PMI yang Tiba di Bandara Juanda Bakal Dikarantina Sebelum Pulang Kampung

Layanan Rapid Test - news.detik.com
Layanan Rapid Test - news.detik.com

Surabaya – Bandara Internasional Juanda tampak mulai dipadati oleh kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI yang mudik ke Jawa Timur sejak Rabu (28/4) kemarin. Setidaknya terdapat 431 TKI yang masa kontraknya sudah habis dan tiba di Bandara Juanda, Sidoarjo.

“Hari ini tiba 431 PMI. Mereka ini gelombang pertama yang menerapkan prokes karantina,” kata Kadisnakertrans Jatim Himawan Estu, Rabu (28/4), seperti dilansir Detik. Lebih lanjut Himawan menerangkan, kedatangan 431 TKI tersebut berasal dari 2 negara yang berbeda, yaitu Singapura dan Malaysia menggunakan pesawat Scoot Tiger TR262, Malaysia Air Asia QZ 321, dan Malaysia JetStar 3K247.

“PMI tersebut langsung diswab. Dan akan masuk karantina terlebih dahulu di Wisma Asrama Haji Surabaya selama 2 hari diantar Bus Pemprov yang dikelola Dishub Jatim. Barang bawaan penumpang dikelola truk Kodam Brawijaya,” ujar Himawan.

Apabila selama 2 hari karantina dinyatakan negatif Covid-19, maka para PMI tersebut akan lanjut dikarantina di daerah asal masing-masing. Akan tetapi, bila ada PMI yang dinyatakan positif Covid-19, maka akan diisolasi di RS Lapangan Indrapura atau RS Darurat.

Sementara itu, Koordinator Pelayanan Umum RS Lapangan Indrapura Letnan Kolonel dr Nugraha Wicaksana menegaskan bahwa pihaknya siap untuk menampung PMI apabila dinyatakan positif Covid-19. “Bagi yang terkonfirmasi positif COVID-19 akan dikirim ke RSLI untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” tuturnya.

Setidaknya terdapat puluhan ribu PMI yang tiba di Indonesia dalam kurun waktu 2 bulan terakhir. Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo mengungkapkan bahwa para PMI tiba di Indonesia lewat sejumlah pintu masuk. “Adapun pintu masuk untuk bandara udara, yaitu Kualanamu, Soetta, Bandara Juanda, dan bandara Sam Ratulangi. Untuk pelabuhan laut hanya 3 titik: Dumai, Tanjung Pinang, dan Batam. Semua perbatasan darat, baik di Kalimantan, NTT, dan Papua,” jelas Doni.

Doni menegaskan, penerapan protokol kesehatan untuk para PMI tersebut penting guna mencegah penyebaran Covid-19 yang berasal dari luar negeri. “Ini semata-mata untuk mencegah agar para PMI kita saat kembali ke kampung halamannya tidak ada yang membawa Covid-19,” kata Doni.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*