17 Juli 2022, Jemaah Haji Kloter Pertama Debarkasi Surabaya Tiba di Bandara Juanda

jemaah calon haji Indonesia - news.detik.com
jemaah calon haji Indonesia - news.detik.com

Surabaya – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya mengumumkan bahwa kedatangan jemaah haji 1443 Hijriah untuk kloter (kelompok terbang) pertama dan kedua dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur pada Minggu (17/7) besok.

“Sesuai jadwal, hari pertama kedatangan terdapat dua kloter yang tiba, yaitu kloter pertama dan kedua,” kata Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya Abdul Haris, Jumat (15/7), seperti dilansir dari Antara.

Menurut data dari PPIH, kloter haji pertama dan kedua, masing-masing berangkat dari Bandara Jeddah pada Sabtu (16/7) pukul 14.25 dan 22.05 waktu setempat. Kemudian, jemaah haji kloter pertama dan kedua masing-masing dijadwalkan mendarat di Bandara Juanda pada hari Minggu (17/7) pukul 05.15 WIB dan 12.55 WIB. Sementara itu, kloter terakhir atau kloter 38 Debarkasi Surabaya dijadwalkan tiba di Bandara Juanda pada Sabtu (13/8) dini hari.

Kloter pertama adalah jemaah haji asal Kabupaten Tuban, sementara itu kloter kedua berasal dari Kabupaten Tuban, Kabupaten Bojonegoro, dan sebagian Kota Surabaya. Sedangkan PPIH Debarkasi Surabaya mengaku sudah bersiap menyambut kedatangan seluruh jamaah haji yang tercatat saat keberangkatan jumlahnya mencapai 16.835 orang. “Kami siapkan dari berbagai aspek, mulai tempat kedatangan, barang bawaan serta kesehatan jamaah,” jelasnya.

Akan tetapi, karena saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19, maka PPIH Debarkasi Surabaya memberlakukan skrining untuk memastikan kesehatan jamaah. Ada sejumlah tahap pemeriksaan yang perlu diikuti jemaah, mulai dari Bandara Juanda kemudian di Asrama Haji Sukolilo untuk memperkuat hasil dari skrining tahap pertama.

“Jika ada jamaah yang suhu badannya di atas 37,5 derajat celsius maka harus tes PCR, termasuk yang menunjukkan gejala. Ini demi keamanan dan keselamatan bersama,” ungkap Haris. Setelah memperoleh hasil pemeriksaan, maka jemaah yang terkonfirmasi positif Covid-19 akan ditindaklanjuti dengan karantina serta pemulihan, sedangkan untuk jemaah yang negatif diperbolehkan kembali ke daerah asalnya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kabupaten/kota. Jika ada yang positif dan tidak bergejala atau gejala ringan maka karantina di daerah asal, sedangkan yang bergejala sedang hingga berat harus dirawat di RSUD dr Soetomo. Kami berdoa semua jamaah yang datang tidak ada kendala dengan kesehatannya dan semua hasil skrining sesuai harapan,” tandas Haris.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*