Jatim Bentuk Satgas Antisipasi Omicron, Perketat Pengawasan Bandara Juanda

Bandara Juanda Surabaya - mediaindonesia.com
Bandara Juanda Surabaya - mediaindonesia.com

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur membentuk satgas khusus untuk mengantisipasi penyebaran virus COvid-19 varian Omicron. Pengetatan bagi pelaku perjalanan luar negeri bakal dilakukan di sejumlah pintu masuk, termasuk pos lintas batas negara (PLBN), pelabuhan, dan juga Bandara Internasional Juanda.

“Kami sudah menyiapkan satgas yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa,” papar Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Nico Afinta, dilansir dari Times Indonesia. “Bapak Pangdam sebagai ketua, saya wakil ketua dan Bapak Sekda sebagai wakil ketua dua, yang tentunya didukung oleh beberapa satgas.”

Ia melanjutkan, satgas tersebut akan mengatur mekanisme pemeriksaan bagi pelaku perjalanan luar negeri saat tiba di Bandara Juanda. Misalnya, pemeriksaan dokumen keimigrasian dan pemeriksaan barang-barang bagi pekerja migran. “Lalu, kami tempatkan di empat titik, yang terbesar adalah di asrama haji, Sukolilo, Surabaya. Kapasitas seluruhnya 1.991, termasuk cadangan. Lalu, di dalam asrama haji dilakukan PCR test,” tambah dia.

“Kami mengimbau supaya pelaku perjalanan luar negeri agar melakukan konfirmasi seminggu atau tiga hari sebelum keberangkatan, agar bisa mendapatkan informasi dan segera dilakukan perencanaan,” lanjut Irjen Nico. “Mudah-mudahan dengan adanya koordinasi yang baik ini, maka mekanisme dalam penerimaan pelaku perjalanan luar negeri di Bandara Juanda ini berjalan dengan baik.”

Sebelumnya, Bandara Juanda memang tengah disiapkan pemerintah untuk melayani kedatangan penerbangan dari luar negeri. Untuk tahap awal, pelabuhan udara yang berada di Sidoarjo tersebut akan melayani kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Untuk keperluan ini, akan disiapkan setidaknya 1.500 kamar karantina bagi mereka yang baru tiba dari mancanegara.

“Sekitar 30 persen PMI berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan NTB. Jadi, akan lebih baik jika Bandara Juanda dibuka untuk melayani para PMI,” jelas Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, saat meninjau Bandara Juanda pada hari Minggu (26/12) kemarin. “Paling tidak, mesti disiapkan kurang lebih 1.500 kamar. Jadi bisa menampung sekitar 100 hingga 150 orang untuk melakukan karantina 10 hari.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*