Mulai Hari Ini Masyarakat Bisa Beli Tiket Pesawat Murah Tanpa Dikenai PSC

Layanan Passenger Service Charge (PSC) - blog.jadipergi.com

Jakarta – Pemerintah belum lama ini memberikan stimulus penerbangan senilai Rp215 miliar. Dari angka sebesar itu, rupanya sekitar Rp175 miliar diperuntukkan pembebasan tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) atau yang kerap disebut sebagai passenger service charge (PSC). Dengan demikian, selama periode 23 Oktober – 31 Desember 2020 PSC atau airport tax tak lagi dibebankan pada penumpang.

“Setiap penumpang tersebut tidak dibebani biaya PSC karena akan dikeluarkan dari komponen biaya tiket yang akan ditagih oleh operator bandar udara kepada pemerintah,” ucap Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Novie Riyanto, Kamis (22/10), seperti dilansir CNBC Indonesia.

Sayangnya, Novie tidak merinci secara detail berapa besaran potongan tiket pesawat yang bakal diterima oleh penumpang. “Misalnya Rp100.000 (PSC) yang harus dibayar penumpang di tiketnya akan di Rp0-kan, misalnya Jakarta-Surabaya awalnya Rp700 ribu , PSC-nya Rp100 ribu, tapi itu akan dibayar APBN,” terang Novie.

Namun Novie menegaskan jika itu hanyalah gambaran saja. Besaran PSC yang dipotong di setiap bandara tentunya akan berbeda-beda. Dengan adanya stimulus penerbangan tersebut diharapkan dapat kembali meningkatkan minat masyarakat untuk bepergian dengan pesawat. “Harapan dari stimulus tarif PJP2U ini akan memberikan keringanan bagi para penumpang untuk bepergian, menggunakan jasa transportasi udara yang akhirnya akan membangkitkan pertumbuhan industri lainnya seperti pariwisata dan lainnya,” ungkap Novie.

Sementara itu, 13 bandar udara yang memperoleh stimulus PJP2U tersebut meliputi Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng, Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Bandara Internasional Kualanamu Medan, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bandara Internasional Yogyakarta Kulon Progo, Bandara Internasional Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Internasional Lombok Praya, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Bandara Internasional labuan Bajo, Bandara Internasional Silangit, Bandara Internasional Banyuwangi, dan Bandara Adisucipto Yogyakarta.

Tak hanya memberi stimulus untuk penumpang, pemerintah juga menyiapkan keringanan untuk operator, mulai dari AirNav, Angkasa Pura I, dan Angkasa Pura II. Stimulus bertajuk bantuan kalibrasi penerbangan ini nilainya mencapai lebih dari Rp40 miliar.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*