Penurunan Status Bandara, Juanda Tetap Pusat Lalu Lintas

Bandara Internasional Juanda, Surabaya - www.suarasurabaya.net

JAKARTA – Di tengah kabar bahwa ada sejumlah bandara di Indonesia yang akan diturunkan statusnya menjadi bandara domestik, Bandara Internasional Juanda masih menjadi yang paling penting. Pasalnya, pelabuhan udara yang berlokasi di Sidoarjo ini menjadi pusat lalu lintas bersama dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dan Bandara Internasional Kualanamu.

“Saat ini, ada delapan bandara internasional yang berpotensi menjadi hub dan superhub, yakni I Gusti Ngurah Rai, Soekarno-Hatta, Kualanamu, Yogyakarta, Balikpapan, Hasanuddin, Sam Ratulangi, dan Juanda” tutur Presiden Indonesia, Joko Widodo, dilansir Bisnis. “Dan, 9 persen lalu lintas hanya di empat bandara, yakni Soekarno-Hatta di Jakarta, Ngurah Rai di Bali, Juanda di Jawa Timur, dan Kualanamu di Sumatera Utara.”

Sementara itu, kabar penurunan kelas delapan bandara termaktub dalam surat usulan DJPU kepada Menteri Perhubungan tertarikh Juli 2020. Surat bernomor Au.003/1/8/ORJU.DBU-2020 memuat rincian bandara yang diusulkan untuk diubah statusnya dari bandara internasional menjadi domestik, yakni Bandara Maimun Saleh, Sabang; DH. Fisabilillah, Tanjung Pinang; Radin Inten II, Lampung; Pattimura, Ambon; Frans Kaisiepo, Biak; Banyuwangi; Husein Sastranegara, Bandung; dan Mopan, Merauke.

Surat yang diterbitkan pada Juli 2020 tanpa tanggal tersebut senada dengan permintaan Presiden Joko Widodo untuk mengurangi sejumlah bandara internasional di Indonesia. Presiden Joko Widodo menyoroti penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Namun, hal ini menjadi momentum bagi pemerintah memperbaiki sektor pariwisata dan penerbangan.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengaku pasrah terkait rencana pemerintah yang hendak menurunkan status Bandara Internasional Banyuwangi menjadi domestik. Namun, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, berharap agar pemerintah pusat lebih selektif dengan rencana pengembalian status bandara internasional menjadi bandara domestik. Dia tak ingin bandara di wilayahnya menjadi turun kasta.

“Terkait dikembalikannya menjadi bandara domestik, harapan kami ke depan bisa dipilih secara selektif. Namun, jika memang harus, kami tidak bisa berbuat banyak,” katanya. “Kami berharap kebijakan pemerintah pusat mendorong sektor-sektor yang menjadi prioritas terutama pengembangan pariwisata dapat diberikan alternatif pengembangan jalur-jalur internasional.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*