan triwulan I 2021 penumpang pesawat di seluruh bandara kelolaannya mencapai 6,12 juta orang. Jumlah itu anjlok 65,5% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 lalu yang mencapai 17,79 juta orang.

“Tingginya trafik pada triwulan 1 2020 disebabkan karena kasus penularan Covid-19 yang baru dapat teridentifikasi di Indonesia pada awal Maret 2020 yang kemudian disusul dengan kebijakan restriksi perjalanan sebagai langkah pencegahan penularan virus lebih luas. Setelahnya, trafik penerbangan mengalami penurunan yang sangat drastis hingga titik terendahnya pada Mei 2020 di mana trafik penumpang hanya sebesar 77.342 penumpang,” tandas Faik.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*